NovelToon NovelToon
Pagar Gaib Pak Boss

Pagar Gaib Pak Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romansa Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Azell

Menikah dengan Aris (28 tahun), seorang bos pertambangan yang wajahnya setampan aktor film tapi sedingin es di kutub utara, seharusnya membuat hidup Maya (24 tahun) tenang. Namun, pindah ke rumah mewah di pinggiran kota justru menjadi awal dari kegilaan hidupnya.
​Aris itu aneh. Dia posesifnya bukan main, tapi bukan ke sesama manusia. Dia melarang Maya keluar rumah lewat magrib bukan karena cemburu, tapi karena takut Maya "disapa" oleh penghuni pohon kamboja depan rumah. Dia memasang CCTV di setiap sudut, bukan untuk maling, tapi untuk memantau pergerakan bayangan putih yang hobi duduk di ruang tamu mereka.
​Maya yang aslinya penakut tapi hobi ngelawak dan hobi menebar gombalan "maut" ke suaminya yang kaku itu, mulai merasa ada yang tidak beres. Apalagi para tetangga—Geng Gibah Bu RT—mulai nyinyir. Mereka bilang Maya itu tumbal pesugihan Aris karena Aris kaya raya tapi istrinya seperti dikurung di istana berhantu.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kabut hitam

Pagi yang seharusnya membawa harapan justru terasa seperti perpanjangan malam yang tak berujung. Matahari yang muncul di ufuk timur tidak berwarna kuning keemasan, melainkan merah pucat, seolah tertutup lapisan tipis debu vulkanik atau asap pembakaran yang tak jelas asalnya. Suasana kompleks benar-benar mati. Tidak ada kicau burung, tidak ada suara mesin motor tetangga yang berangkat kerja, bahkan suara angin pun terdengar seperti rintihan panjang yang tertahan di sela-sela dahan pohon kamboja yang meranggas.

Aris berdiri di ruang tengah, menatap sekeliling rumah mewahnya yang kini terasa seperti penjara bawah tanah. Ia merasakan tekanan udara yang semakin berat, sebuah firasat buruk yang merayap di tengkuknya sejak ia melihat keranda gaib di depan rumah tadi. Ia tahu, kematian Pak Bambang bukan sekadar kebetulan. Di dunia yang mereka tinggali sekarang, kematian adalah undangan bagi entitas lain untuk berpesta, dan janin di rahim Maya adalah hidangan utama yang mereka incar.

"Maya, kemasi barang-barangmu yang paling penting saja. Kita pergi sekarang," suara Aris terdengar berat, serak karena kurang tidur, namun penuh otoritas yang tak terbantahkan.

Maya, yang masih gemetar di sudut sofa, hanya bisa mengangguk lemah. Wajahnya yang pucat tampak semakin tirus. Ia merasa seolah-olah sebagian dari nyawanya telah tersedot oleh sosok "Maya Hitam" yang menerornya tadi. Dengan langkah gontai, ia menuju kamar, namun setiap kali ia melewati cermin atau permukaan mengkilap, ia segera membuang muka. Ia takut melihat pantulannya sendiri yang mungkin saja sudah berubah menjadi sesuatu yang mengerikan.

Saat Maya membuka lemari pakaian, ia mencium bau yang sangat tajam. Bukan bau kamper, melainkan bau tanah basah yang bercampur dengan aroma bunga kamboja yang sudah membusuk. Ia tertegun saat melihat di antara tumpukan bajunya, terdapat segenggam tanah merah yang masih segar, lengkap dengan beberapa helai rambut hitam panjang yang melilit di antaranya. Maya ingin berteriak, tapi suaranya tercekat. Ia segera menutup lemari itu dan berlari keluar kamar tanpa membawa apa pun.

"Mas, di dalam lemari... ada tanah kuburan," bisik Maya saat sampai di depan Aris.

Aris tidak terkejut. Ia hanya memejamkan mata sejenak, menahan amarah yang meledak-ledak di dadanya. Ia tahu pagar gaibnya telah ditembus dari dalam, melalui media yang dibawa oleh orang-orang yang melayat semalam atau mungkin melalui hembusan napas maut dari kematian tetangganya. Ia segera meraih kunci mobil dan merangkul pinggang Maya secara posesif, memastikan tidak ada satu inci pun jarak yang bisa disisipi oleh bayangan gaib.

Mereka keluar menuju garasi. Saat pintu otomatis terbuka, kabut di luar sudah sangat tebal. Jarak pandang tidak lebih dari dua meter. Aris menyalakan mesin mobil SUV hitamnya yang besar, berharap tenaga mesin itu bisa memberi sedikit rasa aman. Namun, saat mobil mulai bergerak keluar dari gerbang rumah, suara aneh mulai terdengar.

*Kreeek... Sreeek...*

Bukan suara mesin, melainkan suara ribuan kuku yang menggaruk bodi mobil. Maya melihat ke jendela samping, dan hatinya hampir copot. Di balik kabut, tampak puluhan bayangan hitam yang menyerupai manusia, berdiri berjajar di sepanjang jalan kompleks. Mereka tidak bergerak, hanya menunduk, namun tangan-tangan mereka yang panjang dan pucat menempel pada kaca mobil, meninggalkan jejak telapak tangan berlumpur yang berbau amis.

"Jangan lihat, Maya! Pejamkan matamu!" perintah Aris sambil menginjak pedal gas lebih dalam.

