kisah ini menceritakan tentang gadis desa yang bernama anissa larasati yang selalu gagal dalam urusan percintaan dan selalu mengahadapi berbagai konflik dalam keluarga
sehingga membuatnya menikah di usia 19 tahun dan setelah 6 thn menikah pernikahannya pun kandas karna keegoisan sang suami
note; harus bijak dalam menanggapinya karna kisah ini menceritakan tentang perselingkuhan dan poligami
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprida Wati Tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 02
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi hari pun tiba waktunya untuk anissa untuk bersiap-siap dan pergi ke sekolahnya.
"selamat pagi bik" anissa
"selamat pagi juga sayang, eh udah cantik aja anak gadis bibik ini, ayo duduk sini nis kita sarapan dulu" bibik
"hehehe... bibik ini bisa aja, waah ada nasi goreng kesukaan anissa pasti enak ya bik, kalau kek gini lama2 bisa gemuk anissa tinggal d sini" kata anissa sambil mengisi piringnya denggan nasi goreng telor ceplok masakan bibiknya.
"hehehe...nisa..nisa udah lah jangan ngoceh trus habisin tu sarapannya trus berangkat sekolah nanti telat lho" bibik
"siap bik" anissa
anissa dan bibiknya pun sarapan bersama.
ya begitu lah anissa walaupun begitu bayak masalah yang datang menimpanya tidak akan membuatnya trus berada dalam keterpurukan.
baginya setiap masalah yang datang menimpanya dia anggap sebagai motifasi agar lebih baik kedepanya dan sebagai penyemangat hidupnya agar bisa hidup lebih baik dari yang sebelumnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sesampai nya disekolah anissa pun langsung duduk di bangku yang biasa dia tempati bersama teman sebangkunya yang bernama tika agustina.
jarak dari rumah bibik anissa ke sekolahnya memang terbilang jauh harus menempuh jarak 1 jam perjalanan dengan menaiki angkot umum.
"lho kenapa nis? kok keliatannya lelah sekali dan mata lho pun sembab tu udah kayak mata panda aja" tanya tika karna ngelihat wajah sahabatnya yang lesu serta matanya yang masih sembab karna semalaman menanggis.
"eh,,,gue gpp tik cuman ada masalah keluarga aja, eh memang ketara kali ya mata gue" anissa
"ya ketara lah orang mata lho sembab begitu, coba ceritaiin sama gue memang lho ada masalah apa? gua akan jadi pendenger setia hari ini khusus buat sahabat gue yang imut2 ini" kata tika dengan gemasnya sambil mencubit kedua pipi mulus anissa
"aaww,,, sakit lho tik,"kata anissa sambil mengelus kedua pipinya yang sakit karna cubitan tika. lalu anissa pun mencerita kan semua kejadian semalam tanpa ketinggalan sedikit pun dan tida lupa juga dia mengatakan bahwa dia d usir oleh ayahnya dan harus pergi ke rumah bibiknya.
"oohhh,,sedih banget gue dengernya nis, tapi lho harus kuat buktikan lho bisa hidup mandiri gue akan selalu mendukung semua keputusan lho, semangat" kata tika sambil mengangkat kedua tangannya untuk menyemangati sahabanya itu.
"oohh, makasi ya tik" jawab anissa sambil memeluk hangat sahabatnya itu.
tak terasa waktu pun terus berlalu dan anissa pun melewati hari2 nya dengan semangat serta senyuman yang selalu menyeringai di wajah cantiknya.
karna tidak di beri uang lagi oleh ayahnya anissa pun bekerja membantu bibiknya berjualan sepulang sekolah dan jika jualan bibiknya sepi maka ia menyempatkan diri untuk membantu kakak nya mencuci gelas dan piring jualan kakaknya.
karna bibik anissa tingal seorang diri maka dia pun menggangap seorang anak perempuan yang tingal bersama keluarnganya yang kesehariannya berjualan kedai kopi tepat d samping tempatnya berjualan sayuran sebangai putrinya sendiri.
"nis, kamu setelah lulus sekolah mau ngelanjut ke mana? kakak
"gak tau ni kak, nissa mau kerja aja lah kak kalau kuliah uang dari mana kak? lagian kasian bibik kalau harus biayai kuliah nissa lagi kak, udah d kasi tempat tinggal dan mau biayai sekolah nissa sampai lulus aja nissa udah bersyukur kali kak" anissa
sang kakak hanya menatap kasihan ke anissa karna mau bantu pun dia tak bisa karna uang hasil jualannya pun hanya cukup untuk biaya sehari-hari dan biaya sekolah anak2 nya. anissa pun yang sering membantunya untuk mencuci piring hanya d kasi 15 rb perharinya dan jika sang kakak sibuk berjualan dan gak sempat mencuci baju maka sekali-kali ia menyuruh anissa mencuci bajunya dan dikasi uang 20 ribu untuk satu baskom besar baju kotor.
anissa selalu mau melakukan apa yang di suruh sang kakak karna lumayan baginya uang yang d kasi sang kakak untuk menambah uang sakunya agar tidak terus meminta kepada bibiknya.
anissa memang kurang pintar dalam hal belajar maka dari itu dia tidak mendapatkan tawaran beasiswa untuk kuliah nantinya.
bersambung...
dan realita...
banyak yg nyata,tp ada bumbu halu y.
pokok y keren
cerita yg realita
kamu tergoda kan???wkwk
bahagia bgt,terhura...
aya 2 wae
keren
tapi ingatlah hukum karma pasti nyata,kapan dan dimanapun pasti terjadi.
pelakor luna (nama pelakor 2018 hampir sama🤔)
kegagalan menjadikanmu jauh lebih kuat dan luar biasa.
kesabaran tingkat dewa tlh kau lewati.
emang itu sifat pelakor tu,awalnya mau jadi yg ke2 tapi akhirnya tak mau berbagi.
sampah harus dibuang bila perlu dibakar.