NovelToon NovelToon
Remember Me, Baby.

Remember Me, Baby.

Status: tamat
Genre:Romantis / Sci-Fi / CEO Amnesia / Cinta Murni / Pihak Ketiga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: Biru Samudera

Season 2, lanjutan dari: Pengantin Pengganti untuk Tuan Muda. Disarankan untuk membaca season 1 lebih dulu.

Ini bukan kisah cinta biasa.

Andrew Roux, penerus Phoenix.Co, memilih menolak permintaan ayahnya untuk meneruskan perusahaan keluarga demi mencari gadis yang belum pernah ia temui sebelumnya. Apakah semua ingatan dan mimpi-mimpinya berkaitan dengan kehidupan masa lalunya?

Kehidupan Sakamoto Keiko, seorang putri mafia yang terjerat dalam perjodohan dengan putra rekan bisnis ayahnya mendadak berubah 180° derajat ketika Andrew Roux tiba-tiba muncul di hadapannya.


Takdir apa yang mempertemukan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru Samudera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 1: Prolog

Paris, Juni 2121.

Kinara Lee, aku mencintaimu ....

Baby ....

Kinara , jangan tinggalkan aku. Kumohon ....

Aku akan mencarimu di kehidupan berikutnya. Tunggu aku. Oke?

“Akh!”

Andrew tersentak bangun dari tempat tidurnya. Deru napasnya tidak beraturan, dalam dan tersendat. Mimpi dan suara-suara itu kembali lagi. Semuanya semakin sering terjadi dan semakin jelas sejak bulan lalu. Hampir setiap hari gadis itu datang dalam mimpinya. Gadis mungil dengan mata bulat seperti seekor kelinci yang polos dan lugu. Namun, kali ini ia seperti melihat pantulan dirinya sendiri yang sedang berduka untuk gadis itu. Ia murka, meraung dalam rasa sakit dan kehilangan, juga kemarahan ... pada semesta.

Pemuda itu duduk di tepi ranjang dan menyugar rambutnya dengan kasar. Rasa sakitnya terasa nyata. Seolah ia baru saja kehilangan belahan jiwanya. Rasa sakit yang meremukkan jantungnya.

“Ini semakin tidak masuk akal,” gerutu pemuda itu seraya menghela napas panjang.

Andrew mendongak, melihat jam dinding yang menempel di dekat lemari pakaian. Masih pukul 02.09, terlalu pagi untuk melakukan apa pun. Namun, ia juga tahu tidak akan bisa melanjutkan tidurnya kembali. Suara-suara dan wajah itu akan menghantuinya sepanjang malam jika ia mencoba untuk menutup matanya lagi.

“Kinara Lee, kamu membuatku gila,” gumam Andrew seraya berjalan menuju mini bar yang bersebelahan dengan pantry. Ia meraih sebotol whiskey dan gelas kristal, lalu berjalan kembali ke kamarnya.

Terpekur di sofa sebelah ranjang, wajah Andrew Roux terlihat kusut dan kebingungan. Wajah gadis dalam mimpinya sudah muncul sejak ... entah, ia tidak bisa mengingat kapan gadis itu mulai menguasai isi kepalanya. Gadis itu selalu hadir bersama beberapa sosok yang lain, bercampur dengan beberapa ingatan yang terasa jelas sekaligus samar.

Mulanya ia pikir itu adalah wajah ibunya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia sadar wajah mereka jauh berbeda. Dari foto mendiang ibunya menunjukkan wanita itu memikili rambut ikal kemerahan, sedangkan gadis dalam mimpinya memiliki warna rambut hitam dan lurus sebahu.

Kemudian, ketika usianya semakin bertambah, semua wajah dan kenangan yang lain memudar dari ingatannya. Hanya gadis bermata kelinci itu yang tersisa. Dan, entah mengapa jantungnya selalu berdebar tak beraturan setiap kali gadis itu menghampirinya dalam mimpi, seperti sekarang ini ....

Andrew menuangkan whiskey ke dalam gelas dan meneguknya dalam satu tarikan napas. Rasa panas dengan sensasi sedikit pahit membakar kerongkongannya. Ia meminum cairan itu satu kali lagi sebelum berjalan menuju lemari dan mengeluarkan sebuah koper besi dari dalam sana. Benda itu terbuka setelah Andrew menekan kombinasi beberapa angka.

