NovelToon NovelToon
Bukan Istri Idaman

Bukan Istri Idaman

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Pernikahan Kilat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Jelita Maheswari, gadis yang kecantikannya selalu tertutupi dengan penampilannya yang sangat sederhana, bahkan terkesan kolot. Dia menerima pinangan dari seorang wanita setengah baya, yang menginginkannya untuk menikah dengan putranya, karena merasa tidak enak untuk menolak permintaan wanita itu. Pernikahan yang semula dianggap akan memberikan kebahagiaan buatnya, benar-benar jauh dari harapan. Gavin Melviano, pria yang dijodohkan dengan Jelita, terlihat sangat tidak menyukainya, karena penampilan Jelita yang benar-benar tidak fashionable. Namun, pria itu terpaksa menerima Jelita sebagai istri, demi supaya harta kekayaan orang tuanya tidak jatuh ke tangan Jelita. Gavin bahkan menuduh Jelita, mau menerima lamaran mamanya, hanya demi harta.

Akankah Jelita bisa bertahan dengan sikap Gavin yang selalu menghinanya? dan apakah Gavin selamanya akan menatap hina Jelita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima permohonan

Jelita bergeming sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling pekarangan rumah mewah bergaya modern tropis yang ada di depannya itu.

"Wah, baru di halaman saja sudah sebegini bagusnya, apa lagi di dalam sana," batin Jelita mengagumi keindahan halaman yang penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni dan terawat dengan baik, bak sebuah taman bunga.

"Lho, Jelita, kenapa kamu masih berdiri di sana, Sayang? Sini, kita masuk ke dalam!" panggil seorang wanita setengah baya yang masih terlihat sangat cantik dan lebih muda dari usia sebenarnya. Wanita itu ialah Melinda yang merupakan istri dari seorang pengusaha sukses dan merupakan nyonya di rumah mewah yang ada di hadapan Jelita kini.

"Iya, Jelita, jangan diam saja di sana!" kali ini yang bersuara adalah seorang pria yang memiliki suara bariton, dan merupakan suami dari wanita setengah baya itu. Pria sukses yang bernama Ganendra Maheswara itu, memiliki segudang bisnis baik di bidang property, perhotelan, Restoran, Cafe dan pendidikan, yang berada di bawah naungan 'The sky Group'.

"Eh, i-iya, Tan, Om!" sahut Jelita, gugup dan kembali melanjutkan langkahnya, dengan mata yang masih tidak berhenti melihat ke sekeliling.

Sesampainya di depan pintu, mereka disambut oleh dua orang wanita, yang membungkukkan badan dengan hormat, sehingga Jelita ikut-ikutan membungkukkan badan membalas rasa hormat yang dia terima dari dua orang wanita tadi.

"Selamat siang, Nyonya, Tuan!" sapa dua orang wanita itu bersamaan, seperti sudah terlatih.

"Selamat siang juga!" sahut

"Ayo masuk, Sayang!" Melinda, meraih tangan Jelita dan mengajaknya masuk ke dalam.

Benar dugaan Jelita, penampakan di dalam rumah itu sangat indah, mewah dan elegan. Semua material dan ornamen-ornamen yang ada di dalam ruangan itu bisa dipastikan adalah mahal.

"Benarkah, aku akan jadi menantu di rumah ini? atau aku hanya mimpi?" bisik Jelita pada dirinya sendiri dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang mengedar memindai setiap sudut ruangan.

Ya, itulah alasan Jelita berada di rumah mewah itu, bukan untuk jadi seorang pembantu, tapi akan menjadi menantu Ganendra dan Melinda.

4 hari yang lalu

Jelita kaget melihat ada dua orang sepasang suami istri yang datang mencarinya ke kontrakan kecilnya, yang dulu dia huni bersama almarhum kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya baru saja meninggal karena tertabrak sewaktu sedang mengais rezeki memulung di jalanan.

"Cari siapa, Bu, Pak?" tanya Jelita dengan sopan.

Wanita setengah baya itu tampak menelisik penampilan Jelita dari atas ke bawah, sampai akhirnya seulas senyuman terbit di bibir merah itu.

