NovelToon NovelToon
Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Murid Genius / Chicklit / Tamat
Popularitas:772.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara memiliki kisah masa bayi nan kelam. Kelam karena ia dibuang ke laut luas dan kelam karena belum diketahui ia anak siapa. Anak manusia atau anak ikan.

Setelah menuntaskan masa bergurunya di bawah asuhan Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit, Alma Fatara memulai perjalanan keduanya, yaitu pergi mencari orangtua kandungnya dengan hanya bermodal sebuah gelang emas.

Pusaka legenda Bola Hitam yang menjadi miliknya, justru memancing kedatangan orang-orang sakti untuk merebutnya, menciptakan ancaman kematian berkali-kali di dalam perjalanannya.

Kali ini, Alma yang dijuluki Dewi Dua Gigi, didampingi oleh lima sahabatnya yang setia dan kocak. Meski perjalanan mereka penuh bahaya dan maut, tetapi tawa dan bahagia melimpah dalam hidup mereka.

Kejutan besar menanti Alma saat ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya. Siapkan diri Anda untuk terkejut dan tertawa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alma 2: Orang Mencurigakan

*Alma Fatara (Alma)*

Alma Fatara, Anjengan, Iwak Ngasin, Juling Jitu, dan Gagap Ayu sedang berkumpul di satu titik pantai, tepatnya di bawah sebuah pohon kelapa.

Mereka sedang bermain Kelomang Bangkit Dari Kubur.

Permainan itu mengharuskan setiap pemain memiliki kelomang jagoan. Bidang permainan adalah sebuah lubang dangkal di pasir. Setiap kelomang dimasukkan ke dalam lubang yang akan menjadi kuburan bagi kelomang. Kemudian lubangnya diuruk mengubur semua kelomang yang ada di dalamnya. Tanah pasir urukan itu tidak boleh di tekan atau dipadatkan. Setelahnya, mereka tinggal menunggu kelomang milik siapa yang akan keluar terlebih dulu dari dalam pasir.

“Ayo Cangkang Hitam!” teriak Iwak Ngasin meneriaki kelomangnya.

“Bangkitlah Pendekar Juling!” teriak Juling Jitu sambil berdiri dan bergaya, seolah hendak berubah menjadi Satria Baja Hitam.

“Bokong Sekal! Bokong Sekal! Bokong Sekal!” teriak Anjengan dengan gaya seperti fans wanita fanatik meneriakkan bintang K-Pop idolanya.

Gagap Ayu beda lagi gayanya.

“Bababa… bangkitlah dadada… dari kukuku….”

“Kutaaang!” teriak keempat teman Gagap Ayu bersamaan sambil menunjuk gadis kecil berwajah cantik hitam manis itu.

“Bukan kukuku… tang, tapi kubuuur!” ralat Gagap Ayu dengan wajah merengut sewot.

“Hahaha…!” Tertawalah mereka ramai-ramai.

“Papapa… Pangeran Laut Cacaca… Cantik!” teriak Gagap Ayu menyebut nama kelomang jagoannya.

“Hahaha…!” tawa Alma terbahak seperti tawa bapak-bapak. “Hei, Ayu! Dari mana ceritanya Pangeran Laut itu cantik? Yang normal itu Pangeran Laut Tampan, atau Pangeran Laut Jantan!”

“Terserah aku, Alma. Itu kekeke… kelomangku, terserah aku mau kakaka… kasih nama apa!” otot Gagap Ayu dengan kekhasan gagapnya.

“Oh terserah ya? Kalau begitu, terserah aku juga mau kasih nama apa kelomangku,” kata Alma. Ia lalu meneriaki kelomangnya yang belum keluar, “Bangkitlah, Gagap Ayu Pesek! Ayo Gagap Ayu Pesek!”

“Hei, Alma! Itu nanana… namanya mememe… meledek!” protes Gagap Ayu tidak terima.

“Eeeh! Itu kelomangku, terserah aku mau beri nama apa,” kilah Alma sambil cibirkan bibirnya.

“Tidak boleh begitu, Alma. Kalau mainnya ledek-ledekan, mana bisa ada permainan!” kata Anjengan turut menyalahkan Alma.

“Benar tuh, Alma. Kalau mau berkelahi, ya berkelahi sekalian. Tapi kalau mau main, ya jangan ngajak berkelahi!” kata Juling Jitu, anak lelaki yang memiliki kelebihan dengan sepasang mata yang juling.