“Oh, sudah sebanyak ini?” gumamnya pelan seraya mengeluarkan lembar demi lembar lukisan dari dalam koper.

Gadis itu sedang tertawa lebar dengan latar belakang cahaya matahari pagi.

Dia sedang memakai celemek dan membuat ... um, dumpling?

Gadis itu tersenyum bahagia dan menatap matahari terbenam dari bianglala.

Tanpa sadar bibir Andrew ikut melengkung ketika melihat salah satu lukisan seperti sedang menyeringai ke arahnya. Tersenyum dengan sangat tulus dan penuh cinta ....

Tunggu. Cinta ...?

Andrew mengangkat tangan dan menekan dada kirinya. Ia seperti baru saja menyelesaikan lari marathon. Jantungnya berdebar kencang, tapi memberi rasa nyaman, menenangkan, dan ... oh, ia merasa sangat dicintai. Bukankah sangat aneh dan membingungkan? Pemuda itu benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya.

“Bisakah jatuh cinta pada seseorang yang hanya kutemui dalam mimpi?” tanya Andrew pada dirinya sendiri. Dengan sangat hati-hati ia memasukkan kembali lukisan-lukisan itu ke dalam koper dan mengembalikannya ke lemari.

“Atau, apakah ayah benar? Aku pasti sudah gila.”

Sebenarnya, ia pernah mencoba membicarakan hal ini dengan ayahnya. Hasilnya, alih-alih mendapat pencerahan, pria itu justru mengajaknya menemui psikiater. Ketika hal itu tidak berhasil, ia harus melewati puluhan “ritual pengusiran roh jahat” yang sangat membosankan. Akhirnya ia hanya berpura-pura sudah “sembuh” agar tidak terus dipaksa untuk “menyucikan diri”.

Ayahnya tidak tahu kalau hal-hal aneh yang terjadi pada dirinya semakin parah belakangan ini. Oleh karena itulah ia melarikan diri ke sini, kota kecil sejauh sekitar empat jam perjalanan dari Paris. Tadinya ia berharap udara segar dan suasana yang tenang bisa membuatnya berpikir dengan jernih, tapi hal itu justru membuat penglihatannya semakin jelas. Bahkan terkadang ia tidak bisa membedakan apakah yang diingatnya itu hanya bagian dari mimpi atau benar-benar pernah dialaminya.

Pemuda itu mengambil sweater abu-abu dan memakainya sebelum turun dan berjalan menuju bangunan terpisah yang ia gunakan sebagai galeri. Sekarang sudah memasuki awal musim panas, tapi cuaca di kota Dinan masih sedikit dingin. Iklim beberapa tahun terakhir ini memang semakin ekstrim.

Embusan napas Andrew membentuk gumpalan kabut putih di udara. Ia memutar anak kunci dan mendorong pintu hingga terbuka. Ruangan seketika menjadi terang benderang ketika ia menekan tombol saklar di dekat pintu.

“Yeah, kurasa aku memang sudah gila,” ujarnya sebelum mengambil kanvas dan cat akrilik dari lemari penyimpanannya.

Tak lama kemudian, jemari pemuda itu mulai menari di atas kanvas kosong, menorehkan garis dan warna seperti gambaran yang baru saja dilihatnya dalam mimpi.

Hutan pinus di puncak bukit. Hening dan tenang. Cahaya matahari pagi menelusup dari sela-sela dedaunan, menerpa sebuah nisan marmer yang indah. Seorang pria terpaku dengan sebuket bunga di tangan, menatap lekat pada nama yang tertera di nisan: Kinara Lee.

Jantung Andrew tiba-tiba berdenyut nyeri ketika rasa kehilangan itu kembali merobek hatinya. Pelupuk matanya memanas dan terasa semakin berat, mengaburkan pandangannya. Seolah sesuatu yang sangat berharga baru saja tercerabut dari jiwanya.

Aku akan mencarimu di kehidupan berikutnya. Tunggu aku. Oke?

