NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Demi cinta, Hanum menanggalkan kemewahan sebagai pewaris tunggal Sanjaya Group. Ia memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitas aslinya untuk mendampingi Johan, pria yang sangat membenci wanita kaya. Lima belas tahun lamanya Hanum berjuang dari nol, membangun bisnis otomotif hingga Johan mencapai puncak kesuksesan.

Namun, di tengah gelimang harta, Johan lupa daratan. Ia terjebak dalam perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri. Luka Hanum kian mendalam saat pengabdiannya merawat ibu mertua yang lumpuh justru dibalas pengkhianatan, sang ibu mertua malah mendukung perselingkuhan putranya.

Kini, demi masa depan si kembar Aliya dan Adiba, Hanum harus memilih,tetap bertahan dalam rumah tangga yang beracun, atau bangkit mengambil kembali tahta dan identitasnya sebagai "Sanjaya" yang sesungguhnya untuk menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Hanum

Di kediaman Johan, suasana yang seharusnya penuh kemenangan mendadak berubah menjadi kegelisahan bagi sang tuan rumah. Setelah pintu gerbang tertutup rapat, Johan tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia melangkah cepat menuju jendela besar di lantai dua, menyibakkan sedikit celah gorden dengan jari yang gemetar karena rasa penasarannya yang membuncah.

Matanya menyipit, berusaha menembus kaca hitam mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya. Tepat saat itu, sosok pria tinggi berbadan tegap keluar sejenak untuk membukakan pintu bagi Hanum dan anak-anaknya. Meski dari kejauhan dan wajahnya tertutup kacamata hitam serta bayangan pohon, aura wibawa pria itu terasa hingga ke tempat Johan berdiri.

Johan mengucek kedua matanya, berusaha memfokuskan pandangannya. Namun, pria itu dengan sigap kembali masuk ke dalam mobil setelah Hanum duduk di dalamnya.

'Apa jangan-jangan pria itu yang telah membantu Hanum?' batin Johan geram sembari mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih. 'Kalau pun benar, siapa dia dan apa hubungannya dengan Hanum? Cih... sudah kuduga ada orang kuat di belakang wanita itu sehingga dia bisa memutarbalikkan semua tuduhan ku di pengadilan!'

Rasa iri dan tidak tenang mulai merayapi hatinya Johan. Ia yang tadinya merasa di atas angin, kini merasa terancam oleh sosok bayangan yang bahkan belum ia ketahui siapa namanya.

Sementara itu, deru mesin mobil mewah yang membawa Hanum perlahan berhenti di depan lobi kediaman Sanjaya. Aliya dan Adiba turun dengan perasaan campur aduk antara kagum dan ragu. Namun, saat Hanum menuntun mereka menaiki lift menuju lantai tiga, semua keraguan itu telah sirna.

"Ini kamar kalian, Sayang," ucap Hanum lembut sembari membuka dua pintu besar yang saling berhadapan.

Aliya dan Adiba terpaku di ambang pintu. Kamar itu bukan sekedar tempat tidur, namun itu semua adalah istana mungil. Dengan tempat tidur besar yang megah, meja belajar dari kayu berwarna putih yang elegan, serta balkon pribadi yang menghadap ke taman belakang yang luas, kamar itu benar-benar perwujudan dari mimpi-mimpi yang sering mereka ceritakan pada Hanum saat malam hari di rumah lama mereka.

"Bunda..." Adiba menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. "Ini beneran kamar aku?"

"Bunda melakukan semua ini untuk kalian," Hanum tersenyum haru. "Mulai sekarang, tidak akan ada lagi yang berani memarahi kalian atau membuat kalian merasa tidak diinginkan."

Aliya, yang biasanya lebih tegar, tak sanggup lagi menahan tangisnya. Ia menghambur ke pelukan Hanum, diikuti oleh Adiba. Mereka bertiga berpelukan erat di tengah ruangan yang harum aroma mawar itu.

