IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14

Aira nampak terkejut mendengar permintaan, Devan-suaminya.

"M-mas?" Tanyanya lirih.

"Iya sayang. Panggil aku, Mas. Sekarang ganti bajumu. Kita pulang. Mama sama Papa tidak bisa datang menjemput karena Dik Reena hari ini pulang dari London" jawab Devan lembut

Pria itu mendorong pelan tubuh istrinya masuk ke kamar mandi untuk mengganti baju. Devan memiliki dua orang adik perempuan. Reena Bramantyo adalah adik kedua Devan. Sedangkan yang ke tiga bernama Safeera Bramantyo yang masih mengenyam bangku SMA.

Aira mengenal kedua adik Devan. Justru karena kedua adik iparnya lah ia bisa menikah dengan pria dingin itu. Aira masih menetralkan degup jantungnya yang berpacu.

'Dia panggil aku apa tadi? Sayang?' tanyanya bermonolog dalam hati, "Aku tidak salah dengar kan?'

Tak sampai sepuluh menit. Aira telah mengganti bajunya. Ia hanya membasuh tubuhnya agar sedikit lebih segar. Devan menatapnya dengan sorotan mata lembut. Sebuah sunggingan senyum menyambut Aira keluar dari kamar mandi.

Lagi-lagi, jantung Aira berpacu hebat. Kakinya nyaris lemas melihat senyum manis pria di hadapannya itu. Baru saja ia menetralkan degupnya. Kini ia harus melakukannya lagi.

"Ayo kita pulang," ajak Devan sambil mengangkat tangannya, meraih bahu kurus Aira.

Tadinya Aira ingin mengambil tas di tangan suaminya. Tapi, Devan bersikeras untuk membawa pakaian mereka.

Sampai di lobby rumah sakit. Devan menyuruh Aira menunggunya. Pria itu hendak mengambil mobil. Tadinya gadis itu ingin ikut saja ke mobil. Lagi-lagi Devan memaksanya untuk menunggu.

Tiba-tiba Aira didatangi seorang perempuan muda tengah mengandung.

"Mba ... Mba ... tolong bebaskan suami saya!" Ujarnya memelas.

Aira yang tidak mengetahui apa-apa, hanya diam tertegun.

"Mba ... tolong bebaskan suami saya!" teriak perempuan muda tadi sekali lagi.

"Maaf, Mba. Saya tidak kenal suami, Mba?!" Ujar Aira dengan suara lirih.

"Suami saya nyaris menabrak Mba. Sekarang dia ditahan. Tolong bebaskan suami saya!" teriak perempuan itu lagi.

Mendengar keributan itu banyak orang yang menonton. Suasana jadi ribut. Petugas keamanan yang terbatas jadi kalang kabut, untuk mengatasi keributan.

"Saya sedang hamil. Siapa yang akan bertanggung jawab menafkahi saya dan anak dalam kandungan ini, jika suami saya ditahan. Tolong saya, Mba!" teriaknya kali ini sambil menangis histeris.

Orang-orang menatap iba pada perempuan hamil itu. Mereka mulai menyalahkan Aira yang tidak merasa kasihan. Mereka yang tidak tahu apa-apa tentang Aira, hanya bisa menilai dari apa yang mereka lihat sekarang.

”Ish ... kasian ya perempuan itu. Kenapa sih nggak damai aja. Lagian kan dia nggak kenapa-napa juga."

"Udah sih Mba. Damai aja. Nggak usah dipenjara. Kasihan. Lagian mba juga udah sehat kan?"

Aira hanya bisa diam. Sungguh ia tidak mengetahui. Jika suami dari perempuan itu adalah istri dari pelaku.

Sedangkan Devan yang tengah memasuki pelataran lobby rumah sakit, nampak terusik dengan banyaknya orang di sana. Ia tak bisa melewatinya.

Dengan menekan klakson berkali-kali. Kerumunan itu terurai sedikit. Devan melihat pemandangan di teras lobby rumah sakit. Seorang perempuan muda yang tengah hamil duduk sambil menangis histeris. Ia juga melihat Aira yang kebingungan dan merasa bersalah. Devan yakin, istrinya itu sedikit shock.

Dengan bergegas. Ia keluar dari mobil, lalu menghampiri Aira. Dengan tatapan tajam kepada semua orang yang menyudutkan Aira. Membuat suasana menjadi hening seketika.

