NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi
#harem #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: DUEL DUA MATA SAKTI

Suasana di aula hotel bintang enam itu mendadak berubah drastis saat pintu besar di ujung ruangan terbuka lebar. Langkah kaki yang mantap dan berisik terdengar, memecah ketenangan para kolektor.

Seorang pria muda berambut klimis dengan jas putih gading masuk dengan gaya selangit. Di belakangnya, ada seorang kakek tua yang matanya sayu tapi pancarannya sangat tajam, membawa sebuah tongkat kayu hitam.

"Wah, ramai sekali ya. Hendra, ternyata kamu masih hidup dan berani muncul di sini?" suara itu sombong banget, bikin telinga panas.

Hendra Wijaya ngerasin rahangnya. "Surya Sanjaya... anak ingusan dari keluarga Sanjaya. Mau apa kamu ke sini?"

Surya Sanjaya adalah pewaris utama Sanjaya Group, saingan bebuyutan keluarga Hendra di bisnis barang antik. Dia jalan mendekat, terus matanya tertuju ke Arka yang lagi nyantai nyeruput teh.

"Ini siapa? Supir baru kamu? Atau tukang pijat?" Surya ketawa remeh. "Kenalin, ini Tuan Han. Dia dijuluki 'Mata Elang' dari Utara. Nggak ada barang antik yang bisa lolos dari pengamatannya."

Tuan Han cuma ngangguk kecil, tapi matanya natap Arka dengan tatapan menyelidiki. Arka ngerasain ada getaran aneh—kayak ada energi yang mencoba masuk ke pikirannya. Oh, jadi kakek ini punya kekuatan juga? batin Arka. Dia langsung aktifin mata emasnya, bikin benteng tak kasat mata yang mentalin energi Tuan Han.

Tuan Han sedikit tersentak, langkahnya mundur satu langkah. Dia kaget, tapi langsung balik datar lagi.

"Oke, supaya nggak bosen, gimana kalau kita taruhan kecil?" tantang Surya sambil benerin jam tangan Rolex-nya. "Di meja lelang selanjutnya, ada kategori 'Barang Karun'. Kita masing-masing pilih satu barang yang paling berharga. Siapa yang dapet barang dengan nilai apresiasi tertinggi, dia pemenangnya. Taruhannya... 10 Miliar tunai dan pemenang boleh minta satu hal dari yang kalah."

Hendra mau nolak karena ini berisiko, tapi Arka megang pundaknya. "Terima aja, Pak. Lumayan buat jajan sore."

Surya melotot. "Sombong juga ini bocah! Oke, setuju!"

Lelang barang antik dimulai. Barang-barang yang keluar bener-bener kelas berat: Keramik Dinasti Ming, Pedang Kuno, sampai Lukisan Maestro.

Tuan Han mulai beraksi. Dia ngeluarin sebuah kaca pembesar kuno. Matanya mendadak berubah sedikit kemerahan. Di mata Arka, kakek itu lagi pake teknik "Visi Termal" buat nyari retakan atau umur karbon di tiap barang. Cukup hebat, tapi masih level amatir dibanding gue, pikir Arka.

"Tuan Muda Surya, pilih barang nomor 22. Itu Kendi Giok dari zaman Kaisar Qianlong. Tersembunyi di balik lapisan debunya, ada emas murni," bisik Tuan Han.

Surya langsung teriak, "Barang nomor 22! 5 Miliar!"

Semua orang tepuk tangan. Itu barang bagus. Hendra mulai panik. "Arka, gimana? Kita pilih yang mana?"

Arka kalem aja. Matanya terus scanning ke arah tumpukan barang yang belum dibuka. Sampai akhirnya, matanya berhenti di sebuah kotak kayu yang udah lapuk, isinya cuma sebuah lempengan besi karatan yang bentuknya kayak gantungan kunci pasar loak.

Tapi di mata Arka... BOOM! Lempengan besi itu memancarkan cahaya ungu yang sangat agung, bahkan ada bayangan naga yang melilit di sekitarnya. Ini bukan barang sembarangan. Ini adalah Segel Komando Perang yang hilang seribu tahun lalu.

"Barang nomor 35, Pak. Sikat," ucap Arka pendek.

Hendra melongo. "Itu? Itu besi karatan, Ka! Bahkan juru lelangnya aja ragu mau majang itu."

"Percaya saya, Pak. Itu 'naga' yang lagi tidur," jawab Arka yakin.

"Barang nomor 35! 100 Juta!" seru Hendra ragu-ragu.

Surya langsung ketawa ngakak sampe megangin perutnya. "Hahahaha! Hendra, kamu beneran bangkrut ya? Beli besi karatan? Tuan Han, liat itu! Dia beli sampah!"