"Terima kasih, Bunda. Terima kasih sudah menjemput kami," bisik Aliya di sela tangisnya.

Di depan pintu, Alvaro berdiri bersandar di bingkai pintu, menatap pemandangan itu dengan senyum lega yang langka. Ia tahu, tugasnya belum selesai. Johan mungkin masih merasa memiliki kekayaan, namun Alvaro sudah bersiap untuk menarik seluruh karpet dari bawah kaki pria sombong itu hingga dia jatuh tersungkur.

'Nikmatilah istirahat kalian, anak-anak," batin Alvaro. "Biarkan Om yang mengurus sampah yang mengganggu hidup kalian selama ini."

Satu babak penderitaan telah ditutup, dan kini Hanum bersiap untuk babak pembalasan yang jauh lebih menyakitkan bagi siapa pun yang pernah menghinanya.

*

*

Malam kian larut, menyisakan keheningan yang menenangkan di kediaman Sanjaya. Setelah memastikan Aliya dan Adiba tertidur pulas di kamar impian mereka, Hanum melangkah menuju ruang perpustakaan pribadi di lantai dua. Ruangan itu begitu luas, dengan jajaran buku setinggi plafon dan aroma kayu Cendana serta kertas tua yang memberikan kesan megah.

Di sana, Tuan Sanjaya dan Alvaro sudah menunggu. Mereka duduk di kursi sofa kulit berwarna cokelat tua yang empuk, menikmati teh hangat di bawah temaram lampu gantung kristal. Hanum mengambil napas panjang, lalu duduk di hadapan dua pria paling berpengaruh dalam hidupnya itu.

"Pah, Kak Al... ada sesuatu yang ingin aku sampaikan secara serius," buka Hanum, suaranya tenang namun penuh ketegasan yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Tuan Sanjaya meletakkan cangkir tehnya. "Katakanlah, Nak, Papah mendengarkan."

"Izinkan aku untuk ikut mengelola perusahaan Sanjaya Group," ucap Hanum dengan lantang.

Seketika, ruangan itu menjadi hening. Tuan Sanjaya dan Alvaro saling berpandangan dengan raut wajahnya yang terkejut. Mereka teringat bagaimana bertahun-tahun lalu Hanum menolak mentah-mentah untuk menyentuh dunia bisnis karena ingin fokus menjadi ibu rumah tangga. Alvaro tahu betul, perubahan drastis ini bukan sekedar keinginannya bekerja, melainkan genderang perang yang mulai ditabuh Hanum untuk meruntuhkan kerajaan kecil milik Johan.

Tuan Sanjaya mengusap lembut kepala Hanum dengan tangan yang sedikit bergetar karena haru.

"Tentu saja, Putriku. Sanjaya Group adalah milikmu. Kau adalah pewaris tunggalnya, dan kau akan menjalankannya bersama Alvaro," ucapnya dengan nada bangga yang tak terbendung.

Hanum berhambur ke pelukan ayahnya, menyembunyikan wajahnya di bahu pria tua itu. "Maafkan Hanum ya, Pah. Selama ini sudah banyak mengecewakan Papah. Tapi Hanum janji, mulai detik ini, Hanum akan menjadi putri kebanggaannya Papah."

Alvaro yang menyaksikan momen itu merasa sebuah beban besar terangkat dari pundaknya. Inilah Hanum yang ia tunggu-tunggu, Hanum yang memiliki taring. Selain itu, pikirannya sebagai pria pelindung merasa lega karena dengan bekerja di kantor yang sama, Hanum akan selalu berada dalam pengawasan dan jangkauannya setiap saat.

"Kak Al," Hanum melepaskan pelukannya dan menatap Alvaro dengan serius. "Menurutmu, butuh berapa lama bagiku untuk bisa menguasai pekerjaan di perusahaan?"

