Astaroth atau nama lainnya adalah Sins; dia berjalan tanpa arah dan tujuan; terus memikirkan tentang apa yang terjadi sebenarnya. Berkali-kali dia memeriksa tentang notifikasi sebelumnya, tetapi sama sekali tidak ada pemberitahuan tentang bagaimana cara untuk ke luar atau menyelesaikan permainan.
Tujuan dari Death Parade, tujuan mengapa semua orang terjebak, dan alasan mengapa dia harus mengalami semua ini.
Hei, Tuhan? Apakah tidak cukup hanya dengan menyiksaku di dunia nyata, sampai-sampai engkau membawaku dan menyiksaku juga di dunia ini! pikir Sins kian meragukan imannya.
Ia terhenti sejenak, memeriksa apakah ada item di dalam inventorynya. Namun nahas, tidak ada apa pun di sana. Ia pun pergi ke sebuah toko Npc (Non Playable Character), untuk membeli sebuah senjata. Tujuannya sederhana, meningkatkan level dan mencari uang (core) sebanyak yang dibisa. Setelah melihat ke sana-sini, dia terhenti pada sebuah pedang hitam pekat yang tampak karatan.
Hmm ... pedang ini ....
Seakan nalurinya berkata bahwa dirinya harus memiliki pedang itu, yang mana membuatnya menghabiskan seluruh core yang dimiliki hanya untuk membelinya. Begitu Sins melihat statistik dari pedang itu, dia sama sekali tidak melihat hal yang istimewa darinya, tetapi juga tidak menyesal karena telah membelinya.
Pedang Kegelapan (Normal)
Syarat : tidak ada
Deskripsi : Agility +1, Strength +1
(Pedang hitam yang asal usulnya tidak diketahui. Apakah pedang ini benar-benar bisa digunakan untuk menebas lawan?)
Ia tak ingin menyesal atas apa yang telah terjadi, terus bergerak maju. Pedang tanpa sarung terus ia genggam di tangan, sementara mata terus menatap ke depan. Bertepatan tak jauh dari zona aman, Sins lekas mengayunkan pedangnya ke arah monster yang dilihatnya.
Kelinci (F)
Health : 12/12
Mana : 0
Level : 0
(Kelinci yang sangat imut. Dagingnya terasa enak bila dibakar ataupun digoreng. Tapi ... apa kau yakin bisa membunuh salah satu keimutan di dunia ini?)
Hanya dengan satu ayunan pedang, dia telah membunuh monster kecil itu. Levelnya pun langsung meningkat hanya dengan membunuh seekor monster. Normalnya sebuah monster diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan, yang terlemah adalah F, E, D, C, B, A, S, SS dan yang terkuat adalah SSS. Setiap monster memiliki karakteristiknya sendiri, bahkan monster kelas atas memiliki kesadarannya sendiri berkat AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.
Hmm ....
Sins terus mengayunkan pedangnya, dan semakin tinggi levelnya, semakin sedikit poin pengalaman yang didapatkan dan semakin sulit pula ia naik level. Sins memutuskan untuk bergerak maju, mencari monster dengan tingkat yang lebih tinggi darinya.
Tak peduli apa harganya, selama aku bisa menjadi kuat ... maka akan kulakukan!
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Sins bertemu dengan monster level 5. Dua level di atasnya. Tentu dirinya tidak langsung menyerang secara sembarang, tetapi mengamatinya terlebih dahulu.
Tikus Tanah (F)
Health : 50/50
Mana : 0
Level : 5
(Tikus kecil yang tampak tidak berbahaya. Benar, jika hanya dilihat dan jika hanya sendirian. Berharap saja kamu tidak bertemu dengan kawanan tikus tanah, atau kematianmu akan sangat tidak enak dipandang.)
Usai memastikan bahwa tak ada monster lainnya, Sins lekas berlari ke arah monster itu. Lima ayunan pedang memberikan serangan kritis, hingga menyisakan 10 poin darah. "Jadilah poin pengalamanku!" tegas Sins sebelum membunuh lawannya.
~Sistem~
Berhasil membunuh Tikus Tanah. Mendapatkan 3 core dan 12 poin pengalaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Sutikno 23
mau lawan globin yang bikin perkara lagi
2022-05-01
0
arfan
814
2021-06-26
0
Zero
test
2021-05-13
0