NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:886
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Ada gadis yang bernama Lisa Wijaya.

Seorang gadis remaja berumur 17 tahun, bersetatus sebagai siswi disalah satu sekolah Menengah Atas yang kini duduk dibangku kelas XI.

Memiliki paras wajah yang anggun nan cantik, dia memiliki sifat yang manja namun itu dulu, saat ini dia dicap sebagai siswi yang selalu terlambat disekolah, dan selalu terlibat masalah disekolah.

Akan tetapi dengan kepintarannya yang di atas rata-rata dia juga terkenal sebagai siswi yang cerdas, juga berasal dari keluarga berada. Namun tak menutup kemungkinan gadis tersebut untuk hidup tak bahagia, semenjak dia mengetahui sandiwara dan kebohongan yang di buat oleh kedua orang tuanya sendiri yang membuatnya selalu terluka dengan tumbuh menjadi gadis dewasa yang kurang kasih sayang.

Hal tersebut membuatnya berubah dari gadis manja menjadi gadis yang tangguh, semenjak itu juga kedua orang tuanya selalu sibuk dengan urusan bisnisnya.

Suatu ketika dia menjadi sebuah bahan perjodohan dengan anak kerabat kedua orang tuanya hanya demi sebuah bisnis, fikirnya. Akan tetapi siapa sangka justru kejadian tersebutlah yang mampu menguatkannya, dari scandal yang di buat oleh kedua orang tuanya tersebut.

Sedangkan seorang laki laki remaja yang bernama Roy atmaja.

Seorang pemuda berumur 18 tahun yang juga merupakan salah satu siswa di salah satu sekolah Menengah Atas, dia cukup populer dan banyak di gilai oleh para siswi-siswi di sekolahnya, selain jabatannya sebagai seorang ketua OSIS di sekolah tersebut, dia juga cukup populer karena paras wajah yang tampan yang dimilikinya.

Berkulit putih, hidung mancung, dan postur tubuh yang tinggi membuatnya nyaris sempurna. Akan tetapi hingga sekarang ia menduduki bangku kelas 3 SMA tidak ada yang mampu menaklukan hati sang pujaan para siswi tersebut, terlebih sikap dingin dan cuek yang dimiliki lelaki tersebut, sangat sulit bagi para pengagumnya untuk mendekatinya.

Dia merupakan anak dari rekan kerja kedua orang tua lisa yang juga menjadi korban bahan perjodohan kedua orang tuanya, dia tak habis fikir dengan jalan fikiran kedua orang tuanya.

Akan tetapi dia tidak menolaknya karena dia merupakan anak yang penurut dan sangat menyayangi bunda nya. Karena kejadian tersebut pun memaksanya untuk berjanji selalu menjaga, dan membahagiakan seorang gadis bernama Lisa Wijaya yang di nikahinya itu.

*****

Mentari pagi telah bersinar, burung-burung telah berkicau saling bersiul, sedangkan sinar mentari pagi lolos di selah-selah jendela,dan menyinari wajah cantik seorang gadis yang tengah tertidur lelap, cahayanya yang terang tersebut mampu mengusik tidur lelapnya.

"Euuuuugggh...," lenguh gadis tersebut, saat cahaya matahari menyinari wajah cantiknya.

Gadis itu adalah lisa Wijaya semata wayang keluarga wijaya tersebut.

"Bangun sayang ini udah jam berapa, kamu harus pergi kesekolah hari ini, ayo cepat mandi dan siap-siap," tukas mami Rina, yang tak lain Ibu kandung dari lisa.

"Bunda lisa masih ngantuk nih, 5 menit lagi yah,bun," jawab lisa kembali menutup matanya.

"Engga, boleh lisa,ini udah hampir jam 7 loh, hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah, kamu harus berubah nak," ucap Rina yang terus mencoba membangunkan anak semata wayangnya itu.

"Pokonya bunda engga mau tau ya, Bunda tunggu dibawah 10 menit lagi untuk sarapan, Ayah kamu sudah menunggu dibawah," sambung Rina, lalu bergegas pergi meninggalkan lisa didalam kamar.

"Hiss Bunda, iyaiya lisa mandi nih sekarang," Lisa segera bangun, lalu bergegas untuk kekamar mandi.

