Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Rahasia yang Terbongkar, Amarah Sang CEO
Setelah Kevin keluar, Nala tersenyum manis lalu berjinjit kecil untuk mengecup singkat rahang tegas Adrian.
"Sudah jangan cemburu lagi ya, Sayang. aku sepenuhnya milikmu." bisik Nala lembut.
Adrian hanya bisa menghela napas pasrah, menarik Nala kembali ke dalam pelukannya. bersumpah dalam hati tidak akan membiarkan badai apapun merusak kebahagiaan wanita yang teramat dicintainya itu.
Malam semakin larut di gedung Pt Dirgantara megah utama, namun lampu di ruang divisi kreatif tetap menyala terang. Nala, kevin, dan asisten Han masih berdiri di depan layar monitor besar yang menampilkan data pelarian Haryanto alias Boris vance.
Mereka bertiga tahu. ancaman dua tentara bayaran dari Turki yang menyusup ke jakarta, sudah terlalu berbahaya untuk dihadapi secara sembunyi-sembunyi.
BRAKK!
Pintu ruangan digebrak terbuka dari luar dengan sangat keras. Adrian melangkah masuk dengan napas memburu, dan tatapan mata elang yang memancarkan kilat kemarahan luar biasa.
Sifat posesif dan kecurigaannya yang memuncak sejak sore, tadi membuatnya nekat melacak keberadaan calon istrinya malam-malam begini.
"Cukup! apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku?!..."geram Adrian.
Suara yang baritonya menggema dingin di dalam ruangan.
"Matanya menatap tajam bergantian ke arah Nala, Han, kevin....kalian selalu berbisik-bisik di belakangku. seolah-olah aku ini orang asing di perusahaanku sendiri!"
Nala melangkah maju, memegang kedua tangan Adrian yang mengepal erat.
"Adrian, sayang....tolong tenang dulu. kami melakukan ini karena kami ingin melindungimu. tapi sekarang, segalanya sudah terlalu besar untuk kami simpan sendiri."
Ucap Nala dengan nada lembut namun penuh ketegasan.
Kevin menarik napas dalam-dalam, menyingkirkan semua sifat humorisnya. dia membalikkan layar monitor besar menghadap langsung ke arah Adrian.
"Tuan Adrian, lihat ini!.. "
Ini adalah alasan, mengapa kami terus bergerak di belakang anda selama beberapa minggu terakhir.
Adrian mengalihkan pandangannya ke layar komputer. detik itu juga, napasnya seolah terhenti. matanya membelalak sempurna melihat data analisis matriks struktur tengkorak wajah seorang pria paruh baya di Turki.
Meskipun Wajah pria di layar itu sudah berubah total. akibat operasi plastik rekonstruksi wajah di ankara turki, Adrian tidak akan pernah bisa melupakan binar mata iblis dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.
"Haryanto..."bisik Adrian.
Suaranya bergetar rendah oleh amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya. rahangnya mengeras begitu kuat hingga urat-urat di lehernya menonjol tegang.
"Benar, tuan Adrian." timpal asisten Han dengan sikap formalnya yang sigap.
"Berkat bantuan tim jaringan intelijen bisnis dan IT dari papa Angel di New york. kami berhasil melacaknya, penghianat yang dulu merampok 70 persen aset mendiang papa anda hingga bangkrut, kini menggunakan nama palsu Boris vance di turki."
Kevin melanjutkan penjelasan dengan raut wajah serius. "uang hasil korupsi dari mendiang papa anda dulu dipakainya untuk membangun kekaisaran bisnis baru di luar negeri. "
Sekarang kekuasaannya sudah berkembang sangat pesat.di negara-negara Eropa timur dan turki.
Dan karena berita pernikahan megah - mewah anda dengan Nala sudah viral dan diketahui seluruh dunia.
Haryanto panik, melihat anda berhasil bangkit dari nol selepas lulus dari Harvard.
"Dia takut Anda melacaknya setelah pernikahan ini, tuan. "sambung Han.
