NovelToon NovelToon
Rasanya Menikah

Rasanya Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:270k
Nilai: 4.5
Nama Author: b.e.f

Sashalissa Chalissasea Halim adalah seorang mahasiswa baru yang memiliki cerita pertemuan singkat dengan seorang mahasiswa tingkat akhir, Mas Herdi. Hubungan mereka terjalin dengan baik hingga pada akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan.

Sasha menemukan masalah dalam rumah tangga yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Siapa sangka bahwa rasanya menikah akan berbeda dengan rasanya pacaran. Akankah lebih bahagia atau sebaliknya ?

Mau tau rasanya menikah itu seperti apa ? Mari baca kisahnya di "Rasanya Menikah"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon b.e.f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 : AKU DAN MAS HERDI

Aku adalah mahasiswi yang mengambil jurusan manajemen disalah satu universitas dikota Yogyakarta. Orang memanggilku Sasha. Nama yang paling sederhana saat disebut daripada panggilan lainnya karena namaku sedikit rumit. Sashalissa Chalissasea Halim.

Hari-hariku biasa saja, sampai aku bertemu dengan dia. Dia, seorang mas-mas yang menolongku saat aku terjatuh di parkiran motor.

“Aaakhh..” Pekik suaraku saat aku terjatuh dari motor ketika akan memarkirkannya. Seseorang yang habis memarkirkan motornya berlari kearahku dan menolongku.

“Kamu nggak papa? Sakit nggak kakinya?” Dia menarik tanganku selepas mengangkat motor yang menindih kaki kananku.

“Eh nggakpapa kok mas, cuman lecet dikit hehe.”

“Beneran nggakpapa? Mau dianterin ke klinik kampus dulu nggak?”

“Beneran mas udah nggakpapa.”

“Yaudah lain kali hati-hati ya. Kalo gitu aku duluan.”

“Iya mas.”

Sebenarnya rasa sakit itu tidak seberapa, tapi rasa malunya membuat wajahku tertahan menjadi merah. Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang membuatku memukul kepalaku sendiri.

“Aduh.. lupa!! Kenapa aku nggak ngucapin makasih ya tadi. Oon banget sih kamu Sha. Eh tapi keliatannya mas-mas yang tadi juga lagi buru-buru sih. Tapi kok nggak pernah liat ya? Ah mungkin dari jurusan lain. Parkiran sini kan untuk satu fakultas. Hmm.. yaudah lah”

***

Setelah kelas berakhir, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Saat itu aku akan bersiap-siap untuk pulang. Kemudian Zizi menghampiriku.

Zizi adalah teman satu kelas denganku. Pertama kami kenal saat ospek dihari pertama. Keadaan mengalir begitu saja dan dia sangat enak diajak ngobrol. Sejak hari itu aku dan Zizi menjadi teman baik.

“Sha, kamu langsung pulang nih?” Kata Zizi.

“Iya nih Zi. Takut diomelin kalo telat”

“Hahaha protektif banget orang tua kamu. Padahal aku mau ngajak jalan kamu loh.”

“Yah..Zi.. kamu nggak bilang sih dari kemarin. Tau gitu kan aku bisa izin dulu ke ayah. Besok-besok deh ya”

“Okelah Sha. Yaudah aku juga mau balik kos aja. Ati-ati ya jangan sampe jatuh lagi diparkiran kaya tadi hahaha.” Dia tertawa sambil berlalu pergi.

“Ah dasar si Zizi. Bahagia banget dia tahu temennya malu saat jatuh tadi. Tahu gitu nggak cerita sama dia.”

Tiba-tiba mataku terbawa kepada satu titik dimana aku tidak bisa mengalihkan pandangan. Aku seperti melihat sosok yang tidak asing lagi bagiku. Dia berjalan kedepan yang lama-kelamaan mendekat ke arahku. Tapi dia berjalan agak menunduk dan sepertinya tidak melihatku. Aku ingat sosok itu. Mas-mas yang tadi siang nolongin aku di parkiran.

“Duh sapa nggak ya.. sapa nggak ya…. masa iya sih aku harus pura-pura nggak kenal trus berlalu aja. Ah gak sopan banget dong. Ah bodo ah, samperin aja”

Ketika Mas-mas tadi berjalan kearahku, dia juga melihatku. Sepertinya mata kita bertemu dan inilah saat yang tepat aku mengucapkan makasih ke dia.

“Eh, m-maaf mas, mas yang tadi kan ya? Makasih ya mas udah nolongin aku tadi siang, malah lupa belum sempet bilang makasih hehe.”

“Oh..kamu. Iya sama-sama. Gimana kakinya, udah sembuh? Trus kamu mau kemana ini?”

“Udah nggakpapa mas. Ini aku mau balik pulang mas, soalnya cuman 2 mata kuliah aja, jadinya cepet. Kalo masnya sendiri?” Ucapku sedikit canggung.

“Aku mau balik juga, abis bimbingan tadi.”

“Oh udah semester akhir ya mas?”

“Iya, jurusan manajemen dan udah semester akhir. Kalau kamu?”

“Oh masnya jurusan manajemen juga? Aku juga jurusan manajemen mas soalnya. Tapi kalau aku maba mas hehe. Masih semester 1.”

“Kita malah belum kenalan ya. Kenalin aku Herdi. Herdiansyah Wijaya.” Mas Herdi sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan denganku.

Sambil menjabat tangannya dan tersenyum, aku bilang..

“Aku Sashalissa Chalissasea Halim mas.”

“Hah? Siapa siapa?” Dia sambil senyum simpul dan merasa heran.

“Panggil aja Sasha mas hehe. Ribet namanya”

“Haha nggak kok, lucu nama kamu."

Begitulah pertemuan pertamaku dengan Mas Herdi. Ternyata dia sudah semester akhir yang menandakan dia juga akan segera lulus. Aku kira... aku bisa berteman dengannya karena satu jurusan, tapi aku aja malah baru banget masuk kuliah.

🎬⚘

1
Sus Susyla
klo ibu bejad..anak pasti nurun
Sus Susyla
lebay sih sasha ..ky org bodoh aj
Sus Susyla
fakta y mana ada sih laki2 norml menahan hasrat begitu lama
Sus Susyla
masa udh dewasa fikiran y begtu sasha
Sus Susyla
lanjut
Sus Susyla
udh sm2 dewasa masa iya mp aja takut
dosa loh...suami y d bkn nganggur
Sus Susyla
lisa sndrir nti yg kena batu y
Sus Susyla
reno stres bantuin s lisa
Sus Susyla
emang y buah tdh jauh jatoh dr pohon
ibu bejad anak pun pasti bejad
Sus Susyla
mamah ssakit jiwa🤣🤣🤣🤣🤣anatar ank k neraka
0316 Toiyibah,S,Pd.
hahaha modusss
0316 Toiyibah,S,Pd.
laki laki lucky
0316 Toiyibah,S,Pd.
modusss
0316 Toiyibah,S,Pd.
selamat malam juga,,
Rokhmi Nh
kok lama buanget upx sampai lupa ceritax...🤔 thor...
Rokhmi Nh
syukur alhamdulillah
Rokhmi Nh
🤣🤣🤣🤣🤣ada iklan lewat.....
Rokhmi Nh
ih shasa egois ya...🤔
Rokhmi Nh
lanjut....
Rokhmi Nh
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!