NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 1. Sebuah Berita

Senyum manis tiada henti mengembang di bibir Ganis kala kue black forest yang ia buat sudah tersaji di atas meja. Sedari tadi wanita berusia tiga puluh lima tahun itu sibuk di dapur toko kue miliknya untuk membuat kue spesial yang akan ia berikan untuk sang suami malam nanti.

"Untuk acara apa sih Bu kue itu? Kok kami sama sedari tadi tidak diperbolehkan untuk membantu bu Ganis dalam membuatnya?"

Pertanyaan dari Rani, salah satu karyawan yang ada di toko kue miliknya membuat perhatian Ganis sedikit terpecah. Tatapan matanya yang sejak tadi fokus pada kesempurnaan black forest yang ia buat kini teralih pada pertanyaan sang karyawan.

"Untuk acara anniversary ku bersama mas Krisna, Ran. Hari ini tepat sepuluh tahun kami menikah. Dan rencananya malam nanti aku akan memberikan kue ini untuk mas Krisna," ucap Ganis dengan wajah yang berbinar.

Pikiran wanita itu sudah berkelana jauh, membayangkan bagaimana bahagianya malam nanti ketika ia merayakan anniversary ke sepuluh tahun bersama sang suami.

"Waahhh... Ternyata bu Ganis mau merayakan anniversary?" Rani mendekat ke arah Rengganis dan ia ulurkan tangannya. "Selamat ya bu Ganis, semoga pernikahan bu Ganis senantiasa dicurahi oleh kebahagiaan dan keberkahan dari Allah, dan semoga cepat dika....."

Rani memangkas ucapannya. Kedua bola matanya terbelalak ketika ia menyadari akan satu hal.

"Emmmm... Maaf Bu Ganis, saya tidak bermaksud untuk..."

Ganis terkekeh pelan. "Kenapa doamu tidak dilanjutkan Ran?"

"Maaf Bu, saya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan bu Ganis. Saya khawatir kalau doa saya nanti justru membuat bu Ganis semakin sedih," ucap Rani seraya menundukkan wajahnya.

Ganis tersenyum simpul. Ia paham betul apa yang ditakutkan oleh Rani. Rani pasti merasa tidak enak hati jika doa semoga segera diberikan momongan akan melukai hati pejuang garis dua seperti dirinya ini. Ganis menepuk pundak Rani yang mendadak menunduk dalam.

"Tidak apa-apa Ran. Lanjutkan saja doamu, siapa tahu doa darimu lah yang diijabah oleh Allah."

Rani mengangkat wajahnya. "Serius bu Ganis tidak marah?"

"Untuk apa marah, Rani? Aku dan mas Krisna sudah berdamai dengan keadaan. Sudah pasrah sama takdir Allah, kapan Dia akan ngasih kepercayaan kepada kami."

"MashaAllah bu Ganis.... Semoga Allah benar-benar segera menitipkan malaikat kecil dalam rahim bu Ganis ya."

Ganis menganggukkan kepala. "Aamiin Ran. Terima kasih atas doa-doa baik yang sudah kamu panjatkan untukku."

"Sama-sama Bu..."

"Oh iya, bagaimana stok kue di depan? Apa masih banyak yang belum sold?"

"Masih lumayan Bu. Bagaimana? Apa perlu kita refil lagi?"

Ganis sejenak berpikir. "Tidak perlu Ran. Untuk hari ini kita habiskan saja stok yang ada di display ya. Tapi kalau sampai jam lima sore stok di display belum habis boleh kalian bawa pulang. Khusus hari ini kita buka sampai jam lima sore saja."

"Kok tumben Bu?" tanya Rani dengan kerutan di kening.

"Anggap saja kalian ikut merayakan kebahagiaanku dengan berkumpul bersama keluarga lebih awal, Ran."

"MashaAllah... Terima kasih banyak bu Ganis. Ibu benar-benar berhati malaikat. Pak Krisna pasti beruntung sekali memiliki istri seperti bu Ganis," puji Rani.

"Jangan berlebihan, Rani. Aku ini hanya manusia biasa."

"Tepatnya manusia berhati malaikat, Bu," pungkas Rani seraya melenggang pergi dari hadapan Ganis.

Ganis hanya menggeleng-gelengkan kepala. Seharusnya ia yang bersyukur karena mendapatkan suami seperti Krisna. Sosok seorang suami yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran. Selama sepuluh tahun pernikahan, lelaki itu selalu memperlakukannya dengan baik. Dan yang paling membuatnya bersyukur adalah ketika Krisna tidak terlalu mempermasalahkan pernikahannya yang sampai saat ini belum juga diberikan keturunan.

Sosok lelaki yang sangat langka di zaman sekarang ketika melihat istrinya belum bisa memberikan keturunan. Biasanya lelaki di luar sana memilih menceraikan atau mencari madu demi keturunan yang diinginkan. Namun hal itu tidak terjadi pada Krisna. Sampai menginjak usia pernikahannya sepuluh tahun, lelaki itu selalu berperilaku baik dan tidak pernah mempermasalahkan perihal keturunan.

Ganis melirik jam dinding yang menempel di satu sudut dinding dapur toko kue miliknya. Hari masih siang, dan seutas senyum terbit di bibirnya.

Sepertinya tidak terlalu buruk jika aku mampir ke panti terlebih dahulu sekaligus memberikan beberapa kebutuhan anak-anak yang ada di sana.

