Jejak Bintang Di Ujung Mantra
Aurelia hanyalah seorang anak yatim piatu yang diadopsi keluarga penyihir terpandang. Dibesarkan bersama tiga putra berbakat, ia tumbuh ditengah kasih sayang sekaligus harapan untuk menjadi bagian dari keluarga itu selamanya.
Namun takdir berkata lain.
Dibalik senyumnya, Aurelia menyimpan kekuatan langka yang mampu mengubah dunia. Saat masa lalunya perlahan terungkap, ia dipertemukan kembali dengan sosok yang pernah menyelamatkannya di masa kecil—seseorang yang tak pernah berhenti mencarinya, sementara ia telah melupakannya.
Di antara takdir, sihir, dan perasaan yang tak pernah terduga, siapa yang akan dipilih oleh hati seorang penyihir terakhir?
Ambil Saja! Aku Tidak Butuh Pria Brengsek
Pengkhianatan yang di lakukan Ardan Malik pada istrinya, Angelina Putri Thomson, itu adalah awal dari kehancuran diri nya sendiri.
Angelina Putri Thomson, sosok wanita dewasa yang sangat mempesona, Angel bukan hanya cantik tapi juga pintar, cerdik dan sangat menjunjung tinggi harga diri nya, dan jangan lupakan Angel adalah salah satu miliader wanita yang memiliki pengaruh besar di dunia bisnis.
Pengkhianatan yang di lakukan oleh suaminya Ardan Malik, merupakan sebuah penghinaan besar bagi dirinya.
"Ardan berani sekali kamu melakukan ini padaku!" desis Angel meremas handphone nya kuat.
Sorot mata Angel begitu tajam dan dingin, fakta yang baru saja diri nya dapatkan benar-benar membuat darah nya mendidih.
Angel bukan wanita bodoh yang akan diam saja setelah mengetahui pengkhianatan yang di lakukan oleh suaminya, tidak ada sedikit pun air mata di wajah nya, justru yang ada sorot mata tajam penuh kebencian.
Titisan Dewi Sri Yang Dibuang Ayahnya
Dibuang karena bukan anak laki-laki, Sulastri dicap aib keluarga, lemah, sakit-sakitan, tak diinginkan.
Tak seorang pun tahu, dalam nadinya berdenyut kuasa Dewi Sri, sang Dewi Kehidupan. Setiap air matanya melayukan keserakahan, setiap langkah kecilnya menghidupkan tanah yang mati.
Saat ayahnya memilih ambisi dan menyingkirkan darah dagingnya sendiri, roda takdir pun mulai berputar.
Karena siapa pun yang membuang berkah, tak akan luput dari kehancuran.
Sarwendy Gunung Kawi (Part 4)
Malam jahanam di rumah aman itu kian menderu. Tubuh Nur di atas ranjang kayu meliuk-liuk ekstrem dalam posisi yang tidak masuk akal bagi anatomi manusia normal; tulang punggungnya melengkung ke atas h
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 3)
Keheningan lantai delapan puluh penthouse mewah milik Sarwendy malam itu mendadak pecah bukan oleh suara angin gunung, melainkan oleh getaran konstan dari lusinan gawai pintar yang diletakkan di atas
0
1
Sarwendy Gunung Kawi (Part 2)
Sepuluh tahun telah berlalu sejak nisan terakhir dari keluarga kandung Sarwendy tertanam di tanah pemakaman, dan selama satu dekade itu pula, nama "Aura Luxury" tidak lagi sekadar menjadi merek kosmet
0
1
Sarwendy Gunung Kawi
Malam itu, lereng Gunung Kawi tidak menyisakan ruang bagi udara hangat. Kabut tebal turun seperti tirai putih yang menelan pepohonan beringin tua, menyembunyikan akar-akar raksasa yang mencengkeram ta
0
1