dengan aggak tidak ikhlas , Yuki membuka semua pakaian pria yang bertengger di atas kursi yang menatap nya dengan senyum geli itu .
" kau tak ikhlas ya ?"
" siapa bilang ! aku tidak ikhlas Tuan , cuman aggak mengutuk sedikit !"
Aeron terkekeh geli melihat wajah jelek Yuki yang tampak menggelikan perut nya
" kau Kera dari hutan mana sih hmm ?" ucap Aeron mencubit hidung mancung Yuki yang coklat
" diamlah sayang ! kau terlalu cerewet !" ucap Yuki gemas dengan nada geram yang mendalam
Aeron tersenyum geli , ia memeluk pinggang Yuki yang mengeramasi rambut nya dari bawah sower , beruntung pewarna kulit gadis bersifat permanen , ia akan hilang jika di beri cairan khusus saja ..
" kenapa bahu mu busuk sekali hmm ?" tanya Aeron seraya membenamkan wajah nya ke perut rata gadis itu , ia mengelakan ucapan nya , padahal aroma tubuh wanita ini begitu memabukan
" kalau aku bau ! tak usah kau tempelkan hidung mu Tuan !"
" aku tak ada cara lain ! kau yang mengeramasi rambut ku , jadi harus seperti ini !"
setelah semua nya selesai Yuki mengambil handuk kecil di atas gantungan sana , ia dengan cekatan mengelap tubuh pria itu , ia berusaha tak canggung karna ini harus rutin ia lakukan ..
" selesai !" ucap Yuki memperbaiki belitan handuk itu kepinggang pria itu ..
" kau buka sendiri ****** ***** mu ! "
Aeron mengangguk ia membuka helaian terakhir selain handuk nya , sedangkan Yuki , ia memalingkan wajah nya supaya kegiatan mereka tak terlalu intim ..
" sudah ?"
" yahh ! kau bisa berbalik !"
Yuki yang melihat semua nya sudah sempurna lansung mendorong Kursi pria itu menuju ruang ganti pakaian
di sana sudah ada deretan baju santai hingga semua baju yang pria itu lakukan pasti ada pakaian khusus nya ..
" aku tahu kau kagum kan ! kan kau tak perna melihat pakian semewah ini !" sombong Aeron tersenyum bangga
" hmmn !" gumam Yuki lalu mencari pakaian yang cocok di gunakan pria itu , ia baru sadar kalau ia harus pura pura bingung dengan pakaian serba mahal dan bermerek itu , ia tak mau di curigai dengan tak terkejut sama sekali
" waaahh Tuan ! beli dimana pakaian mahal ini , aku tak pernah menyentuh nya !" pekik Yuki girang mengelus permukaan lembut baju kemeja kerja itu
" cihh ! sudah ku duga , Kera seperti mu tak akan pernah melihat pakaian semahal ini " ejek Aeron bergidik jijik
Yuki hanya tersenyum bodoh , ia harus merubah semua sikap dingin nya jika berhadapan dengan pria sok satu ini
" kau benar Tuan ! bahkan di hutan aku hanya melihat koyakan dagging manusia yang bergelantungan !"
ucapan Yuki membuat Aeron menelan silvanya kasar ,ia adalah sosok pria yang penakut , mendengar nya saja sudah membuat jantung nya gemetar cepat
" a..apakah itu benar ?"
" benar Tuan ! bahkan daging itu sering aku makan untuk mencukupi kebutuhan ku selama menjadi manusia hutan , dagging nya mirip seperti ini !" ucap Yuki memencet lengan kekar Aeron
Aeron geram dan menepuk tangan Yuki yang memencet kulit lengan nya ..
pukk....
" jaga bicara mu ! aku ini majikan mu !" ucap Aeron mulai aggak tegas, Yuki terkikik di buat nya ..
" baiklah Tuan ! tapi , aku tak tahu apa yang akan kau gunakan malam ini !"
" cihh ! kalau berurusan dengan orang miskin memang begitu ! kau cari di lemari yang sana , kalau ini tempat baju kerja ku dulu , !"
" memangnya Tuan Tak kerja lagi ?" tanya Yuki penasaran
wajah pria itu berubah sendu , bahkan tersirat rasa putus asa serta kekesalan yang bercampur di dalam nya ..
" cihh ! siapa yang akan mematuhi pria cacat seperti ku ! mereka hanya baik ketika asisten Kelvin bersama ku saja !"
