NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 : Kelakuan Queen

Suara pecahan vas bunga menggema keras di ruang tamu yang gelap gulita.

“Pranggg!”

“Aduhhh! Kenapa jatuh sih!” keluh Queen panik sambil memegangi dadanya yang berdebar. “Mama nanti tahu gue baru pulang…”

Malam itu Queen baru saja pulang dari club bersama teman dan kekasihnya. Dengan langkah sempoyongan karena lelah, gadis itu berusaha berjalan pelan menuju tangga tanpa menyalakan lampu.

Namun sialnya, kakinya justru menabrak vas bunga mahal milik mamanya.

Belum sempat ia bernapas lega…

“Klik!”

Lampu ruang tamu mendadak menyala terang.

Queen langsung membeku di tempat.

Di sana, Ibu Farah sudah berdiri memakai piyama satin warna cream sambil melipat kedua tangan di dada. Tatapannya tajam menatap putrinya. “Bagus ya, anak perempuan jam segini baru pulang.”

Queen menelan ludah.

“Dari mana saja kamu?”

“Mama... bikin kaget aja sih,” gumam Queen gugup sambil tertawa kecil. “Aku baru pulang dari pestanya Anggi.”

Ibu Farah menghela napas panjang lalu menunjuk jam dinding. “Kamu lihat tidak sekarang jam berapa?”

Refleks Queen menoleh. Jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

“Ya, Ma… aku tahu.”

“Terus kenapa baru pulang?”

Queen mulai malas mendengar ceramah panjang. “Udah deh, Ma… jangan berisik dulu. Aku ngantuk banget, loh. Tolong kasih aku waktu buat tidur dulu ya.”

Tanpa menunggu jawaban, Queen langsung berlari menaiki tangga menuju lantai dua.

“Queen!” panggil Ibu Farah kesal.

Namun gadis itu sudah masuk kamar.

“Brraakk!”

Pintu kamar tertutup keras.

Ibu Farah sampai memijat pelipisnya sendiri. “Astaga anak itu…” gumamnya sambil menggeleng. “Lihat saja besok. Mama pasti interogasi kamu habis-habisan.”

Keesokan paginya…

Aroma roti panggang dan telur dadar sudah memenuhi ruang makan itu. Di atas meja panjang sarapan tersusun rapi lengkap dengan jus jeruk favorit Queen. Namun sayangnya, ia masih tidur pulas di kamarnya.

Ibu Farah yang sejak tadi menunggu di meja makan akhirnya menghela napas panjang sambil melihat jam dinding.

“Ya ampun… anak ini.”

Dengan langkah cepat, wanita itu langsung naik ke lantai dua lalu berdiri di depan kamar Queen.

“Brak! Brak! Brak!”

“Queen!”

Ketukan pintu yang sangat keras membuat Queen langsung terlonjak dari tidurnya.

“Hah! Apa! Kebakaran!” ucapnya panik sambil bangun dengan rambut berantakan.

“Cepat buka pintunya!”

Dengan mata masih setengah tertutup, Queen berjalan gontai lalu membuka pintu.

Ceklek.

Begitu pintu terbuka, Ibu Farah sudah berdiri di depan dengan wajah yang benar-benar tidak enak dilihat.

“Kamu ini kenapa baru bangun?"

Queen mengucek matanya malas. “Emang sekarang jam berapa sih, Ma…”

“Lihat sendiri!”

Queen menoleh ke arah jam kecil di meja kamarnya. Dan seketika matanya langsung membelalak.

“Astaga! Jam tujuh?!”

Padahal kuliahnya mulai jam delapan pagi.

“Aduh mati gueee!” teriaknya panik.

Tanpa menunggu ceramah mamanya, Queen langsung berlari masuk ke kamar mandi.

Ibu Farah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya. “Selalu saja begitu,” gumamnya pasrah.

Beberapa menit kemudian…

Queen turun ke lantai bawah dengan penampilan seadanya. Rambutnya masih sedikit berantakan sambil membawa tas kuliah dan jaket di tangan.

“Ma, aku berangkat ya!”

“Eh, makan dulu!” tegur Ibu Farah.

Queen langsung duduk cepat di kursi makan lalu menyantap roti dengan tergesa-gesa.

Baru beberapa gigitan, Ibu Farah tiba-tiba bicara dengan nada serius. “Urusan kita belum selesai ya, Queen.”

Queen yang sedang minum langsung menoleh pelan.

“Kamu masih punya hutang penjelasan sama Mama.”

Queen langsung menghela napas panjang. “Iya, Mama… aku tahu.”

“Semalam kamu pulang jam tiga pagi. Mama mau tahu kamu sebenarnya pergi ke mana dan sama siapa.”

Queen langsung berdiri sambil meraih kunci mobilnya. “Udah dulu introgasinya ya Ma. Aku udah telat nih!”

“Queen!”

Namun gadis itu sudah kabur menuju pintu depan.

“Ih anak itu!” kesal Ibu Farah sambil berkacak pinggang. “Kalau pulang nanti, Mama tidak akan membiarkan kamu pergi lagi!”

Queen berlari cepat menuju garasi sambil memasukkan roti ke dalam mulutnya. “Astaga, telat… telat…” gumamnya panik.

Begitu masuk ke dalam mobil, gadis itu langsung menyalakan mesin lalu melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.