Orang-orang yang ada di sana terpana melihat kedatangan Devan. Mereka sangat mengetahui sosok yang kini berdiri di samping perempuan yang tengah kebingungan. Devan Bramantyo. Pria yang selama tiga tahun terakhir wara-wiri di televisi menerima berbagai penghargaan.

Wajahnya yang tampan dan kharismatik. Belum lagi tatapannya yang tajam juga dingin. Itu membuat semua lawan takut hanya melihat sosoknya saja.

"Tu ... ehm ... M-mas," cicit Aira lirih.

Devan menatap perempuan yang tengah meraung di lantai. "Siapa dia, Sayang?"

"Suaminya dipenjara karena aku Mas," ujar Aira terbata.

Devan mengernyitkan kening. Otaknya yang cerdas langsung menyimpulkan apa maksud Aira.

Dua orang petugas keamanan perempuan, nampak berusaha menenangkan perempuan yang tengah histeris di lantai. Mereka mengangkat tubuh perempuan hamil tersebut.

Devan mengambil dompet. Ia mengambil semua lembaran uang berwarna merah dan menyisakan satu lembar yang berwarna navy. Diberinya uang itu pada perempuan yang tengah ditangani para petugas.

"Ini buat kamu. Tiga juta, Saya rasa cukup sampai suami kamu bebas," ujarnya tenang.

Mendapat uang sebanyak itu, perempuan hamil tersebut langsung diam. Ia mengucap terima kasih walau dengan Isak yang tersisa.

Devan merangkul Aira. Membuka pintu mobil untuk istrinya. Setelah yakin Aira duduk dengan nyaman. Devan menutup pintu dan memutari mobil kemudian memasukinya. Tak selang beberapa detik. Mobil dengan merek Maserati itu melesat meninggalkan lobby rumah sakit.

Bersambung.

Ih ... Sayang nih manggilnya... 😂😂😂

Terpopuler

Comments

Julia Juliawati

Julia Juliawati

tar datang ulet bulu goda si devan lg. so devanya luluh lg sm ulet bulu. aira gigit jari

2025-02-16

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

semoga Devan sadar diri ngk ada lg KDRT

2025-02-09

0

jen

jen

gampang bgt sih... knp ga pergi aja dulu

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34 visual para tokoh
35 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66 PENGUMUMAN
67 IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68 PENGUMUMAN
69 BONUS PART1
70 BONUS PART 2
71 BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72 BONUS PART KIA DAN DEO 2
73 BONUS PART KIA DAN DEO 3
74 BONUS PART KIA DAN DEO 4
75 BONUS PART KIA DAN DEO 5
76 BONUS CHAPTER
77 BONUS CHAPTER
78 BOLEH pilih
79 ADINDA
80 ADINDA 2
Episodes

Updated 80 Episodes

1
IJINKAN AKU MENCINTAIMU Episode 1
2
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 2
3
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 3
4
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 4
5
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 5
6
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 6
7
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 7
8
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 8
9
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 9
10
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 10
11
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 11
12
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 12
13
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 13
14
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 14
15
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 15
16
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 16
17
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 17
18
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 18
19
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 19
20
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 20
21
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 21
22
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 22
23
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 23
24
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 24
25
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 25
26
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 26
27
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 27
28
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 28
29
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 29
30
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 30
31
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 31
32
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 32
33
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 33
34
visual para tokoh
35
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 34
36
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 35
37
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 36
38
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 37
39
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 38
40
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 39
41
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 40
42
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 41
43
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 42
44
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 43
45
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 44
46
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 45
47
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 46
48
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 47
49
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 48 Bab ini untuk 21+
50
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 49 21++
51
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 50
52
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 51
53
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 52
54
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 53
55
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 54
56
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 55
57
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 56
58
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 57
59
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 58
60
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 59
61
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 60
62
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 61
63
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 62
64
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 63
65
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 64
66
PENGUMUMAN
67
IJINKAN AKU MENCINTAIMU 65
68
PENGUMUMAN
69
BONUS PART1
70
BONUS PART 2
71
BONUS Part 3 KIA DAN DEO
72
BONUS PART KIA DAN DEO 2
73
BONUS PART KIA DAN DEO 3
74
BONUS PART KIA DAN DEO 4
75
BONUS PART KIA DAN DEO 5
76
BONUS CHAPTER
77
BONUS CHAPTER
78
BOLEH pilih
79
ADINDA
80
ADINDA 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!