Kalimat yang diucapkan oleh pria yang sangat mirip dengannya dalam mimpi itu kembali terngiang. Berulang-ulang. Bergema dalam gendang telinga dan membuat kepalanya berdenyut hebat. Hingga akhirnya ketika sebuah kesadaran menerpa akalnya, ia meletakkan semua peralatan begitu saja dan melesat kembali ke kamarnya.

“Ini semua tidak mungkin terjadi, bukan?” gumamnya sambil menyalakan laptop yang tergeletak di atas meja.

Pemuda itu membuka internet dan mulai mengetik di kolom pencarian: Apakah reinkarnasi itu nyata?

“Tidak mungkin benar-benar ada, ‘kan ...,” ujarnya lagi, terlihat ragu-ragu saat menekan tombol enter.

Andrew menatap hasil pencarian di layar laptop dan mulai meng-klik satu per satu tautan yang muncul. Pemuda itu membaca hampir semua artikel terkait dengan sangat teliti, menelusuri pernyataan beberapa orang yang menyatakan masih mengingat kehidupan mereka sebelumnya. Kebanyakan merupakan kesaksian dari para orang tua dan anggota keluarga lain mengenai celoteh anak-anak tentang siapa mereka di masa lalu.

Mendadak semuanya terasa masuk akal sekaligus mustahil. Bagaimana bisa?

Pemuda itu menangkupkan tangan ke kepala dan menariki rambutnya. Benar-benar membingungkan. Jika pria dalam mimpinya tadi adalah dirinya sendiri di masa lalu, apakah ia masih mengingat gadis itu karena janji yang diucapkan olehnya sendiri dalam kehidupan sebelumnya?

“Kinara Lee, kamu membuatku benar-benar gila. Haruskah aku mencarimu ... Baby?”

Andrew menarik napas dalam-dalam dan kembali menuangkan segelas whiskey. Ia berjalan menuju balkon dan bersandar pada besi pembatas. Semburat jingga keemasan muncul di ufuk timur. Tiba-tiba seperti melihat dirinya dan gadis itu di dekat sebuah danau, dengan sebuah cincin yang berkilau tertimpa cahaya matahari pagi. Namun, ketika Andrew berkedip, bayangan itu menguap bersama embusan napasnya di udara.

Ia mendongak dan menelan semua cairan alkohol dalam gelas sampai tandas.

“Dalam dunia yang begini luas, apakah aku bisa menemukanmu?” gumamnya seraya menatap jauh mengikuti aliran sungai Rance.

***

1
Fiora Vyan
kak bii gak mau buat novel lain kah . part anak Hiro_ Cecil mungkin ??? seru tuh mafia cantik mata biru yg terobsesi sama cowok . aku suka karya mu cewek ny gak lembek menye. yg cuma bisa nangis
Fiora Vyan
masih rindu Kinara Alex . ya biarpun sudah di obati tapi tetep pputm di pikiran
Fiora Vyan
balik lagi baca pputm ngingetin ucapan Alex
Fiora Vyan
masih gak rela akhir Kinara
Fiora Vyan
aaaaa ....... so sweet /Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/ akhirnya Keiko ingat Kinara lee
Fiora Vyan
dag Dig dug👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Fiora Vyan
/Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Fiora Vyan
huh hah huh hah huh/Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Fiora Vyan
makasih kak masih mikirin pembaca . kalau di tamatin seadanya aku pasti kecewa . apalagi gak ada novel lain yg aku suka . cuma kak biru .
Fiora Vyan
janganlah capek kakbirunya bikin cerita apalagi
Fiora Vyan
dia ingat kebodohannya waktu Alex menjadikan dia umpan untuk nangkep nathan
Fiora Vyan
nakal ya kak biruu.,./Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
Fiora Vyan
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Fiora Vyan
setiap kata" baby" bawan sedih terus Ingan perjalan novel Alex - kinara
Fiora Vyan
cuma dua nevel yg aku baca novel kak biru sama Cherry blossom
Fiora Vyan: yg lain lewat
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
kinara Lee anaknya tiplet y
Marhaban ya Nur17
yaahhh ahirnya sadar
Marhaban ya Nur17
udh cile insaf jan jd ulet keket deh
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener bapaknya yg lebih heboh wkkwkw
Marhaban ya Nur17
gmn klo bapaknya Andrew tau wkwkwk pasti lebih heboh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!