NovelToon NovelToon
One Night With Mr.R

One Night With Mr.R

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: MeNickname

Allea Laticia Braine, siapa yang tidak mengenal gadis cantik, pintar dan seksi dengan sejuta pesona itu. Terlebih semuanya ditunjang oleh statusnya yang sudah menjabat sebagai Presdir Muda.

Semua pria tentu sangat mengincar gadis itu. Mereka selalu berlomba-lomba untuk mendapatkan hati seorang Allea. Tapi tidak satupun yang berhasil.

Hingga suatu hari, dengan bodohnya Lea terjebak oleh permainan seorang pria yang notabenenya adalah rekan kerjanya.

Lalu apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ONWMR-2

Lea pasrah saja, wanita itu tidak memberontak saat pria yang menolongnya memasukkannya ke dalam mobil lain. Yang terpenting sekarang adalah kabur dari jebakan Yuzo.

Tidak banyak bicara, pria itu segera melajukan mobilnya meninggalkan area restoran.

Rasa panas dan geli semakin terasa membuat Lea tak tenang dan terus bergerak di tempat duduknya.

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Apa kau mabuk? Tapi aku tidak mencium bau alkohol sedikitpun"

Lea menatap pria itu dengan mata sayu "Aku dijebak seseorang" jawabnya tanpa berniat memberitahu tentang apa yang dia rasakan, tentu saja dia tahu yang terasa saat ini adalah ulah obat perangsang.

"Tolong antarkan aku ke Apartemen Gloss, setelah ini aku akan membayarmu berapapun karena telah membantuku pergi dari restoran itu"

"Kau pikir aku miskin?" decih pria itu tak suka.

Tapi Lea menghiraukannya, rasanya dia semakin tersiksa dengan reaksi obatnya.

"Cepatlah!" ucapnya sembari menggoyangkan tangan untuk mengipasi badannya yang panas.

"Apa AC mobilmu ini rusak?"

"Ck, rusak? Mana mungkin"

"Lalu kenapa panas sekali?"

"Diamlah, aku sedang menyetir"

Pria itu tak berhenti mengumpat di dalam hati karena Lea yang tidak diam sedari tadi, membuat belahan dada wanita itu bergoyang ke atas dan ke bawah.

Apalagi dress yang dipakainya juga mulai menyingkap ke atas. Bohong kalau dia tidak tergoda dengan pemandangan itu.

Allea Laticia Braine dengan segala pesonanya.

"Kita sampai"

"Bisakah kau membantuku? Aku sudah tidak tahan lagi" ucap Lea pasrah.

Pria itu membuka seatbeltnya lalu menoleh kesamping dimana Lea masih tidak diam bahkan saat ini wanita itu sedang meliuk-liuk seperti ular yang mendengar terompet.

"Are you oke?"

"Touch me" pinta wanita itu dengan tatapan sayunya.

"Maksudmu?"

"Tolong sentuh aku, aku sudah tidak tahan dengan reaksi obat perangsang ini. Aku membutuhkan sentuhan dan pelepasan, aku akan membayarnya nanti" persetan dengan segala rasa malu dan semua yang akan terjadi. Lea sudah tidak dapat menahannya lagi.

"Obat perangsang?" beo pria itu.

Tak sabar menunggu jawaban, Lea langsung merangkak naik ke pangkuan pria itu, tangan rampingnya menangkup kedua pipi lalu menempelkan bibir tipisnya dengan bibir tebal milik sang pria.

Pria itu tentu terkejut, memang bukan kali pertama dia berciuman seperti ini tapi dia juga tidak terlalu gila sampai melakukannya dengan orang yang bahkan tidak dia kenali.

"Nona" panggilnya disela-sela ciuman itu.

"Pliss"

Baiklah, lagipula bukan dia yang memaksa bukan?

"Aku tidak ingin melakukannya disini. Beritahu aku dimana unit apartemenmu"

"1444A lantai 14"

Pria itu kembali mengangkat tubuh lemas Lea menuju unit yang dimaksud, dia berjalan dengan tatapan lurus ke depan tanpa peduli dengan tatapan semua orang.

"Beritahu aku passwordnya"

"Sama seperti nomor kamar ini" jawab Lea yang sudah tidak berdaya.

Sebuah unit apartemen yang tidak terlalu luas namun cukup mewah karena terdapat banyak pernak-pernik mahal. Apalagi warna putih terlihat mendominasi.

Pria itu membawa tubuh gelisah Lea menuju ke salah satu ruangan dengan pintu besar satu-satunya yang ada disana. Dia yakin itu adalah kamar utama.

Benar saja, di balik pintu besar itu terdapat sebuah kamar dengan ranjang queen size bersprei putih, ruangan walk in closet lengkap dengan sebuah bathroom.

Awalnya pria itu mengira jika wanita ini adalah wanita bayaran melihat bagaimana cara berpakaiannya yang sangat berani, tapi setelah melihat semua ini semua dugaannya tidak dibenarkan.

Dia yakin kalau wanita itu bukanlah wanita biasa-biasa.

"Aku sudah tidak tahan" keluhnya.

Pria itu menurunkan Lea dari pangkuannya "As you wish"

Pria itu mulai menyerang bibir tipis Lea, tangannya berkelana liar ke area sensitif sang wanita.

Pagutannya tak terlepas walau hanya sedetik saja. Pria itu mendorong Lea hingga terlentang diatas ranjang  dan hanya dalam satu tarikan saja dia berhasil merobek dress mahal Lea dengan hanya menyisakan sepotong baju kemben yang menyangga dua buah da-danya. Dan juga kain berbentuk segitiga yang masih berada di tempatnya.

