NovelToon NovelToon
Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Selingkuh / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Putera Mahesa, pria berusia 36 tahun ini tidak pernah percaya dengan apa yang namanya cinta.

Seperti orang yang sedang terkena alergi, jika ada orang yang mengucap atau membahas kata-kata cinta, pria itu seperti terserang gatal-gatal atau bersin-bersin saat itu juga.

Suatu hari, sang ayah memikirkan masa depan anaknya yang sudah hampir menginjak kepala 4, serta memikirkan nasib perusahaannya agar terus memiliki penerus.

Akan tetapi sang ayah tiba-tiba jatuh sakit ketika Putera menolak mentah-mentah permintaannya untuk menikah.

"Aku tidak ingin menikah dan aku juga tidak percaya dengan cinta!" sentak Putera, ketika sang ayah meminta dirinya untuk segera menikah.

Mengapa Putera menolak untuk menikah dan apa alasan pria itu membenci kata-kata cinta?

Apakah Putera akan menemukan pasangan hidup dan siapakah wanita yang berhasil membuat pria itu menyadari jika cinta itu nyata?

Nantikan terus disetiap episodenya dalam Novel berkisah "CINTA ITU NYATA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Panggilan untuk wawancara.

Jakarta, Nopember 2000.

Seorang wanita berusia 21 tahun baru saja keluar dari rumahnya dengan langkah terburu-buru, karena ia mendapat panggilan untuk wawancara mendadak di sebuah perusahaan tempat ia melamar pekerjaan.

Wanita itu begitu senang dan riang gembira, karena setelah sekian lama melamar pekerjaan dimana-mana tempat, akhirnya ada juga perusahaan yang mau melirik lamaran pekerjaannya.

"Hati-hati ya sayang, Mama doakan supaya kamu diterima bekerja disana," doa sang ibu menyertai.

"Terima kasih Ma," balas si anak.

Sepanjang perjalanan menuju tempatnya melakukan interview, ia menghentikan langkahnya sejenak. Ketika melihat seorang pria tua tengah mengalami kesulitan menyeberangi sebuah ruas jalanan yang padat.

Tanpa banyak berpikir, ia bergegas menghampiri sang pria tua itu, lalu menawarkan sebuah bantuan. "Permisi Kakek, apa Kakek mau menyeberang jalan?" tanyanya dengan sopan.

Pria tua itu mengangguk. "Iya, Kakek ingin membeli sesuatu disana," ucapnya sembari menunjuk sebuah minimarket di seberang jalan.

"Baiklah, mari sini aku bantu." Lalu membantu si pria tua itu menyeberang jalan.

...***...

Setibanya di minimarket, si Kakek tua itu ingin jika si wanita muda yang membantunya menyeberang jalan tadi, agar menemani dirinya untuk berbelanja beberapa produk sebentar.

"Mau kan temani Kakek sebentar saja, sampai supir Kakek menjemput kesini?" pinta si Kakek.

"Baiklah," balas si wanita muda itu. Walau hatinya sedikit gelisah ketika melihat jam di pergelangan tangan menunjukkan waktu hampir mendekati jadwal wawancara.

"Semoga tidak terlambat," gumamnya dalam hati.

"Oiya siapa namamu, Nak. Terus mau kemana berpakaian seperti itu?" tanya si Kakek menanyainya.

"Namaku, Lovely. Kakek bisa memanggilku Lyli, aku mau interview di Perusahaan Mahesa Group." balas Lovely.

Si Pria tua lantas memandangi gadis muda cantik dihadapannya. "Oh jadi kamu melamar pekerjaan disana?" tanyanya.

Lovely mengangguk. "Benar, hari ini aku mendapat panggilan mendadak untuk interview dan semoga saja aku diterima bekerja disana."

"Pasti diterima," balas si Kakek itu yakin.

Lovely mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali lalu menarik senyum. "Wah Kakek terima kasih banyak, karena kau telah memberiku semangat. Tapi aku tidak yakin bisa diterima atau tidak, soalnya waktu untuk interviewku sebentar lagi akan dimulai. Kalau berlari juga rasanya tidak akan bisa sampai kesana tepat waktu," ucapnya lesu.

"Jarak dari sini ke perusahaan itu kan cukup jauh, kenapa kamu tidak naik kendaraan umum biar cepat sampai?" tanya Kakek merasa heran.

Lovely si wanita irit itu hanya bisa tersenyum dan membalas tanpa malu. "Sayang uangnya Kek, lagipula aku tidak membawa uang lebih jika harus naik kendaraan umum."

