NovelToon NovelToon
My Sweet Roommate

My Sweet Roommate

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:988.7k
Nilai: 5
Nama Author: Queenyaya

21+

Harap perhatikan usia anda.

Sudah dua tahun Joana mengontrak di sebuah rumah tak berpenghuni. Di rumah itu, hanya ada dirinya dan seorang nenek pemilik rumah. Joana betah tinggal di rumah itu, selain harganya murah, pemiliknya juga sangat baik padanya, sudah menganggapnya seperti cucu sendiri. Sampai suatu hari, dengan mudahnya Nek Merry mengizinkan seorang lelaki muda, tinggal bersama mereka. Lebih parahnya lagi, Nek Merry meninggalkan mereka berdua selama berbulan-bulan karena dia harus pergi ke Singapura mengunjungi anaknya. Bagaimana nasib Joana selanjutnya?

“Jangan lebay, kita nggak tinggal sekamar, hanya seatap. Tenang aja, kamu bukan tipeku sama sekali. Jangan terlalu pede sesuatu akan terjadi di antara kita. Urus aja urusan masing-masing!” Desis Alvandro dengan tatapan sinis ke arah Joana.

“Baik. Tolong kerja samanya. Selama ini hidupku aman tanpa gangguan,” jawab Joana tak kalah ketus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenyaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria sombong

Joana sedikit tenang setelah mengirimkan pesan singkat pada atasannya, dia mengatakan bahwa dia akan sedikit terlambat pagi ini. Namun, tetap harus menjaga waktu. Joana tengah berdiri, di hadapan mobil ranger rover hitam mengkilap. Sambil menunggu pria yang tak kunjung keluar itu, dia mencari cara. Ada sedikit celah yang bisa dia lalui untuk mengeluarkan motornya dari garasi.

Nekat, Joana naik ke atas motornya, lalu mundur perlahan-lahan melalui celah jalan yang tersisa, sempit dan terhimpit. Joana terjebak di antara dinding dan mobil yang terparkir dengan gagah itu. “Astaga.” tiada waktu tanpa mengeluh, hari ini. Tidak bisanya Joana sepanik dan sekesal ini. Terlambat bangun, motor nya tak bisa keluar, dan pria asing yang ada di rumah itu, adalah perpaduan kesialan yang sangat cocok.

“Oh My God!” Joana terpekik kaget. Bagaimana tidak, tanpa sengaja dia menyenggol mobil pintu bagian kiri mobil mewah itu, dengan gantungan kunci berbahan besi yang tersangkut di tasnya.

Hingga menghasilkan sebuah goresan kecil, halus, namun jelas sekali terlihat pada body mobil mulus itu. “Ah, sial, sial.” Joana panik, tapi dia berpura-pura tidak ada kejadian apapun, tetap santai. Katakanlah Joana memang ceroboh, tapi dia tak menyerah, Joana tetap memundurkan motor maticnya perlahan-lahan, terus dan terus sampai dia menabrak sesuatu lagi di belakangnya.

“Bagus!” desis lelaki itu dengan nada kasar. “Kamu pikir saya nggak tau?!” sentaknya. “Kamu mau kabur begitu aja, setelah memberi goresan pada mobil kesayangan saya?” pria itu menatap tajam padanya, mencekal lengan Joana, agar wanita itu tidak kabur ke manapun.

“Sakit…” lirih Joana, saat merasakan cengkeraman kuat di pergelangan tangannya. Saat lelaki itu melepaskannya, pergelangan tangannya tampak memerah. Joana mengusapnya perlahan.

“Jangan pura-pura. Jangan mengalihkan topik, ini mobil saya tergores, iya kan? lalu gimana? mau pura-pura gila, kamu?” tajam sekali kata-kata lelaki itu padanya.

Baru kali ini, Joana bertemu dengan pria sombong dan angkuh seperti si pemilik mobil ini. Saat banyak pria di luar sana yang selalu ingin menikmati pesona Joana dengan cara berlaku baik padanya, lelaki ini justru terlihat tidak tertarik sama sekali padanya.

“Maaf, saya akan mengganti biaya perawatannya.” Joana berucap asal saja. Padahal, dia tak memiliki tabungan yang cukup untuk membiayai itu.

“Kamu pikir ini murah? mana mungkin kamu sanggup menggantinya, gajimu setengah tahunpun takkan cukup. Sudahlah, sana pergi!” pria itu mengabaikan Joana, dan langsung masuk ke mobilnya.

Pagi yang penuh teka-teki, Joana merasa terjebak saat ini. Masih tidak mengetahui di mana keberadaan Nek Merry, dia harus berurusan dengan pria yang tak dikenalnya ini.

Joana termenung, terdiam, memikirkan mimpi apa yang dialaminya semalam, hingga nasibnya sial sekali pagi ini.

“Sampai kapan mau diam di situ?!” sentak pria itu, sambil menoleh ke belakang, dia sudah duduk di dslam mobilnya, tepat di belakang kemudi.

Joana tersadar, langsung menghindar dan melajukan motornya perlahan menuju kantornya. Biasanya di jam segini Joana sudah tiba di kantor. Tapi pagi ini, dia baru saja keluar dari rumah bergaya klasik itu. Namun, dari begitu banyak hal yang terjadi padanya pagi ini, yang paling membuatnya sedih dan khawatir adalah di mana keberadaan Nek Merry?

Mata Joana berkaca-kaca, dia bersedih. Entah karena kehilangan Nek Merry, atau karena kata-kata pria itu yang begitu kasar padanya.

🍑🍑🍑

Hai salam kenal pembaca semuanya. Lanjut?

1
Nur Adam
lnjut
Ira Widiyastuti
bacaannya mudah dipahai
aur mengalir alus dengan konflik yang pas
semoga bisa happy ending
Rita Sumarwati
Luar biasa
Tati
lanjut
SmaiLlingMiQ
Luar biasa
Syahfitri Selamet
nyimak kk
Sri Astuti
apa Zea yg vicall
Sri Astuti
papanya tega ya.. mungkin dipikir Alva bkl nyerah.. tp ternyata mengecewakan
Sri Astuti
rasain.. kasih buktinya sofa nenek yg jg ternoda
Sri Astuti
sedih ya nikah tp sepi
Sri Astuti
sedih campur haru sih
Sri Astuti
bagus.. nenek lbh berpikir logis..
pelan" nti mama Alva bkl.luluh
Sri Astuti
positif nek
Sri Astuti
good job Alva
Sri Astuti
syukurlah nenek berpegang teguh mendukung mrk berdua
Sri Astuti
nenek senang.. mama Alva meradang
Sri Astuti
jgn" nenek sdh tahu yg terjadi
Sri Astuti
fix ini Joan hamil
Sri Astuti
kyknya hamil ini
Sri Astuti
semoga segera dpt restu.. jgn smp hamil besar br nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!