Sinopsis :
Berlian Puspa Lingga, seorang wanita muda yang mengalami amnesia setelah mencoba bunuh diri karena hubungan toxic dengan mantan tunangannya, Nino Atmaja. Keluarganya merahasiakan tentang masa lalu Berlian untuk melindunginya dari trauma.
Takdir membawa Berlian bertemu dengan Saka Cakra Tama, kakak tiri Nino, pada satu malam yang romantis dan panas. Saka, yang awalnya anti wanita, jatuh cinta dengan Berlian dan berusaha keras untuk memenangkan hatinya. Dengan berbagai cara, Saka mengikat Berlian dengan tali pernikahan.
Lambat laun, hati Berlian pun tertawan oleh cinta Saka. Namun, rintangan hubungan mereka datang silih berganti. Apakah Berlian dapat melupakan masa lalunya dengan Nino dan menerima cinta Saka dengan tulus? Ataukah ingatan tentang Nino akan kembali dan mengubah segalanya?
"Menikahi Kakak Tiri Mantan" adalah cerita tentang cinta, pengorbanan, dan penebusan. Apakah Berlian dan Saka dapat menemukan kebahagiaan bersama ataukah masa lalu akan terus menghantui?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01 : Bunuh Diri
Pengumuman :
Kepada para pembaca author yang tercinta. Jikalau kalian mampir di novel ini. Mohon dukungannya ya untuk author. Dengan cara beri like, vote, subscribe, dan komentar di setiap bab, supaya author bersemangat up cerita seru. ❤️
Tokoh Utama :
1. Berlian Puspa Lingga (23 tahun)
Adalah putri bungsu keluarga Lingga yang manja dan ceria. Ayah Berlian sudah meninggal. Lingga group sekarang dipimpin kakak sulung Berlian. Berlian memiliki tiga kakak laki-laki dan satu kakak sepupu perempuan. Berlian sendiri sudah berpacaran selama tiga tahun dengan Nino dan bertunangan sudah tiga bulan.
2. Saka Cakra Tama (30 tahun)
Adalah CEO Tama group yang kejam dan dingin. Saka Sangat tergila-gila pada Berlian. Meskipun Saka tampak seram diluar tapi dia selalu lembut jika berhadapan dengan Berlian.
3. Nino Atmaja (25 tahun)
Adalah tunangan Berlian yang tidak tau diri. Dia berasal dari keluarga miskin, berkat Berlianlah dia berhasil mendirikan perusahaan properti miliknya hingga bisa hidup enak. Nino jatuh cinta pada kakak sepupu Berlian yang licik.
4. Raima Ananda (23 tahun)
Sejak kecil Raima selalu iri pada Berlian. Dia sepupu Berlian dari pihak ibu Berlian. Dia yatim piatu dan berkat kebaikan Nyonya Elsa Lingga lah dia bisa tinggal di kediaman keluarga Lingga. Tiga kakak laki-laki Berlian tidak suka pada Raima, Berlian pun demikian. Hanya Elsa yang menyukai Raima. Raima tidak pernah mencintai Nino, tapi dia selalu ingin merebut milik Berlian termasuk Nino. Itulah sebabnya, Raima merebut Nino dari Berlian.
5. Miko Tirta Lingga (30 tahun)
Adalah kakak pertama Berlian yang berwibawa sekaligus CEO Lingga group. Dia dingin tapi lembut. Dia selalu melindungi keluarganya.
6. Dirli Tirta Lingga (27 tahun)
Adalah kakak kedua Berlian. Dia bar-bar dan berpenampilan seperti preman. Dirli tidak tertarik pada dunia bisnis. Dia seorang polisi. Dirli juga sangat menyayangi setiap anggota keluarganya.
7. Vito Tirta Lingga (25 tahun)
Adalah teman baik Nino. Vito seorang pria playboy. Dia asisten Miko di kantor. Walau seorang playboy tapi dia tidak terima kalau Berlian-adik tunggalnya disakiti sahabat baiknya.