Mobil itu melaju menembus kabut, namun anehnya, mereka tidak kunjung sampai di gerbang utama kompleks. Jalanan yang biasanya hanya memakan waktu dua menit, kini terasa berputar-putar tanpa ujung. Setiap kali mereka melewati rumah Pak Bambang yang terpasang bendera kuning, rumah itu tampak semakin besar dan gelap. Bendera kuningnya tidak lagi berkibar, melainkan melilit-lilit di tiang seperti ular.

"Mas, kita sudah lewat rumah ini lima kali!" tangis Maya pecah. Ia memegangi perutnya yang mulai terasa kencang. Janin di dalamnya berontak hebat, seolah merasakan ketakutan ibunya.

Aris menggeram. Ia tahu mereka sedang terjebak dalam *Labirin Ghaib*. Ia menghentikan mobilnya tepat di tengah jalan yang sunyi. Ia mengambil botol air mineral yang sudah didoakan, mencampurnya dengan sedikit sisa garam kasar di dasbor, lalu menyiramkannya ke kaca depan mobil.

"Buka jalannya! Jangan halangi darahku!" teriak Aris dengan suara yang menggelegar dari dalam mobil.

Tiba-tiba, kabut di depan mereka tersingkap sejenak, memperlihatkan sosok Pak Bambang yang berdiri di tengah jalan. Namun, Pak Bambang tidak lagi mengenakan baju batik atau kain kafan. Ia berdiri tanpa kulit, otot-otot merahnya terlihat jelas, dan matanya melotot menatap tepat ke arah Maya. Sosok itu membawa sebuah cangkul yang berlumuran darah hitam.

"Pulang... kembali ke tanah..." suara Pak Bambang terdengar seperti suara reruntuhan batu yang jatuh ke dalam sumur tua.

Aris tidak ragu. Sifat brutalnya muncul. Bukannya mundur, ia justru menginjak gas sedalam-dalamnya. Mobil itu melesat menghantam sosok tanpa kulit tersebut. Tidak ada benturan fisik, sosok itu menguap menjadi asap hitam saat tertabrak, namun kaca depan mobil tiba-tiba retak seribu seolah dihantam godam raksasa.

Mereka akhirnya berhasil keluar dari gerbang kompleks setelah melewati portal tak kasat mata yang terasa sangat dingin. Namun, saat mereka sampai di jalan raya, suasana tetap sepi. Tidak ada satu pun kendaraan lain. Lampu jalan berkedip-kedip tidak teratur, dan setiap papan reklame yang mereka lewati berubah menjadi tulisan: *MENUJU LIANG LAHAT*.

Maya menangis sesenggukan, ia merasa dunianya sudah runtuh. "Mas, sampai kapan kita akan dikejar seperti ini?"

Aris menggenggam tangan Maya erat-erat dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap kokoh di kemudi. "Sampai Mas mencabut akar kutukan ini, Maya. Kita tidak akan lari selamanya. Mas hanya membawamu ke tempat yang tidak bisa mereka jangkau, lalu Mas akan kembali ke tanah itu untuk menghancurkan segalanya."

Di jok belakang, tanpa mereka sadari, sosok Danu muncul kembali. Kali ini wujudnya sangat kecil, hampir transparan, dan ia terus memegangi kaki Maya. Danu tampak sangat lemah, seolah seluruh energinya habis untuk menahan " Maya Hitam" agar tidak ikut masuk ke dalam mobil.

Perjalanan mereka baru saja dimulai, dan di kegelapan malam yang akan datang, maut sudah menunggu di setiap persimpangan, siap untuk menagih hutang yang tidak pernah mereka buat. Aris menatap lurus ke depan, matanya tajam dan berbahaya, siap untuk duel dengan siapa pun baik manusia, hantu, maupun takdir itu sendiri.

1
kagome
ya ampun dan kepala tu dan🤣🤣🤣🤣
kurang keras bantingnya, butuh parutan gk? ni aq ada
mayan buat marut kuyang🤣🤣🤣🤣
kagome
uda jato ketiban pot nyungsep lagi diselokan sama sekali gak keren🤣🤣🤣
D_wiwied
lanjut thor makin penasaran ni pdhl aku aslinya penakut bgt 😆
Rima Rose
lanjuut😍😍
Dila Dilabeladila
lanjut thor
Aditya hp/ bunda Lia
kocak Maya ini ... 😂
Aditya hp/ bunda Lia
Masih nyimak penasaran dengan judulnya ... lanjut
D_wiwied
lanjut
Ebott11: Danu itu siapa minm
total 1 replies
D_wiwied
lanjut
D_wiwied
ternyata ibu dan sodara tirinya sendiri biang keroknya
D_wiwied
nah ini poin utamanya, kenapa ga dr kemarin-kemarin to Ris,, cari dalangnya habisi kalo perlu
D_wiwied
sereeemmmm 😱😱😱
D_wiwied
kalo aku sdh lgs auto pindah rumah
D_wiwied
kenapa ada bu rt disini, apa peran dia, ada dendam apa dia sm aris
D_wiwied
masih penasaran awal mulanya bagaimana koq bs ada teror semacam ini, apakah dr sblm pindah rumah sdh ada ancaman dan ketambahan sekarang di rumah baru, lbh spooky kyknya ya 😆😆
D_wiwied
percaya ga percaya sih masalah perhantuan ky gini
D_wiwied
hadir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!