"Karena itu, dari data terbaru tim papanya Angel. Haryanto telah mengirimkan dua orang kepercayaannya, mantan tentara bayaran Eropa - timur untuk menyusup ke jakarta.
Target mereka adalah mengacaukan stabilitas Pt. Dirgantara megah utama dan sabotase vendor pernikahan di area steril altar.
BAMM!
Adrian menggebrak meja komputer, dengan tangan kekarnya hingga monitor bergoyang.
Kemarahan nya yang selama belasan tahun ini terpendam kini, meluap total bagaikan lava gunung berapi.
"Berani-beraninya bajingan itu mencoba menyentuh hari, bahagiaku dan wanitaku!" geram Adrian dengan mata memerah.
Nala langsung memeluk tubuh. tegap Adrian yang menahan amarah, mencoba menyalurkan kehangatan.
"Sayang" dengarkan aku. kita tidak sendirian lagi sekarang. kita punya kak Han, kak kevin, Angel, dan bahkan jaringan keluarga angel di amerika yang siap membantu kita untuk meruntuhkan kekuasaan Haryanto."
Adrian menarik napas panjang. mencoba menguasai emosinya, ia mendekap Nala dengan posesif dan erat.
Bersumpah dalam hati tidak akan membiarkan, satu helai rambut pun dari calon istrinya terluka oleh ulah penghianat masa lalu tersebut.
"Terima kasih, Kevin....Han, maaf karena sempat mencurigai kalian."
Mulai detik ini, naikan status keamanan kantor dan seluruh area steril pernikahan ke tingkat tertinggi!" perintah Adrian tegas."
Satu jam kemudian, rombongan rahasia itu bergerak menuju rumah kediaman utama keluarga Dirgantara.
Adrian memutuskan untuk tidak menyembunyikan hal ini lagi dari satu-satunya orang tua yang ia miliki.
Di ruang keluarga yang mewah. Nyonya Victoria mendengarkan seluruh penjelasan dari Adrian, Nala, Han, dan Kevin dengan seksama.
Mendengar nama Haryanto disebut sebagai dalang di balik semua ini. air mata sempat mengenang di sudut mata Nyonya Victoria mengingat, penderitaan mendiang suaminya dulu.
Namun, wanita paruh baya yang biasanya tampil gaul dan ceria saat senam pagi itu.
Tiba-tiba menunjukkan wibawa aslinya sebagai mantan istri seorang konglomerat besar. ia menghapus air matanya, lalu menatap putra tunggalnya dengan pandangan mata yang sangat tajam dan penuh keberanian.
"Adrian, Nala, dengarkan mama!
"Ucap Nyonya victoria dengan suara yang tenang namun berwibawa tinggi."
Haryanto mengira kita adalah keluarga lemah yang bisa ia injak-injak dua kali.
Dia salah besar! "pernikahan kalian berdua."
Dua minggu lagi, harus tetap berjalan dengan sangat megah dan tanpa cacat sedikitpun!
Nyonya victoria kemudian menoleh ke arah asisten Han. pastikan tim keamanan bayangan memperketat, penjagaan di sekitar floris toko bunga tempat Sisil bekerja.
Sisil sudah pernah menolongku dari copet. dan sekarang toko bunga tempatnya bekerja, menjadi tanggung jawab dekorasi kita. saya tidak mau anak baik itu ikut terluka karena masalah masa lalu keluarga kita.
"Di mengerti, Nyonya victoria. saya sendiri yang akan mengawasi pergerakan di sekitar floris toko bunga, dan memastikan Nona Sisil tetap aman tanpa menyadari situasi ini."!
Jawab asisten Han sigap. tangannya diam-diam meraba saku jasnya, merasakan keberadaan jepit rambut mawar merah milik sisil yang masih ia simpan - memberikan dorongan tekad yang lebih besar di dalam hatinya untuk melindungi gadis barbar.
Nyonya Victoria tersenyum mantap. menggenggam tangan Adrian dan Nala bersamaan .
"Kita akan bekerja sama. biarkan si penghianat di turki itu mengirimkan tikus-tikusnya ke jakarta."
