Tanpa setau willy, kata-kata Willy membuka kenangan buruk Karina muncul kembali.
Flashback on
"Hak...hak ...jadi ini anakmu Nji, cantiiiik banget, aku suka Nji. Mana perjanjiannya aku tanda tangani."kata Juragan Sumaryo lelaki tua berperut gendut dan berkepala botak pengusaha kaya yang akan memberikan dana buat kampanye legislatif Panji Suhendar.
"Haha...Alhamdulillah jika juragan suka, silahkan menikmati p****r kecil ini..."jawab Panji senang, melihat tanda tangan perjanjian dan cek uang yang diberikan Sumaryo, sambil mendorong tubuh Karina ke arah Sumaryo.
"Ayaaah, jangan ayaah, Karin jangan ditinggal!!!" teriak Karina yang sudah dipeluk Sumaryo.
"Jangan sentuh, lepaskan!!" ronta Karina lalu membanting tubuh Sumaryo dan berusaha lari, tapi sialnya tertangkap Panji, lalu ditamparlah muka Karina, "Dasar anak pembawa sial, cepat layani Juragan Sumaryo, sebagai balasan aku sudah membesarkan mu." teriak Panji sambil menyobek baju Karina dan mendorongnya ke arah Sumaryo.
"Dasar menjijikan, dasar gadis genit pergi sana..!!!"teriak Panji.
"Tidak ayaah, tolong," teriak Karina dengan kondisi mengenaskan di seret Sumaryo, tiba-tiba anak buah Panji membisikkan sesuatu dan dengan segera Panji dan anak buahnya meninggalkan gudang tersebut dan terdengar teriakan Karina.
Flashback off.
Tak beberapa lama, Karina sudah sampai di depan rumah lalu Karina segera turun.
"Kenapa diam saja ??sudah sadar karena tingkah polahmu ya dok??!!" kata willy dengan sinis.
Plaaak....plaaak tampar Karina sambil menatap Willy penuh kemarahan. "Kau tidak mengenal ku, lebih baik diam dan pergi dari sini..!!!!!." sembur Karina bergetar dengan mata berkaca-kaca dan kemudian lari menuju rumah lalu muntah-muntah dibawah pohon.
Willy terkaget karena tidak mengira bakalan dipukul dan diusir dengan kasar, Willy langsung pergi dengan marah, tetapi terdengar Karina muntah-muntah dan terdengar teriakan dr Mike memanggil Karina.
Pagi harinya rumah keluarga jenderal Ahmad kedatangan dr Michael Kim. Mike diajak masuk oleh Jenderal, setelah berbasa basi dengan Jenderal Ahmad, Mike mengatakan tujuan kedatangannya, dan meminta ijin Jenderal untuk berbicara dengan Kapten Willy tanpa ada gangguan, Jenderal tahu bahwa ajudannya pasti berbuat salah, meski Mike berbicara dengan halus dan sopan, dan selalu tersenyum tetapi aura kemarahan Mike sangat terasa. "Bicaralah di halaman belakang ya dok!. kata Jendral Ahmad sambil memanggilkan Willy dan mengantar Willy ke halaman belakang rumahnya.
Setelah beberapa lama, datanglah Willy menemui Mike di halaman belakang. "Selamat pagi dokter Kim, apakah ada yang bisa saya bantu dok?" sapa Willy dengan sopan, meski dalam hati pasti bakalan kena marah dokter Kim.
Sambil menghela nafas dan masih memunggungi Willy, "Selamat pagi Kapten, kita belum berkenalan bukan?." sapa halus Mike sambil tersenyum hangat dan mengulurkan tangannya.
"Ooh eeh iya dok," sambil menyambut tangan dr Kim sambil bernafas lega, ternyata dr Kim sesuai dengan perkataan orang-orang orangnya halus dan ramah.
Saat tangan mereka bersalaman, tiba-tiba tangan Mike meraih pundak Willy, lalu melakukan tachi waza (tehnik bantingan Judo) yang diawali dengan hiza guruma (menjegal kaki dari samping )lalu o soto gari ( mengangkat badan lawan dan membanting ke tanah), lalu mengunci tangan silang ude hushigi juji gatame, yang membuat Willy tidak berkutik sama sekali dan meringis kesakitan pada punggungnya. "Jangan pernah sekali-kali mendekati adikku lagi, jangan pernah mengatakan adikku genit dan menebar pesona kepada para pria, karena Karina sangat jijik dengan para pria selain kakaknya dan Steve, dia kemarin masih menghargai mu dengan mau berboncengan denganmu karena untuk menolong pasien nya, bukannya kamu menghargai usahanya untuk menekan phobianya, malah kamu hina, ini adalah peringatan, jika masih melanggar, jangan salahkan aku jika aku menggunakan ilmu ku untuk membuatmu cacat seumur hidup." bisik Mike tajam, meski begitu tetap memasang muka tersenyum, sehingga membuat Jendral Ahmad dan para prajurit yang melihat bergidik ngeri melihat senyum dr Kim.
