Makasih ya sudah mau baca novel aku, oya mau mengingatkan bahwa novel aku akan bolak balik antara 2masa waktu yang berbeda jadi jangan bingung yah😁
Back 1948
Willy POV
"KAMUUUU!!!" seru mereka berdua. Lalu Karina membuang muka, sedangkan Willy hanya menghela nafas sudah menduga Karina pasti marah, jadi dia mengganti bajunya dengan baju kering yang selalu dia bawa di tas, dan dia hanya berada di sisi sudut yang lain di ruangan itu, jauh dari Karina.
Saat Willy melamun menatap hujan yang semakin deras dan berangin, tiba-tiba
"Kyaaaa....!!!"teriak Karina karena atap di atas nya tiba-tiba bocor sehingga dia basah sambil mengomel-ngomel."Kenapa liat-liat!!!" sewot Karina sambil melotot.
"Ganti baju sana ntar sakit" kata Willy sambil ngasih kaosnya, disana ada yang tertutup papan untuk ganti baju.
Sambil masih ragu Karina menerima kaos Willy, "Jagain jangan sampai ada orang ngintip!!!" perintah Karina.
"Iyaa!! seru Willy
"Kamu jangan ngintip!!! Awassss!!!teriak Karina lagi
"Iyaaa !!" kata Willy dengan sewot, haizzz cantik-cantik kok ya galak!!!untung sayang ....eeeh batin Willy sambil meringis.
Tak berapa lama Karina keluar dengan kaos kedodoran Willy, "Kenapa senyum-senyum!!! sewot Karina sambil mengembungkan pipi dan merucutkan bibir.
Yaa ampuuun Tuhan hujan-hujan ditemani cewek cantik kebangetan dan gemesin gini, kalo pingin nyium bibir merah ranmumnya boleh gak yaa.??!!!..uuuups inget Wiilll kakaknya kaya Macan, dibanting lagi hancur deh badanku batin Willy sambil meringis.
Karena sudut sebelah kanan tempat Karina pada bocor, maka dengan malu-malu Karina duduk dibangku dsudut kiri tempat aku berteduh.
"Dok, aku minta maaf atas ucapan ku kemarin, maaf karena telah menyakiti dan membuat trauma dokter kambuh, sungguh aku minta maaf."kataku sambil melihat Karina.
"Hmm..." jawab Karina singkat dan masih menatap hujan tidak memperdulikanku.
Tiba suara petir keras sekali, dan berkali-kali, membuat Karina terkejut dan ketakutan, secara reflek langsung memelukku.
"Kyaaaa...!!!" teriak Karina sambil mendorong terjatuh dari bangku panjang.
"Aduduuuh...." rintihku kesakitan, duuuh punggungku belum juga sembuh sekarang jatuh mbentuur tembok puluh, Karma apa inii Tuhan sampe didorong cewek cantik bar-bar ini.
"Heleeh gitu aja sakit, gitu bilangnya tentara!!!" cibir Karina, tetapi tiba-tiba Karina teringat, " Lukamu terbuka lagi ya kapt??!!" tnyanya panik, lalu membantuku bangun, dan menyuruhku tengkurap di bangku sambil menarik bajuku ke atas.
"Bukan lukaku dok, tapi punggungku....Aduuh!!!! belum selesai aku ngomong tangan Karina sudah menyentuh bagian yang sakit di punggung ku.
"Kenapa bisa biru-biru begini, apa barusan berperang atau berkelahi?habis kamu pijit ya?" tanya Karina. "Aku terapi tusuk jarum ya, bolehkah?tanyanya lembut.
Aku jawab dengan anggukkan, kapan lagi coba dipegang-pegang dokter cantik ini, haizzz Willy...Willy beneeer ini efek jomblo kelamaan, batin Willy.
Lalu dengan perlahan Karina mulai tusuk jarum di punggung, "Lain kali kalau cedera jangan dipijat ya, ini beberapa otot makin cedera kalo dipijat, jadi semakin nyeri, jangan mengangkat berat dulu ya kapt." kata Karina.
"Ya dok..."jawabku pelan. Setelah 20menit terapi tusuk jarum sama Karina itu aku lihat Karina melepas sarung tangannya dan terlihat cincin yang melingkar di jari manisnya, apakah dia sudah bertunangan???
"Hujan sudah reda kapt, aku pulang dulu ya!" pamit Karina sambil berdiri mbawa tasnya dan mulai menaiki sepedanya.