Kita akan menjebak dan menangkap mereka, tepat di depan altar pernikahan kalian sebagai bentuk pembalasan atas apa yang dia lakukan pada mendiang papamu dulu.
Malam itu, di bawah atap rumah keluarga Dirgantara, sebuah aliansi keluarga dan persahabatan yang teramat solid resmi terbentuk.
Dengan kembalinya fokus Adrian sebagai CEO yang cerdas dan protektif, jaringan internasional keluarga Angel, analisis tajam dari Kevin. serta taktik pengamanan dari asisten Han, perburuan balik terhadap pengkhianat besar dari turki kini siap dimulai.
Waktu pernikahan Adrian dan Nala kini tinggal menghitung minggu. atmosfer di jakarta semakin memanas, setelah penuh keamanan Pt. Dirgantara megah utama mendeteksi bahwa dua tentara bayaran, suruhan Haryanto dari turki telah resmi menginjakan kaki di ibukota.
Sebagai langkah antisipasi darurat, asisten Han menyusun rencana penyamaran yang tidak akan dicurigai siapapun.
Termasuk oleh Sisil sendiri. pagi itu, lonceng di atas pintu floris toko bunga berdenting nyaring.
Sisil yang sedang sibuk memotong batang mawar langsung menengadah.
Matanya membelalak sempurna, melihat pria jangkung berjas rapi yang melangkah masuk.
"Lho? Tuan kanebo kering?" teriak Sisil spontan dengan suara cemprengnya.
Ia meletakkan gunting tanaman dan langsung berkacak pinggang.
"Ngapain kamu ke sini pagi-pagi? mau nagih utang atau mau nyita sepeda tua legendaris ku, hah?!"
Han berdeham kaku. menetralkan debaran jantungnya yang mendadak melompat ugal-ugalan, saat melihat wajah polos Sisil yang terkena sedikit coretan getah daun.
"Jaga ucapan anda! ..Nona barbar. saya ke sini sebagai pelanggan resmi," sahut Han dingin.
"Mulai hari ini, perusahaan kami membutuhkan pasokan bunga mawar premium segar setiap pagi. untuk menghias seluruh meja kubikel dan ruang di lobi utama, demi menyambut para tamu investor asing menjelang hari pernikahan tuan Adrian."
Dusta Han. dengan alasan bisnis yang sangat logis dan rapi. "saya ingin toko ini yang menyediakan semuanya. dan karena anda penanggung jawab lapangan dari Nyonya victoria. anda harus memastikan kualitasnya setiap hari."
Sisil langsung melompat kegirangan, sifat barbarnya lumer digantikan senyum lebar yang manis.
"Wah! serius?! Berarti, omset toko tempat kerjaku bakal naik drastis dong! "
"Bosku pasti senang banget! oke deh, tuan kaku. khusus buat perusahaan bosmu, aku kasih mawar terbaik!" seru Sisil bersemangat.
Tidak menyadari bahwa semua ini hanyalah taktik Han, agar memiliki alasan untuk terus berada di dekatnya dan melindungi selama 24 jam penuh.
Saat Sisil, sedang sibuk ke gudang belakang untuk memilih stok mawar terbaik. Han langsung memberikan kode tatapan mata kepada dua orang, teknisi berpakaian kasual yang sejak tadi menunggunya di luar.
"Cepat pasang di sudut tiang listrik luar. mengarah langsung ke jalan raya depan toko, dan pasang satu kamera tersembunyi di sela-sela pot bunga gantung di lobi depan."
Perintah Han dengan suara berbisik yang sangat tegas.
Para teknisi bergerak dengan cepat kilat yang terlatih. dalam waktu kurang dari sepuluh menit, kamera CCTV mini berspesifikasi militer dengan fitur face recognition (pemindai wajah) telah terpasang dengan rapi. dan tersambung langsung ke iPad milik Han serta sistem komputer di ruang kendali keamanan Adrian.