Alvaro tersenyum tipis, matanya berkilat penuh dukungan. "Cukup satu bulan saja, Num. Aku tahu kau wanita yang cerdas. Dulu kau lulusan terbaik, hanya saja kau memilih pensiun terlalu dini demi pria yang salah. Aku dan Asisten Adam akan membimbing mu secara langsung. Bila perlu, aku akan mencarikan sekretaris pribadi terbaik untuk membantu semua pekerjaanmu."

Hanum mengangguk mantap. Tatapannya kini tertuju pada kegelapan di balik jendela perpustakaan, membayangkan wajah Johan yang sombong.

'Nikmatilah masa tenagamu, Johan. Satu bulan dari sekarang, kau tidak akan berhadapan dengan Hanum yang lemah, melainkan Hanum Sanjaya yang memegang kendali atas nasibmu.'batinnya penuh dendam yang terukur.

Malam itu, di bawah saksi ribuan buku di perpustakaan tersebut, Hanum resmi meninggalkan masa lalunya sebagai ibu rumah tangga yang tertindas dan lahir kembali sebagai calon pemimpin raksasa bisnis yang siap menerjang siapa pun yang menghalangi jalannya.

Bersambung...

1
Ma Em
Ayo Hanum gaskeun sebelum Alvaro diambil Deva 😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak akan Bun 🤭
total 1 replies
Teh Yen
kapan jujurnya ini c Hanum duh mau ngelak sampai kapan tentang perasaanmu ke Alvaro Num
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar kak, nunggu waktunya tiba
total 1 replies
Nar Sih
mantapp rencana mu deva ,moga berhasil membuat mereka bersatu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 😁
total 1 replies
Nar Sih
deva dan alvaro pinter memancing hanum biar cemburuu wahh lsnjut kan rencana kalian moga berhasil👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pinter dong kak, biar Hanum sadar 🤣🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Hanum....... bagaikan kura
2 dalam perahu,diluar malu padahal didalam hatinya mau, saking nyaman sama Alvaro,Hanum nggak sadar nyender ke Alvaro 🤔🤔🤔
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sepertinya gak sadar kak, karena kebiasaannya dulu kalau takut suka seperti itu dengan kakaknya 🤣
total 1 replies
neny
saking seru nya baca,,ampe lp kasih penilaian,,semangat kak💪😘
neny: sama2 akak,,semangat terus pokok nya🤍
total 2 replies
neny
cie,,cie yg udh nyaman,,dpt wa dr Deva langsung berbinar deh muka nya🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, bahagianya Hanum 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
makanya kamu juga harus turunkan ego kamu Hanum, kamu harus mengakui jatuh cinta sama Alvaro
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
Deva sukses deh menyatukan mereka😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip 😁😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
eehh salah kirain Deva sejenis blatung nangka ga taunya niat mau bantu Alvaro dekat sm Hanum 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, dia bukan spesies ulat yg menggatal kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Lucu bget sich hanum,,,suka tpi malu..😄😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak, salah satu pengalaman ku dulu saat masih duduk di bangku SMU, suka tapi malu 🤭🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
Hanum kamu bodoh, kamu jatuh cinta sama Alvaro, tapi ego kamu setinggi langit
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
johan benar benar ga tahu diri yaa sok banget🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ember 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
lebih baik jujur sja al dari pada nanti jdi slh paham biar semua jls
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Teh Yen
ih Hanum knp pake engg enakan sama ornag lain sih Deva kan bukan siapa siapa kamu huuh ,, ayo aliya Adiba gagalkan rencana teman ibu kalian yg ingin ngejar om Al yah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Grievance/
total 1 replies
Ma Em
Hanum bodoh atau gimana sih , biar Alvaro jln sama wanita lain biar Hanum cemburu .
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Euis Tea
Hanum cubit nih, malah nyomblangin di Deva, gemes aku sm othornya awas aj klu Alvaro jadian sm si Deva ta cubit othornya 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, kacau 🤣🤣🤣
total 5 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayo jawab jujur Alvaro apa yang dikatakan Deva, supaya Hanum tahu bahwa cintanya ke Alvaro tidak bertepuk sebelah tangan 😏😏😏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!