...Sedetik pun aku tak pernah lupakan mu...
...Karena aku terlalu sayang kamu...
...Lihatlah hatiku terluka dan smakin rapuh...
...Karena kamu kini jauh dariku...
...Apakah kau disana merindukanku...
...Tuhan tolong diriku tersiksa rindu...
...Biar ku bertemu walau dalam mimpi...
...Karena ku tak sanggup lagi...
...Aku tersiksa rindu....
...TERSIKSA RINDU Dygta...
Alunan merdu terdengar dari luar saat Willy datang kerumah dr Kim, apakah itu suara Karina? bagus banget euy...batin Willy, lalu mengetuk pintu.
"Riin, tolong bukain pintunya ya!!" terdengar suara dr Kim.
" Ok kak!!" jawab Karina tidak kalah kerasnya.
Krieeet....pintu di buka lalu terlihat Karina yang masih menjinjing gitar, memakai baju sabrina berwarna putih, rambut dikepang, sangat cantik, membuat muka Willy merah padam.
"Anda mencari siapa ya?tanya Karina bingung karena prajurit di depannya hanya menunduk.
"Dok ,Bayu putra Jendral Ahmad tiba-tiba panas dan sesak nafas, bisakah dokter Karina ke rumah Jendral untuk memeriksanya? karena dr Agus sedang sakit." kata Willy.
"Oooh bisa..bisa tunggu sebentar saya ganti baju ya, silahkan duduk dulu kapteeen..." jawab Karina sambil melihat nama di baju prajurit tersebut "Kapten William P Simorangkir." baca Karina sambil tersenyum lalu masuk ke dalam.
"Yaaa ampuuun itu orangnya itu orangnya....yaa ampun aslinya tinggi banget," gumam Karina kegirangan dalam kamarnya sambil loncat-loncat heboh sendiri.Oooiaa kondisi urgent, duuh malah heboh sendiri aku kata Karina sambil tepok jidat.
"Ayo kapten kita berangkat." ajak Karina sambil bawa tas isi peralatan kedokteran, obat-obatan dan jarum akupunktur, dan snelli (jas dokter)
"Eeh oo iya mari dokter." jawab Willy terkaget sambil melihat penampilan Karina yang terlihat sangat cantik memakai rok biru muda, rambut di cepol berantakan.
"Kak Mikee, Karin berangkat dulu ke rumah jendral Ahmad yaa!!! teriak Karin.
"Butuh ditemani gaak Rin, kalo iya tunggu kakak selesai mandi yaa!! teriak Mike tidak kalah kenceng nya dari kamar mandi.
"Gak usah kok, udah sama kapten William, byee kakaaak muaaaach!! teriak Karin.
Lalu Karina mengambil sepedanya, tapi Willy mencegahnya bilang dibonceng dia saja supaya cepat. Ketika Karina melihat sepeda Willy yang bonceng nya didepan, Karina mulai terlihat panik, tetapi berusaha dia tahan karena kondisi urgent jadi dia harus bisa tahan dan langsung memakai sarung tangan dan mau memakai jaket hoodienya.
"Ayo dok buruan naik" ajak Willy yang sudah naek di sepeda. Ketika Karina mulai naik, Willy melihat tengkuk putih Karina karena rambut Karina yang di cepol ke atas, membuat Willy menelan ludah dan susah bernafas, apalagi aroma tubuh Karina yang tercium karena posisinya sangat dekat. Tiba-tiba tangan Willy menarik karet rambut Karina sehingga rambut indah Karina terurai dengan lembutnya.
"Yaaa kok dilepas siiich" omel Karina sambil menatap Willy tajam, tetapi Willy hanya mengangkat alisnya sebelah, menatap Karina datar tanpa komentar, membuat Karina jengkel lalu memakai jaket hoodienya dan menutup kepalanya dengan kerudung hoodienya. Lalu mereka berangkat menuju ke rumah Jenderal Ahmad.
penampilan dr Karina karena karet rambutnya dilepas Willy.
Bagaimana Mereka bersepeda bersama ke rumah Jenderal Ahmad.
Selama bersepeda keduanya sama-sama diam, yang satunya berusaha menahan detak jantung yang semakin menggila, dan yang satu berusaha menahan mual, dan gemetar tubuh karena berdekatan dengan pria asing.
"Apakah masih jauh kapt?" tanya Karina dengan cemas.
"Itu di depan sudah sampe kok dok." jawab Willy.