Sementara di dalam rumah…

Ibu Farah masih berdiri di dekat pintu dengan wajah kesal. “Anak itu semakin hari semakin susah diatur,” keluhnya pelan.

Di kampus…

Queen akhirnya tiba tepat beberapa menit sebelum kelas dimulai. Dengan napas ngos-ngosan, ia berlari melewati koridor kampus sambil membawa tasnya.

“Queen!”

Suara seseorang memanggil membuat gadis itu menoleh. Ternyata Anggi dan beberapa temannya sudah duduk santai di depan kelas.

“Gilaaaa, muka lo kusut banget,” celetuk Anggi sambil tertawa.

Queen langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi dekat mereka.

“Jangan ditanya,” jawabnya lemas. “Semalam gue hampir mati di tangan Mama.”

“Hah? Pasti karena ketahuan pulang malam ya?” tanya temannya penasaran.

Queen mengangguk malas. “Iyalah, mana gue mecahin vas bunga lagi.”

“Hahaha!” mereka langsung tertawa pecah.

“Serius, Mama gue ngamuk banget.”

Anggi menyenggol lengan Queen pelan. “Terus gimana sama Nathan semalam?”

Mendengar nama pria yang baru semalam menjadi kekasihnya itu disebut, Queen langsung tersenyum tipis. “Ya dia nganterin gue pulang.”

“Cieee…”

Belum sempat Queen membalas, tiba-tiba suara dosen terdengar dari depan kelas.

“Selamat pagi semuanya.”

Semua mahasiswa langsung buru-buru duduk rapi. Namun baru beberapa menit kelas dimulai. Ponsel Queen bergetar di atas meja.

Nama “Nathan” muncul jelas di layar.

Queen seketika tersenyum.

Anggi melirik sambil mengerutkan keningnya. “Kenapa lo?”

Queen tidak menjawab, ia mengabaikan panggilan itu. Tapi beberapa detik kemudian, ponselnya kembali bergetar.

Nathan Calling, lagi dan lagi. Sampai akhirnya dosen mereka menatap tajam ke arah Queen.

“Kalau ada urusan penting, silakan keluar dulu.”

Satu kelas langsung menoleh kepadanya. Dengan wajah malu, Queen buru-buru mengambil ponselnya lalu keluar kelas. Begitu keluar dari kelas, Queen langsung mengangkat panggilan itu dengan wajah kesal.

“Apa sih, Nathan?” bisiknya pelan sambil berjalan menjauh dari pintu kelas. “Lo nelepon berkali-kali cuma buat ganggu gue belajar ya?”

Di seberang sana terdengar tawa kecil Nathan.

“Galak banget pacar gue.”

Queen memutar bola matanya malas. “Cepetan ngomong. Gue lagi kuliah.”

Nathan terdengar santai seperti biasa. “Gimana kalau nanti habis pulang kampus kita jalan?”

Queen langsung berhenti melangkah. “Hah?”

“Lunch mungkin atau nonton, terserah lo deh mau ke mana.”

Queen sampai menghela napas panjang karena gemas. “Astaga, Nathan…” keluhnya sambil menepuk dahinya sendiri. “Kalau cuma mau bahas itu kan bisa nanti atau lewat chat.”

“Ya gue pengen dengar suara lo.”

Ucapan itu sukses membuat Queen diam beberapa detik. Sudut bibirnya perlahan terangkat malu-malu.

Namun ia cepat-cepat memasang wajah jutek lagi. “Ih gombal.”

Nathan malah tertawa pelan. “Jadi gimana?”

Queen melirik ke arah kelasnya yang masih berlangsung. “Gue belum tahu nanti pulang jam berapa.”

“Yaudah gue jemput aja.”

Mata Queen langsung membesar. “Jangan!”

“Kenapa?”

“Nanti Mama gue makin curiga kalau lihat gue pulang sama lo terus.”

Nathan terdiam sebentar sebelum akhirnya bertanya pelan, “Nyokap lo masih marah soal semalam?”

“Banget.” Queen langsung bersandar di dinding koridor. “Tadi pagi aja gue hampir diinterogasi.”

Nathan terkekeh kecil mendengarnya. “Maaf ya.”

“Lo malah ketawa?”

“Soalnya lucu ngebayangin lo panik.”

Queen mendecih kesal. “Nyebelin.”

“Tapi serius, nanti gue jemput. Gue kangen.”

Jantung Queen mendadak berdegup aneh mendengar ucapan itu. Padahal baru semalam mereka resmi jadian. Namun Nathan memang selalu tahu cara membuatnya salah tingkah.

“Lihat nanti deh,” jawab Queen pelan sambil menahan senyum.

Nathan langsung tertawa puas. “Nah gitu dong.”

Tiba-tiba dari dalam kelas terdengar suara dosen memanggil namanya. “Queen Faradiva, mau lanjut kuliah atau tidak?”

Queen langsung panik. “Iya Pak! Maaf!”

Nathan tertawa keras dari seberang telepon. “Udah sana masuk. Nanti gue chat lagi.”

“Iya iya bawel.”

“Bye, cantik.”

Tut.

Panggilan terputus.

Queen menatap layar ponselnya beberapa detik sambil tersenyum sendiri seperti orang bodoh.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!