Setelah memperingatkan Willy, Mike melepaskan tubuh willy, lalu berjalan tenang menuju ke arah Jendral Ahmad sambil tersenyum. "Terimakasih Jenderal atas kesempatan untuk berbicara sebentar dan saya meminta maaf pagi-pagi sudah mengganggu Jendral ya." kata Mike dengan halus, lalu pamit mau ke rumah sakit dengan langkah tenang seakan tidak terjadi apa-apa.
Setelah kepergian Mike, para prajurit menolong Willy yang meringis kesulitan berdiri, dan semua bertanya kenapa dr Kim membanting Willy.Willy hanya bungkam lalu meninggalkan kerubungan para prajurit sambil tertatih memegang pinggulnya yang kesakitan.
Angga dan Jendral Ahmad melihat itu semua hanya terdiam dan sudah mengira bahwa Willy telah berbuat salah sehingga memancing harimau yang tertidur untuk bangun.
"Angga bawa willy ke Mbah Karta tukang pijat untuk menyembuhkan punggung Willy. dan Willy untuk 5hari istirahatlah di rumah biar cederamu sembuh" perintah Jendral Ahmad tegas sambil masuk ke dalam rumah.
"Willy...Willy mbok jadi orang jangan dingin dan kaku to terhadap wanita, dr Karina yang cantiknya nggak normal saja kamu bikin masalah, sampai membuat kakaknya bertindak. Kamu apain dr Karin, ingat Will jika sampai kamu menyakiti Karin lagi sebelum kakaknya maju, aku sudah maju duluan, nggak peduli pertemanan kita!! itu pipimu kok ya memar, apa tadi juga kena pukulan dr Kim? tanya Angga dengan penuh kemarahan dan hanya ditanggapi malas dan bungkam oleh Willy.
Setelah 3 hari cedera punggung Willy belum sembuh juga, maka Willy ke RS sore harinya pukul 16.00. Saat di RS Willy melihat Karina sedang dirubungi anak-anak untuk diperiksa, terlihat sangat cantik, meski tanpa make up dan lembut terhadap anak-anak.
Meski melihat Karina, Willy tidak berani menemui Karina karena takut kena tampar dan bantingan ke dua kakak beradik Kim yang ternyata sangat mengerikan.
Pukul 18.00 akhirnya waktu prakteknya Karina selesai, "Wuaaaw akhirnya selesai hari ini sambil mengangkat kedua tangan keatas." kata Karina sambil cengengesan.
"Dok mau langsung pulang ato tunggu dr Kim?"tanya suster Rini.
"Kelihatannya tunggu kakak dech sus, sudah suster pulang duluan aja." sambil merapikan peralatan lalu menuju ruang praktek Mike.
Tok...tok kak?? sambil membuka pintu ruang Mike.
"Ya Rin, kamu sudah selesai?Karin bisa pulang sendiri? Kakak masih mau rapat untuk membahas kepindahan RS DKTAD ini menjadi RSTP."jelas Mike lembut.
"Baiklah kak, kalau begitu Karin harus buruan karena mau hujan." jawab Karina lalu segera pulang. Baru setengah jalan hujan benar-benar turun dengan derasnya, Untung tidak jauh dari situ ada rumah kosong yang biasa dipakai para pedagang menaruh barang jualannya sebelum di setor-setorkan ke toko, tetapi pada saat itu baru kosong, jadi Karina bisa berteduh di situ, disitu ada bangku panjang yang bisa diduduki Karina beristirahat, Karina melepas Snellinya dan menggantinya dengan jaket hoodie kesayangannya, karena udara terasa mulai dingin. Tak beberapa lama datang seorang pria naek sepeda, yang mau berteduh pula di situ. Pada saat orang tersebut itu masuk kedua pasang mata itu tak sengaja saling bertatapan....dan 1....2....3.... "KAMUUUII!!!!" serentak mereka berdua berteriak.
Kamu siapa ya???
hayooo tebak!!😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Naoki Miki
Bom sudah mndarat🤗 fighhtingg💪
~Rasa yang tak lagi sama~
2020-10-31
1