Kita tinggalkan tahun 2020 kembali ke 1948 dulu yaah😁
RUMAH KARINA & MICHAEL KIM
"Steve...tolooong Stevee" teriak Karina yang terbangun dari tidur di malam harinya setelah dari pangkalan siang tadi, Karina sambil menangis, berkeringat dingin dan langsung menuju kamar mandi untuk muntah-muntah.
Setelah puas muntah, Karina keluar dari kamar mandi, dengan duduk berjongkok dilantai. "Kapan aku sembuh Tuhan dari ketakutan ku ini."isak Karina.
Mike datang dan memeluk Karina, "Segalanya baik-baik saja Rin, lupakan semuanya Rin selama kakak disisimu tidak akan ada yg menyakitimu, termasuk b*****an itu hmmm" kata Mike lembut.
"Kak, Karin kangen Steve...kapan Karin bisa bertemu Steve...kak?? seru Karin yang masih terisak didada Mike.
"Pada saatnya nanti kamu bisa pulang, sekarang kamu harus menikmati hidupmu disini tanpa adanya b***an itu
Wajah Sersan Handoko yang membuat Karina ketakutan karena memiliki wajah yang mirip dengan ayah tirinya.
Panji Suhendra ayah tiri Karina, orang yang paling ditakuti Karina dan suka menyiksa Karina, anggota legislatif dari Partai Damar yang digadang-gadang akan menjadi presiden RI selanjutnya (pura-pura nya ya gaess😁🙏)sifatnya licik, kejam dan menghalalkan segala cara.
RUMAH JENDRAL AHMAD SUPRAPTO
Pada sore hari setelah Angga bertemu dengan Karina, Angga yang barusan sampai di rumah Jendral Ahmad, dia menemukan Willy yang sedang melamun dengan muka berlipat.
"Kamu ngapain Will? muka kok kusut banget, biasanya muka kamu datar kaya tembok!" ejek Angga sambil tertawa.
"Berisik, kamu kenapa datang-datang bahagia banget." Jawab Willy Ketus.
Sebelum Angga menjawab, masuklah rombongan Sersan Anwar, sersan Raka dan sersan Aksan. Mereka tertawa-tawa membicarakan kejadian di pangkalan tadi.
"Emang ada apa di pangkalan kok kalian tertawa-tawa" tanya Angga penasaran.
Lalu mereka bercerita tentang apesnya sersan Handoko yang playboy mau merayu malah ditolak mentah-mentah dr cantik, bahkan Handoko dihajar para prajurit karena dituduh mau memperkosa dr cantik, kasihan sebenarnya tapi bikin Handoko jera, karena terlihat banget dia shock sampe membuat dr cantik itu sampe muntah lihat muka Handoko, padahal dia selalu percaya diri bahwa dirinya ganteng, ketiga sersan itu bercerita sambil tertawa.
"Tapi kelihatannya dr Karin sudah bersuami ato pacar ya tadi San?" tanya Raka terhadap Eksan.
"dr yang ganteng meluk dr Karina tadi y?dr Kim namanya kalo tidak salah, kelihatannya iya Ka, meluknya posesif banget dan kelihatan sangat marah tadi, gilaa mata dan aura nya mengerikan tadi." sahut Eksan.
"Kita sudah tidak ada harapan ya mendekati dr Karin yang cantik itu" sambung sersan Anwar juga
"Suami?pacar?dr Kim? hahahaha dasar kalian, dr Kim mah kakaknya dr Karina, Karina Kim dan Michael Kim." jelas Angga.
"Serius Ngga? seru para sersan serentak sambil memancarkan mata berbinar-binar.
Willy yang pura-pura membaca koran tetapi telinganya ikut mendengarkan, diam-diam tersenyum.Syukur dech, masih ada harapan ini, kata Willy dalam hati.
RUMAH dr HUSEIN
Saat Subuh, Angga pulang selesai piket, "Assalammualaikum bu" sapa Angga sambil mencium ibunya yang sedang masak di dapur bersama bi Asih.
"Waalaikumsalam Angga, baru ulang ya nak? sudahkah sholat nak?" tanya bu Murni penuh kasih.
"Sudah bu, tadi bersama-sama di rumah Jendral, Angga tidur dulu ya bu mumpung hari minggu dan Angga libur bu." jawab Angga sambil menguap mengantuk.
"Baiklah tidurlah dulu sana nak, nanti ibu bangunkan untuk sarapan." kata bu Murni.
"Beberapa saat waktu Angga tidur, terdengar suara diluar jendela kamar Angga yang letaknya didepan, terdengar suara merdu menyapa bi Asih.
"Pagi bi..., bibi mau ke pasarkah?" tanya suara wanita tersebut.
"Iya neng, ini nunggu ibu yang sedang berganti baju." jawab bi Asih dengan ramah.
"Bolehkah Karin ikut bi? persediaan bahan makanan dirumah habis, Karin tidak bisa masak nanti." kata Karina dengan renyah.
"Tentu saja boleh neng, ibu pasti senang ditemani neng!"jawab bi Asih kembali.
"Waaa makasih bi, tunggu sebentar ya, Karin ganti baju terlebih dahulu." jawab Karin sambil berlari masuk ke dalam rumah.
Mendengar itu, hilang lah rasa kantuk Angga, Angga langsung berganti baju dan lari kedepan mengambil kunci mobil, "Bu ke pasar nya Angga anter ya?" teriak Angga.
"Haah, kamu sudah bangun Ngga katanya mengantuk, baru tidur sebentar loo." kata bu Murni terheran melihat Angga sudah berdandan rapi.
