NovelToon NovelToon
Last Stop In Eden

Last Stop In Eden

Status: tamat
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Vampire / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: laliza_xiexie

"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putus Asa

Semenjak kepergian orang tuanya Kiara tidak tau tujuan hidupnya, Ia sempat merasa putus asa karena tidak ada yang mendukungnya. Ia hidup sendirian dengan makan seadanya menggunakan uang tabungannya, namun Ia sadar uangnya semakin menipis dan harus bekerja untuk menambah pengahasilan jika ingin tetap bertahan hidup.

Dia mencoba melamar kerja kesana kemari namun hasilnya nihil tidak ada yang mau menerimanya karena Dia hanya lulusan SMA dan ceroboh. Kiara putus asa, ia berjalan dijembatan sambil menangis meratapi hidupnya. Dibawah kesadarannya ia berdiri diatas jembatan dan hendak bunuh diri, namun orang – orang disekitarnya berusaha menghentikannya.

“ Nak, apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak sayang pada keluargamu? Setidaknya pikirkanlah orang tuamu!” Teriak seorang lelaki disamping Kiara.

“ Percuma paman, Aku tidak punya siapa – siapa mereka sudah tiada. Aku sendiri.” Ucap Kiara sembari menangis.

“ Kamu tau mereka sudah tiada, lalu mengapa kamu melakukan ini. Mereka yang disana tau apa yang akan kamu lakukan dan apa menurutmu mereka tidak sedih melihatnya? Setidaknya kamu hargai usaha mereka yang susah payah membesarkanmu dan membahagiakanmu. Paman yakin mereka sangat menyayangimu dan tidak ingin hidupmu sia – sia seperti ini! Lagi pula jika kamu mati dengan cara seperti ini kamu tidak akan bertemu mereka, Aku sangat yakin!” Teriak Lelaki itu meyakinkan Kiara.

Seketika Kiara teringat pesan Ibunya sebelum meninggal, Ibu pernah berkata bahwa Dia harus semangat dalam hidup, hidup yang sebenarnya belum dimulai. Saat Kiara berusia 23 tahun nanti jati dirinya yang sebenarnya akan terlihat.

Kiara melihat ke bawah jembatan banyak sekali orang di bawah dan merekamnya, lalu Kiara melihat ke arah paman yang menyodorkan tangannya untuk Kiara raih. Kiara tersenyum pada paman itu dan meraih tanganya, secara reflek paman itu memeluk Kiara dengan erat dan berusaha menenangkannya.

Suasan sudah mulai kondusif, orang – orang sudah tidak lagi memperhatikan Kiara.

Kiara dan paman yang mungkin sudah berusia diatas 50 tahun duduk dipinggir jembatan.

“ Terima kasih paman telah meyakinkanku, bahwa hidupku berharga dan telah mengingatkanku pada orang tuaku.” Ucap Kiara lembut sembari tersenyum.

Paman tersenyum dan mengelus kepala Kiara.

“ Tidak masalah, Paman tau apa yang kamu rasakan. Memang tidak mudah hidup sebatang kara dan tak punya kerja. Setiap orang pasti akan berpikir sepertimu, tapi tidak semua orang tergoda untuk melakukannya.” Ucap Paman sembari tersenyum.

Kiara tersenyum malu atas apa yang telah Ia lakukan, sangat bodoh dan memalukan.

“ Tapi Paman mengapa kau tau kalo Aku tidak punya kerja? Apa Paman seorang indigo?” Tanya Kiara heran.

Paman tertawa mendengar apa yang Kiara tanyakan.

“ Tidak sulit untuk Paman menebak apa yang kamu alami, melihat map coklat ditanganmu itu sudah menjelaskan segalanya.” Jawab Paman tersenyum.

Kiara melihat ke Map dan baru menyadarinya. Lalu suasana terasa canggung saat tak ada topik diantara mereka.

“ Nak, hari sudah mau malam. Kemana kamu akan pulang? Dimana rumahmu?” Tanya Paman lembut mengkhawatirkan Kiara.

Kiara terdiam kebingungan, karena sekarang Dia berada Di Perkotaan sedangkan rumahnya jauh dipelosok desa.

“ Aku tidak tau Paman, rumahku cukup jauh dari sini. Mungkin Aku mencari kos – kosan dengan uang yang Ku punya sekarang.” Jawab Kiara pasrah.

“ Kalo kamu ingin, kamu bisa tidur Di Bus Paman. Maaf Paman sudah terbiasa tidur Di Bus karena rumah Paman juga jauh Di desa.” Ucap Paman.

Kiara sempat diam karena bingung, Ia baru bertemu dengan Paman dan tidak tau apa Paman benar – benar orang baik.

Paman terdiam menunggu jawaban dari Kiara.

“ Baiklah Paman Aku akan tidur di Bus.” Ucap Kiara tersenyum.

Paman seketika tersenyum lega mendengar jawaban Kiara.

“ Tapi Nak sebelum kita istirahat kita harus Ke Terminal Bus, kita istirahat disana.” Ucap Paman.

Kiara mengangguk dan mereka pergi Ke Terminal bus, Di Terminal Bus Kiara langsung tidur sedangkan Paman ia tidur Di Kantin Terminal bersama temannya.

Kiara sangat beruntung bertemu Paman, sosoknya yang sangat baik dan menyemangatinya mengingatkan Kiara pada sosok Ayahnya. Dalam kedinginan Kiara diselimut erat – erat pemberian Paman, walau tidak nyaman tapi tidak ada pilihan lain.

Kiara terlelap tidur, dan tiba – tiba Ia berada di tengah Kota yang sangat asing. Kota yang sangat aneh dipenuhi oleh orang – orang yang bermuka dingin dan tampak serius.

Kiara berjalan menyusuri Kota, lalu dikejauhan Ia melihat Ibunya yang menangis berjalan dan dibelakangnya terdapat seseorang yang samar – samar wajahnya sedang teriak seperti marah.

Seketika Kiara berlari hendak menemui Ibunya, namun Ia tersandung.

1
falea sezi
nyimak
xiexie
Selamat datang di cerita novel pertamaku, Happy reading guys.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!