Di meja makan

"Mana lisa,bun,kok gak kelihatan" tanya Wijaya, yang tak lain adalah suami dari Bunda Rina , Ayah kandung lisa.

"Kenapa tidak ikut turun bersama Bunda" tanyanya lagi kepada istrinya.

"Dia masih mandi,yah banguninnya susah banget," keluh Rina kepada suaminya.

"Anak itu, selalu saja begitu. Tidak ada perubahan sama sekali, sepertinya ayah harus bertindak lebih tegas lagi,"

Ya, sebenarnya lisa tidak terlalu dekat dengan sang ayah, selain tegas dan sibuk dengan urusan bisnisnya, ayahnya juga merupakan sosok yang terkesan pemaksa, apapun yang dikatakannya harus dituruti.

"Yah,udah, kasian liaa" Mohon Rina kepada suaminya.

"Mami ini, selalu saja membela anak itu,"

Tap..tap.. tap..

Seorang gadis cantik memakai seragam sekolah lengkap, menuruni anak tangga menuju meja mekan,disana sudah ada Rina dan Wijaya yang menunggunya.

"Pagi bun, pagi yah, bi" sapa gadis tersebut kepada ayah,bunda dan bi mi yang tak lain adalah pembantu rumah tangga dirumah itu.

"Pagi sayang."

"Pagi juga non."

Lisa duduk dikursi tepat dihadapan sang Bunda, lisa sejenak melirik ke arah ayahnya, yang kini tengah melihatnya dengan tatapan tajam.

"Lisa.... mau sampai kapan kamu seperti itu," ucap Wijaya, sambil menatap tajam putrinya.

"Yah,udah kasian lisa, biarin lisa sarapan dulu ya yah,dia harus pergi kesekolah hari ini," ucap Rina mencoba menenangkan situasi yang sedikit panas,sambil mengusap bahu suaminya.

"Apa pedulinya ayah,toh ayah engga pernah peduli sama lisa selama ini" jawab lisa dengan santai, sambil mengambil sarapannya.

"Lisa, kenpa kamu berbicara seperti itu, kamu disekolahkan supaya punya Pendidikan, dan saat berbicara dengan orang yang lebih tua kamu punya sopan santun serta etika. Terlebih saat berbicara dengan orang tua kamu sendiri," ujar Wijaya terlihat sangat marah kepada lisa.

"Jujur ayah kecewa dengan sikap kamu lisa, ayah malu memiliki anak perempuan tidak beretika seperti kamu," sambung Wijaya lalu dia meletakkan sendok yang tengah di pegangnya tadi, dan berniat untuk pergi meninggalkan meja makan.

"Sopan santun seperti apa yang ayah maksud ini?" tanya lisa, sambil menyeritkan sebelah alisnya.

Wijaya mengurungkan niatnya, saat mendengar perkataan lisa.

"Apa hak ayah bilang seperti itu, apa selama ini ayah menganggap lisa ini sebagai anak ayah,apa ayah ada disaat lisa butuh ayah,apa ayah mengajarkan semua itu padaku, tidak yah..tidak...," sambung lisa,dengan suara tinggi dan sedikit berteriak.

PLAKKKK...

Suara tamparan menggema diruang makan pagi itu, semua itu adalah ulah Wijaya yang menampar pipi lisa.

"Ayah...ayah apa-apaan sih," marah Rina kepada suaminya, saat suaminya itu menampar pipi sang putri.

Lisa hanya duduk mematung ditempatnya, sambil memegang pipinya yang mulai memerah, akibat tamparan dari sang

Ayah.

Tak lama lisa mulai beranjak dari duduknya, dan mulai berbicara.

"Liaa pamit bun,yah" ucap lisa bergegas pergi meninggalkan sarapannya yang belum sempat dia sentuh, dia berjalan dengan pandangan kosong, serta air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya.

"Lisa.....," panggil Rina dengan suara lembut.

Lisa terus saja berjalan menuju pintu utama, tanpa menghiraukan panggilan dari sang Bunda, hingga dia keluar dari rumah tersebut, dan pergi ke sekolah menggunakan mobil pribadi di antar oleh mang jarot, yang merupakan supir keluarga wijaya tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!