Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.
Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke mall
" Rumi bantu Ma"
" Nggak usah sayang, kamu duduk manis aja di sana"
Arumi pun patuh, ia duduk di kursi tempat pertama kali ia duduk saat datang ke rumah ini.
Tak berselang lama Yudha dan Kusuma datang. Mereka bergabung bersama Arumi di ruang makan.
Yudha menatap Arumi dengan tatapan tajam. Sedangkan Arumi hanya cuek saja saat di tatap tajam sama Yudha. Ia tidak peduli kalau Yudha tidak suka padanya.
" Mama masak apa hari ini?"
" Kamu nggak liat masakan yang ada di atas meja"
Arumi menutup mulutnya agar ketawanya tidak lepas.
" Liat Ma"
" Ya sudah, jangan tanya lagi"
Setelah semua masakan dihidangkan, Ranti duduk bergabung di sebelah Arumi.
" Mau makan sama apa sayang "
" Udang saus Padang Ma"
" Mama nggak tanya kamu, mama tanya Arumi"
" Yang anak mama itu aku, bukan dia"
" Kalau anak mama itu patuh dan manut kalau dibilang orang tua. Kalau kamu kan nggak nurut. Kamu anak papa aja"
Ranti mengambilkan nasi untuk suaminya, setelah itu dia mengambilkan nasi untuk Arumi.
" Lauknya sayang"
" Udah cukup Ma, ini udah kebanyakan "
" Nggak apa-apa sayang, makan yang banyak ya"
Yudha sangat kesal sama Arumi. Bisa-bisanya gadis kecil itu mendapat perhatian khusus dari mamanya. Seharusnya kan dia yang dimanjakan, bukannya cewek nggak jelas itu.
" Pa nanti mama sama Rumi mau ke mall"
" Aku ikut"
" Kamu nggak diajak. Lagipula sejak kapan kamu suka nemenin mama ke mall. Bukannya kamu lebih suka jalan-jalan sama wanita itu"
" Sudah-sudah, kita makan dulu. Nggak baik ribut di depan makanan" kata Kusuma.
Setelah Kusuma bicara, barulah ibu dan anak itu diam. Mereka pun menikmati makan malam mereka dengan hikmat.
Selesai makan Arumi membantu bibik membawa piring-piring kotor ke dapur. Walaupun sudah dilarang sama mama Ranti, tapi Arumi bilang kalau tubuhnya pegal-pegal kalau nggak melakukan pekerjaan. Akhirnya ia dibolehkan sama mama Ranti.
Ranti membawa Arumi duduk sebentar di ruang keluarga. Mereka mengistirahatkan perut setelah makan.
" Bagaimana kerja samanya"
" Alhamdulillah berjalan lancar Pa"
" Syukur Alhamdulillah, papa percaya sama kamu. Jadi papa sudah bisa istirahat sekarang "
" Kerja aku masih jauh di bawa papa. Jadi aku belum terlalu siap untuk mengurus perusahaan sendiri"
" Papa yakin kamu bisa "
" Papa jangan berekspektasi tinggi sama aku"
" Nggak, papa percaya sama kemampuan anak papa"
Akhirnya sekarang Kusuma bisa menikmati masa tuanya dengan tenang bersama sang istri. Sekarang perusahaannya sudah bisa diurus sama putranya.
" Pergi ke mall-nya sama sopir atau gimana Ma?"
" Sama sopir aja Pa"
" Biar Yudha yang anterin mama ke mall"
" Nggak usah, nanti kamu tinggalin mama di mall"
" Nggak akan Ma. Masa aku tega ninggalin mama di mall"
" Ya siapa tau, ya kan Rum "
Arumi kaget karena mama Ranti membawa-bawa dia dalam masalah ibu dan anak. Arumi tidak tau harus menjawab apa.
" Rum, mama ambil tas dulu ya"
" Iya Ma"
Ranti pergi ke kamarnya untuk mengambil dompet dan juga tasnya.
" Pa, dia ini anak siapa sih?!"
" Anak mama sama papa"
" Anak papa dari wanita lain"
" Sembarang kamu, papa itu setia ya sama mama kamu"
" Terus dia anak siapa "
" Pokoknya dia anak mama sama papa, kamu jangan tanya lagi"
" Tapi aku nggak mau punya adik kaya dia"
" Yang bilang Rumi mau jadi adik kamu siapa"
" Terus dia disini ngapain?"
