NovelToon NovelToon
Rahim Impian

Rahim Impian

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:107.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ismi Kawai

Sepuluh tahun menikah, bukanlah waktu yang singkat untuk mendambakan buah hati.
Keysha Geraldine, seorang wanita yang frustasi karena memiliki suami bersikap dingin. Tak peduli dengan keinginannya dan tidak mau berusaha untuk memiliki keturunan. Hingga akhirnya, Keysha Geraldine memutuskan cara lain untuk memiliki buah hati. Cara apakah yang dilakukan Keysha hingga dirinya dinyatakan positif hamil? Apakah sikap suaminya itu berubah lebih baik ketika mengetahui sang istri tengah mengandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu Karyawan

“Haris Bintara,” gumamku membaca nama yang tertera pada kartu karyawan itu. Ternyata pria itu seorang konsultan di sebuah Bank swasta. Aku melihat ke arah pintu ruang pemeriksaan.

“Apa sebaiknya aku menunggu mereka sampai ke luar?”

Melirik jam yang terdapat pada dinding ruangan, menunjukkan pukul 16.00 di mana Mas Andre akan segera pulang ke rumah.

Sementara, aku belum menyiapkan makan malam. Karena waktu yang mendesak, akhirnya aku memilih untuk pulang terlebih dulu. Mungkin, esok aku akan mengembalikannya.

***

“Kau bilang apa?! Samplenya hilang? Apa kamu bodoh?!” pekik Mas Andre saat aku bilang jika sample benihnya telah hilang. Padahal aku sengaja membuangnya.

Aku diam dengan terus mengunyah makanan yang ada di mulut. Mas Andre mengambil sekaleng softdrink dan membukanya.

“Kau benar-benar membuang waktuku yang berharga, semua sia-sia!”

Mas Andre menenggak minumannya dengan terus menggerutu. “Kenapa kamu selalu ceroboh? Tidak bisakah melakukan hal yang benar?”

“Maafkan aku,” jawabku pelan.

“Berapa banyak hari ini?”

“Hari ini tidak begitu banyak yang datang, jadi-“

“Tidak, maksudku berapa banyak uang yang kau keluarkan?”

Aku pikir dia menanyakan jumlah pasien yang datang. “500 ribu, konsultasi dan vitamin.”

Mas Andre menghela napas panjang. “Untuk sesuatu yang tidak setimpal, mereka meminta terlalu banyak. Ini namanya perampokan!”

Aku menelan makanan dengan serat. Di matanya hanya ada untung-rugi. Padahal ini untuk kebaikan bersama. Di mana-mana namanya memakai jasa spesialis tentu akan merogoh kocek yang cukup dalam.

Pembicaraan kami tidak terlalu bagus, tapi kalau tidak memulainya Mas Andre pasti akan langsung tidur cepat. Aku mengingat hal yang harus kami lakukan malam ini. Kegiatan suami istri.

“Uhm, dokter bilang hari ini adalah masa suburku … bisakah malam ini kita melakukannya?”

Aku mengumpulkan keberanian menahan malu mengungkapkan maksud, tapi apa yang kudapat? Sebuah ******* lelah Mas Andre berhasil membuat hatiku terhempas ke dasar jurang. Apa segitu melelahkan? Apa sangat membebani?

Aku tidak berbicara lagi setelah mendapatkan respon seperti itu. Kami meneruskan ritual makan yang terasa sangat lama dan membosankan. Saling diam hingga Mas Andre selesai lalu memasuki kamar. Aku merapikan bekas makan dan mencucinya. Secepat mungkin membereskan tugasku untuk menyusul Mas Andre.

“Mas, kamu sudah tidur?” tanyaku saat memasuki kamar lalu menaiki ranjang. Mas Andre sedang berbaring memunggungiku.

“Aku belum tidur. Cepatlah! Buka bajumu, karena aku harus bangun pagi-pagi besok!”

Aku tersentak mendengar perintah Mas Andre. “Maksudnya kita langsung? Itu akan menyakitkan, tidak bisakah Mas melakukan pemanasan terlebih dahulu?”

Mas Andre menoleh dengan wajah tanpa ekspresi. Entah pergi ke mana senyuman yang dulu selalu ia berikan padaku. Mungkinkah karena waktu yang telah terbuang? Penantian membuatnya bosan. Padahal bukan hanya dirinya, aku pun lelah.

