IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15

Setelah keluar dari rumah sakit. Mereka kembali ke arah rumah milik Devan. Selama perjalanan, Aira hanya diam. Matanya menikmati jalan yang dilalui. Karena merasa lelah. Aira tertidur.

Sebuah bunyi ponsel terdengar sedikit keras. Aira agak terganggu mendengar dering itu. Devan yang sedari tadi memperhatikan istrinya tertidur. Dengan segera ia memasang earphone bluetooth dan mengangkatnya.

"Halo, ada apa Jak?" Tanya Devan dengan suara sedikit pelan.

"....."

"Apa? Bagaimana bisa!" Devan nyaris berteriak ketika mendengar kabar.

"Baik. Sekarang kamu siapkan keperluannya. Aku akan menyusul langsung di bandara. Gunakan jet pribadi kita!" Titahnya tegas.

Devan mematikan sambungan telepon. Ia menatap gadis yang masih terlelap. Ia baru saja separuh jalan menuju rumahnya. Kini ia harus berbalik arah, menuju rumah orang tuanya.

'Mama udah sampai rumah belum ya?' tanyanya dalam hati.

Ia melirik benda bulat yang melingkar di lengan kanannya. Pukul 13.23. Devan memprediksi jika kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan pulang.

"Halo Bit. Telpon Mama please!" Perintahnya pada ponsel pintar yang diberi nama Bit.

Ponsel canggih itu merespon suara Devan dan langsung melakukan panggilan. Terdengar nada sambung.

"Halo, iya, Nak. Apa kamu sedang dalam perjalanan pulang?" Suara Linda terdengar.

Tiba-tiba masuk suara cempreng milik adiknya.

"Halo Kak. Aku sudah lulus tahu! Mana hadiah untukku!" Teriaknya.

Aira tersentak mendengar suara Reena. "Ah ... maaf, Aira tertidur."

"Eh ... itu Kak Aira ya? Kak Aira! Aku lulus!" Teriak Reena lagi.

Aira yang belum mengumpulkan nyawanya. Agak sedikit menyipitkan matanya.

"Hei! Jangan teriak-teriak! Kau baru saja membangunkan Kak Aira!" Tegur Devan ketus, yang langsung direspon maaf dari Reena.

"Tidak apa-apa, Dik. Oh ya, kamu mau minta kado apa dari Kak Aira?" Tanya Aira dengan mimik serius.

"Hmmm ... apa yaaa?" Terdengar suara Reena yang tengah berpikir.

"Hei ... sudah nanti saja ngobrol hadiahnya. Sekarang berikan ponselnya pada Mama!" Perintah Devan pada adiknya yang terkenal cerewet itu.

"Iya, ada apa, Nak?" Kini terdengar suara lembut sang mama.

"Ma, bisa tidak untuk sementara waktu Devan menitip Aira?" Pinta Devan to the poin.

"Hah ... ada apa Nak? Tentu saja bisa!? Tapi kenapa? Bukannya tadi kau ingin mengajukan cuti?" Tanya Linda cemas.

"Perusahaan kita yang di Singapura tengah ada masalah, Ma. Dan itu cukup rumit, bisa memakan hitungan minggu bahkan bisa sebulan," jelas Devan sambil matanya tetap fokus pada jalan yang dilalui.

"Baiklah, bawa istrimu kesini. Lagi pula untuk apa kau meminta ijin segala," ujar Linda menenangkan putranya.

"Baiklah. Makasih, Ma," ujar Devan.

"Jadi kita ke rumah Mama, Tu ... ehm M-mas," Aira belum terbiasa memanggil Devan dengan sebutan yang pria itu minta.

"Iya, kita ke rumah Mama. Kamu nggak apa-apa kan tinggal dulu di sana?" Tanya Devan hanya sekilas melihat istrinya, selebihnya ia tetap fokus pada jalan yang mereka lalui.

