IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4

"Aira!"

Tak ada sahutan. Sepi. Itu yang pertama Devan rasakan. Ada sedikit rasa getar yang aneh, saat ia tak mendapati senyum tulus istrinya.

Devan menatap kamar pelayan yang biasa Aira tempati, kosong. Pria itu tak menemukan wanita yang menjadi istrinya di manapun. Sudut bibir Devan ditarik sebelah. Seringai sinis kepuasan terpancar dari raut wajahnya.

"Akhirnya. Wanita itu tahu diri juga untuk pergi," ujarnya pada diri sendiri.

Ia melangkah ringan. Entah mengapa tangan yang menampar pipi gadis itu terangkat.

Devan mengingat semua kelakuannya.

Agak sedikit khawatir jika gadis itu mengadu dengan pipi membengkak.

Mamanya pasti marah besar. Ia melewati vase itu. Ia menatap benda yang melingkar di tangan kirinya.

Pukul 20.32. Tidak mungkin wanita itu datang ke rumah Mama.

'Jika, iya. Mama sudah ada di sini menungguku,' gumamnya dalam

hati.

'Tapi, apa yang harus kukatakan jika Mama bertanya?' lanjutnya.

"Ah ... bodohnya Kau Devan!" Makinya pada diri sendiri.

Devan mulai kalut. Ia panik. Ingin ia menghubungi Aira. Tapi ia segera sadar. Jika ia tidak tahu sama sekali nomor ponsel gadis itu.

Untuk bertanya ke panti di mana tempat gadis itu tinggal. Devan sangat takut. Baru kali ini, pria itu begitu ketakutan setengah mati.

"Kenapa kau lakukan itu bodoh!" Lagi-lagi ia memaki dirinya.

Tiba-tiba ponselnya berdering keras. Sedikit ragu ia menerima panggilan itu. Ia melihat nama yang tertera pada ponselnya.

"Mama ...!" Serunya panik.

Lama ia tak mengangkat ponsel itu. Hanya menatapnya saja. Dering itu perlahan mati. Devan masih menunggu.

Lagi-lagi ponsel itu berdering. Pria itu makin gelisah. Hingga panggilan ke empat ia baru menerima telepon itu.

"Ha-halo Ma," ucapnya terbata.

Sedang di ujung sana Linda berteriak kencang.

"Kamu di mana! Aira kecelakaan! Cepat ke rumah sakit. Sekarang!"

"Apa!" teriak Devan tak percaya.

Ponsel yang dipegangnya merosot ke bawah. Wajah tampan itu berubah pucat. Lidahnya kelu.

Pikirannya kosong.

"Bagaimana bisa wanita itu kecelakaan. Mau kemana dia?" Pikirannya melayang.

Devan tersadar. Ia masih mendengar mamanya berteriak di sana. Pria itu segera mengambil ponsel yang tadi terjatuh.

"Iya Ma. Aku segera kesana!" Ucap Devan langsung memutus sambungan teleponnya.

Tanpa pikir panjang. Ia langsung berlari menuju mobilnya. Dan langsung tancap gas, menuju rumah sakit di mana Aira ditangani.

POV'S Aira

~Kesalahan terbesarku adalah, mencintainya teramat sangat.~ Aira.

Salahkah aku jika aku sangat mencintainya. Bahkan teramat sangat. Walau tatapannya membunuh jiwaku. Tapi, aku tak bisa berpaling darinya.

Berkali-kali ia menghinaku. Aku tetap sabar dan selalu tersenyum menyambut kepulangannya. Sedikit pun aku tak mengeluhkan perbuatannya padaku. Entah karena aku bodoh disebabkan cinta ini. Aku tak perduli.

Namun. Kekuatanku hancur saat dengan gamblang memperlihatkan noda lipstik di kemejanya, bahwa itu kepunyaan kekasihnya.

Tubuhku bergetar hebat. Air mata yang kusembunyikan mengalir tanpa bisa aku hentikan.

Ia marah besar, saat aku berkata, aku adalah istrinya. Apakah aku salah? Aku benar kan istrinya.

"Lihatlah dirimu yang tak jelas asal usulnya ini. Apakah pantas menjadi istriku?" Tanyanya penuh penekanan dan penghinaan. "Kau hanya budak!"

Ia mengusirku. Laki-laki yang aku cintai itu menyuruh aku pergi. Dengan satu tamparan keras di pipi. Aku terhenyak. Seumur hidupku aku tak pernah diperlakukan kasar seperti ini.

Aku menatapnya. Nanar. Ia pergi begitu saja. Cintaku hilang laksana debu.

Kubuka cincin kawin yang melekat. Kutaruh di atas nakas. Aku hanya membawa beberapa pakaian yang memang punyaku.

Aku pergi. Hari itu sudah menunjukkan pukul 15.12. adzan ashar sebentar lagi berkumandang. Kutatap sekali lagi rumah setengah neraka itu. Tak ada satu memory kebahagiaan di sana. Perlahan. Aku mantapkan langkah. Menaiki angkot yang lewat. Entah kemana aku tak tahu.

Sudah dua kali aku naik turun kendaraan umum. Tak terasa hari menjelang malam. Aku melewatkan ashar juga maghrib.

Tersenyum, setan telah menguasai hatiku.

Menatap keadaan sekitar. Ramai. Gedung-gedung tinggi menjulang.

'Di mana aku?' tanyaku dalam hati.

Seperti arang linglung. Aku berjalan menuju halte sepi. Berdiri seorang diri.

Tiba-tiba di arah sebelah kiri. Sebuah bus menyerobot kencang menuju arahku.

Brak!

Aku seperti menabrak sesuatu. Sakit. Pandanganku gelap seketika.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

senjasabdaalam

senjasabdaalam

busnya rem blong?

2025-02-06

0

Renireni Reni

Renireni Reni

heemmmm

2024-07-17

0

Pristiwati Aja

Pristiwati Aja

😭😭😭😭😭😭😭😭

2022-04-07

1

lihat semua
Episodes
1 IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34 visual para tokoh
35 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66 PENGUMUMAN
67 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68 PENGUMUMAN
69 BONUS PART1
70 BONUS PART 2
71 BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72 BONUS PART KIA DAN DEO 2
73 BONUS PART KIA DAN DEO 3
74 BONUS PART KIA DAN DEO 4
75 BONUS PART KIA DAN DEO 5
76 BONUS CHAPTER
77 BONUS CHAPTER
78 BOLEH pilih
79 ADINDA
80 ADINDA 2
Episodes

Updated 80 Episodes

1
IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34
visual para tokoh
35
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66
PENGUMUMAN
67
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68
PENGUMUMAN
69
BONUS PART1
70
BONUS PART 2
71
BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72
BONUS PART KIA DAN DEO 2
73
BONUS PART KIA DAN DEO 3
74
BONUS PART KIA DAN DEO 4
75
BONUS PART KIA DAN DEO 5
76
BONUS CHAPTER
77
BONUS CHAPTER
78
BOLEH pilih
79
ADINDA
80
ADINDA 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!