8. Elsa Lingga (55 tahun)
Adalah ibu Berlian, Miko, Dirli dan Vito. Elsa merasa bersalah pada Raima karena mendiang ayah Raima memberikan jantungnya pada Elsa. Setelah Raima menjadi yatim piatu, Elsa membawa Raima tinggal bersama mereka. Elsa sadar keempat anaknya tidak menyukai Raima, jadi Elsa berusaha menjadi pelindung Raima. Tanpa Elsa tau, dia telah membesarkan ular berkepala dua. Kebaikan Elsa, Raima balas dengan menyakiti Berlian.
9. Juan Athar (40 tahun)
Adalah asisten sekaligus orang kepercayaan Saka. Dia loyal pada Saka, selalu melaksanakan perintah Saka tanpa banyak bertanya.
10. Ella Atmaja (50 tahun)
Adalah ibu kandung Nino sekaligus ibu tiri Saka. Ella adalah ibu tiri kejam yang selalu menyiksa Saka saat kecil. Ella juga membuat ibu Saka meninggal. Ella yang jahat tapi dia merasa menjadi korban. Mereka hidup miskin karena Saka mengambil perusahaan dan harta mereka dan mengubahnya atas nama keluarga Tama, keluarga dari pihak ibu Saka.
11. Dion Atmaja (60 tahun)
Adalah ayah kandung Nino dan Saka. Suami Ella. Dia sama jahatnya dengan istri dan anaknya. Sampai sekarang Dion selalu mencari cara untuk mendapatkan kembali harta kekayaan mereka yang diambil Saka.
***
Air mata Berlian jatuh membasahi pipinya tanpa bisa dibendung. Dadanya terasa sesak bagai ditusuk ribuan pisau tajam mendengar kalimat pedas yang baru saja terlontar dari mulut Nino.
Rasa kecewa yang luar biasa menguasai seluruh jiwanya. Ia merasa telah memberikan segalanya, bahkan nyawa pun rela ia korbankan demi pria itu. Bukan hanya harta, tapi tenaga dan pikirannya pun habis untuk membantu Nino membangun bisnisnya hingga sukses seperti sekarang. Berlian ingat betul, bagaimana ia sampai berlutut memohon pada kakak sulungnya hanya agar sang kakak bersedia menanamkan modal besar untuk usaha Nino.
Namun, apa balasan yang ia terima sekarang? Nino justru tega meninggalkannya demi wanita lain bernama Raima.
"Cinta di hatiku untukmu sudah tidak ada, Berlian," ucap Nino dengan nada datar yang mematikan. "Aku sudah berusaha bertahan. Aku sudah berkali-kali mencoba melawan perasaanku sendiri. Tapi sekarang aku yakin, aku sangat mencintai Raima. Ini bukan salahnya. Ini salahku karena aku jatuh hati padanya. Tolong jangan salahkan dia, salahkan saja aku. Soal hutangku padamu, aku janji akan mengembalikannya sedikit demi sedikit. Lepaskan aku, Berlian."
Setiap kata yang diucapkan Nino bagaikan cambuk yang menyakitkan. Sejak masa SMA, Berlian adalah orang yang pertama kali jatuh cinta dan berjuang mati-matian mengejar cinta Nino hingga pria itu mau menerima hatinya. Ia pikir cinta mereka akan abadi, namun ia salah.
Berlian sadar, kedekatan Nino dan Raima memang sudah tercium sejak lama. Rasa cemburu membuatnya sering melampiaskan kekesalan pada wanita itu, tanpa sadar hal itulah yang justru menjauhkan Nino. Di mata Nino, Berlian hanyalah gadis kaya yang manja dan kejam, sementara Raima adalah sosok polos yang harus dilindungi.
"Nino, aku tidak mau..." isak Berlian, suaranya pecah di tengah tangis. "Aku janji akan berubah, aku akan jadi lebih baik. Sebentar lagi kita akan menikah, Nino..."
Sudah ratusan kali ia memohon, namun setiap permohonannya hanya membuat harga dirinya semakin terinjak-injak. Nino sama sekali tidak tergerak.
"Biar aku yang urus pembatalan pernikahan ini. Aku juga akan jelaskan pada kakak-kakakmu. Maafkan aku, tapi keputusanku bulat. Aku tetap mau putus," tegas Nino tanpa belas kasih.
