Devan memandang pria tambun yang kini terikat. Di tangannya terdapat beberapa berkas kecurangan beserta nama-nama yang terlibat.
Seringai di wajah pria tampan itu, membuat siapapun bergidik takut. Bahkan pria tambun itu terkencing di celana, hingga tercium bau pesing.
PLAK!
Pria itu terbanting bersama kursinya ke lantai, akibat pukulan Devan.
"Bangs**t!" Teriak Devan menahan muntah.
"Hueeek!" Ken tak kalah mual.
"Ini kah bau kotoran orang yang makan uang haram, Kak?" Tanya Ken menahan rasa mual yang begitu hebat.
Terdengar rintihan dari mulut pria tambun. Kepalanya terasa pusing. Telinganya berdengung setelah mendapat pukulan keras tadi.
"Jak. Siram tempat ini dengan k*rbol!" Teriak Devan memberi perintah.
"Baik, Tuan," ujar Jak yang ternyata juga menutup hidungnya dengan lengan.
Pria tinggi berbalut kemeja dan celana hitam itu, bergegas keluar mencari apa yang tuannya pinta.
Tak lebih lima menit, Jak sudah kembali dan membawa apa yang diminta. Ia segera menyiramkan benda cair itu keseluruh tubuh pria malang, yang masih terbaring di lantai.
Setelah tidak begitu berbau. Ken secara brutal menendang pria tambun itu. Walau tidak langsung mengenai tubuh pria itu. Karena Ken menendang kursi yang terikat bersamanya.
"Affmphhuunhh!" Teriak pria itu tertahan.
"Buka sumpalan mulutnya!" Titah Devan.
Jaka yang berdiri tak jauh dari sana, langsung melakukan apa yang diperintahkan.
"Ammpuun ... ak-kan Aku ka-taakan shemuawaa!" Ujar pria itu terbata sambil menahan semua rasa sakit.
"Ck ... mestinya dari tadi kau katakan itu, Mr. Wei," ujar Devan menyeringai.
'Bagaimana bisa aku katakan. Dari tadi kalian menyiksaku dan mulutku juga tersumpal!" Sengitnya kesal. Sayang, ia hanya bisa mengungkapkannya dalam hati.
Mr. Wei Lian. Adalah pejabat publik di sebuah parlemen yang mengurusi sektor pembangunan kota. Maka, semua proyek yang menyangkut pembangunan, harus melalui persetujuannya.
Selain itu, para investor harus membeli semua bahan dasar pembangunan melaluinya juga. Maka tak ayal. Kekayaannya selama menjabat belum setahun itu sudah melimpah ruah.
Pemerintah juga sudah mengantongi semua kejahatannya. Tetapi, karena begitu banyak pejabat publik yang terlibat. Bahkan beberapa cukong-cukong pemilik bahan bangunan juga ikut terciprat keuntungan itu. Pemerintah sedikit kerepotan untuk menyeret mereka ke ranah hukum, yang tidak akan membuat para koruptor itu jera.
Pemerintah seakan lepas tangan. Maka satu-satunya untuk menyeret semua tanpa melibatkan hukum. Pemerintah melakukan hukum rimba. Mencari yang terkuat dan terhebat untuk membabat habis, para perampok negara itu.
Sayangnya, para koruptor itu berurusan dengan pemilik Bramantyo grup. PT. Anugrah Citra.
'Jika tau, investor itu adalah pemilik dari PT Anugrah Citra. Mungkin aku tak berpikiran untuk korupsi,' sesal Lian dalam hati.
"Apa kau sudah mencatat siapa-siapa yang terlibat, Jak?!" Tanya Devan mengagetkan Lian yang melamun.
"Sudah Tuan. Mereka sudah dibasmi hingga ke akar-akarnya," jawab Jaka sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Ken kesal, "kita belum lagi bersenang-senang."
"Ternyata pemerintah setempat sedikit meringankan kerja kita Tuan Muda Ken," jawab Jaka lugas.
"Hmm ...," Embusan napas kasar keluar dari mulut Devan. "Aku belum berolah raga banyak."
Jaka hanya bisa menundukkan kepala. Jika sudah begitu. Ia harus mencari orang yang mau melakukan suatu kejahatan kecil agar majikannya itu bisa melampiaskan kekesalannya. Karena jika tidak.
"Jika semua cepat selesai seperti ini. Aku tak akan berpikir dua kali memotong separuh bonus tahunan mu, Jak!"
Dugaan Jak tepat. Perkataan Devan disambut cengiran gembira dari Ken. Sedangkan pria bernama lengkap Jaka Prass itu, hanya bisa tertunduk pasrah.
Bersambung.
Oh begono toh... Eh lanjut nggak neeh??
sorry baru up ... hmm boleh dong berharap like and komennya... apa lagi dikasih vote and hadiah.
makasih banget
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Nurhayati
🤦🤦KaZian X km Km JaK Hrz bnYk SabaR Y MungKin nanTi BoNuS Mu kn MeLimpah suaTu SaaT nanTi💪💪💪
2024-08-25
1
Renireni Reni
malah gitu ya...semakin lama terselesaikan semakin byk bonus semakin cepat semakin bonus dipotong😁😁😁😁
2024-07-20
1
Dian Susantie
urusan cepet beres.. lu malah motong gaji karyawan..!! gimana konsepnga sih Dev.. Dev.. 👻👻👻
2023-02-20
1