NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15

Aroma maskulin khas kayu gaharu dan desain interior minimalis yang didominasi warna abu-abu monokrom langsung menyambut Xander saat dia melangkah masuk ke dalam apartemen mewah milik Braxton.

Tempat itu terletak di lantai teratas salah satu gedung pencakar langit paling eksklusif di Los Angeles, sebuah kompleks hunian yang terisolasi dari bisingnya dunia luar dan luput dari radar publik.

Tidak ada ornamen yang berlebihan di sini. Semuanya serba dingin, kaku, dan bersih—sangat mencerminkan kepribadian pemiliknya yang masih berusia 16 tahun itu.

Xander mengempaskan tubuh kekarnya ke atas sofa kulit panjang berwarna hitam yang terletak di ruang tengah.

Napasnya masih memburu, tersengal-sengal oleh badai kecemasan yang sedari pagi tadi menggulung logikanya. Di genggaman tangannya, ponsel hitam miliknya terasa sangat panas karena terus-menerus dicengkeram dengan kekuatan penuh.

Pikiran Xander carut-marut. Kabar dari sepupunya di Chicago tentang kegagalan pernikahan Nora, ditambah dengan catatan log panggilan keluar berdurasi tiga menit semalam, membuat jiwanya berada di ambang batas kegilaan.

Dia harus tahu kebenarannya. Dia harus mendengar langsung dari mulut Nora apa yang sebenarnya terjadi semalam dan apa arti dari pembatalan pernikahan itu.

Apakah ini akhir dari penderitaan terlarang mereka? Apakah ini saatnya mereka bisa kembali bersama?

Dengan jantung yang berdegup kencang hingga menimbulkan rasa nyeri di dadanya, Xander menekan tombol panggil pada kontak nomor Nora yang semalam telah dibuka blokirannya.

Dia mendekatkan ponsel itu ke telinga, mendengarkan nada sambung yang berbunyi beberapa kali. Setiap ketukan nada itu terasa seperti detik-detik bom waktu yang siap meledak di dalam kepalanya.

Klik.

Sambungan telepon akhirnya terangkat setelah dering keempat.

Xander menahan napasnya, bersiap mengeluarkan seluruh rentetan pertanyaan yang menyumbat tenggorokannya. Namun sayang sekali, belum sempat dia mengucapkan satu patah kata pun, sebuah salam pembuka dari seberang telepon itu langsung menghantam kesadarannya laksana hantaman palu godam yang tak kasatmata.

"Halo, adik sepupu? Bagaimana kabarmu di Los Angeles?"

Deg.

Suara itu... itu adalah suara Nora. Suara lembut yang selama empat tahun ini menjadi candu bagi hidup Xander. Namun, intonasi suara itu tidak lagi sama.

Tidak ada nada kerinduan yang mendalam, tidak ada getaran keputusasaan yang biasa wanita itu tunjukkan saat mereka bersembunyi di balik bayang-bayang keluarga Stone.

Kata 'adik sepupu' yang diucapkan Nora terdengar begitu jelas, begitu menekankan batasan silsilah keluarga yang selama ini mati-matian coba dihancurkan oleh Xander dengan keberanian gilanya di Chicago dua minggu lalu.

Xander mencengkeram pinggiran sofa kulit dengan tangan kirinya begitu kuat hingga urat-urat lengannya menonjol tajam.

Wajahnya mengeras, sepasang matanya yang berbeda warna berkilat cemas.

"Nora... kau... membatalkan pernikahanmu? Apa itu benar?" tanya Xander dengan suara yang bergetar hebat, mencoba mencari konfirmasi di tengah badai informasi yang simpang siur di otaknya.

"Kabar dari Chicago mengatakan pernikahanmu batal semalam. Katakan padaku, Nora... apa kau melakukannya untukku? Apa panggilan semalam—"

Namun, kalimat Xander belum sempat selesai bergulir ketika sebuah kenyataan yang jauh lebih jahanam terjadi di seberang sana.

Ternyata di seberang telepon sana, Nora tidak sedang sendiri.

Belum sempat Nora membalas ucapan Xander, tiba-tiba terdengar suara bariton seorang pria lain yang merebut paksa ponsel dari tangan wanita itu.

Suara pria yang sarat akan nada kepemilikan yang mutlak dan kepuasan yang sinis.

"Kata siapa pernikahannya batal? Kami tetap akan menikah," ucap suara pria asing itu dengan nada meremehkan yang sangat kental, langsung menusuk ulu hati Xander tanpa ampun.

"Pernikahan kami hanya ditunda sebulan lagi untuk persiapan yang lebih megah, adik ipar. Kau tahu kenapa? Karena bayi kami sudah ada di perutnya sekarang. Jadi, berhentilah mengganggu istri orang."