"Kalau begitu pakai uang Kakek saja, itung-itung karena kamu telah membantu Kakek menyeberang jalan dan menemani Kakek belanja disini," ucap si Kakek sembari menyodorkan sejumlah uang.

Lovely menggeleng dan menolak. "Tidak perlu Kek, simpan saja uangnya buat jajan cucu kakek di rumah," balasnya.

Sang Kakek pun hanya bisa melongo dan membatin sendiri.

"Cucu? Dia sudah punya uang banyak, uang 100 ribu ini bahkan tidak ada arti baginya. Sayangnya dia belum mau menikah diumurnya yang sudah lumayan itu."

Lovely menatap wajah sang Kakek yang melamun lalu melambaikan tangan. "Kakek, apa Kakek baik-baik saja?" tanyanya cemas.

Kakek menggeleng dan tersadar. "Oh tidak apa-apa, Kakek hanya teringat sesuatu tentang cucu Kakek."

"Maaf jika ucapanku membuatmu sedih," balas Lovely ketika melihat sang Kakek tua berubah menjadi murung.

"Ah kau tidak berkata salah, jadi jangan meminta maaf kepadaku." Pria tua itu menghela nafas, sembari melihat jam di pergelangan tangannya lalu menatap Lovely.

"Begitukah?" tanyanya ragu.

"Iya ... Kalau begitu pergilah sekarang, tidak usah lama-lama menemani Kakek disini. Karena jemputan Kakek sebentar lagi akan sampai," balas si Pria tua itu lalu mendorong Lovely agar segera pergi.

Lovely membungkuk berkali-kali dan meminta maaf karena akhirnya ia tidak bisa menemani si Kakek hingga jemputannya datang menghampiri.

"Baiklah kalau begitu Kek, aku akan segera pergi dan maaf jika aku hanya bisa menemani Kakek sampai disini," ucap Lovely.

"Ya tidak apa-apa," balas si Kakek dan mengangguk.

Lovely segera berlari, namun karena saking tergesanya. Dia menabrak seorang pria asing yang baru saja masuk ke minimarket, hingga tas jinjing berisi lamaran pekerjaan yang dia bawa terhempas dan berhamburan ke mana-mana.

"Aduh!"

"Maaf," ucap Lovely lalu bergegas mengutip isi dari dalam tasnya yang tercecer.

"Tidak apa-apa," balas si pria asing yang ternyata supir pribadi dari si Kakek tadi dan membantu Lovely mengutip barang.

"Terima kasih," ucap Lovely.

"Sama-sama," balas si supir pribadi Kakek.

Lovely berlari mengejar waktu, namun sayangnya ada sesuatu dokumen penting yang tertinggal di lantai minimarket saat tasnya terhempas tadi.

Sang Kakek yang melihat segera mengambil dan melihat dokumen tersebut, yang ternyata adalah kartu indentitas diri dari Lovely.

"Tuan besar Mahesa, setelah ini anda mau pergi kemana lagi?" tanya si supir Tuan Mahesa.

"Antar aku ke perusahaan," titah sang Kakek alias Tuan besar Mahesa.

...----------------...

Perusahaan Mahesa Group.

Suasana tegang sedang terjadi di dalam sebuah gedung perusahaan Mahesa Group, yang bukan hanya terbesar namun juga ternama di negara ini.

Tepatnya di dalam sebuah ruangan sang bos, dimana ia tengah memarahi habis-habisan salah satu karyawannya, karena telah melakukan pelanggaran sebagaimana telah diatur di dalam perusahaan tersebut.

Walau pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan itu terbilang sepele, namun hasilnya ternyata berdampak buruk bagi si bos sendiri.

Pasalnya si bos merasa gatal-gatal disekujur tubuhnya, akibat si karyawan prianya itu tidak sengaja merayu karyawan wanita dan mengucapkan kata-kata cinta manis, lalu terdengar di telinga bosnya sendiri.

"Maaf Pak, saya tidak sengaja. Lagipula saya tidak tahu kalau ada Bapak di belakang saja," tunduk sang bawahan meminta maaf.

"Potong gajinya!" titah sang bos tegas kepada kepala HRD di dalam ruangan itu juga.

"T-tapi saya tidak sengaja Pak, tolong jangan potong gaji saya. Saya punya dua istri yang harus saya hidupi, bagaimana jika jatah belanja bulanan mereka berkurang nanti," ucapnya memelas.

Namun sang bos nampaknya tidak peduli, malah gatalnya semakin bertambah ketika mengetahui jika anak buahnya memiliki dua istri.

