mereka tiba di dalam Kantin Rumah sakit , namun , bukan terlihat seperti Kantin yang biasanya yang sederhana , ini lebih ke Restoran bintang 5 yang di dirikan dengan megah nya di pusat Rumah sakit besar ini ...
" Selamat Datang Tuan ! Nona !" sapa Pramusaji yang dengan sopan nya menunduk hormat , namun , mata mereka tetap saja tersirat seperti mencemooh pria di kursi roda serta Yuki dengan bentuk Kera nya ..
" siapkan tempat VIP di sini ! Tuan Muda mau makan !" Kelvin menatap dingin para manusia bermuka dua di hadapan nya ini
" baik Tuan ! marii !"
mereka mengikuti kemana wanita itu menuntun nya , dan terlihat lah ruangan besar lengkap dengan fasilitas Elit nya yang menyejukan mata ..
" Silahkan Tuan !"
" mau makan apa ?" Yuki melihat buku menu yang ada di meja makan itu , sedangkan Aeron hanya diam , entah apa yang pria itu pikirkan
" mau makan apa hmm ?" tanya Yuki lembut menggenggam tangan pria itu yang tampak gugup , bagaimana tidak , ini yang kedua nya ia pergi keluar dengan di tatap para khalayak ramai , ia Trauma pada
kejadian diwaktu ia di ejek dulu ..dan tentu ia takut jika itu terulang lagi ..
" tenang lah ! ada kami di sini !"
Aeron tersenyum menatap Yuki , entahlah , ia merasa nyaman dengan gadis itu
" aku mau makanan yang enak dan cocok di perut mahal ku !"
Yuki kembali merotasi malas , Mulai lagi sifat angkuh menyebalkan pria itu
" pesan kan apa yang Tuan Muda Katakan !" titah Asiaten Kelvin mutlak
Pramusaji itu melangkah pergi untuk menyiapkan pesanan yang telah di tunjukan asisten Kelvin pada mereka ,
" Kau pasti belum pernah makan di tempat mewah ini kan ? hayooo kau ngaku !" ejek Aeron mencoel pipi Yuki yang mengembung
" cihhhh !"
" ayolah ! pasti perut mu tak cocok dengan makanan Sebangsa pangeran seperti ku kan ? aku berbaik hati meneraktir mu ! jadilah kau Kera yang nurut !"
Aeron mengacak rambut tebal Yuki yang tampak cemberut kesal
" ayo katakan ! " desak pria itu semangkin gencar menjahili gadis ini
" Tidak pernah !"
lebih baik meluruskan dari pada memperpanjang masalah , sedangkan dua manusia di hadapan mereka pun hanya terdiam menyaksikan kekonyolan pria Tampan itu
tak lama setelah nya , datang lah pramusaji yang datang dengan berbagai jenis makanan yang tampak menggiurkan di nampan sana ..
" Silahkan di nikmati Tuan ! Nona !"
" terimakasih !" Aeron tersenyum tulus , mereka terkesima dengan wajah tampan pria yang notaben nya adalah Tuan Muda Kaya raya di negara ini ,
" makan lah !"
Yuki menyiapkan menu yang tadi Pria ini pesan , mereka makan dengan hikmat , tak ada suara selain celotehan Aeron yang membuat jengkel siapa saja yang mendengar nya , Khusus nya gadis Kera di samping nya ..
" Makan lah yang banyak ! mumpung ini geratis untuk mu , Kau kurus sekali , Jadi tak bisa sirkus kan !" ledek Aeron menuangkan semua makanan ke piring Yuki yang tampak sudah menggunung
" aku Ke Toilet dulu !"
" etttsss ! tidak boleh ! kau pasti tidur nanti di sana , tahan saja sampai kita pulang !" larang Aeron mencengkal tangan Yuki yang mau melangkah pergi
" aku serius ini !" Yuki mulai kesal
" ajak aku ! aku tunggu di luar pintu ! siapa tahu ada Kera jantan yang mengikuti mu , karna warna kalian sama !"
Yuki menatap geram Yura yang mengulum senyum karna menahan tawa yang mau meledak puas , bagaimana gadis secantik sahabatnya itu di katai Kera betina , ..
" tidak jadi !" ucap Yuki lalu kembali duduk , ia mencabik cabik dengan kasar daging yang tergunung tinggi di piring nya
" aku tahu kau kelaparan ! jangan tergesa gesa begitu ! " ucap Aeron membersihkan sisa makanan yang berantakan di piring Yuki
Yuki ingin sekali membuat pria ini marah dan bersikap kasar seperti Tuan Muda dingin seperti pada Umumnya
tapi sayang sekali , pria ini terlalu lemes ..
namun , mata tajam Yuki menagkap sosok wanita dengan pakaian glamor nya melewati Loby rumah sakit , ia bisa melihat sendiri siapa yang wanita itu gandeng ..