Tuan Han ngeliatin besi itu pake mata merahnya, terus geleng-geleng. "Nggak ada energi di situ, Tuan Muda. Itu cuma besi tua biasa. Hendra Wijaya sudah tamat."

Waktunya pembuktian. Surya maju dengan Kendi Giok-nya. Setelah dibersihin ahli restorasi, kendi itu bener-bener cantik. Nilainya ditaksir jadi 15 Miliar. Untung 10 Miliar!

"Gimana, Sampah? Mau nyerah sekarang?" ejek Surya ke Arka.

Arka maju, bawa lempengan besi karatan itu. Dia minta segelas air cuka dan kain kasar. "Perhatikan baik-baik," kata Arka.

Arka nggak cuma ngosrek pake cuka, tapi dia nyalurin energi emas dari tangannya ke besi itu. Krek... krek... Lapisan karatnya rontok dengan sendirinya kayak kulit ular yang mengelupas.

Begitu karatnya ilang, sebuah logam berwarna hitam pekat dengan ukiran naga emas yang sangat detail muncul. Di tengahnya ada batu rubi darah yang bersinar merah menyala.

Seluruh ruangan mendadak panas. Suhu udara seolah-olah naik.

Seorang kolektor tua yang dari tadi diem, mendadak berdiri dan lari ke depan. "Ini... ini Segel Naga Langit! Barang ini hilang saat keruntuhan dinasti terakhir! Nilainya... nilainya nggak bisa diukur pake duit! Kalau dilelang di internasional, ini bisa laku 200 Miliar rupiah!"

Gubrak! Surya hampir jatuh dari kursinya. Muka sombongnya berubah jadi putih kayak kertas. Tuan Han gemeteran, tongkatnya jatuh. "Nggak mungkin... mata saya nggak liat apa-apa tadi!"

Arka natap Tuan Han dengan dingin. "Mata kamu cuma liat kulit, Tuan Han. Kamu nggak liat 'jiwa' dari sebuah barang. Pensiun aja, malu-maluin."

Arka balik badan ke Surya yang lagi syok. "Surya, 10 Miliarnya kirim ke rekening Pak Hendra sekarang. Dan soal permintaan saya..."

Arka senyum sinis, matanya melirik ke arah pintu di mana Siska dan Rendy baru aja masuk karena denger keributan.

"Permintaan saya simpel. Kamu, Surya Sanjaya, harus sujud dan minta maaf ke Pak Hendra di depan semua orang ini. Sekarang."

Suasana jadi makin gila. Siska yang baru masuk langsung mangap liat Arka berdiri di tengah kerumunan orang-orang paling sakti di kota itu, sementara Surya Sanjaya—orang yang bahkan Rendy nggak berani liat mukanya—lagi gemeteran mau sujud di kaki Arka.

Arka... kamu beneran jadi siapa sekarang? batin Siska dengan rasa nyesel yang makin nyesek ke dada.

1
SANG
Berlanjut terus💪👍
SANG
Semangat👍
SANG
Lanjut terus
SANG
like👍
Tang xu
terlalu terbuka soal kekuatannya
the misterius author 🐐: buka dikit aja bg belum semua
total 1 replies
the misterius author 🐐
asik juga nih
SANG
Like, suka
SANG
menarik
SANG
Mampir Thor
the misterius author 🐐: ok bg
total 7 replies
Sules Tiyanto
👍👍,, lanjut Thor,,
the misterius author 🐐: nanti lanjut kan bg
total 1 replies
Gege
dahlah otor menyembah AI buat generate kata..
the misterius author 🐐: bg bukan nyembah itu di gantung cerita nya soal nanti Abraham bakal mati sabr aja
total 1 replies
Gege
yaaah ga dapat duit jadinya si MC.. gass teroos bang 10k kata sekali update...jangan nanggung keluarkan semua...🤭
the misterius author 🐐: fokus perbaiki plot nya sistem si mulut pedas dulu bg
total 1 replies
Manusia Biasa
jadi MC🤣
Manusia Biasa
yakin?? kwk
Manusia Biasa
lanjutt 😂 ditunggu next Thor semangat
the misterius author 🐐: sudah tu thor
total 1 replies
Manusia Biasa
ngakak gw sekilas mikir santet😂
the misterius author 🐐: jangan bg itu paru paru ada gumpalan darah hitam bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
Menarik, novelnya berpotensi masuk jajaran Rekomendasi NT dan halaman beranda

semangat kak👍
the misterius author 🐐: ARKA cocok jadi Sigma 🤣 kak
total 6 replies
Manusia Biasa
potensi menjadi sigma ini mc🗿
the misterius author 🐐: tenang bg nanti bab tertentu ada saingan Clarissa bg 🤣
total 1 replies
Manusia Biasa
seperti biasa🗿
Manusia Biasa
iyalah boss, untuk rakyat jelata kaya kita kita bisa buat generasi beberapa keluarga itu😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!