"Kalau kau tetap memaksakan kehendakmu... jangan salahkan aku kalau aku bunuh diri!" ancam Berlian dengan mata membelalak, putus asa.
Nino justru mendengus kesal, wajahnya tampak jijik. "Itulah yang paling aku benci darimu! Kamu selalu mengancam dengan kematian. Sangat kekanak-kanakan. Terserah! Aku sudah tidak peduli. Kalau kau mati pun, itu bukan urusanku!"
Tanpa menunggu jawaban, Nino bangkit dari kursi, berniat meninggalkan wanita yang pernah ia cintai itu sendirian di meja restoran.
"Nino! Jangan tinggalkan aku!" teriak Berlian, berusaha mengejar langkah pria itu.
"Cukup, Berlian! Lihat sekeliling! Semua orang menatap kita! Apa kau tidak merasa malu?" bentak Nino, menunjuk ke arah para pengunjung yang kini sedang memandang kearah mereka dengan rasa penasaran.
"Aku tidak peduli! Aku tidak mau kehilangan kamu!" teriak Berlian tak peduli.
"Aku ingin putus. Titik."
Dengan wajah dingin dan tanpa perasaan, Nino berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Berlian yang terisak di tengah kerumunan.
Di sudut yang agak jauh, di antara tatapan penasaran para pengunjung, berdiri seorang pria tampan berpenampilan rapi dengan kacamata bingkai tipis di hidungnya. Sorot matanya tajam dan dingin, menatap pemandangan menyedihkan di depannya dengan senyum sinis.
Itu adalah Saka Cakra Tama.
"Apa wanita zaman sekarang memang semurah itu?" ceplos Saka dengan nada meremehkan. "Sudah ditinggalkan, malah mengemis minta diperhatikan."
"Itulah cinta, Presdir. Cinta itu seringkali membuat buta dan tuli," jawab Juan Athar, sekretaris sekaligus orang kepercayaannya, yang berdiri tepat di sampingnya.
Saka terkekeh pelan, penuh sinisme. "Cinta hanya membuat manusia menjadi bodoh."
Kembali pada Berlian, ia berhasil mengejar Nino hingga ke area parkiran. Nino berjalan cepat, berusaha menghindari teriakan wanita itu.
"Nino! Aku akan buktikan! Lebih baik aku mati daripada hidup tanpamu!" teriak Berlian sekuat tenaga.
Namun, Nino tetap mengacuhkannya. Pria itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu dengan keras.
Saat itu, akal sehat Berlian seakan telah hilang tertiup angin. Otaknya dipenuhi keputusasaan yang pekat. Di pikirannya hanya tertanam satu kalimat gila: Jika tidak bisa bersama Nino, lebih baik aku mati.
Dengan mata yang memerah dan penuh air mata, Berlian berlari secepat kilat menuju jalan raya utama di depan restoran. Kendaraan besar dan kecil lalu lalang dengan kecepatan tinggi. Tanpa ragu sedikitpun, ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar di tengah aspal panas, siap mengakhiri hidupnya saat itu juga.
"Dasar wanita gila!" umpat Nino dari dalam mobilnya saat melihat aksi nekat mantan kekasihnya itu.
Berlian memejamkan mata erat-erat, siap menerima ajal. Suara klakson yang memekakkan telinga dan bunyi rem yang melengking sama sekali tidak ia hiraukan. Ia nekat.
BRAAK!!!
Sebuah mobil melaju dengan kencang dan tak sempat mengerem, menabrak tubuh Berlian dengan keras. Tubuh mungil itu terpental jauh ke belakang, lalu terhempas jatuh ke permukaan jalan.
"BERLIAN!!!"
Nino menjerit kaget, wajahnya pucat pasi melihat kejadian mengerikan itu tepat di depan matanya. Tanpa pikir panjang, ia langsung keluar dari mobil dan berlari panik menuju tubuh kekasihnya yang kini tergeletak tak berdaya di aspal.
kecuali Dirli...
baru kali ini ada novel yang ceritanya ada gempa 👍👍👍👍
secara negara kita mank rawan gempa...
kayak saka dulu nikahi Berlian,sekali bertemu langsung sat set nikah 😆
Yuni juga berhati baik,bisa jadi ibu yang baik untuk Diva...