1 Maret 2075
Pada sudut ruangan gelap, seorang wanita terduduk sayu menatap rembulan dari balik jendela kaca. Bayangan langit malam serta bintang-bintang di angkasa, terlihat samar karena tertutupi gorden bewarna hitam transparan. Sendu menghiasi pelupuk matanya, seolah kehilangan suatu hal berharga.
Kedua tangan melekat di depan dada, mengisyaratkan sebuah doa kepada Yang Maha Kuasa. Dia terus memandangi gemintang, hingga tak tidur seharian. Rambutnya putih kebiruan, matanya hijau bak kristal dan tubuhnya indah memesona. Dia mungkin sangat butuh sandaran, ingin didengarkan dan sangat butuh sebuah hangat pelukan.
Namun, siapa yang mampu melakukannya, bahkan ketika dirinya sendiri enggan untuk mencoba. Ia lekas berbaring di atas ranjang, memaksakan mata untuk terpejam. Harapnya ingin bertemu seseorang, walau hanya dalam khayal.
Terbangun kembali ketika fajar, ketika terdengar sebuah ketukan. "Nona Yui, sudah waktunya. Kebanyakan dari para tamu telah tiba," ucap seorang Pelayan dari luar.
Hening jawabnya. Selepas membersihkan diri dan berganti pakaian, Yui langsung keluar. Wajahnya dingin tanpa ekspresi, bahkan sedikit senyum enggan ia perlihatkan. Ketika ke luar dari kamar, seorang pelayan menyambutnya dengan senyuman. Dia memberikan sebuah dokumen seraya menjelaskan di perjalanan.
"Hmm ... ternyata dia juga datang, ya?" gumam Yui. "Lalu bagaimana dengan yang itu?" imbuhnya bertanya kepada Pelayan di sebelahnya.
"Kami masih belum bisa menemukan ataupun mendapatkan informasi tentang orang yang Nona cari," balasnya bersikap santai.
"Hmm ...." Dia terlihat sangat kecewa, terlihat dari sorot matanya. Dia hanya mendengar penjelasan dan segala omong kosong dari pelayannya, bahkan ketika tiba ditujuan. Meja bundar dengan sekitar 12 kursi tersusun rapi melingkar. Interior mewah tersusun rapih dimana-mana, mengesankan kemewahan yang luar biasa.
Terdapat total 24 orang di ruangan itu—12 orang duduk di kursi yang tersedia, sedangkan 12 lagi berdiri di sebelah rekannya—para pemimpin dan asisten. "Jadi ... kenapa kau memanggil kami ke sini?" tanya salah seorang dari mereka.
"Aku hanya ingin kalian mencari seseorang untukku," balas Yui.
"Mencari seseorang?"
"Iya, apa ada masalah?" tanya Yui sedikit memberikan tatapan dingin.
"Hoi, hoi, hoi! Apa kau bercanda dengan kami?"
"Tidak, aku sangat serius akan hal ini!" balas Yui lagi. "Akan kukatakan sekali lagi. Aku ingin kalian membantuku untuk mencarikan orang yang ada di dalam dokumen di atas meja," imbuhnya.
Sorot matanya kini begitu tajam dan serius, seolah-olah benar-benar terobsesi pada seseorang. Jelas permintaan tidak diterima oleh mereka, bahkan ada yang marah karenanya. Sebagian hanya diam, sebagian lagi ada mencemooh.
"Hei, Yui. Kita bahkan tak tahu nama aslinya, lantas bagaimana cara kita mencarinya?"
"Kurasa kau belum membaca dokumennya, ya Razel?" tanya Yui. "Berkat ketua, aku mendapatkan semua yang diperlukan untuk mencarinya," imbuhnya.
"Hei! Apa kau bertemu dengannya? Di mana dia sekarang? Ak—"
"Tenanglah. Dia baik-baik saja. Dia hanya berpesan padaku, 'ketika tiba waktunya, kita akan kembali bersama dan menjadi yang terkuat di dunia' begitu katanya," sela Yui.
"Itu memang seperti dir—"
"Hei! Berhentilah bercanda! Apa kau pikir kami ini bawahanmu, ha!?"
"Viel, Liez, Yuki, Mirai, Atsuhi, Baal, dan untuk semua yang menolak ... silahkan ke luar. Dan bagi yang berniat untuk membantu, silakan baca dokumen di depan kalian," lirih Yui dengan sorot mata tajam sekaligus menakutkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Leo
main bokong lah thor, selain dapet item jg dpet exp
2021-10-06
1
arfan
497
2021-06-26
0
pembacasetia
serrururueueueueueuru
2020-04-05
1