NovelToon NovelToon
Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Cewek Badung Vs Cowok Kaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: exozi

CEWEK BADUNG VS COWOK KAKU

AYUNDA
Cantik, manis, dan bergaya kece abis... tapi kelakuannya liar!
Mulutnya tajam, berani, dan paling benci diatur-atur.
"Badung? Yeah, that's me."
Dia cewek yang hidup sesuka hati, nggak peduli omongan orang, dan siap melabrak siapa saja yang berani cari gara-gara.

GIOVANI
Ganteng, kaya, dan selalu tampil sempurna... tapi kaku setengah mati!
Hidupnya penuh aturan, rapi, dan terjadwal kayak robot.
"Terlalu diatur, terlalu sulit dimengerti."
Dia tipe cowok yang alergi sama kekacauan, apalagi sama cewek rusuh kayak Ayunda.

Dua kepribadian. Satu konflik yang tak terhindarkan.

Lo badung, gue kaku.
Kita emang mustahil.
Satu mau bebas, satu mau aturan.
Satu bawa kekacauan, satu bawa masalah.

Tapi entah kenapa... dua kutub yang saling tolak ini, selalu saja ketemu di titik yang sama.

Apakah si Badung bisa meluluhkan si Kaku?
Atau malah si Kaku yang bakal ikut rusuh karena si Badung?

A hate-love romance that you can't miss! ❤️🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon exozi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEMBURU? ENGGAK MUNGKIN!

Hari ini adalah hari Minggu. Cuaca di luar sangat cerah dan hangat, sangat pas buat jalan-jalan atau sekadar bersantai. Tapi suasana hati Giovanni pagi ini terasa aneh. Seperti ada awan gelap yang mengelilingi kepalanya saja.

Sejak bangun tidur, dia sudah terlihat murung dan sering menghela napas panjang. Dia duduk di ruang tengah dengan laptop terbuka di hadapannya, tapi matanya tidak fokus sama sekali ke layar. Pandangannya terus melirik ke arah Ayunda yang sedang sibuk berdiri di depan cermin besar di sudut ruangan.

Ayunda hari ini terlihat sangat berbeda. Biasanya dia cuma pakai kaos oblong dan celana pendek seenaknya, tapi hari ini dia berdandan. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai rapi, sedikit dikepang di bagian samping. Dia memakai dress warna biru muda yang agak longgar tapi tetap terlihat manis, dipadukan dengan sepatu sneakers putih.

Wajahnya bersih tanpa make-up berlebihan, tapi justru itu membuatnya terlihat sangat cantik dan memancarkan aura yang berbeda.

"Yah... kok susah banget sih ngikat talinya," gumam Ayunda sambil berjongkok dan mencoba mengikat tali sepatunya dengan kesal.

Gio yang melihat itu sebenarnya ingin langsung bangun dan membantu, tapi rasa gengsinya menahan dia. Dia cuma bisa menatap kesal dari jauh.

"Cantik-cantik gitu mau kemana sih pagi-pagi buta?" gerutu Gio dalam hati. "Pake berdandan segala. Emangnya mau pesta apa?"

Tiba-tiba HP Ayunda berbunyi nyaring. Ada notifikasi pesan masuk. Ayunda langsung mengambil HP-nya, dan begitu membaca isi pesan itu, wajahnya langsung berseri-seri dan tersenyum lebar.

"Haha! Iya nih bentar ya! Udah siap kok!" jawab Ayunda bicara sendiri sambil membalas chat dengan cepat.

Gio yang melihat senyum lebar itu langsung merasa dadanya sesak. Ada rasa tidak enak yang muncul tiba-tiba.

"Sama siapa itu?" tanya Gio tiba-tiba dengan nada dingin.

Ayunda kaget dan menoleh. "Hah? Sama siapa apanya?"

"Itu HP! Sama siapa kamu chat sampai senyum-senyum gitu?!" Gio bertanya lagi, kali ini matanya menatap tajam.

Ayunda terkekeh melihat wajah suaminya yang sudah mulai gelap. "Oh ini? Sama Rian dong. Dia sama teman-teman yang lain udah di depan gerbang kompleks nih. Mereka ajak gue main futsal bareng terus nanti mau makan bareng."

BRUK!

Seperti ada palu besar yang memukul kepala Gio.

Rian? Nama itu terdengar sangat asing dan sangat menyebalkan di telinganya.

"Rian? Siapa Rian? Cowok apa cewek?" tanya Gio cepat, alisnya sudah bertaut rapat.

"Cowok lah! Temen gue dari jaman SMA dulu. Dia itu kapten tim futsal kita loh Gio, jago banget mainnya!" jawab Ayunda dengan antusias, tanpa sadar kalau dia sedang menuang garam ke luka hati Gio. "Kita jarang ketemu soalnya dia kuliah di luar kota, nah kebetulan sekarang dia lagi pulang kampung. Jadi kita mau reuni kecil-kecilan."

Gio mendengus keras. "Hhh... teman SMA. Cowok pula. Main futsal pula. Pagi-pagi gini."

Suasana jadi hening sejenak. Gio mematikan laptopnya dengan kasar, lalu berdiri dan berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Aura cemburunya sudah keluar semua, tapi dia berusaha menutupinya dengan sikap sok acuh tak acuh.

"Yasudah sana pergi! Siapa yang larang? Kan kamu juga suka main sama mereka," kata Gio dengan nada ketus sambil memalingkan wajah. "Mainlah sama Rian itu! Main futsal! Makan-makan! Senang-senang!"