Aeron tersenyum miris , para kariawan nya sendiri di kantor sama sekali tak ada yang menghormati nya mereka hanya takut pada anggota keluarga nya ..
bahkan mereka banyak yang menghina Aeron ketika ia jatuh cacat , Tampang nya saja yang menggiurkan , namun , otak nya kosong ..
" aku tak cerdas seperti mereka ! aku tak berkuasa seperti yang lain nya , mereka dengan mudah mendapatkan hak ku secara kotor !"
Yuki yang mendengar nya pun mengepalkan tangan nya , ia tahu apa rasanya di kucil kan , bahkan kasih sayang yang seharus nya ia dapatkan malah di ambil orang lain ..
ia teringat di saat ia kecil , masa kehidupan nya yang mengubah menjadi gadis yang kuat dan pemberani ..
" Tidak apa apa ! yakin saja , semua nya pasti akan berubah , " ucap Yuki memeluk pria yang ia rasa senasip sepenaggungan dengan nya , cuman beda jalan cerita saja ..
" hmm ! ambil baju nya !"
Yuki mengangguk , ia berjalan dengan gontai menuju lemari besar di ujung sana , ia tersenyum pelit saat melihat jejeran kaos santai , serta celana rumahan yang berderer rapi ...
" apa kolor mu aku juga yang pilihkan Tuan ?" goda yuki mencairkan suasana
" enak saja kau ! nanti kau tahu ukuran junior ku , pilih saja yang bagian bawah !"
" cihh ! itu sama saja kau menunjukan ukuran mu tuan , bahkan aku pun ikut bodoh dengan otak lemes mu !" batin Yuki gemas
setelah semua nya selesai , Yuki mendorong Kursi roda pria itu menuju lantai bawah ..
terlihat lah semua anggota keluarga Wilson yang sudah duduk dikursi nya masing masing dengan wajah tak suka nya ..
cuman wajah cantik wanita tua itu yang menatap nya lembut , siapa lagi kalau bukan Nyonya Sireen yang menyambut mereka dengan girang
" hayy Son ! Putra Momy tampan !" ucap Momy Sireen mengelus kepala putra nya
" Momy tak makan ?" tanya Aeron yang mulai jenuh karna tak pernah wanita paruh baya itu makan bersama dengan nya
" masih ada pekerjaan yang harus Momy urus sayang ! kau makan saja bersama mereka !"
Nyonya Sireen mengecup kening putra nya yang merenggut lesu ,ia tak ada pilihan lain , perusahaan besar keluarga Wilson membutuhkan pimpinan
" Titip Putra ku ya !"
Yuki tersenyum seraya mengangguk , ia prihatin melihat Aeron yang seperti nya kurang waktu dengan keluarga nya ..
" Tuan ! kau mau makan apa ?"
" aku tak nafsu makan ! antar aku kekamar !" ucap Aeron datar
Emile dan Nyonya Anel tersenyum mengejek kearah Yuki , mereka sudah tahu kalau pria itu tak pernah mau makan kalau Momy nya tak pulang kerja dan makan bersama nya ..
" Nak ! kau minum dulu susu mu !" ucap Nyonya Anel menyerahkan segelas susu putih Full pada Aeron
Yuki melirik tajam gelas , ia merasa ada yang aneh dengan bentuk nya , Ia lansung menyambar gelas itu dari tangan Aeron
" heyy ! kenapa kau ambil ?" pekik pria itu heran
sedangkan Nyonya Anel sudah menggeram , itu adalah susu yang terus ia berikan pada Aeron di saat mengalami kecelakaan .
" minum nya di kamar saja Tuan ! pas tidur nanti pasti lebih baik , betul kan Nyonya ?" tanya Yuki tersenyum
" hmmm ! jangan sampai tak diminum , itu susu untuk kesehatan Tulang , jangan kau buang !"
" cihh ! Gembel seperti dia mana tahu soal begituan !" ketus Emile memakan makanan nya
***********
**Votee and Like sayang , ..
maaf kalau author lambat up nya , karna author lagi sibuk sekolah ya ..
kan kemandikbud sudah menetapkan sekolah tatap muka di tempat author , harus kerja keras pokok nya** ..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Sandisalbiah
Anel dan Emeli ini masih satu species dgn ibu dan saudara tiri Yuki
2024-10-14
0
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
belum tau aja kamu nyonya anel
2022-10-05
0
Dhian Ayu
susu itu bukn sembarang susu seperinya Susu itu memperburuk kondisi aeron ya kak 🤔
2022-06-30
0