Saat rombongan bu Murni keliar, tampak Karina sedang duduk didepan rumah, sedang memakai sepatu. "Selamat pagi bu, Karina boleh ikut ke pasar bu?" sapa Karina ramah.
"Ooooh boleh-boleh, ayoo mari mumpung Angga mau mengantar." jawab bu Murni sambil tertawa memandang Angga yang cengengesan dan terkagum-kagum melihat penampilan Karina yang sangat imut dengan memakai kaos, celana, memakai jaket jeana dan rambut di cepol berantakan, meski begitu wajah cantiknya malah semakin tampak, meski Karina tanpa sentuhan make up.
Karina siap-siap mau ke pasar ini 😊😁
Penampilan Angga yang mau mengantar Karina dan ibunya ke pasar.
Angga POV
Selama di mobil, ibu, bi Asih dan Karina saling mengobrol, dimana Karina sering tertawa, yaa ampun Tuhan suaranya bening banget..haizzz mulai dech Angga lebay. Ibu yang memang mudah bergaul membuat Karina yang pertamanya sungkan, tapi lama kelamaan ikut an criwis seperti ibu, membuat aku makin suka, dan membayangkan jika Karina jadi istriku bahagianya aku setiap hari pun aku rela mengantar mereka ke pasar, terlebih pagi-pagi aroma parfum nya yang berbau strawberry membuat udara pagi ini segar banget. Tetapi saat dipasar, membuatku jadi sebal gimana tidak semua mata pria maupun para bakul dipasar melihat Karina penuh kekaguman, haizz harusnya Karina tidak usah ke pasar membuat aku emosi dech.
Aku berjalan merapat di belakang Ibu yang digandeng Karina.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai, ketika kita akan menuju ke mobil, tiba-tiba ada yang mencopet dompet Karina, lalu berlari. Karina secara reflek berteriak dan mengejar pencopet itu, aku pun ikut berlari membantu Karina mengejar copet itu, karena pasar penuh dengan orang aku tertinggal dari Karina. ketika mulai dekat aku melihat pemandangan yang membuat aku takjub, bagaimana tidak aku melihat Karina yang berbadan mungil bisa menghajar copet itu yang memiliki badan besar dan membantingnya. Melihat itu terasa jantungku berdebar dengan keras, baru kali ini Angga merasakan detakan jantungnya tidak normal apabila berdekatan dengan Karina.
"Mas Angga jangan bengong, bantuin Karina ini." teriak Karina yang masih menduduki punggung pencopetnya yang sudah babak belur dipukuli Karina.
"Eeh iya Karin." jawabku tergagap sambil masih memandang Karina takjub. Kuikat tangan pencopet tersebut, banyak penonton dipasar yang memuji Karina, "Istrimu keren mas hebat, sudah cantik, jago silat pisan euy..kamu sering d banting di ranjang ya mas???" banyak omongan penonton yang berbicara begitu padaku...amiiiin semoga memang jodohku, aku mah rela di banting-banting gitu sama neng Karina geulis batinku sambil tersenyum-senyum sendiri, aku lirik Karina yang sibuk membersihkan diri dan tidak memperdulikan banyaknya orang berkomentar, lalu kami menggiring pencopet tersebut kepada keamanan pasar.
Setelah itu kami kembali menemui ibu dan bi Asih yang menunggu di parkiran mobil dengan cemas, di mobil ibu menginterogasi Karina, tapi aku yang bercerita bagaimana Karina bertarung dengan pencopet tersebut, sedangkan Karin sibuk melepas jaket dan sarung tangan plastiknya, lalu memasukkan dalam kantong plastik yang dia keluarkan dari tas nya.
"Kamu terluka Rin? lain kali jangan dikejar Rin dan bertarung berbahaya." kata ibu dengan cemas.
"Iya bu, kalo bukan dompet ini yang diambil, bahkan uang Karin, sudah Karin ikhlaskan bu, tapi jangan dompet Karin, ini kenangan dari Steve dan ada foto kita bu, jadi tadi Karin kejar." jelas Karin dengan sedih.
"Steve itu siapa Karin?"tanya ibu, sambil telinga ku kubuka lebar-lebar, meski tetap sambil menyupir.
"Tunangan Karin bu." kata Karin lirih meski begitu masih terdengar oleh kami. Ibu melirikku yang mana aku terlihat shock dan sedih.
"Oooh, kalau begitu sebentar lagi Karin menikah ya?"kata ibu yang juga terlihat sedih.
"Tidak bu, kita sudah berada di dunia yang berbeda." jelas Karin sambil berkaca-kaca lalu membuang muka menatap jalanan.
"Oooo..., eeh iya Karin kamu mau memasak apa? ibu lihat tadi membeli ikan." kata ibu untuk mengalihkan cerita dan membuat suasana tidak canggung.
"eeeh iya bu, Karin beli lele kakak suka pecel lele, sambal dan sayur asem bu, panas-panas begini enak makam sayur asam biar seger." kata Karin sambil nyengir, lalu ibu sudah mulai mendongeng tentang masakan, suasana mobil kembali meski tadi terlihat canggung, diam-diam aku tersenyum lega. "Beda dunia? berarti sudah meninggalkan ya?bolehkan ya aku berharap kepadanya?' batinku sambil tetap fokus menyopir.
to be continyu ....waah Karin ada yang bucin satu lagi ini😁😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Rika_Faris
eh... karenanya habis bersentuhan sama copet tu... apa g kambuh ya pobia nya???
2022-05-09
1
Nafla Gege
bukan beda dunia. tpi beda generasi itu mah. yg satu generasi old n yg satu generasi now 😁😁😁✌✌✌
2021-08-06
2