Tumbal Pengantin
Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.
tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.
Transmigrasi: Pesona Istri Galak
Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.
Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.
“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.
Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.
Preman Sekolah Jadi Pewaris
Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.
Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?
"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.
"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.
"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.
"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.
Kosan Nomor 13
Malam itu hujan turun tanpa henti. Raka, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terkenal paling pelit di kampus, akhirnya menerima tawaran kos paling murah di kota. Alamatnya sederhana. Gang Melati N
0
1
Kupilih Jalan Berbeda
Waktu SMP, aku termasuk anak yang ceria banget. Rasanya nggak ada hari tanpa ketawa. Aku gampang akrab sama siapa saja, suka bercanda, dan hampir selalu jadi orang yang paling berisik di kelas. Kalau
0
1
Sandaran wengi [2]
Suasana di ruang tengah rumah joglo itu tegang. Napas Mbah Sastro terdengar tersengal-sengal. Tangannya mencengkeram dada. "Pak Darto! Cepat ke sini!" teriak Bu Lastri. Wajahnya pucat dan air matany
0
0
Gadis mafia dan ceo tampan
33 Aku tersenyum miris, sebuah senyuman sedih yang membuat pertahanan mentalku sedikit retak. "Kau ingat malam di St. Petersburg empat tahun lalu, Viktor?" tanyaku pelan, suaraku mengalun menembus de
0
0