NovelToon NovelToon
Di Hina Karna Miskin

Di Hina Karna Miskin

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Balas Dendam / Konflik etika / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ima susanti

Hidup tak selalu sesuai apa yang kita inginkan.Saat uang dijadikan tolak ukur,saudara pun terasa orang lain.Saat kita berada dibawah tak ada yang mau mengakui saudara tapi saat kita punya segalanya semua sanak saudara datang mendekat. "Kau harus sukses nak,biar bisa membeli mulut-mulut yang sudah menghina kita"kata-kata dari ibu masih terngiang sampai sekarang.

Sandra terlahir dari keluarga miskin dan selalu di hina oleh adik ipar sendiri. Mereka selalu menganggap bahwa orang miskin itu tidak pantas bersanding dengan keluarga mereka.

Nasib siapa yang tau,sekarang boleh di hina karna miskin tapi kita tidak akan pernah tau kedepannya seperti apa. Lalu bagaimana nasib Sandra apakah ia bisa membeli mulut - mulut orang yang menghina keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Disaat langit masih gelap,sayup-sayup terdengar suara azan menandakan waktu subuh telah masuk.Ku seret kaki perlahan menuju kamar mandi untuk berwudhu,lalu melaksanakan kewajiban dua rakaat.Tak lupa  berdoa kepada sang pencipta dan diakhiri dengan membaca mushaf yang sudah menjadi kebiasaanku selama ini.

Tak lama kudengar suara ibu memanggil "San kamu udah bangun nak?Buruan udahh siang,udah sholat belum?"

"Udah bu"bergegas aku keluar mendekati ibu yang sedang membuat sarapan untuk kami.Walau sarapan sederhana kami bersyukur masih diberi rezeki.

"Wah kayanya enak nih,jadi ga sabar pengen sarapan masakan ibu."aku duduk di samping ibu.

"Rima mana San,kok belum keliatan?Cicit ibu tidak melihat keberadaan putri keduanya.

"Bentar lagi juga kesini bu."jawab Sandra membantu ibu menyiapkan sarapan.

"Huum  harum, adek udah laper bu,mana nasi goreng buat adek?"suara cempreng si kecil terdengar dari arah belakangku.

Ibu dengan telaten menaruh nasi goreng buatan beliau dipiring kami.Kami makan dengan lahap hanya denting sendok beradu dengan piring terdengar. Nasi goreng kampung kesukaan kami berdua.

Selesai sarapan Sandra membereskan piring-piring bekas sarapan baru menghampiri ibunya yang tengah merapikan baju - baju mereka di lemari.

"San nanti siang kamu jadi kan kerumah bibi ita?"ibu bertanya.

"Insya Allah bu,nanti setelah sholat dzuhur aku kesana sekalian bawa adek ya bu ga apa - apakan?"tanya Sandra.

"Ya sudah,kalau begitu ibu berangkat duluan ya.Jangan lupa kamu berbenah baru menyusul ibu ke sana." titah ibu .

Ibu menganti pakainya dengan pakaian yang sedikit layak walau sudah lusuh tapi masih pantas."Assalamualaikum."pamit ibu.

"Waalaikumsalam."Jawab kami berbarengan, kulihat punggung ibu semakin jauh dan menghilang di tikungan.Aku bergegas berbenah supaya nanti siang sebelum kerumah bibi ita pekerjaan rumah sudah beres dan rapi.

Disela-sela pekerjaanku,ku lihat adek ku tengah asik bermain dengan mainannya.Walau mainan sederhana sudah cukup membuat dia tersenyum bahagia.

Tak terasa waktu dzuhur telah tiba,terdengar suara azan dari mesjid yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah.Perlahan aku ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajiban empat rakaat dan tidak lupa berdoa mengadu kepada sang pemilik.

"Rima,mau ke ibu ga?.Tapi sebelum pergi rapikan dulu mainannya ya."Ujarku sambil tersenyum pada adik perempuanku yang masih berusia enam tahun.

"Hore....hore,kita ke ibu."Rima berteriak senang,mengikuti perintah sang kakak dengan senyum terbit di bibir mungilnya.

Di bawah teriknya matahari kami berdua berjalan menyusuri jalan pintas menuju rumah tante Ita dimana ibu ikut membantu masak - masak di sana.

Begitu ramai sanak saudara dan para tetangga yang berkumpul di sana karna disana akan diadakan selamatan aqiqah anak bungsu bibi Ita.

Rima berlari kecil saat melihat ibu,aku hanya berdiri mematung melihat ibu yang bercucuran keringat.Sementara saudara yang lain terlihat duduk-duduk santai sambil bercanda dan sesekali diselingi tawa.

Ibu tersenyum melihat kedatangan kedua putrinya,dan merentangkan tangan memeluk Rima yang berlari kearah ibu.

"Kalian udah makan?"Seru ibu saat aku menghampirinya. Aku mengangukkan kepala mengiyakan.

"Ibu."Lirih sandra.

"Hmm....?"Sahut ibu.

Aku menghembuskan nafas yang ku rasa agak sesak melihat pemandangan yang ada didepan mataku saat ini.

" Ibu masih lama?"tanya Sandra gusar.

"Dikit lagi juga selesai,ada apa nak?"tanya ibu lembut.

Netraku melihat begitu banyak makanan yang tersaji di prasaman yang mengungah selera. Aku kasihan melihat Rima sepertinya sangat ingin memakan sajian prasmanan tapi itu tidak mungkin yang ada malah mendapat hinaan dari yang punya hajat jika kami mengambil makanan prasmanan.