"Aira tidak bawa salin, banyak," cicitnya pelan.

"Aku suruh Bik Yuyun untuk membawakan baju ganti. Tadi aku sudah menyuruhnya ke rumah kita," jelas Devan yang masih fokus pada jalan.

Aira diam menurut. Tak selang beberapa lama. Mereka sampai depan rumah.

"Aku tak bisa mengantarmu masuk. Apa tidak apa-apa?" Tanya Devan sambil melepas sabuk pengaman miliknya dan juga Aira.

"Ti-dak apa-apa T ... M-mas," ujar Aira.

"Tunggu!" Devan menahan lengan Aira yang hendak keluar dari mobil.

Aira mengurungkan niatnya untuk langsung keluar. Ia menatap wajah Devan, sang suami. Mata mereka saling mengunci. Devan mengelus lembut pipi Aira.

"Ini, Aku belikan kau ponsel baru, sudah kutaruh juga nomorku di sana," ujar Devan memberikan sebuah kotak berisi ponsel.

"Ponsel lamamu, kubuang," seakan tahu wajah bingung istrinya yang menatap benda di tangannya kini.

"SIM card-mu juga sudah kumasukkan di sana," jelas Devan lagi.

Aira hanya menghela napas pelan. "Terima kasih ... T-mas."

"Telepon Aku jika ada apa-apa denganmu," Aira mengangguk.

"Aira!" Gadis itu mendongak menatap wajah suaminya. Sedari tadi Aira hanya diam tertunduk mendengar penjelasan Devan. Pria itu masih belum.menemukan binaran yang ia cari selama ini.

CUP!

Devan ******* bibir Aira lembut. Gadis itu terkejut. Devan terus mengeksplor rongga mulut istrinya. Aira kehabisan pasokan oksigen. Devan baru melepas ciumannya. Kening mereka menyatu dan napas keduanya menderu.

Aira bisa menghirup aroma mint dari parfum yang dikenakan Devan, begitu macho dan maskulin. Lagi-lagi, pria itu ******* bibir sang istri yang kini menjadi candu baginya. Ia mengecup sekali lagi bibir istrinya.

"Tolong ... rindukan Aku," lirih Devan dan membuat perasaan Aira melambung.

Bersambung.

Aaaauuuu .... Othor pen guling-guling deh 😂😂😂

maaf othor baru update maklum baru nyari wifi

jadi boleh dong like and vote yaaa makasih

Terpopuler

Comments

Julia Juliawati

Julia Juliawati

di Singapura ketemu sm adinda tersayang selingkuh lg. preeet lah buat devan🤣🤣

2025-02-16

0

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

mestilh bisa Candu bibirnya Aira masih perawan ngak kayak bibir mu murahan🤭🤭

2024-11-27

0

Nurhayati Nia

Nurhayati Nia

bikin bucin si devan thorr sampe klepek klepek-klepek

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34 visual para tokoh
35 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66 PENGUMUMAN
67 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68 PENGUMUMAN
69 BONUS PART1
70 BONUS PART 2
71 BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72 BONUS PART KIA DAN DEO 2
73 BONUS PART KIA DAN DEO 3
74 BONUS PART KIA DAN DEO 4
75 BONUS PART KIA DAN DEO 5
76 BONUS CHAPTER
77 BONUS CHAPTER
78 BOLEH pilih
79 ADINDA
80 ADINDA 2
Episodes

Updated 80 Episodes

1
IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34
visual para tokoh
35
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66
PENGUMUMAN
67
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68
PENGUMUMAN
69
BONUS PART1
70
BONUS PART 2
71
BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72
BONUS PART KIA DAN DEO 2
73
BONUS PART KIA DAN DEO 3
74
BONUS PART KIA DAN DEO 4
75
BONUS PART KIA DAN DEO 5
76
BONUS CHAPTER
77
BONUS CHAPTER
78
BOLEH pilih
79
ADINDA
80
ADINDA 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!