" aku tak tahan lagi !" ucap Yuki lalu lalu melangkah pergi dengan tergesa gesa , tapi sebelum itu ia memberi kode pada Yura untuk mengikuti nya
" aku pergi dulu ! ada urusan !"
" kau mau kemana ?" Asisten Kelvin bingung dengan kedua manusia itu , sangat misterius bagi nya
" kau temani Tuan Muda dulu ! aku ada urusan !" ucap Yura dingin lalu melenggang pergi
" kau mau meninggalkan ku ?" bentak Aeron marah saat Pria itu melangkah ingin pergi
" Maaf Tuan ! " Asisten Kelvin Khilaf , ia baru sadar kalau ada bayi komodo yang harus ia jaga
***************
" kau mau apa ?" bisik Yura pada gadis yang mengendap ngendap di balik tiang tiang kokoh penyangga gedung ini
" kau lihat mereka !"
Yura lansung menatap kearah yang di tunjukan Yuki , ia terkejut saat melihat Nyonya Anel serta pembisnis muda Farren Nicolas sedang berbincang hangat di dalam ruangan sana ..
" apa yang mereka bicarakan ?" Yura bingung dengan komat kamit mulut mereka
" kau lihat Teg yang ada di meja serta jas pria itu !"
tertera Prof Herdan Amres , tentu Yuki tahu pria itu adalah ahli obat obatan serta racun , apa lagi saat pria itu seperti menjelaskan berbagai botol kecil yang ada di tangan nya
" Apa itu racun ?"
" mungkin ! karna kuat kemungkinan nya ia akan mencelakai ku dan juga Aeron karna kami adalah ancaman tentang rencana nya !"
Percakapan Nyonya Anel dan Dokter Herdan ...
" apakah dosis nya ini tinggi ? aku ingin siapa pun yang meminumnya akan mati secara mengerikan !"
" Tenanglah Nyonya ! Racun ini sangat ampuh , penawarnya hanya di buat oleh orang orang tertentu , jadi anda tak perlu khawatir !"
" iya Honey ! aku ingin rencana mu kali ini berhasil , kita akan secepat nya mengambil semua kekayaan mereka ..!" Farren mengecup bibir wanita itu ,
dua pasang mata menatap jijik perlakuan mereka , ingin sekali gadis gadis itu menghantam wajah seribu topeng manusia di sana ..
" suruh anggota kita meretas CCTV ruangan itu ! jangan sampai ada yang tahu kalau rekaman Vidio itu kita ambil , sertakan audio percakapan mereka !" Titah Yuki yang mulai memainkan peran nya
" lalu apa yang akan kita lakukan ? bisa saja , mereka meracuni anggota keluarga lain nya !"
" itu pasti ! akan ada yang menjadi korban !" Yura bergidik saat melihat senyum simark Yuki yang mengerikan
" apa kau punya penawar nya ?"
" aku bisa membuat nya ! racun itu hanya bahan kecil yang di campurkan dengan bakteri mematikan dari jamur , jika tak tertolong selama 30 menit ,pengguna nya akan mati dengan mengenaskan !"
Yura menelan silva nya berat , sahabat nya ini memang tak main main kalau tentang rencana yang ia mainkan , tak bisa tertebak dan rumit ..
" ayo kita kembali ! bisa bisa si Cacat itu mengamuk nanti !"
mereka kembali melangkah dengan santai nya , padahal sebuah fakta yang mengejutkan baru saja mereka ketahui , namun , seperti biasa ..tetap tenang walau nyawa banyak yang mengintai ..
***********
**Vote and Like sayang ..😁
bagaimana kelanjutan nya , apakah rencana Iblis gatal itu akan berhasil atau malah berbalik kearah nya ..😂
ikutin terus cerita author ya sayang , cinta ku ..terimakasih yang udah Kasih jempolnya ..Voteeeeee nya juga yaaa 😂**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Sandisalbiah
pengennya itu racun termakan oleh Anel sendiri.. atau nyasar ke Emeli, biar nyahok itu rubah betina..
2024-10-14
0
Ani Abbas
paling suka baca kalau karakter wanitanya kuat
2023-05-15
3
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
lanjut baca
2022-10-05
0