...****************...

Selamat datang di karya terbaru Ima Susanti,moga cerita yang di suguhkan di sukai oleh pembaca setia karya dari author.

Like dan komen kakak - kakak semua merupakan penyemangat bagi author dalam menulis bab selanjutnya😘😘🙏🙏

1
Rea Sitta
Luar biasa
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Enok Renmaur
jgn" yg nabrak lari suruhan si ria yg syok kecantikan n syok brkuasa tu y.....
Ima Susanti: /Sly/
total 1 replies
Suryany Yany
kasih bahus lg tulisan nya dn kasih tegang bukan seperti ini ceritanya cuma putar2
Ima Susanti: Maaf kk😔🙏
total 1 replies
Suryany Yany
aduuuh aska km harus hati2km main cantik klw perlu wati bikin km celaka malah km balik ke sama wati maksudnya senjata mkn tuan..kn km pintar tunjukn klw km pintar.
Ima Susanti: /Ok//Good//Pray/
total 1 replies
Suryany Yany
eeeeeeh thor mabuk yahh ini cerita nya.gima mn yahh bukan nya aska sdh thu tentang mm dan pp nya kn kenapa ini malah.aska bertanya lg sm mm nya.cerita di putar2.tida jls begini sih....malah gelantur tida jls begini.klw bikin alluer cerita bagus.dn tulisan nya yg jls ini tulisan nya tunggal kita yg kasih bisa maksud dn mkn nya aduhuh.bg mn mau dpt cuan bnyak klw begini thorrrr thor
Ima Susanti: memang sudah kk, tp ga detail ia belum tau kk. Karna memang Sandra tdk mau membahas kelakuan suaminya lg
total 1 replies
Suryany Yany
makan nya cepat hamil sudah lama nikah belum ada tanda2 hamil bukanya kecelakaan itu sdh lama ini ko belum ada tanda2 hamil lg sihh
Ima Susanti: blm di kasih kepercayaan kk😊
total 1 replies
Suryany Yany
kayak nya ridho orng pencemburubuta.orng nya tida bisa sbaran.dn tida langeng.seperti nya begitu semoga dj tida ada anak dri ridho.dn bisa kembali dengan raka sj
Ima Susanti: aamiin
total 1 replies
Suryany Yany
tulisan nya kurang di mengerti..
Ima Susanti: Maaf kk🙏
total 1 replies
Suryany Yany
iyah mending pergi dengan ridho...biar di bilang klw ridho suami sandra
Ima Susanti: /Ok//Pray/
total 1 replies
Suryany Yany
iyah thor sndra dengan ridho sj thor semoga sj bejodoh 😊😊
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
Mak Jeje
koq jadi joni bukannya td sepupu namanya ali
Ima Susanti: Maaf mungkin thor salah tulis kk,terimaksih koreksinya kk😘🙏
total 1 replies
Mak Jeje
ceritanya koq mbulet ya ...bukannya tadinya aksa udah dicerutain sm raka tentang masa lalu kenapa kedua ortunya berpisah
Ima Susanti: garis besarnya kk, detailnya ia tidak tau
total 1 replies
Wiwik Retno Eni
Luar biasa
Ima Susanti: /Pray//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Reva Lina Musa
masih mending mama nya gak punya pikiran, apa gak di hasut oleh istrinya ya agar pisah rumah. atau outhor nya yg gak ketik😂
Ima Susanti: Terimaksih koreksinya kk😘🙏
total 1 replies
Arwondo Arni
ya tdk pilih kasihlah sama2 disayang dan Kel kecil mereka saling menyayangi
Ima Susanti: /Chuckle/
total 1 replies
Dinatha
maaf Thor
tolong dipisahkan antara narasi penulis dengan POV tokoh cerita..
biar lebih enak bacanya..
kalau bisa POV dibuat seminimal mungkin
Ima Susanti: baik kkterimakasih saranya🙏🙏
total 1 replies
Dinatha
Sudah sangat bagus kamu rajin ibadah.. dan mencoba belajar untuk sukses Sandra.
Namun jangan jadikan Nawaitu kamu sia sia akan dendam..
karena Dendam adalah sifat utama setan.. cukuplah Allah yang Maha Mengadili
Ima Susanti: /Ok//Pray/
total 1 replies
Dinatha
maaf Thor.
sedikit berbagi atas banyaknya kesalah pahaman di masyarakat.🙏 sebenarnya tidak ada larangan akan air mata kena jenazah..
karena Baginda Rasulullah saja menetaskan air matanya saat Bunda Siti Khodijah meninggal.
yang terlarang dalam Islam adalah tangis berlebihan, meratapi nasib apalagi sampai menyalahkan takdir..
karena semuanya adalah kehendak Allah
Dinatha: Sama sama 🙏
salam kenal 🙏
total 2 replies
Amanah Subardiyana
orang sombong suka menjilat ludahnya sendiri, ngomongnya takut sakit perut makan masakan orang miskin tapi begitu dikasih gratisan ya mau juga
Ima Susanti: 😆😅🤣😂🤣
total 1 replies
Amanah Subardiyana
masakan ibu itu pasti enak krn dimasak dg penuh rasa cinta dan kasih sayang utk keluarga nya
Ima Susanti: betul itu kk, masakan ibu tiada duanya😊😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!