NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Akar Spiritual yang Patah dan Suara di Dalam Kepala

​Malam itu, Puncak Bukit Sabit di wilayah luar Sekte Awan Azure diguyur hujan badai yang tidak kenal ampun. Petir menyambar-nyambar, menerangi deretan gubuk kayu reot yang dihuni oleh puluhan ribu murid luar.

​Di dalam salah satu gubuk terkecil yang atapnya bocor, seorang pemuda berusia enam belas tahun duduk bersila dengan wajah pucat pasi. Napasnya putus-putus, dan setiap kali ia menarik napas dalam, rasa sakit yang menusuk menjalar dari dadanya.

​Pemuda itu bernama Lin Tian.

​Di atas dadanya, terdapat tiga bekas cakaran mengerikan yang menembus hingga ke tulang. Itu adalah "hadiah" yang ia dapatkan dari Serigala Angin Tingkat Rendah saat dipaksa menjalankan misi pemanenan Rumput Roh di pinggiran Hutan Binatang Buas siang tadi.

​"Hanya... sedikit lagi," gumam Lin Tian dengan gigi terkatup.

​Ia mencoba memusatkan pikirannya, menarik untaian energi spiritual dari udara yang lembap ke dalam tubuhnya. Namun, begitu energi itu menyentuh dantian di perut bagian bawahnya, energi tersebut langsung bocor dan menguap, seolah dituangkan ke dalam ember yang berlubang.

​Lin Tian membuka matanya dengan senyum pahit. "Akar Spiritual Kelas Kayu Busuk. Bakat terburuk di antara yang terburuk. Sudah tiga tahun di Sekte Awan Azure, dan aku masih terjebak di Tahap 1 Pengumpulan Qi. Di dunia kultivasi ini... tanpa bakat, kau bahkan lebih rendah dari babi dan anjing."

​BRAK!

​Pintu kayu gubuknya tiba-tiba ditendang hingga hancur berkeping-keping. Angin malam yang dingin dan percikan air hujan langsung menerobos masuk.

​Di ambang pintu, berdirilah seorang pemuda bertubuh besar dengan jubah abu-abu murid luar yang tampak jauh lebih mewah daripada milik Lin Tian. Aura di sekeliling pemuda itu beriak kuat, menandakan ia telah mencapai Tahap 3 Pengumpulan Qi.

​"Zhao Meng..." panggil Lin Tian dingin, menahan rasa sakit di dadanya.

​"Lin Tian, sampah klan Lin! Berani-beraninya kau tidak menyetor jatah Pil Pengumpul Qi bulananmu padaku hari ini?!" Zhao Meng melangkah masuk tanpa memedulikan lantai yang becek. Ia menatap Lin Tian dengan tatapan merendahkan, layaknya melihat serangga.

​"Pil itu... sudah direbut oleh kelompok Wang saat di Hutan Binatang Buas," jawab Lin Tian dengan nada datar, meski tangannya mengepal erat di balik selimut tipisnya.

​"Aku tidak peduli dengan alasanmu!" Zhao Meng mendengus sinis. Matanya kemudian tertuju pada sebuah batu seukuran ibu jari yang memancarkan cahaya redup di atas meja kayu Lin Tian. Itu adalah Batu Roh Tingkat Rendah yang sudah usang, satu-satunya harta berharga peninggalan orang tuanya.

​Dengan gerakan cepat, Zhao Meng menyambar batu tersebut.

​"Hei! Kembalikan itu!" Lin Tian mencoba bangkit, namun luka di dadanya seketika robek kembali. Ia terbatuk, memuntahkan seteguk darah hitam ke lantai.

​"Sebagai ganti rugi karena menunda pembayaranku, batu rongsokan ini akan kualihfungsikan," kekeh Zhao Meng sambil menimbang-nimbang batu itu di tangannya. Ia menatap Lin Tian yang terkapar lemah. "Ingat posisimu, sampah. Kau hidup di sekte ini hanya untuk menjadi batu pijakan bagi kami yang berbakat. Jika bulan depan kau tidak menyerahkan dua butir Pil Pengumpul Qi, aku akan mematahkan kedua kakimu dan melemparmu kembali ke Hutan Binatang Buas."

​Zhao Meng berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Lin Tian yang bergetar menahan amarah di tengah udara malam yang membekukan.

​Lin Tian memukul lantai kayu yang basah dengan kepalan tangannya hingga buku-buku jarinya berdarah. Ketidakberdayaan ini lebih menyakitkan daripada cakaran Serigala Angin. Di dunia ini, yang kuat memangsa yang lemah. Aturan besi yang tidak bisa ditawar.

