Sore itu setelah Angga selesai mengantar Jendral Ahmad dari rapat dengan bapak presiden, Kapten Angga meminta ijin pulang terlebih dahulu untuk mengambil baju untuk giliran piket malam nanti. Ditengah perjalanan Angga melihat seorang Gadis memakai baju dan celana hijau, dengan rambut yang dcepol berantakan, terlihat kebingungan melihat kanan dan kiri tetapi tidak ada yang bisa dia tanya, karena pada saat itu jalan tersebut sepi. maka ketika aku tanyain, dia terlonjak kaget, sambil memutar badannya melihat ke arahku.
Deeeg yaaa ampuun apakah ini orang atau seorang bidadari dengan tubuh mungil nya, kulitnya seputih salju, bibir warna merah alami dan matanya bulat kecil, memandang ku kaget. "EEH iyaa pak..eeh maas." berhenti sebentar lalu melihat nama di dadaku "eeh maaf kapten, mau tanya jalan Garuda dimana ya? kok saya sudah lewat bolak-balik tidak ada nama burung, hanya nama gunung saja y? apa saya salah belok y? tadi kata suster Rini memberitahu jl Garuda ada d sebelah kiri ini." cerocos Karin kebingungan sambil meringis.
Yaaa ampuun ini gadis gemesin banget sich kalo a simpen dirumah boleh gak yah...duuuh kenapa sich jadi punya pikiran korslet gini batin Angga. "Suster Rini?dari RS? kamu mencari rumah dr Husein ya? kamu suster baru ya? ayoo saya anterin kalo mau memberikan laporan kesana, biasanya suster Rini yang mengantar laporan ke rumah, tapi mungkin karena kamu suster baru ya, jadi nanti bakalan jadi tugasmu ya??!!" cerocos Angga sambil mengayuh sepeda, sedangkan Karina mengikutinya dari belakang sambil diam.Beberapa kali Angga menengok kebelakang untuk mastiin Gadis itu mengikutinya. Setelah beberapa lama sampailah mereka didepan rumah dr Husein.
"Ayo mari masuk terapi kelihatannya bapak ibu belum sampai rumah dech, o ya perkenalkan saya Anggara Dipta Husein putra pertama dr Husein panggil saja Angga sambil mengulurkan tangannya. Tadi sudah hapalkan jalannya? kalau belum nanti saya anterin lagi karena saya hanya pulang mengambil baju lalu dinas piket lagi malam ini." kata Angga tanpa menunggu Karina menjawab.
"ehhh iya kapt, nama saya Karina saya tinggal di depan rumah anda kok, terimakasih ya sudah diantar sampe dirumah, maaf saya belum hapal jalan jadi merepotkan kapten Angga. Mari kapt, saya masuk dulu, salam buat ibu dan Dirga." jawab Karina sambil tersenyum dan masuk ke rumah.
Yaaaa ampuun dia yang bernama Karina, cantik nyaaaa, makanya orang rumah heboh kalo kaya gini nggak usah dipaksa nikah, nikah hari ini juga aku mau😍😍. Duuh maluuunya aku pikir suster baru karena masih muda banget dan imut banget, batin Angga sambil mukul kepalanya sendiri karena sembarangan mengira. Lalu tersenyum-senyum sendiri.
Penampilan Karina saat kebingungan mencari jalan pulang
Kapten Angga, putra sulung dr Husein
Willy POV
Saat Willy mengantar bu Ahmad ke sekolah Denni putranya, "Will tadi bapak berpesan supaya kamu ke pangkalan untuk memeriksa lukamu, ibu ditinggal saja, nanti saat kamu selesai periksa baru di jemput saat Denny pulang jam 13.00 y Will." kata bu Ahmad.
"Baik bu kalau begitu, saya ijin mundur bu." kata Willy. Ketika akan menuju pangkalan, roda mobilnya bocor, terpaksa Willy mengganti roda tersebut. Ketika Willy sampai di pangkalan waktu sudah menunjukkan pukul 12.18, Willy melihat suasana sudah terlihat sepi, Haduuuh aku terlambat sambil berlari menuju ruang kesehatan yang biasa dipakai untuk memeriksa. Willy mengintip di jendela terlihat gadis sedang sibuk menulis dengan rambut menutupi mukanya dari samping, sehingga terlihat wajahnya.
Took....toook...took, Willy mengetuk pintunya sambil masih ngos...ngossan.
Krieeet... terbukalah pintu tersebut dibuka oleh gadis yang memakai tutup hidung dan mulut, sambil menatap heran, Willy bertanya "Apakah masih bisa periksa?"