Ayunda yang melihat tingkahnya itu langsung menahan tawa. Dia tahu persis apa yang sedang terjadi. Gio cemburu! Dan pemandangan cowok kaku dan ganteng kayak Gio lagi cemburu itu sangatlah langka dan lucu.

Ayunda mendekat perlahan ke arah Gio, lalu berdiri di depan cowok itu dengan senyum jahil di wajahnya.

"Lo... cemburu ya Gio?" tanyanya pelan, matanya menyipit menatap wajah suaminya yang mulai memerah.

Gio langsung melotot, seperti kucing yang kesurupan. "APA?! Cemburu?! Ngimpi kamu! Aku cemburu buat apa?! Hahaha!" Dia tertawa paksa dengan sangat kaku. "Mana mungkin aku cemburu! Aku cuma... aku cuma mikir aja! Main futsal itu panas tau gak! Nanti kulit kamu gosong! Terus sama cowok-cowok banyak itu bahaya tau gak! Siapa yang tau mereka orang baik apa enggak!"

"Halah... alasan aja!" Ayunda makin mendekat, jarak mereka tinggal beberapa senti saja. "Mukanya udah merah padam gitu loh. Mata nya juga tajam banget ngliat gue. Iyain aja dong kalau cemburu, nggak malu kok."

"SUDAH BILANG ENGGAK!" Gio berbalik badan memunggungi Ayunda, tangannya mengepal kuat di samping badan. "Pokoknya aku enggak! Aku cuma... aku cuma gak suka aja liat kamu senyum lebar gitu pas denger nama cowok lain! Itu aja!"

Baru saja kalimat itu keluar, Gio langsung menutup mulutnya sendiri. Aduh! Kebobolan!

Ayunda yang mendengar itu langsung tertawa lebar, hatinya berbunga-bunga banget. Rasanya senang sekali tahu kalau suaminya itu sangat posesif dan sangat menyayanginya sampai segitunya.

"Jahil banget sih lo..." bisik Ayunda pelan. Dia lalu memeluk pinggang Gio dari belakang, menempelkan wajahnya di punggung bidang cowok itu.

Tubuh Gio langsung kaku saat dipeluk begitu. Jantungnya berdegup kencang, tapi rasa marah dan cemburunya perlahan hilang digantikan oleh rasa hangat.

"Gio..." panggil Ayunda lembut. "Rian itu cuma temen biasa kok. Dia udah punya pacar malah. Gue temenan sama dia cuma karena kita satu hobi main bola aja. Gak ada yang lain-lain."

Gio diam saja, masih sok ngambek.

"Dan tau gak? Di antara semua cowok yang ada di dunia ini, cuma lo Giovanni yang bisa bikin gue deg-degan gini. Cuma lo yang bisa bikin gue senyum beneran. Yang lain cuma temen doang."

Perlahan, tangan Gio bergerak ke atas, memegang tangan Ayunda yang melingkar di perutnya.

"Beneran?" tanya Gio pelan, suaranya masih terdengar sedikit cemberut.

"Beneran dong!" jawab Ayunda mantap.

Gio akhirnya berbalik badan menghadap Ayunda. Wajahnya masih terlihat sedikit cemberut, tapi matanya sudah meleleh.

"Yaudah... kalau gitu kamu boleh pergi. Tapi ada syaratnya!" kata Gio dengan wajah sok serius.

"Apaan? Syarat apalagi?"

"Satu, kamu harus pake jaket yang aku kasih kemarin, biar gak banyak yang liat. Dua, kamu harus pegang HP terus, kalau aku telepon harus diangkat seketika itu juga. Tiga, jangan main terlalu lama, dan yang paling penting... JANGAN SAMPAI SENTUH-SENTUHAN ATAU BERCANDAAAN KEBANGETAN SAMA SI RIAN ITU! PAHAM?!" Gio menatap Ayunda dengan tatapan tajam penuh kepemilikan.

Ayunda tertawa geli, "Iya iya Pak Kaku! Siap dilaksanakan!"

"Terus..." Gio merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang merah yang cukup banyak. Dia menyodorkannya ke depan dada Ayunda. "Ini uang jajan. Beli yang banyak ya. Tapi jangan minum-minuman yang dingin terus, nanti sakit tenggorokan. Makan yang kenyang."

Ayunda menerima uang itu dengan mata berbinar. "Wah... murah hati banget hari ini. Jadi gini ya rasanya kalo suami cemburu? Dapat duit tambahan ya?"

"Dasar cewek materialistis!" Gio mencubit pelan hidung Ayunda. "Pokoknya hati-hati ya. Kabarin aku terus."

"Iya suami sayang!"

Akhirnya Ayunda pun pamit pergi. Dia melambaikan tangan dari gerbang rumah.

Gio berdiri di depan pintu, menatap mobil yang membawa istrinya pergi sampai hilang dari pandangan.

Setelah mobil hilang, dia menghela napas panjang lalu bergumam pada dirinya sendiri.

"Cemburu? Enggak mungkin... mana mungkin aku cemburu..." Dia berhenti sejenak, lalu mendengus kesal lagi. "Tapi dasar Rian! Nama aja norak! Main futsal segala! Emangnya aku enggak bisa main futsal apa?! Pasti aku lebih jago daripadanya!"

Dia berjalan masuk ke dalam rumah dengan wajah masih manyun. Rumah terasa sepi sekali tanpa suara teriakan atau tawa Ayunda.

"Bosen ah... cepet pulang dong..."

1
Alex
meleleh abanng🥳
Alex
love sekebon gio🥰🥰
shabiru Al
ok mampir nih... moga aja seru gak ngebosenin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!