***

Mobil warna putih yang dikemudikan oleh Rengganis tiba di pelataran sebuah panti asuhan yang berada di kota ini. Wanita itu turun dari mobil. Sebuah bangunan yang tak begitu luas dengan pelakat bertuliskan Panti Asuhan 'Kasih Bunda' berdiri kokoh di hadapan Ganis. Dengan langkah perlahan, Ganis memasuki panti asuhan ini.

"Mbak Ganis!"

Suara seorang wanita paruh baya terdengar lembut menyambut kedatangan Ganis. Wanita berusia enam puluh tahun dengan mengenakan jilbab berwarna cokelat nampak begitu ceria melihat Ganis yang berkunjung ke pantinya.

"Bu Ambar..," sapa balik Ganis seraya mengulurkan tangannya.

"MashaAllah... Mimpi apa saya semalam? Hari ini tiba-tiba kedatangan tamu istimewa," ucap Ambar dengan gelak tawa kecil yang keluar dari bibirnya.

"Tamu istimewa apa sih Bu? Biasa saja," kilah Ganis merasa ucapan Ambar ini terlalu berlebihan. "Oh iya, di bagasi ada beberapa kebutuhan yang saya belikan untuk anak-anak panti, Bu. Bisa minta tolong pak Dirman untuk mengambilnya?"

"Nah ini yang saya maksud tamu istimewa karena setiap kali mbak Ganis kemari selalu saja membawa kebahagiaan," ucap Ambar mengemukakan argumennya. Wanita itupun mengedarkan pandangannya ke sekeliling. "Pak Dirman!"

Dirman yang tengah menyiram taman samping bergegas menghampiri Ambar dan juga Ganis.

"Iya bu Ambar," ucap Dirman. "Loh, mbak Ganis tidak ikut suaminya ke Magelang kah?"

Dahi Ganis mengernyit. Merasa sedikit aneh dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Dirman. Sejatinya pengurus panti tidak ada yang mengetahui jika sang suami sedang berada di Magelang, namun mengapa pria berusia lima puluh tahun ini tahu kalau suaminya sedang berada di Magelang.

"Loh, pak Dirman kok tahu kalau suami saya sedang berada di Magelang?"

"Kemarin lusa saya pulang kampung di Magelang, Mbak. Kebetulan saat itu saya ada di pusat perbelanjaan yang ada di kota dan saya bertemu dengan mas Krisna."

"Pak Dirman sempat berbincang dengan suami saya?" tanya Ganis penasaran.

"Itu dia Mbak. Waktu itu saya bertemu di pelataran parkiran. Saya sempat memanggil-manggil mas Krisna tapi tidak dengar dan di samping kursi kemudi, saya lihat ada seorang wanita, saya kira itu mbak Ganis."

Tubuh Ganis sedikit terhenyak mendengar penuturan Dirman. Suaminya berada di Magelang, berbelanja di pusat perbelanjaan dan bersama seorang wanita. Sungguh sebuah kabar yang sangat sukar untuk ia mengerti. Tanpa sadar, Ganis malah nampak bengong dan hanyut dalam pikirannya sendiri.

"Ah bisa jadi kamu salah lihat, Pak. Mana mungkin itu pak Krisna? Jelas-jelas mbak Ganis ada di Jogja. Aku yakin kamu salah lihat, Pak," ucap Ambar mencoba untuk mematahkan penglihatan Dirman setelah raut wajah Ganis yang sedikit berubah.

"Tapi mobil yang dipakai sama dengan mobil yang sering dibawa mas Krisna dan mbak Ganis kemari, Bu," ujar Dirman semakin menguatkan argumennya.

Ambar melirik ke arah Ganis. Wanita itu masih menampakkan ekspresi wajah yang dipenuhi oleh tanda tanya besar akan apa yang disampaikan oleh Dirman. Ambar paham betul apa yang saat ini dirasakan oleh Ganis.

"Mbak sudah, jangan dipikirkan ucapan pak Dirman, saya yakin pak Dirman salah lihat," ucap Ambar sembari memegang lengan tangan Ganis. "Pak, tolong barang-barang yang ada di bagasi mobil mbak Ganis dibawa ke ruangan saya ya."

"Siap Bu."

Dirman mengayunkan tungkai kakinya. Lelaki paruh baya itu nampak bersemangat tatkala menghampiri barang-barang yang di bawa oleh donatur yang pastinya bermanfaat banyak untuk kebutuhan anak-anak panti.

"Mbak Ganis, mari ke ruangan saya," ajak Ambar sembari menggandeng tangan Ganis.

Tubuh Ganis sedikit terkesiap. Tidak ia sadari jika sudah lumayan lama ia termenung sendiri. Wanita itupun mengekor di belakang tubuh Ambar dengan pikiran yang melanglang buana sampai mana-mana.

Siapa wanita itu? Apakah ia salah satu rekan kerja mas Krisna?

.

.

.

1
suciati
gpp nis.. yang penting kamu tidak boleh kalah dari pelakor itu
suciati
wooaahh Rangga ternyata seorang dokter... jangan2 dia spog
suciati
puspa jadi pindah haluan ya.. tau bakal punya cucu dari Dinda, eh Ganis dilupakan
suciati
ulalaaalaa..pinter akting juga ya dia.. cocok tuh dijadikan pemain film
suciati
ngebet jadi orang kaya sampai lupa klo mereka sedang numpang
Hanindia
nah loh gk bisa jawab kan
Hanindia
emang punya segudang cara licik yaa,, tp gtw, ntar berhasil atau tidak
Hanindia
kereennn.. lawan mertuamu nis
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!