Devan's POV
Aku menatap ponsel. Sebuah foto terpajang dan menjadi wallpaper di sana. Seraut wajah yang dulu enggan aku pandangi.
Jujur. Aku mengambilnya secara diam-diam. Bisa saja sih, aku memintanya secara langsung. Tapi, aku bingung dengan alasan yang mesti aku jawab jika gadis itu bertanya.
Sebuah sunggingan manis tercetak. Walau aku sedikit kesal alasan senyum itu terpatri. Tapi, biarlah. Yang penting aku mendapatkan gambar dirinya.
Kuusap layar dengan ibu jariku, seakan mengusap wajahnya. Bahkan dengan bodoh, aku mencium layar ponsel, seakan mencium wajahnya.
Ck ... Aku tak tahu, sejak kapan aku bisa bucin begini. Seorang CEO ternama dan disegani banyak relasi dan lawan bisnis.
Aku si penguasa bisnis multi-internasional. Siapa yang tidak tahu siapa diriku. Kini, harus bertekuk lutut demi cinta seorang wanita. Dan siapa sangka, wanita itu adalah istriku sendiri.
Aku kurang yakin, kapan aku jatuh cinta padanya. Apa, ketika pertama kali melihat wajahnya yang memang cantik.
Cis ... Aku tak tahu, sejak kapan wajahnya bisa secantik itu. Apa mataku ini bermasalah?
Aku menghela napas panjang. Memejamkan netra yang mulai berat. Kutatap kaca jet pribadiku. Penerbangan masih dua jam lagi, baru landing.
Ah ... kenapa, sekarang begitu merindukannya. Betapa manis bibirnya.
Cis ... otakku mulai mesum, memikirkan hal yang jauh dari sekedar ciuman. Kugelengkan kepala.
Tadi, aku sempat mengajaknya untuk ikut. Tapi, aku pikir lagi. Dia akan banyak kutinggalkan seorang diri di apartemen.
'Aira ... kenapa kau tak lagi memandangku, seperti dulu?'
Sungguh, aku tak terima siapapun menyentuhmu. Dokter sialan itu! Ck, jika saja bukan karena Aira. Sudah kupatahkan semua jarinya.
'Ah ... Sayang. Aku merindukanmu!'
"Maaf mengganggu, Tuan!" tiba-tiba Jak datang mengagetkanku.
"Ada apa Jak?" tanyaku sedikit kesal pada pria yang telah mengabdikan dirinya selama nyaris empat tahun ini.
Aku menoleh pada pria berwajah datar yang kini berdiri di samping kursi yang kududuki.
"Tuan. Semua laporan sudah saya kirimkan melalui email. Data kecurangan dan kesalahan input, juga."
"Bagaimana dengan pelakunya. Apa sudah terungkap?" Tanyaku.
"Sudah, Tuan. Kami sudah mengantongi, siapa-siapa yang terlibat dalam penyelewengan ini," jawabnya.
Aku mengangguk dan memejamkan mata. Kugerakkan tanganku, agar ia kembali duduk di kursinya.
"Ck ... mengganggu saja!" Sungutku pelan.
Ah ... sampai mana tadi lamunanku. Moodku seketika down. Aku memalingkan wajah kesalku pada Jaka, asisten pribadiku itu.
Cis ... pria sialan itu malah tengah memejamkan matanya!
"Semoga kau jatuh cinta suatu saat, Jak! Dan aku akan tertawa menikmati penderitaanmu saat merasakan bucin nanti!" Sumpahku.
"Saya, menantikannya Tuan," jawabnya pelan.
Ah ... kenapa hanya dia yang berani menjawab semua perkataan ku?
"Cis ... dasar jomlo!" Sungutku kesal.
Ingin kulempar dia dari jet ini. Tapi, aku masih membutuhkannya. Ah ... hanya dia saja yang memang memenuhi semua kegilaanku.
Kembali kupejamkan mata. Istirahat sejenak, agar meringankan pusing di kepala. Dalam sekejap. Aku sudah terbawa mimpi indah bersama Aira.
Bersambung.
Uhuy ....
hai maapkeun yaa... klo agak dikit episode yang satu ini.
terus dukung karya-karyaku. aku sangat berharap akan love, like and vote.
***semoga yang kasih like love and vote apalagi hadiah. aku doakan banyak rejekinya. didekatkan jodohnya. dipercepat dan di permudah segala urusannya.
aamiin aamiin yaa rabbal'alamin
terima kasih sayang dan cinta serta mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai 🙏😎***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Puspa Dewi
lanjut
2024-12-24
0
Muhammad Zaki
lanjut semakin seneng bacanya
2024-11-22
0
Renireni Reni
Amin...Amin...💖💖💖💖💖💖💖
2024-07-18
1