novel ini menceritakan perjalanan hidup dengan lebih tepatnya kisah cinta yang harus dilalui beberapa orang dan tentunya berbeda-beda.
season 1 dan 2 saya jadikan 1 disini biar mudah bacanya 😊
season 1
menceritakan tentang kisah cinta anak SMA yang baru melewati masa pubertas menuju dewasa
Disini tokoh utama kita yaitu Aji harus menerima kenyataan bahwa sang pujaan hati yaitu Bhinneka harus bersandar dihati pria lain yang tak lain adalah Yusuf seorang pengusaha muda dan juga putra pemilik yayasan sekolah mereka. selain kisah Aji disini juga menceritakan tentang kisah sahabat Aji antara lain yaitu, Sammuel, Lintang, Dika dan Indi
season 2
setelah beberapa tahun Aji memulihkan hatinya, ia pun mulai menerima kenyataan bahwa Bhinneka memang bukan jodoh yang ditakdirkan Allah untuk dirinya, di season ini Aji berusaha mencari tulang rusuknya dan akhirnya Berliana datang, namun saat ia ingin melamar sang pujaan hati,sekali lagi hatinya di uji karena ternyata Berliana lebih memilih pria lain, saat ia mau menata hati lagi tiba-tiba ada wanita yang mengaku sebagai tunangannya dan sebuah perjodohan iseng yang berujung kenyataan.
akankah Aji menemukan tulang rusuknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hari pertama kerja
Seorang pria dengan seragam satpam bertuliskan nama Yanto sedang berdiri di dekat gerbang sekolah membantu guru bk mengawasi murid-murid yg masuk sekolah,ya ini hari pertamanya sebagai satpam di SMA ARINDAYU meski masih bingung namun dia akan tetap menjalankan misi yang telah ia terima.
"sebagai satpam baru kamu harus memantau sekolah salah satunya ya ini mengawasi murid-murid yg masuk dan keluar sekolah serta belajarlah menghafal guru guru dan staf di sekolah ini biar semuanya aman,karna ini adalah sekolah faforit mengerti." ucap pak danu selaku guru bk yg sedang memantau ketertiban murid murid
"siap pak saya akan berusaha" jawab pria tersebut dengan penuh semangat
mereka berduapun melanjutkan tugas pagi itu,namun banyak murid menatap satpam baru itu terlebih lagi yang perempuan.
"ih ganteng banget satpam baru kita,,"
"masih muda,,jadi semangat deh kalau masuk apa keluar sekolah ada yg enak diliat"
"liat namanya di baju siapa"
"ndeso namanya yanto,tapi gak apalah ganteng gini nama bisa diganti"
sayup sayup aku mendengar suara murid perempuan yg lewat didepanku
"sudah jam tujuh kurang 5 menit siap siap nutup gerbang nih" satpam baru itu pun lalu siap menutup gerbang tiba tiba,,,,
"pak jangan ditutup dulu" seru seorang murid perempuan yg berlari melewati gerbang dan sekarang ia sedang berdiri di samping satpam baru dengan eksperi mirip orang habis ketahuan nyolong mangga
"eh bhinneka kamu telat lagi,," ucap pak danu yg sudah siap untuk kembali keruangan nya
"aduh maaf pak danu jangan hukum saya,,saya janji nggak akan telat lagi" jawab bhinneka
"alasan apalagi kamu,,sudah kelas 12 masih aja sering telat niat sekolah gak sih kamu tuh,untung aja pinter,,sebagai hukuman kamu berdiri didekat tiang bendera selama jam pelajaran pertama," terang pak danu
"nasib dah" sahut bhinneka yg mulai melangkah ke arah tiang bendera untuk menjalani hukuman
----------
Bel istirahat pun berbunyi sekolah yg tadi tenang sudah menjadi ramai,di kelas 12 IPA duduk dengan wajah yg pasrah murid terpandai serta termasuk menjadi idola di sekolahan ya siapa lagi kalau bukan Bhinneka
"bhin loe telat lagi,,untung tadi waktu pelajaran bu ade gak bisa ngajar cuman ngasih tugas,,kalau sampe tau kamu telat bisa habis dikasih hukuman loe" ucap Lintang temen akrab Bhinneka yg sudah duduk di samping Bhinneka
"iya,,nih anak telat kenapa sih,,jangan bilang loe kerja malam lagi" sahut Dika yang juga duduk di belakangku sambil menikmati snack yg baru dia beli
"kalau gue gak kerja gimana gue bisa beli buku,dika" dengan nada rendah menjawab
"bhin tolong dong terima bantuan bokap nyokap gue,biar loe gak usah capek capek begini" ucap Indi dengan wajah sendu
"ndi gue kan dah bilang ortu loe dah ngijinin gue tinggal di salah satu rumah meraka aja gue dah bersyukur dan gue nggak mau menambahi beban mereka" lalu Bhinneka tersenyum menatap Indi
"ya dah tapi kalau loe ada masalah loe harus ngomong ke kita ber lima,inget kita ini keluarga ngerti" jawab Indi
Bhinneka bersyukur dipertemukan dengan kelima sahabatnya itu dari Lintang, Dika, Indi, Samuel dan Aji meski mereka ada yang berbeda keyakinan dan juga status sosial tapi mereka tetep mau jadi sahabatnya.
kak follback aku dong😁
daun pepaya kali
Yukk mampir dicerita pertama dan cerita baru ku😊🙏