NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prakata

Novel ke2 setelah Love not Scenario

Squel dari novel pertama

Kali ini aku mau bawain cerita novel ini dengan sudut pandang orang ketiga.

Bismillah,

Author masih butuh banyak masukan, jadi untuk pembaca setia jangan sungkan untuk memberi kritik dan saran ...

Dan kisah ini akan segera dimulai, semoga dan semoga cerita ini dapat di terima juga bisa dibaca oleh para pembaca sekalian

****

Tokoh pria; Rudy Firansyah. Lajang berprofesi sebagai dokter. Usia 30 tahun. Punya senyum yang menawan maklum bawaan dari lahir juga tugasnya yang mendukung karena seringnya bersosialisasi dengan orang banyak.

Sementara tokoh wanita yakni Elvina Felicia Soraya. Yang lebih dikenal dengan nama Soraya, berprofesi sebagai artis.

Kemampuan akting masih terbilang pas-pasan, namun wajah cantiknya yang mendukung membuatnya tetap bisa bertahan di dunia hiburan.

Namanya juga kerap diperbincangkan, bukan dalam hal prestasi namun lebih mengarah pada sensasi. Wajah cantiknya sering muncul di layar televisi, sebagai bintang tamu variety show hanya untuk klarifikasi.

Bagaimana kisahnya ikuti saja..

###########

Dering alarm memenuhi seisi ruangan, tubuh Soraya mulai menggeliat sebab terganggu oleh suara yang memekakkan telinga. Tangannya kini mulai meraba, meraih ponselnya guna menghentikan kebisingan.

"Setengah enam pagi," gumamnya.

Ia kemudian beranjak sambil menguap menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dua puluh menit kemudian ia keluar dari kamarnya sudah berganti dengan setelan baju olahraga, serta sneaker sudah ia kenakan. Tak lupa, ia juga menelan satu butir obat yang rutin ia minum setiap paginya.

Keluar dari rumah, ia mulai berlari kecil mengitari komplek tempat tinggalnya. Soraya berlari dengan earphone terpasang di telinga, bait lagu mengalun seiring langkah kakinya, seakan memberi semangat baru di tiap pijakan.

Tak terasa ia sudah semakin jauh melangkah, kini ia telah berada di keramaian. Matanya mengedar, dilihatnya banyak pejalan kaki, anak sekolah, para pekerja hilir mudik di jalanan. Pantas saja karena ia kini sedang berada di trotoar berlanjut ia menyebrang menunggu lampu merah.

Sepuluh menit kemudian Soraya tiba di rumah sebab ia tadi lebih memilih pulang menggunakan jasa ojek online. Bergegas membersihkan diri lalu menuju ruang makan untuk mengisi perutnya.

Sepi, ia terduduk sendiri menikmati sarapan. Usai makan ia beranjak keluar rumah, karena hari ini tak ada agenda apapun ia memilih untuk keluar mencari udara segar.

Awalnya ia memilih menuju ke tempat salon, melakukan perawatan.

"Pagi Cin," sambut pegawai salon dengan gaya khasnya.

"Pagi, cuci rambut kayak biasa," kata Soraya lalu mendudukkan diri di kursi salon yang sudah disediakan.

Tak pakai lama pegawai salon yang sudah sering melayani Soraya mengerjakan tugasnya.

Soraya mulai menikmati pijatan di kepalanya, hingga suara panggilan dari arah sampingnya mulai mengintuksi, dan terpaksa membuatnya membuka mata. Lalu orang di sampingnya mulai bertanya. "Jadi berita di media itu benar?" Disodorkannya ponsel ke arah Soraya.

Tangan Soraya tak bergerak, namun matanya melirik ke arah ponsel.

"Aku sih gak percaya. Itu cuma gosip, jangan dipercaya. Media itu selalu membesar-besarkan. Dibumbui dikit jadi boom! Biar masyarakat awam kayak kita ini terpedaya, mudah dihasut. Padahal itu gak benar kan Cin?" sela pegawai salon menyanggah ucapan orang di sebelah Soraya.

Sementara Soraya hanya menanggapinya dengan tersenyum. Ia sendiri tak mengerti kenapa dirinya bisa diberitakan seperti itu, berita kontroversi melekat pada dirinya. Dan entah, sekarang semua orang sudah berpikiran negatif bila mendengar namanya.

Rasanya sudah tiada mood lagi berada divtempat ini, setelah urusan rambutnya selesai ia memilih untuk pergi.

Hari menjelang siang, ia memilih mengemudikan mobilnya menuju Caffe guna menenangkan pikirannya.

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!