“Huff ... haa ....” Sins menatap tajam lawannya, selayaknya seekor elang yang tengah mengincar mangsanya. Ia begitu tenang dan fokus pada targetnya. Ia menarik pelan busurnya bertepatan dengan terciptanya anak panah.
Wush!
Anak panahnya melesat dengan cepat. Entah hanya beruntung atau memang sudah diperkirakan, anak panahnya menancap tepat di mata kanan monster itu dan memicu critical dan menghasilkan ‘Critical -70 magic damage’. Sins bersiul melihat damage yang dihasilkan oleh serangannya, walaupun ia tak mengira jika damage yang diberikan tak mencapai angka seratus. “Haa ... aku lupa kalau monster ini tetaplah C class, sudah pasti pertahanannya tinggi,” gumam Sins menghela napas dalam.
Roarr!
Beruang itu meraung dengan keras sembari terus mencari keberadaan Sins. Sins yang keberadaannya masih belum diketahui, dengan cepat terus melepaskan anak panahnya tanpa ragu dan sesekali berpindah posisi. -12, -15, -18, -10, -11 magic damage. Perlahan tapi pasti, Sins mulai mengurangi health milik monster itu.
Namun, Beruang Cakar api tampaknya memiliki sedikit kecerdasan. Dia yang sadar tidak dapat menemukan lokasi lawannya, tidak memilih untuk berdiam diri, melainkan pergi melarikan diri. “Ingin kabur, ya? Dalam mimpi!” gumam Sins yang mengejar Beruang Cakar Api sembari melepaskan anak panahnya.
Mungkin karena tingkat kemahiran Sins yang lumayan rendah, beberapa anak panahnya meleset. Sins mencoba untuk mengurangi health targetnya sebanyak yang ia bisa, sebelum benar-benar kehabisan mana dan dipaksa bertarung jarak dekat. Akan tetapi, Beruang Cakar Api secara tiba-tiba diam untuk sejenak. Sins yang bingung pun memutuskan untuk menghentikan sejenak serangannya, dan memerhatikan apa yang ingin dilakukan targetnya.
Namun, monster itu langsung berbalik badan dan menatap ke arah Sins seolah telah menemukan lokasinya. Sins yang masih sedikit yakin bahwa lokasinya masih belum ditemukan, terus bersembunyi di posisinya yang mana tertutupi rimbunnya dedaunan. Dahan tempatnya berpijak pun cukup besar dan kokoh, sekalipun ia melompat, belum tentu mampu menggoyangkan dahan itu.
Beruang Cakar Api berlari secepat yang ia bisa–berlari ke arah pohon tempat di mana Sins bersembunyi–dan langsung mencakar pohon itu menggunakan keterampilan iron claw.
Benar saja, satu serangannya langsung menumbangkan pohon itu. Beruntung Sins sempat berpindah posisi, tepat sebelum monster itu menyerang. Jika tidak, sudah pasti Sins akan terjatuh bersamaan dengan pohon itu.
"Hoi, hoi, hoi, yang benar saja! Seberapa kuat serangannya hingga mampu menumbangkan sebuah pohon hanya dengan 1 serangan?"
Jelas Sisn langsung mengurungkan niatnya untuk melakukan pertarungan jarak dekat. Ia akhirnya memutuskan untuk mundur karena kemungkinan menang yang sangat kecil, belum lagi mana miliknya telah benar-benar habis tak bersisa. "Haa ... sayang sekali aku harus mundur. Sampai bertemu di lain kesempatan," ujar Sins lekas melarikan diri.
Mungkin benar jika serangan Beruang Cakar Api sangat mengerikan, tetapi sayang kecepatan jauh di bawah Sins, bahkan dengan perbedaan level mereka yang terbilang jauh. Dia mulai berpikir untuk mencari musuh yang selevel atau levelnya tidak terlalu jauh, jika tidak ingin kejadian sebelumnya terulang. Sins benar-benar enggan untuk bertaruh mengingat kondisinya tak tidak diperbolehkan untuk kehilangan seluruh health. Jika healthnya sampai menyentuh angka 0, akibatnya akan benar-benar fatal.
"Haa ... benar-benar gila. Di dunia ini, ternyata benar jika level adalah segalanya. Level lah yang menentukan segalanya. Karena itu ... aku harus menjadi kuat secepatnya!" tegas Sins pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
arfan
728
2021-06-26
0
Yong Nash
mari kita ramekan
2020-05-03
5
nothing but regular human
Permisi. Mampir jga ke novelku: and A Long Nightmare, dan, Silence Love. Semangat berkarya😇
2020-04-26
3