Kondisi Karina Pasca Operasi,ini dianggapnya rambutnya hitam ya 😁
Setelah 6jam operasi, dr Frans dan dr Merry keluar dari kamar operasi dan menemukan dr Steve ditemani suster Rahma kepala suster yang sangat menyayangi Karina, yang langsung menyerbu dr Frans dan dr Merry.
"Bagaimana kondisi Arin Frans? apakah dia selamat hmm??" tanya Steve serak.
"Ayo ikut ke kantor aku jelaskan secara detail, yang jelas operasi berjalan lancar." jawab dr Frans yang dijawab Steve dengan helaan nafas lega.
Setelah mereka sampai di kantor Frans, Frans menjelaskan bahwa Karina mengalami Hematoma (adanya gumpalan darah di otak akibat benturan, cedera otak ini sangat berbahaya karena menyebabkan pasien tidak sadar bahkan apabila parah akan mengalami kerusakan otak permanen), meski semua gumpalan darah sudah bisa aku keluarkan, tetapi karena kondisi Karina yang juga mengalami patah tangan,kaki, rusuk kondisi Karina mengalami Koma Steve, semoga Karina bisa melalui masa kritis ini, apabila dia bisa melaluinya, aku rasa Karina bisa terselamatkan Steve. Steve langsung lemas mendengarkan betapa gentingnya keadaan Karin.
Sambil menepuk punggung Steve, Frans berkata "kita berdoa y Steve, percayalah bahwa dengan kuasa Tuhan Mukjizat itu ada. Kamu sudah memberi kabar keluarga Karina dan keluargamu?"
Sambil mendongakkan kepalanya Steve berkata " Belum Frans, ini baru mau aku telpon mama dan kak Elang kakak Karina."
Tak beberapa lama, datanglah mama dan papa Steve, yang langsung memeluk Steve untuk menguatkan Steve. Kemudian terdengar suara derap langkah berlari yang ternyata Elang dan Sena kakak dan adik tiri dari Karina, mereka melihat Karina dari jendela karena Karina masih di IICU, Steve menjelaskan kondisi Karina, Elang dan Sena langsung menangis melihat saudara wanita mereka satu-satunya yang biasanya ceria dan cerewet sekarang terlihat lemah tidak berdaya penuh dengan kabel-kabel yang terhubung dengan alat.
Tiba-tiba datang Laras yang merupakan mama Karina, "Elang kenapa nyuruh bunda malam-malam datang ke RS? tanya Laras dengan angkuhnya sambil melirik Steve dan keluarga Rumengkang dengan tidak suka.
"Bun maafkan Steve tidak bisa menjaga Karina, sehingga Karina terluka parah." sesal Steve dengan mata berkaca-kaca.
"Gimana kondisi Karina sekarang?" kata Laras ketus.
"Karina Koma bun, maafkan Steve bun!" jawab Steve serak menahan tangis.
"Huuh merepotkan saja, pakai koma segala. Kenapa tidak mati sekalian anak sialan ini!! O ya Steve ingat keluarga Suhendra tidak akan mengeluarkan biaya sepeserpun untuk biaya RS anak haram ini."kata Laras sambil membalikkan badan mau pergi.
"Buuun!! liat lah kondisi Karina bun, kenapa bunda masih tega sama Karina, dia anakmu bun!!" kata Elang dengan marah.
"Anak???!!! ciiih dia adalah anak sial kalau ayahnya tidak memberi aku uang, tidak sudi aku merawat dan melahirkan anak pembawa sial itu!! lain kali kalo ada apa-apa dengan Karina kamu tidak usah hubungi bunda Lang, menyebalkan, Sena ayo ikut bunda pulang!!!" sembur Laras sambil menarik tangan Sena.
"Berhenti menghina Karina bun!!! Karina adalah calon isteriku, nyonya muda keluarga Rumengkang, apabila bunda masih menghina Karina jangan salahkan Steve tega menuntut bunda di pengadilan, dan jangan kuatir masalah biaya RS keluarga Rumengkang sangat mampu membiayai tanpa meminta sepeser pun terhadap uang keluarga Suhendra." kata Steve penuh dengan emosi, sambil tangannya dipegang mama dan papanya karena kuatir Steve bertindak kasar.
"Tidak Bun, Sena pulang nanti bersama kak Lang". jawab Sena sambil menepis tangan mamanya.
Sambil marah, Laras pergi meninggalkan ruang tunggu IICU, "Terserah kalian, tapi ingat jangan sampai bocor di wartawan, ingat ayah 4bulan lagi mencalonkan presiden, jangan buat malu."ancam Laras kepada Elang dan Sena.
Sepeninggal Laras, Elang dan Sena meminta maaf kepada papa mama Steve. Lalu Elang mengajak Steve dan Theo Rumengkang untuk berbicara serius. "Om dan Steve dengan hadirnya bunda disini tanpa adanya ayah, membuat Elang kuatir akan keselamatan Karina, Om dan Steve tau kan Ayah mau mencalonkan presiden tahun depan, 4bulan lagi akan mulai kampanye dengan partainya." kata Elang.
"Apa maksudmu dengan keselamatan Karina Lang?coba kamu jelaskan om tidak paham?" tanya Theo Rumengkang.
"Begini om, om ingat bahwa Karina mewarisi perkebunan dan pabrik kopi di jawa barat dari emak Liem, meski tidak besar, tetapi sudah terkenal dimana-mana. Apabila terjadi apa-apa terhadap Karina, warisan tersebut akan jatuh ke bunda sebagai ibu kandung Karina. Sampai disini om dan Steve sudah paham arah tujuan Elang kan?" "Rencana Elang akan menempatkan para bodyguard Elang didepan kamar Karina dan disekitar RS, karena Elang takut kejadian dulu terulang kembali, Elang takut kehilangan adik cewek Elang satu-satunya akibat keserakahan ayah, bisakah om dan Steve mengamankan para tenaga medis di rs ini dari penyusup suruhan ayah? karena RS ini milik keluarga Rumengkang." kata Elang.
