NovelToon NovelToon
Pendekar Hitam

Pendekar Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: F_Septy

Seorang anak yang dijadikan persembahan oleh sebuah sekte aliran hitam, walau fisiknya bagus tapi tidak bisa untuk berkultivasi maka dianggap lemah.

Nasib mengubahnya setelah dia persembahan untuk dewa laut sesuai keyakinan patriak sektenya. Dia bertemu pendekar tua yang mewariskan semua ilmunya.

............

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F_Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# Chuan

  Jatuh pada saat air pasang, membuatnya hanya pingsan. Terdampar pada pada pasir halus, setelah terombang ambing oleh ombak. ''tubuh yang baguspun ternyata harus remuk juga setelah jatuh dari puncak tebing'' guman kakek tua sambil mengangkat tubuh anak itu.

''anak ini masih hidup, semoga aku bisa memulihkannya''

''oh dewa, akan aku gunakan ilmu pengobatan langit dan bumi pada anak ini.''

  Enam bulan sudah seorang kakek tua mengobati anak malang ini. Berbagai cairan obat yang diramunya sendiri. Dengan kesungguhan, sepuluh jarum perak ditancapkan berpindah pindah setiap hari, serta dialiri dengan aliran QI nya. ''akhirnya selesai sudah, terima kasih dewa, aku bisa menolong anak ini'' ''tulangnya sudah tesambung, dan lukanya sudah sembuh total''

''obat yang membuat anak ini tertidur akan aku hentikan, paling lama dua hari akan sadar''

  Keesokan harinya, sang kakek tua menyadari ada gerakan kecil pada jari anak malang tersebut. ''buka matamu pelan pelan nak, jangan banyak bergerak dulu'' setelah membuka mata dan menenangkan diri dia pun bertanya ''dimana aku dan kakek siapa''

''aku pemilik gua ini, kamu jatuh dari tebing diatas gua ini''

''apa aku sudah mati kakek''

''tidak, kamu bisa aku selamatkan, coba kamu duduk dulu''

''terima kasih sudah menyelamatkanku, bolehkan aku memanggilmu kakek'' dia pun pelan pelan mulai duduk.

''kek!'' Terkejut dia melihat sosok yang menyelamatkannya, seorang kakek tua yang duduk diatas batu samping tempat dia terbaring sebelumnya. Bukan duduknya, tapi berdiri, karena kakinya hanya sebatas paha.

''anggap saja aku kakekmu sendiri, dan tidak usah terkejut nak, nanti aku ceritakan kenapa aku seperti ini,''

''Berdiri dan coba untuk berjalan, rasakan sendi dan tulangmu'' sambung sang kakek

''sudah baik kek, sepertinya malah tambah kuat''

''makan dulu hanya ada ikan bakar''

''iya kek, ini juga cukup'' sambil menikmati tiga ikan bakar.

''apa kau bisa ingat siapa dirimu dan apa yang terjadi sehingga kamu jatuh dari atas tebing''

''namaku chuan'' dan mulailah dia bercerita ''aku anak seorang wakil tetua sekte racun iblis, sebuah sekte kecil aliran hitam, dari kecil fisikku sudah ditempa oleh ayah, ibu sudah meninggal ketika melahirkanku, umur lima tahun ayah melatihku ilmu pedang, pengobatan dan pengetahuan, walau dalam sekte aliran hitam ayah selalu menekanku untuk tidak mengikuti seperti dia dan berharap usia lima belas tahun sebelum sumpah darah dilakukan aku harus melarikan diri, tapi raut kesedihan  ayahku terlihat ketika aku usia sepuluh tahun, ketika itu ternyata baru disadari kalau aku tidak bisa untuk menjadi pendekar, saat memulai meditasi, tak ku rasakan aliran tenaga dalam ditubuhku'' berhenti berkata tak terasa air mata menetes, sang kakek tetap diam mendengar cerita chuan.    Lanjutnya ''sampai saat hari naas itu tiba, aku yang terlemah dalam sekte terpaksa harus jadi persembahan untuk dewa laut, menurut patriak sekte tiap tahun harus ada persembahan, karena lima puluh tahun yang lalu ada suara tawa yang disertai dengan gempa terdengar dari jurang ini, saat sehari sebelum persembahan ayahku dibunuh oleh tetua sekte karena mempertahankanku'' tak kuasa isak tangispun terdengar.

''oh,,,,'' terlihat juga raut kesedihan di wajah sang kakek

''ini salahku, ini salahku'' katanya

''kakek,,,'' seru chuan sambil menyeka air matanya

''aku akan ceritakan diriku chuan'' ''julukanku dulu tabib iblis,  guruku adalah tabib dewa dari aliran putih, karena kesalahan memberikan ramuan pemikat nafsu pada istri guruku karena ketahuan maka akupun melawan kemarah guru, dua hari kami bertempur karena semua ilmu guru sudah diturunkan maka aku cukup bisa meladeninya, kelicikanku adalah pedang yang aku gunakan sudah diolesi racun, setelah tak kuat menahan racun maka guru pasrah dan mengutukku, bahwa nanti akan sengsara oleh keturunanku sendiri'' menerawang jauh "hari berganti bulan, penyesalan mulai mengusikku yang terjerumus nafsu, akupun berkelana dan akhirnya mukim disatu kota kecil menjadi tabib disana,"

1
Predi Siswanto
cerita itu dari awal biar nggak bolak balik ke masa lalu
Arie Chaniago70
goooooood goooooood up Thor
Arie Chaniago70
up Thor goooooood goooooood mantul Bangettt semangat
Arie Chaniago70
up Thor mantap tingkat kan alur cerita nya biar makin greget
Arie Chaniago70
up Thor mantap tingkat kan terus kualitas ceritanya biar makin seru
Arie Chaniago70
goooooood goooooood mantul Bangettt semangat up Thor 👍👍👍👍🍉🍉🍉
Arie Chaniago70
up Thor mantap
Arie Chaniago70
up Thor mantap habisin aja paman rouyan semua bikin brisik aja
Arie Chaniago70
goooooood goooooood mantul Bangettt
tingkatkan terus kwalitas ceritanya biar makin seru 🌽🌽🌽🌀🌀🌀🌪️🌪️🌪️
Arie Chaniago70
up Thor good good mantap semangat 🙂🙂
Arie Chaniago70
up Thor mantap good good
Arie Chaniago70
good good mantap semangat up Thor hehehehe banyak yg iri banyak juga yg tulus
Arie Chaniago70
good good mantap semangat up Thor hehehehe
Arie Chaniago70
goooooood goooooood mantul Bangettt
Arie Chaniago70
goooooood goooooood mantul Bangettt semangat
Arie Chaniago70
up Thor mantap 🙂🙂🙂
Arie Chaniago70
up Thor mantap,,,,hahaha,,seharunya Jang dulu tapi mau ke atas awan kampung paman mu,,,
Arie Chaniago70
up Thor 🌹🌹🌹♥️♥️♥️♥️🍅🍅🍎🍎🍎♐♐♐♐
Arie Chaniago70
up Thor mantap tingkat kan terus kekuatan kalian semua semangat 🙂🙂
Arie Chaniago70
🍅🍅🍅🍅🌽🌽🌽🌽👍👍👍👍👍💪💪💪💪♐♐♐♐♐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!