"Menjijikkan, itu deritamu sendiri. Cepat keluar dari sini!" decak sang bos tampan memberi perintah, lalu menatap kepala HRD. "Mana orang yang katanya mau datang wawancara hari ini?" tanyanya.

"Maaf, Pak Putera Mahesa. Sepertinya yang mau interview sedikit terlambat datang," balas Pak HRD.

"Belum bekerja saja sudah terlambat, jika orang itu datang kesini, langsung tolak saja lamarannya. Perusahaan ini tidak butuh karyawan yang tidak disiplin waktu!" titahnya lagi.

"Baik Pak Putera," patuh si kepala HRD lalu kembali ke dalam ruangannya dan segera melaksanakan tugas.

Belum lama setelah itu, Lovely baru saja tiba di perusahaan Mahesa Group. Gadis itu menarik udara sejenak dan mengisi oksigen pada paru-parunya yang kempis karena berlari agar tidak terlambat datang ke perusahaan.

Namun saat Lovely ingin masuk ke dalam, dia tidak diperbolehkan masuk karena jadwal interviewnya telah terlewat.

"Maaf Pak, saya akui kalau saya salah karena terlambat datang kesini. Tapi percayalah, dijalan tadi saya bertemu dengan seorang kakek yang membutuhkan bantuan. Jadi mau tidak mau saya harus membantunya terlebih dahulu," tutur Lovely menjelaskan alasan keterlambatannya.

Akan tetapi kepala HRD perusahaan tersebut tetap tidak mengijinkan Lovely mengikuti wawancara. "Maaf Nak Lovely, tapi peraturan tetaplah peraturan. Saya harap kamu mengerti," ucapnya.

Lovely tertunduk lesu. "Baiklah," ucapnya.

Dengan berat hati wanita itu keluar dari perusahaan Mahesa Group dan menyayangkan sikap sang bos yang memerintahkan anak buahnya untuk menolak dirinya mentah-mentah.

.

.

Bersambung.

1
Alif
klo msh ragu y tinggal nyewa detektif untuk cr tau dong, orang kaya dn pinter satu ini dikit lambat mikir, ini kerjaan othor psti biar kt emosi
Surya Hermawan
Luar biasa
neng ade
tamat nya nanti aja thor .. ingin lihat keseruan disaat mama Diana hamil dan sampai melahirkan .. membuat opa Mahesa semakin bahagia
Noviyanti: hihi, pengennya begitu. cuma karna karya ini sepi jadinya buat yg baru. terima kasih ya sudah baca karya ini sampai tamat 🙏🙏🙏
total 1 replies
neng ade
semoga Putra mau memaafkan mama nya
neng ade
setelah. Feby berhasil menyadarkan Alex semoga Lovely pun akan berhasil juga menyadarkan Putra.. hingga dendam di hati mereka masing2 hilang dan mereka akan akur serta rukun dan damai
neng ade
Feby km harus bisa membuat Alex cinta mati dan bertekuk lutut pada mu agar dia tak mengganggu Lovely
neng ade
semoga benar apa yg di ucapkan nyonya Rosa bahwa dia akan melindungi cucu dan menantu nya dari ambisi seseorang yaitu Alex
neng ade
selamat datang baby Marcell Putra Mahesa...
neng ade
jahat banget tuh si Alex .. semoga aja karma nya cepat datang
neng ade
sukses bobol gawang .. semoga cepat hadir buah cinta mereka ..
😍😍
neng ade
semoga Lovely dan Putra bisa saling menerima dan saling mencintai
neng ade
ternyata Putra blm tau. klo Alex ada dlm masalah ini..
neng ade
mereka ga tau klo si Alex itu yg membebaskan Leo karena dia bos nya dan punya rencana merebut Lovely
neng ade
sekarang ada konflik baru jadi bikin semangat baca nya .. karena ada intrik dlm keluarga yg ternyata Alex adik tiri nya Putra yg punya dendam.. jadi seru nih
neng ade
Putra alergi dngn kata cinta ..
Lovely alergi dngn kata sayang ..
😂😂
neng ade
bodo amatlah terserah penulis aja
😁
neng ade
dua dua nya sama2 egois dan keras kepala .. semoga aja masih ada yg bisa menyatukan mereka .. bu Diana harus turun tangan menasehati putri nya
neng ade
jika di minta baik2 tapi tak di kasih ya si paksa aja lah !
neng ade
ah .. jadi. rumit .. !
neng ade
lucu juga ya Putra dan Lily. awal nya kaya tom & jerry lama2 kedua nya pasti pada bucin 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!