"Ternyata kamu memang hebat Lang, sampai tahu bahwa RS ini milik keluarga Rumengkang, padahal tidak pernah diekpos. Jangan kuatir kalo sudah intern RS, apalagi menyangkut Karina, menantu kesayanganku." jawab Theo sambil menepuk bahu Elang.
"Terimakasih banyak om, o ya Steve sebelumnya aku minta maaf bukannya memaksa sebagai kakak Karina, untuk mencegah tindakan ayah yang lain, bisakah kamu menikahi Karina, sehingga Karina sudah terlepas dari Bunda, dan kamu adalah wali yang sah secara hukum terhadap Karina, aku tahu kondisi Karina yang seperti ini mungkin sudah tidak pantas mendampingi kamu Steve, tapi aku mohon." kata Elang sambil bersujud di hadapan Steve sambil menangis.
Terkagetlah Steve dan Theo melihat seorang Elang Pradana Suhendar yang terkenal dingin dan angkuh, bersujud sambil menangis karena rasa sayangnya terhadap Karina. "Kaak, jangan begini, ayo berdiri kak....tanpa kakak pinta Steve akan menikahi Karina, kakak tahu kalau dunia Steve adalah Karina, jangan bilang Karina tidak pantas kak untuk Steve, apapun kondisi Karina Steve selalu ada untuk Karina, Karina satu-satunya wanita sempurna buat Steve kak." kata Steve sambil menangis, Theo dan Marcela Rumengkang terharu dan tak mengira betapa Steve menyayangi Karina sebegitu dalamnya.
" Terimakasih....terimakasih Steve, terima kasih om dan tante." kata Elang dan Sena serentak sambil bersujud kepada keluarga Rumengkang.
"Bangunlah Lang dan Sena!" perintah Theo sambil menarik berdiri Elang dan Sena dibantu Marcela.
"Besok pagi biar aku suruh Kunto untuk mengurus surat-surat kak, jadi besok secara hukum Karina resmi menjadi istriku, untuk masalah sakramen pernikahan kita menunggu Karina sadar dan sehat ya kak!" kata Steve dengan tegas.
"Kalau membutuhkan apa-apa, aku dikabari ya Steve. O iya ini meski tidak banyak ini mahar Karina, sebagai kakaknya Karina satu-satunya, jangan kuatir ini uang yang sudah aku kumpulkan sendiri dari usahaku terlepas dari keluarga Suhendar."kata Elang dengan tulus.
"Apa maksud kakak, tidak perlu kak, sudah kewajiban keluarga Rumengkang yang memberi mahar kepada Karina kak! tolak Steve dengan halus.
"Apa Steve lupa, Karina masih keturunan orang Korea, dulu emak Liem menitipkan Karina sambil berpesan apabila menikah kami sebagai keluarga Kim memberikan mahar kepada suami Karina, jadi aku mohon terima ini ya Steve, ini adalah mahar dari keluarga Kim untuk Steve. harusnya juga berupa banyak bingkisan barang dan makanan, maaf ya Steve kondisi seperti ini, kakak hanya bisa memverikan cek uang saja." kata Elang bergetar dengan memegang tangan Steve dan memberikan cek ditangan Steve, sambil meneteskan mata.
"Baiklah kak, Steve terima. Terimakasih ya Kak sudah sangat menyayangi Arin. Sekarang kakak dan Sena pulanglah!" biar Steve yang menjaga Arin.
Setelah Elang dan Sena pergi, tinggallah Marcela dan Theo, " Steve...bukannya papa dan mama melarang dan tidak sayang sama Karina, kamu tahukan Steve kami sangat menyayangi Karina sejak kita temukan saat dia berusia 7th, tetapi dengan menikahi Karina apakah sudah tepat Steve?? Kamu satu-satunya anak laki-laki penerus keluarga Rumenkang, dengan melihat kondisi Karina bagaimana jika terjadi apa-apa dengan Karina Steve?!" kata Marcela dengan lembut.
"Ma...pa...Maaf ya Steve kali ini mengambil keputusan tanpa meminta persetujuan dari papa mama, tapi hanya Karina yang Steve mau sebagai istri Steve, kita berjanji bersama sampai tua nanti, jadi Steve percaya Karina akan segera sadar, Steve mohon restui kami ya pa... ma..Steve mohon sekali ini saja." mohon Steve sambil bersimpuh dibawah kaki papa dan mamanya.
"Baiklah Steve, tapi papa minta kamu jaga kesehatan ya, ingat Karina masih membutuhkan kamu, jangan sampai kamu sakit, papa mama merestui kalian." kara Theo sambil menarik berdiri.
Akhirnya 1300kata
Hayooo mana tim Steve-Karina???
Dan mana tim Willy-Karina??
tinggalkan jejak ya Chingu🙏🙏
Gumapta🙏😘
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
R yuyun Saribanon
Bingung saya
2023-05-16
0
Leandra Asyafiditia
maaf ya Thor .. ko cerita nya agak aneh .. masa saingan cinta nya dari tahun yg jauh beda? dan Karin kenal Willy dari mana kalo dia udh meninggal THN 50an spt penjelasan awal? Krn spt ny Karin sudah kenal Willy lumayan dekat jauh sebelum Karin kecelakaan. makanya dia minta ke malaikat Mike buat dipertemukan
apa aku ada yg ketinggalan baca ya Thor?
2021-01-12
2