Sinar Rembulan
"Neng, mau ya nikah sama anaknya Pak Atmadja.? Bapak sudah terlanjur janji mau jodohkan kamu sama Erik."
Tatapan memelas Pak Abdul tak mampu membuat Bulan menolak, gadis 25 tahun itu tak tega melihat gurat penuh harap dari wajah pria baruh baya yang mulai keriput.
Bulan mengangguk lemah, dia terpaksa.
Jaman sudah modern, tapi masih saja ada orang tua yang berfikiran menjodohkan anak mereka.
Yang berpacaran lama saja bisa cerai di tengah jalan, apa lagi dengan Bulan dan Erik yang tak saling kenal sebelumnya.
Dia Anakku
Ditalak ketika usai melahirkan, sungguh sangat menyakitkan. Apalagi Naura baru menginjak usia 20 tahun, harus kehilangan bayi yang dinyatakan telah meninggal dunia. Bagai jatuh tertimpa tangga dunia Naura saat itu, hingga ia sempat mengalami depresi. Untungnya ibu dan sahabatnya selalu ada di sisinya, hingga Naura kembali bangkit dari keterpurukannya.
Selang empat tahun kemudian, Naura tidak menyangka perusahaan tempat ia bekerja sebagai sekretaris, ternyata anak pemilik perusahaannya adalah Irfan Mahesa, usia 35 tahun, mantan suaminya, yang akan menjadi atasannya langsung. Namun, lagi-lagi Naura harus menerima kenyataan pahit jika mantan suaminya itu sudah memiliki istri yang sangat cantik serta seorang putra yang begitu tampan, berusia 4 tahun.
“Benarkah itu anak Pak Irfan bersama Bu Sofia?” ~ Naura Arashya.
“Ante antik oleh Noah duduk di cebelah cama Ante?” ~ Noah Karahman.
“Noah adalah anakku bersama Sofia! Aku tidak pernah mengenalmu dan juga tidak pernah menikah denganmu!”
Dual Cultivation: Kebangkitan Tubuh Abadi
Ketika Ye Chen berusia 18 tahun, ia membangkitkan tubuh uniknya — Tubuh Pedang Bawaan. Sejak saat itu, jalan menuju keabadian yang ia impikan runtuh seketika!Para santo, dewi, dan wanita iblis dari jalur abadi maupun jalur iblis menjadi gila:
"Siapa pun yang mendapatkan Ye Chen akan mendapatkan jalan menuju langit! Tangkap dia, dia adalah kesempatan kita untuk menjadi abadi!"Sementara itu, hati para cultivator pria hancur berkeping-keping, diliputi rasa iri yang tak tertahankan:
"Bunuh Ye Chen! Lindungi sisa-sisa integritas dunia kultivasi!"Ye Chen hanya bisa mengeluh putus asa:
"Aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang… kenapa kalian malah merampas dan membunuhku? Tunggu… Santo, kita bisa bicara baik-baik, kenapa langsung menyerang?!"
Kosan Nomor 13
Malam itu hujan turun tanpa henti. Raka, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terkenal paling pelit di kampus, akhirnya menerima tawaran kos paling murah di kota. Alamatnya sederhana. Gang Melati N
0
1
Kupilih Jalan Berbeda
Waktu SMP, aku termasuk anak yang ceria banget. Rasanya nggak ada hari tanpa ketawa. Aku gampang akrab sama siapa saja, suka bercanda, dan hampir selalu jadi orang yang paling berisik di kelas. Kalau
0
1
Sandaran wengi [2]
Suasana di ruang tengah rumah joglo itu tegang. Napas Mbah Sastro terdengar tersengal-sengal. Tangannya mencengkeram dada. "Pak Darto! Cepat ke sini!" teriak Bu Lastri. Wajahnya pucat dan air matany
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
33 Aku tersenyum miris, sebuah senyuman sedih yang membuat pertahanan mentalku sedikit retak. "Kau ingat malam di St. Petersburg empat tahun lalu, Viktor?" tanyaku pelan, suaraku mengalun menembus de
0
0