29 Agustus 2074
Di bawah rindangnya pohon besar dan lebatnya hutan, seorang pria terduduk sayu menatap angkasa. Dia duduk di antara dedahan pohon itu. Rambutnya yang hitam sedikit kemerahan, panjang terurai di udara. Sepasang pedang hitam dan putih di pinggang, membuatnya terlihat cukup menawan. Pakaian biru kehitaman yang dikenakannya pun semakin membuatnya terlihat tampan.
"Haa ... 3 bulan sudah berlalu, tetapi masih belum ada seorang pun yang mengetahui bagaimana caranya agar bisa keluar dari dunia ini. Setelah kejadian di hari itu, tak ada lagi pemberitahuan dari sistem, selain terkait permainan. Bahkan sampai saat ini masih belum ada kejelasan bagaimana semua orang harus menyelesaikan permainan ini. Dan juga, aku tidak tahu sudah berapa banyak orang yang mati di dunia ini."
Sins terus saja menatap angkasa, ia bahkan tak peduli pada sekitarnya. Raungan monster yang begitu keras terdengar, tetapi dia masih saja santai tak peduli. Ia mengeluarkan beberapa kartu bergambar hewan dari sakunya, memandangi mereka secara bergantian. Di setiap kartu itu terdapat nama dan bintang di bagian kiri bawah.
Di saat tengah bersantai, seorang wanita berlari dengan wajah ketakutan. Dia terus berteriak meminta pertolongan. Tak jauh darinya, beberapa orang mengejarnya dari belakang. Wajah mereka terlihat begitu bahagia, menikmati permainan kejar-kejaran.
Di atas bar health dan nama mereka, terdapat lambang tengkorak bewarna merah kehitaman. Mereka yang memiliki lambang tengkorak di atas kepalanya, merupakan seorang pemain yang pernah membunuh pemain lain (Player Killer). Terdapat tiga warna yang mengindikasikan seberapa banyak pemain itu telah membunuh pemain lain. Kuning artinya sedikit, merah sudah di atas 50 dan merah kehitaman sudah melebihi 100 pemain.
Sins awalnya sama sekali tak tertarik untuk ikut campur urusan orang lain, tetapi ketika tahu seberapa besar kejahatan mereka, dia menjadi sedikit kesal. Dia melompat tepat setelah pemain wanita itu melewati pohon tempatnya beristirahat. "Pergilah, dan berhenti membunuh," lirih Sins bersikap lembut.
"Tcih, sampah! Mati!" Mereka sama sekali tak mendengarkan perkataannya, bahkan langsung menghunuskan senjata mereka.
"Haa ... pergilah, aku tak ingin melukai siapa pun," pinta Sins sekali lagi.
Sins menghindari setiap serangan lawannya dengan mudah, yang mana membuat mereka semakin kesal melihatnya. Sementara itu, pemain wanita itu langsung berteriak agar Sins segera pergi dari sana. Sins melihat ke arahnya untuk sejenak, kemudian melompat ketika sebuah pedang hampir menebus jantungnya.
Sins mendarat tepat di dekat wanita itu. "Hmm ... pergilah dari sini," lirih Sins.
"Apa kau sudah gila? Kita harus pergi bersama! Kau mungkin beruntung bisa menghindari serangan mereka! Tetapi ... tidak akan seperti itu jika mereka serius denganmu!" jelasnya seraya meneteskan air mata.
"Namamu Kiana, kan? Mereka tidak akan bisa membunuhku, karena itu pergilah." Sins terus meminta semua orang untuk pergi dari sana secepatnya, tetapi tak ada satu pun dari mereka yang mendengarkan dirinya.
"Kau ini hanya pemain level 10, bagaimana mungkin kau bisa sepercaya diri itu!" Kiana langsung menggenggam lengan Sins, menariknya pergi bersama. Di sisi lain, penyihir yang ada di kubu pk telah menyelesaikan lafalan mantra sihirnya. Sebuah tombak api memotong lengan kiri Sins, yang mana membuatnya kesal karena peringatannya hanya di anggap angin lalu.
Kiana yang melihat hal itu pun menjadi sangat terkejut dan takut, terlebih lagi tombak api itu melesat di depan matanya. Sisn melepaskan genggaman Kiana, dan dengan kecepatan tinggi telah muncul di belakang penyihir yang merapalkan sihir tombak api tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Sutikno 23
Serang lagi lebih kuat lagi
2022-05-01
1
Jon
MIN biar enak baca buat donk dmg hit Ama darah musu,masa asal" 0 hp kgk nampak dmg
2021-06-28
0
arfan
741
2021-06-26
1