" Oooh masih, mari masuk silahkan duduk!!"
"Hapus keringatnya dan minum dulu!" suruh gadis tersebut. Kenapa anda lari-lari? punggung anda terluka ya? cerocos gadis itu.
Saat melihat wajah gadis itu yang tiba-tiba melepas maskernya, jantungku berdebar-debar terlebih saat melihat dia tersenyum, ya ampuun mimpi apa malam tadi ya Tuhan ciptaan mu ini begitu indahnya, ketika aku mau tersenyum dan menjawab pertanyaan gadis ituh, tau-tau pertanyaan gadisku membuat aku shock, saat dia bertanya apakah aku tidak mandi, langsung dech aku mengendus-endus tubuhku apakah aku sebau itukah?.Lalu ku jawab bahwa aku sudah mandi pagi tadi dan ku jelaskan alasan ku berlari karena takut terlambat jawabku ketus, pada gadis itu yang aku panggil suster.
Gadis itu terlihat kaget dan jengkel saat aku panggil suster, laah aku salah apa coba???kan yang suka periksain pasien ya suster tooh??!! masak bidan dasaaar gadis aneh batinku.
Lalu dia menerangkan bahwa dia dr Karina, bahkan dia mengatakan kalau masih meragukan, aku bisa memilih diperiksa dr Husein atau dr Kim yang sedang istirahat makan siang. gila nich cewek natap aku tajem banget. Akhirnya aku nurut aja lah ama dokter cantik itu. tiba-tiba dr Karina "Buka bajumu lalu naik ke ranjang"
Naniii, yaa ampuun apa gak bisa yaah minta pelan-pelan dan mesra sedikit, pikiran Willy sudah menjurus mesum, terlebih kata-kata Karina yang selanjutnya dengan muka datarnya "Kenapa bengong, buruan keburu para prajurit datang!!"
Fix ini, dokter ngajak aku, memang muka blasteranku ini membuat banyak wanita klepek-klepek, apalagi dengan sikap bar-bar gini, asyiaaap neng akang layani, batin Willy jumawa.Tetapi tindakan dr Karina selanjutnya bikin semangat Willy langsung padam, yaitu melepas perban yang melilit badannya. Duuuh malunyaaa😣, bener ini kata mami kelamaan jomblo jadi pikirannya langsung mesum, batin Willy. Belum selesai debaran itu , jantung Willy semakin berdebar ketika Karina semakin dekat karena melepas ikutan perban tersebut, sehingga aroma nafas mint dan aroma tubuh Karina. Yaa ampuun Tuhan ini dr wangii banget, bikin Willy blingsatan. Meski dalam hati Willy berdebar-debar, tapi dia berusaha memasang muka datar, sambil mendengarkan arahan dr Karina yang mulai membersihkan luka, menjahit nya dan menutup luka Willy secara lembut dan perlahan. Setelah selesai Willy keluar, digantikan prajurit lain yang sudah mulai antre, saat dr Karina mengingatkan untuk 3hari datang ke rs, aku hanya menganggukan kepala.Lalu aku ke kamar mandi, selain menenangkan jantungku aku juga untuk berganti baju, yang bersih tidak terkena noda darahku.
Saat aku keluar dari kamar mandi, Willy terkagetkan melihat Karina berlari sambil menangis, lalu muntah-muntah dibawah pohon, looo kenapa dokterku menangis (haizzz Willy sudah mengklaim miliknya😁), saat Willy mau menolong, terlihat seorang dr muda tampan, yang tiba-tiba datang dan memeluk dokterku, woiii dia siapaa???. Tetapi makin nyeri di hati Willy saat dr Karina membalas memeluk dan menangis dalam pelukan pria tersebut, dan terdengar ucapan dr muda tersebut supaya Karina berusaha melawan trauma tersebut, meski pelan tetapi cukup terdengar Willy karena posisi Willy dekat dengan berdirinya mereka.
Trauma??? trauma apa ya dr Karina.?????...haizzz sudah ah bu Ahmad sudah menunggu, sambil meniggalkan pangkalan, dengan hati nyeri dan sedih haizz mana ada dr cantiknya kebangetan belum punya cowok, makanya sama aku yang ganteng begini tetap dingin omel Willy berkali-kali.....
Cieeee Kapten Willy mulai cemburu tuh!!! Lalu bagaimana dengan Karina???
yuuks ditunggu di next chapter yess😊😀
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
NaMika
next
2021-11-21
1
Nafla Gege
lanjuuttt
2021-08-06
1