"Emm, apa kamu yang bernama Jelita? anak perempuan pak Sidik dan ibu Nurma?"

"Benar, Bu. Ada apa ya? apa kedua orang tuaku punya hutang yang harus aku lunaskan? kalau iya, untuk sekarang aku belum punya uang, Pak, Bu, tapi Ibu sama Bapak tenang saja, aku tidak akan lari dari tanggung jawab. Aku akan tetap membayar utang mama sama papaku,tapi tolong kasih aku kesempatan buat kerja dulu." cerocos Jelita, panjang lebar tidak memberikan kesempatan pada wanita dan pria di depannya untuk menjelaskan kedatangan mereka sebenarnya.

"Maaf, Nak Jelita! Kami datang ke sini, bukan untuk menagih utang kedua orang tuamu, karena mereka tidak memiliki utang sama sekali kepada kami. Kenalkan nama tante, Melinda dan ini suami tante, Ganendra. Kami adalah orang yang tidak sengaja menabrak kedua orangtuamu, dan kami datang ke sini hanya untuk minta maaf,"

Bagai disambar petir di siang bolong, Jelita terkesiap kaget sembari menutup mulutnya hingga mundur beberapa langkah. Air mata yang sudah sempat kering, kini kembali merembes ke luar, membasahi pipinya. Jelita memejamkan matanya untuk sejenak, kemudian dia membukanya kembali seraya menarik napas panjang.

"Pak, Bu. Aku sudah memaafkan kalian berdua, karena ini memang murni bukan kesalahan Bapak sama Ibu. Bapak sama Ibu juga sudah bertanggung jawab membawa mama sama papa ke Rumah sakit, walaupun akhirnya takdir berkata lain," sahut Jelita, tidak menyalahkan sepasang suami istri di depannya itu. Karena dia tahu,mama dan papanyalah yang tiba-tiba menyebrang, hanya demi sebuah botol minuman mineral yang dibuang seseorang dari dalam mobil yang baru saja lewat, sehingga kecelakaan tidak bisa terelakkan lagi.

"Tapi, Nak, kami tetap merasa bersalah telah membuat kamu jadi hidup sebatang kara. Jadi, tante dan suami tante ini, sudah sepakat untuk membawa kamu ke rumah kami dan menjadikan kamu menantu kami. Kamu mau kan?"

Jelita kembali terkesiap kaget mendengar ucapan wanita yang bernama Melinda itu.

"Maaf, Ibu! aku tidak bisa, di samping aku tidak mengenal anak Ibu dan Bapak, aku juga tidak mau menikah dengan seseorang hanya karena rasa bersalah. Aku tulus memaafkan , Bapak sama Ibu dan aku tidak akan menuntut apa-apa," Jelita menolaknya dengan sopan, dan tetap memanggil kedua orang itu Ibu dan Bapak, karena dia merasa tidak seakrab itu untuk memanggil Om dan tante.

"Tapi, Om dan Tante yang mau kamu menjadi menantu kami, Nak. Ini sudah merupakan janji tante, sebelum orang tuamu meninggal. Please , kamu mau ya menikah dengan anak Tante!" Mohon Melinda dengan wajah memelas.

"Tapi, Bu. Aku sama sekali tidak berharap untuk dijadikan menantu oleh Bapak sama Ibu. Aku juga yakin kalau anak Ibu juga pasti tidak mau menikah dengan wanita sepertiku," Jelita bersikeras untuk menolak.

"Nak, kalau kamu tidak mau menjadi menantu kami, aku akan rela bersujud di depanmu, sampai kamu mau. Kalau masalah putra kami, itu urusan kami. Kami yakin dia pasti nurut dan mau menikah denganmu. Aku mohon, Nak!" Melinda nyaris saja menjatuhkan tubuhnya untuk berlutut. Beruntungnya, Jelita langsung menahan tubuh Melinda dengan raut wajah bingung mau berbuat apa.

"Bu, please jangan seperti ini! aku benar-benar__"

"Tolong, Nak! tante yakin kalau kamulah yang sesuai untuk jadi menantu kami." Melinda memotong sebelum Jelita kembali melontarkan penolakannya.

