Kedua belah pihak telah mulai kelelahan, keduanya telah kehabisan lebih dari setengah healthnya. Namun, Sins sedikit lebih unggul, karena memiliki banyak stok potion pemulihan health. Setiap 10 detik sekali, Sins pasti meminum potion penyembuh atau setidaknya mempersiapkannya.
"Ha, ha, ha, sial! Padahal sudah hampir setengah jam, tetapi healtnya masih tersisa 30%. Selain itu, kenapa monster ini berhenti menggunakan keterampilannya? Apakah ia memiliki sedikit kecerdasan? Merepotkan!" gerutu Sins terengah-engah.
Sins menarik pedang keduanya, pedang putih. "Mari akhiri ini. Elements Manipulation, Water Aura!" Sins memasang kuda-kuda menyerang, dengan pedang di tangan kiri condong ke depan dan pedang di kanan bergaya terbalik. Selain itu, pedangnya di selimuti oleh air yang begitu jernih nan murni, bahkan hampir transparan.
Elements manopulation, keterampilan Sins yang membuatnya mampu memanipulasi segala jenis air dengan mengkonsumsi sejumlah mana. Terdengar hebat, tetapi jumlah mana yang dikonsumsi tak menentu—semakin besar konsumsi mana semakin kuat serangannya—bukanlah sesuatu yang bisa digunakannya sesuka hati untuk saat ini.
Begitu Sins mulai menyerang, lawannya kembali mencoba menggunakan keterampilan afraid dengan tujuan menghentikan serangannya. Akan tetapi, Sins membalikkan keterampilan itu kepada si pengguna, membuat Singa Pemarah terkena efek fear selama 10 detik. Sekilas Sins tak terkalahkan dengan segala kemampuannya, tetapi itu hanya khayalan belaka.
Semua keterampilan pasti punya kelemahan, sekalipun tidak terlihat. Kelemahan keterampilan divine eye dapat menyebabkan serangan balik atau mengkonsumsi sejumlah besar health pengguna, jika keterampilan yang ditiru terlalu kuat dan melampaui statistik pengguna. Dengan kata lain, divine eye merupakan keterampilan pedang bermata dua. Selain itu, kelemahan terbesar divine eye, ia hanya bisa meniru keterampilan yang dilihat langsung oleh si pengguna.
Berbeda dengan full counter yang kelemahannya adalah ia tidak bisa membalikkan serangan biasa. Artinya, full counter hanya bisa digunakan pada keterampilan dan sihir.
Slah!
Empat garis pedang hitam dan putih tercipta, memberikan damage langsung pada lawannya, -68 damage, -72 damage, -79 damage, -89 damage. Sejumlah damage yang terbilang kecil, mengingat health Singa pemarah. Singa Pemarah memasuki kondisi kritis, dan membuat semua statistiknya meningkat.
Mode kritis, merupakan suatu kondisi yang memicu meningkatnya seluruh statistik. Mode kritis hanya berlaku pada monster, di mana statistik di tingkat tidak menentu, tergantung jenis dan tingkat dari monster tersebut.
Bukannya merasa khawatir, Sins malah lebih bersemangat karena memang itulah yang ia tunggu. Semakin tinggi statistik lawannya, semakin kuat pula serangan yang akan diberikan oleh lawan dan semakin kuat pula efek dari full counter dan divine eye. "Maju, kucing pemarah!" titah Sins semakin bersemangat.
Di saat inilah Sins akhirnya sadar bahwa keterampilan dan kelas yang dimilikinya adalah yang terkuat sekaligus terlemah, tergantung dari pemahaman si pengguna dan pemilik kelas. Sementara divine eye terus aktif, Sins juga menggunakan momentum untuk mengaktifkan full counter agar lebih efisien.
Ia yang sadar bahwa Singa Pemarah memiliki sedikit kecerdasan, menggunakan full counter secara acak, agar mengira bahwa full counter memiliki coldown. Begitu ramai full counter diaktifkan, sebuah ledakan tercipta dan menghancurkan segala yang ada di sekitarnya, bahkan sampai berdampak pada si pengguna.
"Sial! Dampak serangannya terlalu gila. Jika bukan karena potion penyembuh, mungkin healthku sudah mencapai angka 0 dari tadi!" gumam Sins masih meminum potion penyembuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 297 Episodes
Comments
arfan
504
2021-06-26
0
Yong Nash
ahahahaha
2020-05-03
2
pembacasetia
apessssz
2020-04-05
1