"Mari aku anter dok, sudah malam juga nggak baik seorang cewek jalan malam-malam jalan sendiri." kata Willy tegas.
Selama perjalanan mereka hanya saling diam, ketika sudah hampir dekat rumah tiba-tiba hujan deras datang lagi, Willy dan Karina langsung memacu sepedanya dengan kencang, meski begitu ketika sampai di rumah Karina mereka berdua basah kuyup.
"Mari kapt masuk dulu dan berganti baju dulu, sebentar saya ambilkan baju kakak." kata Karina sambil mbuka itu dan mengajak masuk ke rumah.
Tak berapa lama Karina memberikan baju Mike untuk dipake Willy, " Mandilah dulu kapt biar tidak sakit, kamar mandinya ada dibelakang dekat dapur ya kapt."
"Tidak perlu dok, setelah berganti baju saya pulang saja!! kata Willy dengan sungkan.
"Haah mau pulang, kan masih hujan deras tungga sampai hujan reda kapt, baru anda bisa pulang, aku tinggal mandi dulu ya, silahkan anda mandi di sana kapt, jangan sungkan anggap saja sebagai ucapan terimakasih saya sudah dianter ke rumah, ok!!!" kata Karina sambil tersenyum.
" Baiklah dok, terimakasih." jawab Willy sambil terpesona melihat senyum Karina sampai tidk sadar Karina masuk ke kamar mandi depan.
Willy mandi dengan cepat karena sungkan berada di rumah Karina, ketika dia keluar dari kamar mandi tercium bau masakan yang sangat harum, membuat cacing di perut Willy berontak minta makan.
"Sudah selesai mandinya Kapt, ayo mari minum tehnya selagi hangat biar tidak masuk angin dan makan mie rebus, habis kehujanan paling enak malan mie rebus." ajak Karina sambil mempersilahkan Willy duduk.
Deeg...jantung Willy seakan berhenti karena melihat Karina dengan rambut setengah basahnya diurai memakai rok batik dan apron masaknya, yaaa ampuuun cantik banget sih ini dokter, dan aroma strawberry nya tercium di hidung Willy yang membuat jantung Willy berdebar-debar tidak karuan. "Eeh baik dok," jawab Willy sambil menarik kursi meja makan dan duduk.
Setelah Willy mencoba bakminya sesuap, "Enak tidak kapt?" tanya Karina.
"Enak banget dok, ternyata anda suka masak ya?" jawab Willy sambil makan dengan lahap.
"Panggil Karina saja kapt seperti yang lainnya kalo saat tidak di RS." kata Karina sambil makan mie nya lagi.
"Ok Arin, kamu jangan panggil kapt juga ya panggil Willy saja!" kata Willy senang.
Karina langsung mencengkeram sendok nya erat, "Jangan panggil Arin yah, Karin ato Karina ya, cuman Steve yang panggil Arin ke aku." kata Karina pelan dengan mata berkaca-kaca.
"Oooh maaf ya Rin, boleh tau Steve itu siapa?" tanya Willy sambil menahan rasa nyeri di dada.
"Tunangqnku mas, eeh boleh tidak saya panggil mas?" jawab Karina pelan.
"Ooh iya boleh Rin, sebentar lagi Rin-rin menikah y?"tanya Willy sedih.
"Menikah??kelihatannya Tuhan belum merestui nya mas, Steve berada di dunia yang lain dari Karin." jawab Karin sambil menerawang kosong.
"Maaf ya Rin, aku tanya-tanya yang membuat kamu sedih." kata Willy menyesal. Jadi Steve dah meninggal ya, kasihan kamu Rin, kamu terlihat sayang banget Rin...beruntung banget Steve.
"Nggak papa mas."kata Karin, setelah selesai makan Karin membersihkan meja dan Willy maksa yang mencuci piring dan peralatan makan lainnya. Setelah selesai mencuci, mereka menunggu hujan reda duduk-duduk diruang tengah sambil mengobrol, tiba- tiba..... JEdeeeeeer....lalu lampu mati
...Maaf ya baru up, kemarin anakku sakit🙏...
...makasih sebelumnya ya mau berkenan membaca novel aku🙏😘😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
uutarum
loh... wes ono listrik tah jaman kui
2021-09-21
0
another Aquarian
Umur brp anaknya mak?
2021-08-28
0