Jelita, terdiam untuk beberapa saat sembari menatap wajah Melinda yang memelas dan penuh harap. Kemudian, terdengar suara embusan napas dari mulut Jelita yang disusul oleh anggukan di kepalanya.

"Baiklah, Bu! aku bersedia!" pungkas Jelita akhirnya dengan nada pasrah, karena benar-benar tidak tega melihat raut wajah wanita itu.

"Terima kasih, Sayang!" sorak Melinda sembari menarik tubuh Jelita ke dalam pelukannya.

"Sama-sama, Bu!" desis Jelita lirih.

"Mudah-mudahan, aku mengamati keputusan yang benar," Jelita membatin dengan tersenyum tipis terkesan dipaksakan.

"Baiklah, om dan Tante pulang dulu. Kami akan menjemputmu, hari Minggu nanti. Untuk membicarakan hal ini pada anak Gavin anak kami," Pria setengah baya bernama Ganendra yang sedari tadi lebih banyak diam itu, buka suara yang disertai dengan senyuman di bibirnya.

"Baik, Pak, Bu! hati-hati di jalan!"

"Jangan panggil kami bapak dan ibu, tapi panggil kami om dan Tante ya!" ucap Melinda sebelum beranjak pergi. Sisa-sisa rasa bahagia karena kesediaan Jelita masih tampak jelas di wajah wanita setengah baya itu.

"Ba-baik, Bu eh Tante, Om!" jawab Jelita, sembari memamerkan senyum termanisnya, walaupun masih tampak jelas rasa terpaksa di senyum itu.

"Good! kami pamit ya!" Melinda dan Ganendra beranjak pergi dengan perasaan lega.

"Mudah-mudahan, putra kalian berdua yang menolak menikah denganku," batin Jelita penuh harap, sembari menatap jejak bayangan Melinda dan Ganendra yang sudah lenyap dari pandangannya.

Akan tetapi, sepertinya apa yang diharapkan oleh Jelita tidak terkabul, buktinya Sepasang suami istri itu kembali datang dan membawanya ke rumah mewah dimana kakinya menapak sekarang.

"Bi, tolong panggilkan Gavin ke sini!" Jelita tersentak kaget, dan jantungnya langsung berdetak lebih cepat dari detak jantung normal, begitu mendengar suara Melinda yang memerintahkan salah satu asisten rumah tangganya untuk memanggil pria yang digadang-gadangkan akan jadi suaminya itu.

Tbc.

Mohon selalu untuk dukungannya ya, guys..😁

1
Fahmi Ardiansyah
yg jelas jelita cantik luar dalam Gavin.
Fahmi Ardiansyah
semoga Gavin pemuda yg mencuri hati jelita sebelum di jodohkan.
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
슈가
Luar biasa
🌹bunda 2A & 2S🌹
lah aneh sih meta dah punya calon suami kok masih blom move on..
🌹bunda 2A & 2S🌹
lucu liat tingkah si gavin.... 😁😁😁
juwita
mampir
Mama Pesek
Luar biasa
lizulfa anjani
yang bab ini kaya pernah baca di cerita apa yh
Ari_nurin
hahaha niatnya memfitnah justru jd bumerang buat diri kamu sendiri Sari.. syukurin malah jd dipecat kamu. ga tau diri bgt ini orang 🤨😁
Sari Ramly
🤭😅
Sari Ramly
Koq bisa secepat itu terbang ke kanada…kan harus urus visa dulu 🤨
Nuraini Nuraini
Luar biasa
phoebe
klo udah bucin bawaannya bahagia teruuuss
phoebe
kok aku yg deg degan
phoebe
sudah ku duga
phoebe
🤭🤭🤭 kok aku yg senyum2 sendiri melihat sikap Gavin 😂🤣
phoebe
ternyata gampang menaklukkan hati mas Gavin... hanya dgn muffin 🧁
phoebe
please jgn pernah cemburu Vin... 😂🤣😂🤣😂🤣😂 Krn itu artinya kamu Udeh sukak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!