Lea tidak tinggal diam, tangannya mulai meraba-raba rahang pria itu, lalu turun membuka kancing demi kancing kemeja yang masih menempel pada sang tubuh kekar pria itu. Lalu menariknya hingga jatuh ke lantai.

Roti sobek. Jeritnya dalam hati.

Kedua anak manusia yang amatiran itu terus memberikan rangsangan demi rangsangan pada lawan mainnya. Meniru adegan-adegan film dewasa yang pernah mereka lihat. Ya, siapa sangka kalau ini adalah pengalaman pertama untuk keduanya.

Entah kapan, kini keduanya sudah benar-benar polos tanpa sehelai benangpun.

Pria itu mulai memposisikan dirinya untuk memasuki Lea, Lea juga sudah membuka kakinya lebar-lebar untuk merasakan nikmatnya surga dunia seperti ucapan orang-orang.

Meskipun dalam pengaruh obat, tapi Lea seratus persen sadar.

Setelah dirasa pas dengan arahnya, pria itu mulai mendorong pinggul tapi bukannya merasa nikmat Lea justru merasa kesakitan dia refleks mundur.

"Kenapa?" tanya pria itu bertanya-tanya.

"Ini sakit, aku tidak mau melanjutkannya"

"Sakit? Tidak mungkin. Baiklah aku akan hati-hati"

Lea kembali memposisikan dirinya untuk bersiap disuntik tapi saat pria itu mendorong pinggulnya rasa sakit kembali terasa membuat Lea berteriak kesakitan karena pria itu memaksa untuk masuk.

"Sh*ittt, kau menyakitiku brengsek!"

"Tenanglah, aku akan bergerak perlahan"

Setelah dirasa Lea sudah sedikit rileks pria itu mencoba memaju mundurkan pinggulnya, awalnya memang sakit tapi lama kelamaannya rasa sakit itu tidak terasa karena rasa nikmat yang lebih mendominasi.

Teriakan kesakitan Lea berubah menjadi erangan nikmat, begitupun dengan pria itu karena merasa adik kecilnya terjepit di dalam sana. Tanpa pengalaman dan tanpa rencana keduanya melepas kepolosannya selama ini bersama-sama.

Lima belas menit berlalu, Lea merasakan inti tubuhnya mulai berkedut seakan ingin mengeluarkan sesuatu.

"Aku seperti ingin pipis"

"Keluarkan saja di dalam"

"Tapi.." bukannya mendengarkan, pria itu semakin menambah kecepatannya yang mana membuat Lea mau tidak mau menumpahkan sebuah cairan di dalam sana.

"Ahhh"

Menyusul Juvel, pria itu kembali menambah kecepatannya sampai sesuatu terasa sudah merangsek ingin dimuntahkan tapi saat dia ingin mencabut miliknya Lea malah menahan pinggulnya.

"Aku ingin pipis lagi, ahhh" teriaknya.

"Ahhh"

Keduanya mengerang nikmat dikala ******* datang bersamaan.

Dengan nafas yang terengah-engah, Lea menatap pria yang sudah mengambil mahkotanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah dia harus menangis atau bagaimana, karena semua ini adalah atas permintaannya sendiri.

"Siapa namamu?"

"Apa perlu kau mengetahui namaku?"

"Tentu saja"

"Apa tidak ingin mencabutnya dulu?"

"Tidak, biarkan saja seperti ini dulu"

"Rellys Scouth. Dan kau?"

Lea tersenyum hambar, mana mungkin orang didepannya tidak mengenalnya sama sekali tapi dia tetap memperkenalkan diri.

"Allea Laticia Braine."

1
Unknown?
lama bgt sih ktmu nya thor, cpetan dkit dongg udh penasaran bgttt
Unknown?
lagian gimana gak galak, si fanny ngeselin bngt🤣🤣
Unknown?
lea hamidun🤣
Ima Kristina
Yach kok sudah tamat sich Thor tapi makaci karyanya bagus ......ditunggu karya berikutnya semangat kakaa
Ima Kristina
Persiapan pernikahan dalam seminggu ....hanya horang kaya yang mampu
Ima Kristina
Astagaaa Daddy Davis sempetnya ngukur luas tanah mansion kakek Lea
Ima Kristina
Syukurlah kakek dan Lea sudah baikan
Ima Kristina
Ya ampyunn Rell dan Lea bikin baper deh hareudang hareudang
Ima Kristina
Untung saja Lea dan debay baik' saja
Ima Kristina
Dea itu harusnya tau diri dong sudah diangkat jadi keluarga kaya raya bukannya bersyukur malah iri
Ima Kristina
kakek arse egois main menjodohkan cucunya
Ima Kristina
Rell co cweet banget sich
Ima Kristina
Sesibuk sibuknya harusnya tetap meluangkan waktu video call pada Lea
Ima Kristina
Ternyata Justin temannya Rell...hadeh dunia sempit
Ima Kristina
Yach pertahanan Lea benar benar runtuh sudah 🤭
Ima Kristina
Runtuh juga pertahanan Lea...jangan dulu dong
Ima Kristina
Dea terus saja iri dan benci Lea
Ima Kristina
Lanjut kakaaa
Ima Kristina
Jangan marah marah Mulu Lea kasihan debay
Ima Kristina
Rell kenapa gak minta maaf dulu sama Lea karena sudah meragukan janin yang dikandung Lea
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!