Setelah sampai Karina langsung dibawa masuk oleh Willy, "Selamat malam ibu, ini dokter Karina sudah sampe!!" kata willy sambil memberi hormat kepada bu Ahmad.
"Selamat malam ibu, dengan saya Karina bu." sapa Karina sambil mengulurkan tangannya.
"Malam Will dan malam dokter, mari masuk dok , Bayu ada dikamar, Willy silahkan kembali ke tempat, nanti saya panggil kembali kalau sudah selesai."
"Baik bu, permisi." pamit Willy. Lalu Willy kembali ke ruang jaga tempat berkumpulnya para prajurit yang jaga malam ini.
Karina memeriksa Bayu ternyata terkena bronchitis, sehingga menyebabkan Bayu susah bernafas, tapi untung saja belum parah, jadi Karina hanya memberikan obat batuk, dan obat antiaflamasi, lalu menerapi dengan jarum-jarum akupunktur sehingga Bayu tidak sesak nafas dan bisa mengeluarkan dahaknya.
"Ibu Bayu terkena bronchitis, tetapi Puji Tuhan masih belum parah, ini tadi saya sudah menerapi dengan akupunktur sehingga sesak nafas nya menghilang, dan ini beberapa obat yang harus diminum bayu, sudah saya tulis aturan minumnya, nanti 3hari lagi mohon kembali ke rs untuk saya terapi lagi, selain itu mohon Bayu dijauhkan dari orang merokok, dan jangan terlalu capek." jelas Karina kepada bu Ahmad.
"Baik dokter, terimakasih sekali dokter sudah mau saya panggil malam-malam begini."kata bu Ahmad sambil memberikan amplop untuk Karina.
"Sama-sama bu sudah menjadi tanggung jawab saya bu sebagai dr anak, kalau sudah tidak ada yang ditanyakan, saya ijin pulang ya bu, sudah sangat malam, terimakasih bu." pamit Karina dengan sopan.
"Oya dok, mari saya antar ke depan."kata bu Ahmad.
Setelah sampai didepan, bu Ahmad memanggil Willy untuk mengantar Karina pulang. Pada saat Willy dan Karina menuju parkiran sepeda, terlihat Angga yang barusan datang. "Loo Karin mau kemana malam-malam begini?" sapa Angga dengan renyah.
"Mau pulang mas Angga, habis periksa Bayu putra bu Ahmad, mas mau kemana malam begini?"jawab Karina.
"Hahaha aku barusan sampe Karin, biasa dapat piket malam. Oya Rin besok Minggu kamu mau ke pasar lagi tidak, ibu tadi bertanya, kalo iya saya anter lagi." tanya Angga.
"Nggak mau aah, mending pergi sama kakak aman, sama mas Angga Karin malah kecopetan udah gitu mas Angga cuman bengong, Karin sendiri yang harus ngejar pencopetnya." ejek Karina.
"Hihihi besok lagi ndak dech Rin, hmmm....hmmm..."bujuk Angga. " Rin aku anter pulang aja yuuk!!"
"Nggak aah mas, kasihan kapten Willy sudah siap mau mengantar pulang." kata Karina sambil menunjuk Willy yang sudah siap di sepeda dengan memasang muka datar.
"Ayo kapt, kita pulang sudah malam."kata Karin sambil menuju boncengan sepeda belakang.
"Kenapa nggak didepan mboncengnya?"tanya Willy.
"Nggak aah, sudah malam, didepan kena angin, Karina dingin."elak Karina yang tidak mau terlalu dekat dengan Willy.
Lalu berangkatlah mereka, "Mas Angga Karin pulang dulu."pamit Karin.
"Iya Rin, Willy hati-hati nyepedanya." jawab Angga dan hanya dibalas Willy dengan "Hmmm...." dasar Willy si manusia es, batin Karina.
"Sejak kapan dokter akrab dengan Angga?pakai panggil mas segala, baru tau ternyata dr Karina itu genit, makanya Handoko salah tangkap, makanya dok kalo tidak mau diganggu pria, jangan mancing-mancing!" kata Willy ketus karena cemburu melihat keakraban mereka.
Cieeee...cieeee mulai ada yang cemburu tuuh!!!!😁
to bi kontinyu .....☺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Nafla Gege
klo g panggil mas trus panggil apa. masa iya cuma panggil nama doank 'Angga' kn g sopan
2021-08-06
1