Tiba-tiba perdebatan mereka dibuyarkan oleh teriakan Iwak Ngasin.

“Ada yang bangkit dari kubur!”

Sontak mereka berlima fokus melihat ke bawah. Tampak tanah pasir yang mereka timbun mulai bergerak-gerak, menandakan ada kelomang yang bergerak hendak keluar dari kuburannya.

“Papapa… Pangeran Laut Cacaca… Cantik!” teriak Gagap Ayu ketika melihat satu kelomang sudah keluar dari dalam timbunan pasir.

“Slamet Linglung keluar!” teriak Alma pula saat melihat kelomang miliknya ikut keluar menyusul kelomang milik Gagap Ayu. “Ayo, Slamet Linglung! Seruduk Pangeran Cantik itu!”

“Waaah Alma parah. Naman bapaknya dipakai buat nama kelomang!” tukas Juling Jitu.

“Tidak apa-apa, bapakku senang kalau namanya terdapat di mana-mana,” kata Alma.

“Yaaa, kok bebebe… berhenti!” ucap Gagap Ayu kecewa.

Kelomang milik Gagap Ayu berhenti setelah keluar dari dalam pasir. Berbeda dengan kelomang milik Alma, dia terus bergerak dan berjalan meninggalkan kuburannya.

“Hahaha! Pangeran Cantik jadi sawan setelah dikubur!” kata Alma menertawakan kelomang milik Gagap Ayu.

Setelah itu, barulah tiga kelomang lainnya juga keluar, bangkit dari kubur.

“Horeee! Slamet Linglung juara! Hahahak!” sorak Alma lalu tertawa keras.

“Hei hei hei! Diam!” hardik Iwak Ngasin kepada teman-temannya. Ia tidak peduli lagi dengan kelomangnya yang terus berjalan meninggalkan lokasi pertandingan.

“Kenapa? Wah, pasti mau kentut!” tukas Anjengan sambil mundur dua tindak menjauhi Iwak Ngasin.

“Hahahak!” Mereka tertawa lalu segera mundur menjauhi Iwak Ngasin. Mereka sepakat curiga bahwa teman mereka mau prank.

“Bukaaan. Lihat tuh di sana!” ralat anak bertubuh kurus itu.

Alma dan ketiga lainnya jadi mengalihkan pandangan ke arah jauh, ke tempat deretan perahu para nelayan ditambatkan.

Di tempat panambatan perahu-perahu nelayan Desa Iwaklelet, tampak ada dua orang lelaki dewasa di sana. Kedua lelaki berpakaian bagus itu bergerak-gerik sedang memeriksa sebuah perahu, seolah sedang mencari sesuatu di dalam perahu.

Pakaian yang mereka kenakan menunjukkan bahwa mereka bukanlah pemilik perahu dan juga sebagai tanda bahwa mereka bukan warga desa itu.

“Aneh ya, Orang Bersandal saja pakaiannya tidak sebagus itu. Pasti mau maling perahu!” kata Juling Jitu menganalisa.

“Pakaian mereka bagus, mana mungkin mereka maling,” kata Anjengan.

“Bibibi… bisa saja,” kata Gagap Ayu.

“Iya, bisa saja. Bisa saja mereka berpakaian bagus hasil maling agar mereka tidak dicurigai sebagai maling,” kata Juling Jitu.

“Ayo ambil batu semua! Kita lempari maling perahu itu!” kata Alma berkomando.

Meski mereka sering bertengkar atau berdebat, tetapi untuk urusan bergerak bersama, Alma adalah komandannya.

“Maliiing…! Maliiing…! Maling perahu!” teriak Alma sambil berlari menuju air.

“Maliiing…! Maliiing…! Maling perahu!” teriak empat orang teman Alma sambil berlari juga.

Mendengar teriakan itu, dua orang pemuda yang sedang mencari-cari sesuatu di atas sebuah perahu, jadi terkejut. Ketika keduanya melihat ke arah sumber teriakan ramai-ramai itu, sejumlah batu sudah melesat di udara menyerang mereka.

Kedua pemuda tampan itu dengan mudah mengelaki setiap batu yang dilempar kepada mereka.