Tanpa sadar aku mencontohnya. Sangat sulit untuk menarik setiap sudut bibir hingga terasa kaku.

“Kalau begitu pemanasan saja sendiri, bangunkan aku ketika kamu sudah basah.”

Aku memandangnya dengan tidak percaya, bisa-bisanya ia menyuruhku untuk merangsang diri sendiri? Memangnya aku gadis kemarin sore? Aku ini istri yang mempunyai suami.

“Aku sudah terlalu lelah dengan drama di kantor jadi, tolong berikan aku sedikit udara untuk bernapas!” tambahnya dan kembali memunggungi ku.

Aku mengepalkan tangan yang gemetaran, rasanya sangat sesak. Dia meminta udara untuk bernapas seolah tidak ada oksigen di rumah ini. Apa dia tau jika aku pun sangat sulit untuk melakukannya? Ibarat penyakit aku sudah dalam keadaan kronis.

***

Akhirnya aku melakukan hal yang diperintahkan Mas Andre, merangsang diri sendiri dengan menonton film melalui internet. Aku berusaha dengan sekuat tenaga agar bisa terpancing birahi, tapi percuma. Aku tidak kunjung basah. Menatap pasrah ponsel yang menayangkan berbagai adegan panas. Sama sekali tidak mempengaruhiku.

Ini tidak bisa dibiarkan, hanya membuang waktu saja. Aku membalik badan dan menggoyang bahu Mas Andre.

“Mas, aku tidak bisa. Ya sudah, tidak masalah jika harus kesakitan. Yang penting kita harus tetap melakukannya, karena sekarang adalah masa suburku.”

Mas Andre tidak menjawab. Ia memilih mendengkur menuju ke dunia mimpi. Aku melepaskan pakaian dengan kesal. Turun dari ranjang dan meniti diri di depan cermin.

“Apa Mas Andre sudah tidak tertarik dengan tubuhku lagi?” gumamku mengoyak hati.

Tanpa sadar air mataku menetes, padahal aku tidak ingin menangis. Aku mengusap jejak tangis itu sambil tersenyum kemudian terkikik geli.

“Apa yang aku tangisi? Aku sama sekali tidak sedih karena, sudah biasa seperti ini.”

Anehnya, air mata malah terus mengalir membuatku terisak, tubuh pun gemetaran.

‘Aku berusaha kuat, tapi sampai kapan?’ Aku luruh ke lantai dan memeluk diri dalam kedinginan.

***

Keesokan harinya aku terbangun dengan wajah sembab, apa Mas Andre menyadari atau sekedar menanyakannya? Jawabannya adalah tidak. Ia sarapan sambil menatap layar ponsel. Seolah kami berada di dunia berbeda, dunia yang tidak bisa aku gapai.

Setelah selesai sarapan pun dia sama sekali tidak melihat padaku. Tidak ada rasa bersalah telah meninggalkanku tidur semalam dan tidak mengungkit masa ovulasiku. Ia segera bersiap-siap untuk pergi bekerja.

“Aku akan pulang agak malam,” ucapnya mengambil tas kantor lalu menghilang dari balik pintu tanpa menunggu aku mengucapkan sepatah kata pun.

Aku menarik nafas berusaha mengendalikan diri. “Mungkin Mas Andre memang sedang terburu-buru,” batinku.

Masih banyak yang harus aku lakukan dibandingkan memikirkan sikapnya. Mencoba berpikir positif untuk mengembalikan moodku pagi ini.

Aku membersihkan diri lalu berpakaian, saat ingin berdadan tanpa sengaja menyenggol tasku yang ada di meja rias. Dari dalam tas itu terdapat sebuah kartu karyawan. Aku pun memekik karena sempat melupakannya.

“Ya ampun, aku harus mengembalikannya!”

Secepat mungkin aku menyelesaikan ritual dandan yang sempat tertunda kemudian pergi menuju alamat yang tertera di kartu tersebut.

Selang beberapa saat aku sampai di depan sebuah gedung bertingkat yang menjulang layaknya mercusuar. Sangat tinggi, aku sampai tidak bisa menghitung banyaknya lantai yang ada di gedung itu.

