Kegelapan memenuhi angkasa, sedikit cahaya bertebaran disekitar rembulan. Sins berdiri di antara luasnya padang rumput. Seorang wanita berlari ke arahnya, melompat dan lekas memeluknya. "Sins!" teriaknya.
"Hei, Yuri. Menjauhlah darinya, kamu memeluk Sins terlalu erat."
Beberapa orang lainya berjalan pelan mendekati Sins. Sins hanya diam dan mendengarkan. "Diam kau, Pak Tua Razel!" balas Yuri sembari mengejek rekannya.
"Ha!? Siapa yang kau sebut pak tua? Dasar Nenek Lampir!" balas Rezel.
Asuka Yuri, dia adalah teman pertamaku di dunia ini. Walaupun tingkahnya sedikit kekanak-kanakan, tetapi penampilan dan kemampuannya cukup menarik. Mata sebiru kristal dan rambut merah mudanya, membuatnya cukup populer dikalangan pemain lainnya.
Razel Vir Aztra, dia adalah warrior yang bertemu denganku tak lama setelah kami berpetualang bersama. Kemampuannya memang luar biasa, dan penampilannya cukup umum. Tapi ... gaya bahasanya yang kasar, membuatnya dibenci sekaligus dikagumi oleh orang-orang disekitarnya.
"Sudah cukup, berhentilah Razel, Yuri!" titah seorang Paladin.
Seperti kelasnya, dia memiliki zirah yang begitu mencolok dengan warna keemasan. Pedang dan perisainya pun lumayan besar. Mata dan rambutnya pun selaras dengan dirinya, bewarna keemasan.
"Karena kalian semua ada di sini, apakah sudah waktunya?" tanya Sins. "Tapi, apa kalian yakin untuk menerimanya? Kemungkinan besar dengan kemampuan kita saat ini, ki—"
"Tenang saja. Selama salah satu asasins terkuat bersama kami, kita pasti bisa menyelesaikannya seperti biasa. Benarkan, Ketua, Yuri?" sela Rizel sembari menyentuh pundak Sins dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Iya, aku ... tidak, kami percaya akan kemampuanmu. Mohon bantuannya, Sins."
"Haa ... terserahlah," balas Sins menghela napas dalam. "Jadi, apa rencamu, Cloud?" imbuhnya.
"Akan kujelaskan diperjalanan."
Kelompok yang hanya beranggotakan empat orang, dengan masing-masing yang terkuat di rolenya. Sins sebagai asasins, Cloud Si Paladin, Yuri Sang Magician, dan Rizen Sang Warrior Gila. Kombinasi yang cukup sempurna.
Tepat di depan gua pintu masuk untuk penyelesaian misi.
"Hei, Cloud. Apa kau benar-benar yakin kalau rencana kita akan berhasil?" tanya Sins ragu.
Mereka dengan percaya diri mengiyakan pertanyaan Sins. Di satu sisi Sins merasa sedikit tenang, tetapi di sisi lain ia sangat khawatir akan keberhasilan party mereka. Pasalnya misi yang mereka dapatkan kali ini adalah misi kelas legendaris, dan tergantung kondisi, tingkat kesulitannya bisa berubah.
Apa ini? Kenapa perasaan sangat tidak karuan? Perasaan apa ini? Kenapa aku memiliki firasat buruk? pikir Sins berjalan memasuki gua itu.
Pada awalnya, semua berjalan dengan lancar, bahkan sedikit pun mereka tidak mengalami kesulitan. "Sins, itu White Wolf terakhir. Cepat selesaikan!" titah Cloud seraya membantu dari belakang. "Dan Yuri, berikan buff kecepatan pada ... dahlah, percuma," imbuhnya sedikit kesal karena Sins mampu mengalahkan lawannya, bahkan sebelum ia menyelesaikan perkataannya.
"Hahaha ... seperti yang diharapkan dari Sins. Dia bisa mengalahkan begitu banyak monster sendirian," ujar Rizel terbahak.
"Hohoho ... tentu saja itu hal yang mudah untuk Sinsku," imbuh Yuri menyombongkan diri.
"Sejak kapan dia menjadi milikku? Mimpi!"
"Ha? Ngajak gelud? Kuy!"
"Hahaha ... seperti biasa, mereka selalu seperti itu tak peduli di mana pun itu," ujar Cloud sedikit merasa malu atas tingkah anggotanya.
Sins hanya diam dan terus memperhatikan sekitar. Wajahnya tampak serius, bahkan menunjukkan kekhawatiran. "Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat khawatir?" tanya Cloud.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja ... bukankah ini misi tingkat legendaris? Kenapa sejauh ini semuanya terasa terlalu biasa untuk misi tingkat legendaris?" balas Sins masih dalam kebingungan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
Arief Nurohman
👍
2021-09-14
0
16960002 chigaiきばー
prosesor AI nya lemot kayaknya masih celeron
masa DOMBA nya mati pemberitahuannya delay
seingat ku harusnya kan langsung
2021-08-06
0
arfan
654
2021-06-26
0