“Bagaiamana ini, Jura?” tanya pemuda berbaju biru bagus. Di pinggang kirinya menggantung sebuah pedang bersama warangkanya. Ia bernama Sugang Laksama. “Warga mulai berdatangan!”

Memang benar, karena ramainya teriakan Alma dan rekan-rekannya, warga yang mendengar segera bergerak datang ke pantai.

Set! Tak!

Satu batu kerikil melesat cepat dan tepat mengenai kepala pemuda yang bernama Sugang Laksama.

“Akk!” pekik Sugang Laksama. Ia meringis memegangi kepalanya sambil menatap tajam kepada Alma, anak yang telah melemparnya.

Posisi perahu-perahu yang ditambat agak jauh dari pasir pantai. Untuk sampai ke perahu-perahu tersebut, orang dipantai harus turun ke air hingga sedalam paha.

“Ayo, Sugang!” ajak pemuda berbaju hitam yang bernama Jura Paksa.

Jura Paksa lebih dulu berlari ringan dari satu perahu ke perahu lain. Ia mengandalkan ilmu peringan tubuhnya.

Sugang Laksama yang kepalanya berdarah karena lemparan Alma, cepat berkelebat di atas deretan perahu-perahu yang mengapung. Ia mengikuti Jura Paksa. Ujung-ujungnya, kedua pemuda itu berkelebat ke pantai pasir lalu berlari kencang meninggalkan pantai.

Para nelayan Desa Iwaklelet sudah berdatangan dan menemui anak-anak tanggung itu.

“Apa yang kedua orang itu lakukan di perahu?” tanya seorang lelaki dewasa.

“Tidak tahu, seperti mau maling perahu,” jawab Alma.

Para pemilik perahu lalu mendatangi perahu-perahu mereka di air guna memeriksanya.

“Tidak tahunya dua orang itu orang-orang sakti,” kata Juling Jitu.

“Kau tadi membuat kepalanya berdarah, Alma. Hati-hati, aku khawatir mereka akan datang dan menuntut balas kepadamu, Alma,” kata Iwak Ngasin.

“Aaah, tidak akan. Jika mereka datang lagi, ya aku lempar lagi,” kata Alma.

“Tapi dua orang tadi ganteng-ganteng,” ucap Anjengan genit sambil tersenyum-senyum sendiri. (RH)

1
MARQUES
temennya gagap malah di ketawain dsr temen lucknut🤣
Umar Muhdhar
1
asta guna
sejauh ini. ini yg paling jauh dan seimbang jika berperang dg sanggana kecil. bahkan bisa mengalahkan pasukan sanggana meskipun ada 8 Dewi bunga, karena Alma selalu ngasih senjata2 level pro kepada abdi2nya yg nota benenya jg udah sakti
asta guna
ha-ha-ha bar bar sekali kau om rudi
asta guna
ha-ha-ha setan kau om author, pake menjelaskan lubang hidung segala. rusak dong imaginasiku
Om Rudi: jiahahahaha sabar Kang Mas
total 1 replies
asta guna
visualisasine koyok Hulk
Om Rudi: hulk nenek nenek
total 1 replies
asta guna
wuih sadis coek... lanjutkan kesadisanmu om rud
asta guna
ha-ha-ha lowbat, anjay
Om Rudi: jiahahahaha
total 1 replies
Dida Madu Pati
/Facepalm/
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
anjengan itu ya lucu udah tau kalah Mulu pke ngajak berantem
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
kedua saudara kalau bertengkar itu hal biasa tp kalau udah adu fisik ngeri juga
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, alma. klu mau main yg bener, jangan kayak orang ngajk berkelahi. kasihan juling jitu, namanya jd melekat gitu sbb matanya mmg juling
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴: kalo ngikutin ceritanya seru banget... kocak parah... 😅😅
total 1 replies
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamet lara, merupakan nama berdasarkan kisah hidupnya. namanya ortu, pasti berharap anaknya selamat ketika hadir diduni, namun krn sering sakit jd loro, alias lara
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma seperti ketua geng deh, berkomando segala🤭🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴: kelak jd seorang Ratu tanpa istana 😅😅😅
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma ada2 aja tingkahnya
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
ah kok bisa ada bayi, ibunya tega sekali
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
alma buat nama nya wkwkwk, sungguh terlalu
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
repot denger orang gagap
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wehh keren ini pendekat desa iwakleket
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
😂😂🤣😂🤣terimakasih om sudah menghibur kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!