" Untuk menjadi calon makmum kamu"
" Papa sama kaya mama nih. Aku itu nggak kenal sama dia Pa. Dan lagi aku nggak tau asal usulnya darimana"
" Makanya kenalan dulu. Papa kan nggak minta kamu nikahin Rumi sekarang. Tak kenal maka tak sayang. Jadi kalian berdua berkenalan dulu"
" Tapi aku nggak cinta sama dia"
" Kamu nggak boleh takabur. Cinta itu akan datang dengan seiring waktu. Nggak perlu terburu-buru "
Ranti pun kembali dengan dompet kecil di tangganya. Ibu cantik itu tidak jadi membawa tas.
" Ayo sayang, kita berangkat "
" Hari ini aku akan jadi sopir pribadi mama"
" Terserah kamu. Mama jalan dulu ya Pa, Assalamualaikum "
" Hati-hati di jalan, Wa'alaikumsalam "
Rumi masuk ke dalam mobil, ia duduk di belakang di samping mama Ranti. Sedangkan Yudha duduk di kursi kemudi, karena dialah yang akan mengemudikan mobilnya.
" Kenapa kamu belum jalan "
" Pasang sabuk pengaman dulu, Ma"
" Ya udah buruan, ntar kemalaman "
" Iya Ma, ini udah mau jalan "
Yudha melajukan mobilnya meninggalkan rumah orang tuanya. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang.
Suasana jalan raya pada malam itu cukup ramai. Banyak kendaraan yang hilir mudik.
Lampu-lampu yang ada di jalan dan juga di gedung-gedung tinggi menjadi pemandangan indah.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang sepuluh menit. Mereka sampai di salah satu mall terbesar di kota J.
" Ayo sayang kita masuk"
Arumi baru pertama kali masuk ke dalam mall sebesar ini. Baru pertama kali ia melihat mall sebesar ini. Biasanya ia belanja cuma di warung dan juga pasar.
Yudha mengikuti Arumi dan mama Ranti di belakang. Lelaki tampan itu berjalan seperti bodyguard Arumi dan mama Ranti.
Pakaian yang dipakai Arumi malam ini cukup bagus. Untung kemarin buk mandor membelikan baju. Dan ia baru sempat memakainya sekarang.
" Kita ke toko baju dulu ya "
Arumi agak ragu menaiki eskalator. Ini pertama kali dalam hidupnya melihat tangga berjalan seperti itu.
" Ayo sayang, jangan takut. Ada mama"
Ranti menggenggam tangan Arumi. Ia memberikan dukungan supaya Arumi tidak takut naik eskalator. Setelah menunggu beberapa menit barulah Arumi berani naik.
Toko pakaian, sepatu, tas dan juga perhiasan ada di lantai dua. Sedangkan toko handphone dan elektronik lainnya ada di lantai tiga. Kalau tempat makan dan bermain ada di lantai empat.
Ranti membawa Arumi masuk ke salah satu toko baju yang terkenal dengan brand-nya yang sudah mendunia. Kedatangan mereka langsung di sambut sama pelayan toko.
" Selamat datang" ucap pelayan toko sambil tersenyum.
Arumi dan Ranti masuk ke dalam toko. Yudha dengan setia mengikuti mereka di belakang. Ya laki-laki tampan itu setia menjadi bodyguard kedua wanita cantik itu.
Didalam toko, mata Arumi di manjakan dengan baju-baju, celana dan juga dress yang sangat bagus-bagus.
" Silakan pilih sayang"
Arumi melihat-lihat baju yang cocok untuknya. Arumi kaget saat melihat harga yang tertera di baju itu. Harga satu baju itu setara dengan setengah gajinya di kebun teh.
Arumi mencari baju dengan harga yang paling murah.
Sudah beberapa menit, Arumi belum juga menemukan satu bajupun. Bukan tidak menemukan baju yang cocok, tapi ia tidak menemukan baju dengan harga yang murah.
" Ada apa sayang"
" Kita pindah ke toko lain aja Ma"
" Kenapa, apa disini tidak ada baju atau dress yang kamu suka"
" Ada Ma, tapi harga baju di sini mahal-mahal"
Ranti tersenyum mendengar ucapan Arumi.
" Pilih manapun baju yang kamu suka, jangan pikirkan masalah harga. Ok"
Arumi baru ingat siapa wanita cantik yang ada dihadapannya. Arumi pun memilih baju yang ingin ia beli.
To be continued.
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak 💞 💞
Happy reading guys 🤗 🤗
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
Memeras aja kerjanya.. huh..