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon diputus secara sepihak dari seberang sana, meninggalkan suara dengungan kosong yang mematikan di indra pendengaran Xander.

DUARRR!!!

Dunia di sekitar Xander seakan meledak berantakan menjadi jutaan kepingan abu yang tak berharga.

Seluruh pasokan oksigen di dalam paru-parunya menguap dalam sekejap, meninggalkan rasa sesak yang begitu menghancurkan hingga dia merasa seperti sedang dicekik oleh takdir itu sendiri.

Seluruh tubuhnya menegang kaku, wajahnya yang tampan perlahan-lahan berubah menjadi merah padam akibat luapan emosi yang teramat dahsyat bercampur dengan rasa terhina yang belum pernah dia rasakan sepanjang sejarah hidupnya.

Lelucon murahan apa ini?!

Bayi? Suara seorang pria sepagi ini? Dan pria itu mengatakan bahwa anak mereka sudah ada di dalam rahim wanita yang selama empat tahun ini bersumpah hanya mencintai dirinya?!

Kenyataan itu menghantam ego maskulin Xander hingga hancur tak berbekas.

Rasa bersalah yang selama dua minggu ini dia pikul, ketakutan yang membuatnya rela diasingkan oleh Daddy Kaelix dan Mommy Lavender ke Los Angeles demi melindungi nama baik Nora... semuanya berubah menjadi sebuah kebodohan yang teramat sangat menjijikkan.

"Itu artinya... kau mengkhianatiku selama ini, Nora?!" geram Xander, suaranya naik beberapa oktav, meluncur dari tenggorokannya seperti raungan monster yang terluka parah.

Kemarahan yang membutakan mata dan akal sehatnya seketika mengambil alih kendali tubuhnya.

Xander bangkit berdiri dari sofa dengan sentakan kasar. Matanya yang sewarna biru samudra dan abu-abu gelap berkilat penuh kegilaan.

Tanpa berpikir panjang, dia menyambar sebuah vas bunga porselen mahal berwarna putih yang bertengger di atas meja konsol di dekat sofa, lalu melemparkannya dengan kekuatan penuh ke arah dinding beton apartemen.

BRAKKK!!!

Vas porselen itu hancur berkeping-keping di atas lantai, menyebarkan pecahan tajam dan air ke segala penjuru ruangan.

Dari sudut dapur bersih yang tidak jauh dari sana, Braxton—atau yang biasa dipanggil B—yang sedang menuangkan air putih ke dalam gelasnya, sama sekali tidak menunjukkan ekspresi terkejut atau takut.

Remaja berusia 16 tahun itu hanya melirik pecahan porselen di lantai dengan sepasang mata indahnya yang teramat dingin dan datar, seolah-olah kehancuran di depannya adalah hal paling membosankan di dunia.

"Hey, Kak. Jangan merusak barang-barangku," kata Braxton dengan nada suara yang sangat dingin, tenang, dan tanpa intonasi emosi sedikit pun.

Dia meletakkan gelasnya di atas konter dapur, lalu menatap Xander lurus-lurus. "Kau harus menggantinya dua kali lipat. Itu vas edisi terbatas dari galeri seni di Paris."

Mendengar teguran datar dari sepupu mudanya, kegilaan Xander justru semakin menjadi-jadi. Jiwanya yang sedang terbakar oleh api pengkhianatan membutuhkan pelampiasan yang jauh lebih besar untuk meredam rasa sakit di dadanya yang seolah mau pecah.

"Aku akan menggantinya sepuluh kali lipat, Anak AJ! Persetan dengan vas bungamu!" teriak Xander frustrasi, memanggil nama Ayah dari sepupunya itu dengan nada murka.

Tangan kekarnya kembali bergerak liar.

Dia menyambar sebuah patung hiasan kecil dari bahan marmer di dekatnya, lalu kembali membantingnya ke lantai dengan sekuat tenaga.

BRAKKK!!! BRAKKK!!!

Suara hantaman benda keras yang hancur berantakan menggema memekakkan telinga di dalam apartemen mewah yang semula sunyi itu.

Napas Xander tersengal-sengal, dadanya naik turun dengan cepat, dan keringat dingin bercucuran membasahi kaus hitam yang melekat di tubuh tegapnya.

Dia mencengkeram rambutnya sendiri dengan kedua tangan, berjalan mondar-mandir di atas pecahan barang dengan langkah gila.

"Bisa-bisanya dia mengkhianatiku?! Berarti selama ini aku dikhianati?!" racun dalam pikiran Xander keluar dalam bentuk teriakan frustrasi.