Bangunan tersebut memiliki banyak perusahaan di dalamnya. Karena memang disewakan di setiap lantainya. Dan, aku tidak tahu lantai berapa perusahaan pemilik kartu tersebut.

Tidak mau tersasar tidak jelas, aku berinisiatif untuk bertanya pada bagian recepsionist.

“Ehm, permisi ….”

“Itu kartuku!”

Aku menoleh pada asal suara, pria tampan yang pernah aku temui berbinar ketika aku menyerahkan kartunya.

“Terima kasih banyak! Aku hampir dinyatakan bolos karena kartu itu.”

Aku melebarkan mata karena merasa bersalah. “Maaf, seharusnya saya mengembalikannya kemarin, tapi-“

“Tidak apa-apa, yang penting kartu ini sudah kembali,” selanya maklum.

Aku mengangguk dengan senyum lega.

“Ngomong-ngomong Anda menemukannya di mana?”

“Di rumah sakit, di poli kandungan,” ucapku membuat pipi pria itu merah.

1
Emily
tukar pasangan wkwkwk
Emily
perempuan oon
Emily
Keysha juga salah dah tau mau pergi ya masak dulu beresin rumah masak iya pergi srharian
Ismi Kawai: dia lagi males kak ... mager
total 1 replies
Norlehaarsad Arsad995
anjing punya cerita
Ismi Kawai
iler kali yang netes
RahaYulia
kisah yg pnuh kesan tp cerita bahagianya cuma sedikit thor msh kurang byk😁😁😁
Ismi Kawai: iya ya... hahahah, biarin adja deh. yg bahagianya kamu bayangin sendri
total 1 replies
RahaYulia
ayolah haris,kmu pst pintar kan? pikirkan baik2 apa prnh sedikit saja cairanmu menetes dirahim diana bbrapa bln terakhir???
RahaYulia
kmu mnta dukungan bpk nya diana atuh ris biar cpt pisahnya ckckck....
Ismi Kawai: siap kk.. nanti dimintain
total 1 replies
RahaYulia
aku mh biasa aja klo pun emang haris ma diana tidur bareng krn status mrk msh sah, bda lg klo ma keisya meskipun sama2 pihak tersakiti tp tdk dibenarkan jg klo mrk mesra sblm wkt nya
tp aku sih yakin klo burung haris anteng2 aja walaupun diobok2 diana sedemikian rupa🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ismi Kawai: hahaha, anteng donk
total 1 replies
RahaYulia
senangnya pnya tmn yg saling pengertian saling dukung❤️
Ismi Kawai: iya donk...kaya kamu
total 1 replies
RahaYulia
mana ada haris mnyesal apalagi klo kmu mati. bikin syukuran gede2an yg ada😁🤣🤣
Ismi Kawai: jangan setega itu kak... hahaha
total 1 replies
RahaYulia
malah aku ikutan berdebar deg deg an
Ismi Kawai: ish... malah seneng km ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Surati
ceritanya sangat bagus, sangat suka sekali tidak berbelit2. Terima kasih thor, semangat dalam berkarya 💪🙏🏻
Ismi Kawai: sama2 kak... mksh dah mampir
total 1 replies
Annie Soe..
Tengkyu thor,
Aku suka tokoh2nya bukan ceo yg serba wow,,
ditunggu karya2 selanjutnya..
Ismi Kawai: mksh banyak untuk dukungannya
total 1 replies
kavena ayunda
karma buat andre
Ismi Kawai: betul kak, biar tau rasa
total 1 replies
Giben Nezar
ok
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Vera TV
siapppp... tetap semangat kak ismi...
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Erni Handayani
Wahh selamat yaa haris dan key

Juga buat othor semoga kehamilan ny sehat hingga melahirkan.
Lopee uu othor
Erni Handayani: Macama. Kak is,, 😘😘
total 2 replies
delis armelia
kasih Kesya hamil dulu,selamet kakak semoga bayinya sehat
Ismi Kawai: aamiin, mksh kak udah ikutin dr awal smp akhir. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Giben Nezar
mau lanjut Keysha sampe hamil n melahirkan ya thor....bikin mereka ketemu sama andre n diana....bikin mereka nyesel....selamat ya thor sehat selalu
Ismi Kawai: mksh kak doanya... udah bahagia ya keysha dan harisnyaaa...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!