Kedua pedang di tangannya menghilang, lekas tersenyum tipis seraya mengejek lawannya. Dia bertanya kepada mereka, apa jadinya jika seorang mage tidak bisa menggunakan sihirnya. Mereka diam tak mengerti, lekas berlari mencoba menyerang Sins. “Haa ... bodoh,” lirih Sins.
Dia memegang sepasang pedang di pinggang, bersiap untuk melakukan counter. “Ting!” Suara keempat senjata yang saling bersentuhan lirih terdengar, sebelum akhirnya critical damage dihasilkan. Value mendapatkan 132 damage serangan dan Risen mendapatkan damage serangan di atas 2.000, yang mana langsung membuatnya kehilangan seluruh health.
“Anti Magic.” Tepat ketika Prisia hendak melafalkan mantra sihir, Sins lekas menggunakan keterampilannya. Menciptakan area tanpa mana, yang artinya mustahil untuk sihir bisa bekerja. Jelas Prisia langsung panik karenanya, tetapi Sins hanya tersenyum kemudian mendekatinya.
Matanya terbelalak, warna merah yang begitu indah terlihat. Rambut panjang kuncir tengah bewarna keemasan, membuatnya semakin terlihat cantik. “Yo,” sapa Sins yang telah berdiri tepat di hadapan Prisia.
Prisia tak dapat bergerak, matanya terpejam karena rasa takut. Seorang mage tanpa sihir, tak lebih dari player level 1. Akan tetapi, alih-alih membunuh Prisia, Sins malah tersenyum dan menjentik kening Prisia. "Haa ... merepotkan. Sampai bertemu lagi, Prisia, Value. Kuharap di pertemuan selanjutnya, kita tidak menjadi lawan," ujar Sins berjalan pelan menuju kota.
Kepergian Sins meninggalkan begitu banyak tanda tanya di benak mereka, seolah tak percaya. Sins hanya singgah sebentar di dalam kota, untuk menjual semua item yang tak berguna untuknya. Selain itu, dia juga membeli beberapa bahan masakan, perlengkapan memasak dan tak lupa beberapa potion buff dan pemulihan. Setelah selesai membeli kebutuhan, dia kembali ke luar zona aman, bahkan sedikit pun tak tertarik pada hal-hal di kota.
Kehidupan Sins hanya tentang kesendirian dan tentang pertarungan. Ia benar-benar sudah tak peduli lagi pada orang lain, dan tak tertarik pada hal apa pun. Di pikirannya hanya tentang mati dan mati, tetapi tidak bisa dilakukan karena sebuah janji yang harus ditepati. Dengan stat strength di atas 100, Sins sama sekali tak merasa khawatir akan serangan monster yang levelnya lebih tinggi darinya, belum lagi full counter.
Terdengar tak masuk akal, bukan. Keterampilan dari pedang miliknya, memungkinkan Sins untuk mengambil salah satu keterampilan dan statistik terkuat milik lawannya yang telah ia kalahkan. Di saat dia tengah berjalan tanpa arah, sebuah notifikasi muncul dari layarnya. Sebuah pesan dengan maksud dan artian yang tak jelas. Namun, pesan itu membuat jiwa Sins bergejolak karena amarah yang tak tertahankan.
~Sistem~
Selamat kepada semua Player yang telah bertahan hingga saat ini. Apakah kalian semua menyukai permainan yang kuciptakan ini? Hahaha ... sudah pasti bukan. Sekarang saya punya sebuah hadiah untuk kalian semua yang masih bertahan hingga saat ini. Arcadia Online akan menjadi lebih baik lagi dan jauh lebih realistis dari sebelumnya. Semoga kalian menyukainya.
Salam hangat dari saya, Game Master (。・ω・。)ノ♡
Sins tersenyum tipis sedikit menakutkan. "Lihat saja nanti. Suatu saat pasti akan kutemukan dan kucabik-cabik tubuhmu itu!" gumam Sins dengan kedua tangan terkepal erat. Baru selesai membaca pesan, sebuah pesan baru muncul.
~Sistem~
Kepada seluruh player, 24 jam dari sekarang zona aman akan dihilangkan. Dunia akan menjadi nyata. Misi utama para player adalah menyelamatkan dunia. Selama 24 jam ke depan, seluruh Player akan mendapatkan efek debuff (Sleep).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
arfan
516
2021-06-26
0
Zero
"1 menit sekali selama 8 detik".. gagal paham gw thor.. ahahaha hasyem
2021-05-13
1
Gz'baker
senjata tingkat tertinggi apa dha.?
2021-02-23
0