Han menarik napas lega. saat melihat umpan video di ipad-nya berfungsi sempurna, area sekitar floris toko bunga kini telah masuk dalam zona steril.
Dua tentara bayaran dari turki itu tidak akan bisa mendekati Sisil, tanpa terdeteksi oleh sistem radar keamanan mereka.
"Ini bunga pesanan pertamamu, tuan kanebo!" Sisil kembali dari gudang belakang, menyerahkan seikat besar mawar putih yang sangat indah.
Han menerima bunga itu. namun matanya sempat terkunci pada jemari sisil yang tampak sedikit tergores duri, ada rasa khawatir yang mencubit hatinya.
"Gunakan sarung tangan saat memotong duri Nona barbar. tangan anda bisa terluka," ucap Han ketus. mencoba menyembunyikan perhatian yang teramat dalam di balik nada suaranya yang kaku.
Sisil sempat tertegun mendengar perhatian terselubung itu. wajahnya mendadak terasa sedikit hangat.
"I- iya....bawel banget sih jadi cowok," gumam sisil salah tingkah, memalingkan wajahnya yang merona merah.
Han diam-diam tersenyum tipis dalam hati. meraba jepit rambut mawar merah milik sisil yang masih tersimpan aman di saku jasnya.
Di tempat lain, Angel tidak tinggal diam dalam misi melindungi sahabat SMA nya ini.
Sebagai model internasional dengan jutaan pengikut di media sosial. Angel memanfaatkan kekuatannya untuk membuat floris toko bunga, semakin terkenal dan memiliki perlindungan publik yang kuat.
Siang itu, Angel sengaja mendatangi toko bunga tersebut dengan pakaian super modis. lengkap dengan kamera profesional yang dibawa oleh Kevin yang setia mendampinginya .
"Hai guys! hari ini aku lagi ada toko bunga di jakarta!" seru Angel manja ke arah kamera ponselnya saat memulai live Instagram dan membuat unggahan cerita.
"Kalian tahu gak?" seluruh dekorasi bunga untuk pernikahan megah - mewah sahabatku! Nala, dan CEO Adrian bulan depan.
Ini, lho!..."bunganya fresh banget. dan dirangkai langsung oleh sahabat terbaikku, Sisil!"
Angel merangkul pundak sisil yang masih memegang vas bunga. mengajak gadis itu masuk ke dalam sorotan kamera, dalam hitungan menit, unggahan Angel langsung menjadi viral di kalangan sosialita jakarta dan netizen internasional.
Kolom komentar dibanjiri ratusan pesanan bunga, dari berbagai perusahaan besar yang ingin memesan bunga tempat yang sama dengan sang model dunia.
Kevin yang berdiri di balik kamera tersenyum lebar penuh kekaguman.
Sifat humorisnya kembali meluap saat ia mendekati Angel setelah video selesai direkam.
"Wah, Angel...promosi kamu luar biasa banget. kayaknya setelah ini toko toko ini bakal dijaga ketat sama wartawan juga. si penghianat di turki itu pasti makin frustasi, karena toko bunga ini sekarang jadi pusat perhatian seluruh media jakarta."
"Tentu saja Kevin,"sahut Angel cerdas dengan kerlingan mata manisnya.
"Semakin toko ini terkenal dan ramai dikunjungi orang kaya serta media. maka dua tentara bayaran dari turki itu akan berpikir seribu kali untuk melakukan aksi sabotase kekerasan di sini, kita membuat toko ini menjadi tempat paling aman dengan cara membuatnya paling paling viral!"
Nala yang memantau dari ruang kerjanya di kantor melalui panggilan video tersenyum. dan lega dengan air mata haru yang mengenang, aliansi mereka berjalan sangat sempurna.
Dengan kecerdasan taktik Han yang memasang cctv, kekuatan kepemimpinan Adrian yang memantau dari balik layar. serta strategi viral dari angel dan Kevin, Geng three girls kini berdiri kokoh bersama para pelindungnya di jakarta.
Mereka siap menghadapi badai apapun dari turki, demi mengantarkan hari pernikahan menuju kemenangan yang mutlak.