"Belum genap tiga minggu aku meninggalkannya dari Chicago... belum genap tiga minggu aku menanggung ini di depan seluruh keluarga besar... dan dia sudah hamil anak pria lain?! Jadi selama empat tahun ini, dia hanya menjadikanku orang bodoh yang menyembah cinta terlarang ini?!"

Rasa sakit karena pengkhianatan itu begitu akut, menusuk langsung ke dalam ulu hatinya, meremukkan seluruh harga dirinya sebagai seorang pria dari dinasti Stone.

Selama ini dia mengira Nora adalah korban dari perjodohan keluarga, seorang wanita suci yang menderita karena mencintai sepupunya sendiri. Namun pagi ini, fakta jahanam membuktikan bahwa Nora telah tidur dengan orang lain sebelum pernikahan itu Dilakukan, bahkan hingga membuahkan janin di dalam rahimnya.

Di tengah amukan emosi yang membakar logikanya itu, ingatan Xander mendadak ditarik paksa kembali ke kejadian semalam di penthouse Alceena.

Kata 'hamil' dan 'bayi' yang diucapkan pria di telepon Nora memicu sebuah reaksi kimia yang aneh di dalam benak Xander.

Sebuah kilasan memori tentang bagaimana dia menyentuh tubuh Alceena semalam, bagaimana dia memuja wanita itu di atas ranjang abu-abu dalam kondisi murni tanpa pengaman, mendadak melintas begitu jelas di kepalanya.

Dalam kondisi mental yang sedang menggila dan tidak stabil, Xander berteriak kencang, menantang kekosongan udara seolah sedang berbicara langsung pada Nora di Chicago.

"Kau pikir hanya dirimu yang bisa hamil, Nora?! Kau pikir kau bisa menghancurkanku dengan anak pria itu?!" seru Xander dengan tawa pahit yang terdengar mengerikan.

"Alceena... Alceena kekasihku juga mungkin saja sedang hamil anakku semalam! Aku menidurinya dengan seluruh jiwaku, dan dia bisa saja mengandung pewarisku saat ini juga!"

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Xander tanpa dia sadari—sebuah kalimat impulsif yang keluar murni dari insting pertahanan egonya yang menolak terlihat kalah di hadapan pengkhianatan Nora.

"Alceena?"

Sebuah suara dingin dari arah belakang seketika menghentikan langkah gila Xander.

Braxton yang sedari tadi hanya menyimak amukan sang kakak sepupu dengan tatapan datar, kini menaikkan sebelah alisnya.

Kalimat terakhir Xander rupanya berhasil memicu sedikit rasa ingin tahu di dalam ekspresi beku remaja berusia 16 tahun itu.

Deg.

Mendengar Braxton menyebut nama itu, Xander seketika terpaku di tempatnya berdiri.

Langkah kakinya membeku di atas serpihan porselen. Kesadaran Xander seolah ditarik paksa kembali ke realita oleh sebuah tamparan tak kasatmata.

Dia menggila.

Xander menurunkan kedua tangannya dari kepala, menatap kosong ke arah dinding.

Jantungnya berdegup dengan ritme yang aneh.

Di saat dunianya sedang dihancurkan oleh pengkhianatan Nora—wanita yang dia puja selama empat tahun—mengapa... mengapa dalam kondisi sehancur ini, mulut dan otaknya malah secara refleks menyebut nama Alceena?

Dan apa tadi katanya? Kekasihnya?

Xander mengingat kembali bagaimana dia membentak Alceena tadi pagi, bagaimana dia menuduh wanita itu dengan kata-kata kejam sebagai wanita licik yang sengaja merusak hubungannya dengan Nora melalui telepon semalam.

Dia mengingat bagaimana Alceena menangis menahan terhina, dan bagaimana wanita itu bersumpah demi sisa kehormatan hidupnya bahwa dia tidak pernah menekan tombol hijau untuk mengangkat telepon tersebut.

Dan sekarang, setelah tahu bahwa pernikahan Nora ditunda bukan karena rekaman suara pergumulannya semalam, melainkan karena kehamilan Nora dengan pria lain... seluruh tuduhan kejam Xander pada Alceena tadi pagi seketika berubah menjadi sebuah kekeliruan yang sangat fatal dan memalukan. Alceena tidak bersalah.

Panggilan tiga menit semalam murni sebuah ketidaksengajaan, dan Alceena tidak pernah berniat menjebaknya.

Saat seperti ini... mengapa aku malah mengingat gadis cerewet itu? batin Xander, rasa bersalah yang baru dan jauh lebih pekat kini merayap masuk ke dalam hatinya, menggeser posisi rasa sakit atas pengkhianatan Nora.

Dia telah menghancurkan satu-satunya wanita yang semalam memberikan kehangatan tulus untuk menyembuhkan jiwanya.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!