​Tiba-tiba, saat keputusasaan Lin Tian mencapai puncaknya dan darah dari tangannya meresap ke dalam lantai kayu, sebuah suara mekanis yang aneh dan tanpa emosi bergema tepat di dalam tengkoraknya.

​[Ding!]

​[Mendeteksi fluktuasi emosi yang ekstrem dan kehendak bertahan hidup yang memenuhi kriteria.]

​[Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi sedang melakukan penyatuan dengan inang... 10%... 50%... 100%.]

​[Penyatuan berhasil.]

​Mata Lin Tian membelalak. Rasa sakit di dadanya sejenak terlupakan oleh keterkejutan. "S-siapa di sana? Teknik ilusi macam apa ini?!"

​Tidak ada yang menjawab dari dalam gubuk yang sepi. Hanya suara hujan yang masih menderu di luar. Namun, suara di kepalanya kembali terdengar, kali ini memproyeksikan sebuah panel cahaya transparan berwarna kebiruan yang melayang di depan matanya.

​[Inang: Lin Tian]

[Kultivasi: Tahap 1 Pengumpulan Qi]

[Akar Spiritual: Kelas Kayu Busuk (Cacat)]

[Poin Ekstraksi: 0]

[Fungsi Aktif: Ekstraksi Dasar (Level 1)]

​Lin Tian mengucek matanya, mengira ia sedang berhalusinasi akibat kehilangan banyak darah. Namun, panel itu tetap ada. Terlihat sangat nyata.

​"Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi?" gumamnya perlahan, mengeja kata-kata yang tertera di sana. "Apa ini benda warisan pusaka? Atau aku sudah gila?"

​[Sistem ini memungkinkan Inang untuk mengekstrak esensi murni (Qi, Bakat, Garis Keturunan, Pemahaman Dao) dari segala entitas dan benda di alam semesta, dengan memisahkan ampas dan menyerap inti kemurnian absolut.]

​Membaca penjelasan tersebut, napas Lin Tian tertahan. Mengekstrak esensi murni? Dari segala benda?

​Untuk mengujinya, pandangan Lin Tian jatuh pada sisa-sisa bubuk dari cangkang pil bekas yang ia kumpulkan di sudut ruangan. Itu adalah "sampah" sisa pil obat yang dibuang oleh murid dalam, yang sering dikumpulkan Lin Tian dengan harapan masih ada sisa khasiat di dalamnya. Selama ini, sisa-sisa itu tidak berguna karena dipenuhi kotoran beracun (Erysipelas) dari proses alkimia yang gagal.

​Dengan tangan gemetar, ia merangkak mendekati tumpukan debu pil tersebut dan menyentuhnya perlahan.

​"Ekstrak," batinnya memberikan perintah.

​Seketika, telapak tangannya memancarkan pendar cahaya keemasan yang sangat redup. Debu pil di bawah tangannya perlahan berubah menjadi abu putih tanpa kehidupan, hancur tersapu angin.

​Sebagai gantinya, suara mekanis itu kembali berbunyi.

​[Ding!]

[Ekstraksi berhasil.]

[Target: Sisa Pil Pengumpul Qi (Sangat Rendah, Tinggi Racun)]

[Mengekstrak: 0.5 Tetes Qi Murni Absolut.]

[Ampas dan racun telah disingkirkan.]

​Tiba-tiba, setitik energi yang luar biasa sejuk dan murni mengalir dari telapak tangannya, langsung menerobos masuk ke dalam saluran meridiannya yang kering, lalu menetap tepat di tengah dantian-nya.

​Berbeda dengan Qi dari udara alam yang selalu bocor, Qi murni dari sistem ini sangat padat dan tenang. Ia tidak menguap, melainkan secara perlahan mulai menutupi retakan kecil di dantian Lin Tian dan menenangkan luka di dadanya.

​Mata Lin Tian bergetar hebat. Tidak ada satupun pil di dunia ini yang tidak memiliki racun sisa. Namun sistem ini... mampu membuang racunnya dan memberikan 100% esensi yang sempurna!

​Meski jumlahnya hanya setengah tetes, bagi Lin Tian yang berada di dasar rantai makanan, ini adalah mukjizat dari surga.

​Ia menatap tangannya sendiri di tengah cahaya kilat yang menyambar di luar gubuk. Senyum yang awalnya pahit, kini berubah menjadi senyum yang menakutkan.

​"Zhao Meng... Kelompok Wang... Para tetua sekte yang membuangku..." gumam Lin Tian, matanya bersinar dengan ambisi yang baru saja menyala.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!