Tipuan untuk Jayangkara

“haaah, untuk mereka sudah diselesaikan oleh bonjo wengi nak mas, mereka di tinggal didalam kota bayangan tersebut, biarlah mereka menjilat, nanti mereka juga akan menghadapi hukuman dari pangeran” jawab ki ageng.

“Baiklah guru, saya ikuti rencana guru ini” jawab arya pamungkas sambil tersenyum.

Rencana yang dilakukan oleh ki ageng sebenarnya bukan dari pemikiran ki ageng sndiri melainkan adalah rencana dari pedang malaikat, ki ageng hanya melanjutkan semua perkataan dari pedang malaikat.

Sungguh sebuah tipuan yang nyata bagi jayangkara, bagaimana perasaan prabu destra arya dan tapak neraka, ketika mereka bertempur habis – habisan ternyata hanya melawan ilusi. Memang pada masa ini hanya segelintir pendekar yang mengetahui adanya ilmu ilusi, ki ageng sendiri mendapatkan ilmu ini dari pedang malaikat.

Untuk golongan hitam, yang mengetahui dan mempelajari ilmu ilusi Cuma buru karsa, maka nya tidk heran ki ageng begitu yakin rencana nya ini berhasil. Pedang malaikat ingin kerajaan jaya dipa untuk sementara waktu bersembunyi sambil menyusun kembali kekuatan, yang nantinya akan di gunakan untuk melawan musuh – musuh yang sampai saat ini baik pedang malaikat sekalipun belum mengetahui tingkat kepandaian mereka, yang pasti pedang malaikat sudah mengetahui orang – orang buangan dari dimensi lain yang berpotensi nantinya menjadi kekuatan dari luar tersebut.

Orang – orang buangan itu saat ini sedang memantau kerajaan jaya dipa, selama ini pedang malaikat tidak mampu merasakan besaran energi murni mereka, tapi yang diketahui oleh pedang malaikat. Cuma ada dua kemungkinan, tingkatan mereka diatas pedang malaikat atau mereka memang tidak memiliki kepandaian sama sekali.

Untuk itu pedang malaikat membuat rencana yang terdengar mustahil, sampai – sampai ki ageng ketika pertama kali mendengar nya tidak merasa yakin sama sekali.

-------

Di waktu yang bersamaan singgih kedatangan utusan dari buru kersa yaitu dirga mahendra, kedatangan dirga ini untuk membantu kesulitan dari singgih selama perperangan. Golongan hitam paham bahwa walaupun tak pernah ikut lomba uji ilmu kanuragan di kalangan golongan hitam yang diadakan sepuluh thun sekali, kepandaian dirga ini di taksir berada pada peringkat ke delapan dari tokoh – tokoh terkuat golongan hitam di nusantara. Untuk itu, kedatangan dirga ini membuat singgih merasa sudah percaya diri akan perperangan ini.

Pada saat itu juga, prabu destra arya memerintahkan singgih dan dirga sebagai utusan dari jayangkara untuk melakukan perundingan di jaya dipa.

Matahari diperkirakan baru muncul dan panas matahari baru muncul, dirga dan singgih sudah berada di depan gerbang kotaraja suksukan. Dengan suara lantang singgih meminta penjaga gerbang untuk membuka gerbang agar dapat bertemu dengan prabu arya pamungkas.

Tanpa diminta berulang kali, penjaga gerbang membuka jembatan dan erbang kotaraja suksukan sekalian mengantarkan singgih serta dirga ke hadapan prabu arya pamungkas.

“sendiko gusti prabu, hamba membawa mahapatih tapak neraka beserta teman nya untuk menghadap “ tanya prajurit tersebut setelah memasuki aula pertemuan di istana kerajaan jaya dipa.

“biarkan mereka masuk” jawab sang prabu.

“sendiko prabu” jawab sang prajurit sambil mempersilahkan singgih dan dirga mahendra untuk masuk.

“ Hormat kami yang mulia prabu arya pamungkas “ ujar singgih tanpa menunduk sedikit pun, selayak nya penghormatan yang lazim di kalangan istana.

“silahkan duduk mahapatih” jawab arya pamungkas.

Hal ini membuat kening dirga berkerut, dari pintu gerbang kotaraja awal nya dirga sudah merasakan keanehan. Betapa mudah nya bagi mereka berdua untuk masuk tanpa protokol yang rumit. Kedua tidak ada tampilan prabu arya pamungkas yang tersinggung dengan cara singgih yang seolah – olah tidak menghargai nya sebagai seorang raja dari sebuah kerajaan. Tapi untuk membuktikan keganjilan tersebut dirga juga merasa bingung mau dari mana kecurigaan nya dimulai. Semua kelihatan normal.

“tetua, kita harus waspada dengan keadaan yang terlalu normal ini, seolah – olah tidak akan ada perperangan.” Tukas dirga berbisik kepada singgih.

“tenang dirga, ini mungkin disebabkan akan ketakutan prabu arya yang sudah merasa kalah” jawab singgih dengan berbisik pula.

“jelaskan maksud kedatangan kalian berdua ke istana saya yang kecil ini tuan mahapatih” tanya aryasambil tersenyum.

“kami berdua datang ke istana ini bertujuan menyampaikan pesan yang mulia prabu destra arya kepada paduka”

“apa itu ?” tanya arya pamungkas.

“ yang mulia prabu destra arya menginginkan kerajaan jaya padi sepenuh nya takluk kepada kerajaan jayangkara dan akan dijadikan sebuah kadipaten di kerajaan jayangkara, untuk itu sebagai pembuktian separuh dari total seratus ribu prajurit yang dimiliki kerajaan yang mulia harus di berikan kepada kerajaan jayangkara, kegunaannya akan kami kirimkan untuk serangan awal ke kerajaan Nagur di pulau swarnabhumi.”

“jadi maksud nya jayangkara ingin prajurit jaya dipa sebagai pion awal untuk menyerang kerajaan Nagur?” tanya arya pamungkas tidak senang.

“benar yang mulia, tindakan ini sebagai bukti kepatuhan yang mulia kepada yang mulia gusti prabu destra arya” jawab singgih.

“keterlaluan, kalian pikir kami selemah itu untuk kalian jadikan tameng kerajaan kalian” bentak arya pamungkas marah.

“singgih, dengan hormat tolong sampaikan kepada raja kalian bahwa saya prabu arya pamungkas beserta seluruh prajurit kerajaan jaya dipa, tidak akan tunduk dan takut pada siapa pun” lanjut arya pamungkas.

“apakah yang mulai sudah begitu yakin akan perperangan ini, kami membawa dua ratus ribu prajurit serta lima puluh ribu anggota perguruan yang bekerja sama dengan kerajaan jayangkara. Pikirkan juga nasib anda yang mulia” balas singgih tak kalah keras.

“prajuriiittt... bawa mahapatih tapak neraka kembali ke gerbang dan tempat nya, persiapkan semua perlengkapan perang, kita sambut tamu yang akan tiba” perintah prabu arya pamungkas.

“baiklah yang mulia, jika itu keinginan anda. Saya harap anda tidak akan menyesal seandainya kami ratakan kerajaan jaya dipa dengan tanah pada hari ini.” Ujar singgih sambil berlalu dari hadapan arya pamungkas dengan tanpa penghormatan sama sekali.

Kepergian singgih di iringi dengan tatapan senyum dari arya pamungkas.

“kau akan merasa terpukul singgih, karena kau akan bertarung dengan sesamamu” gumam arya pamungkas lirih hampir tak terdengar oleh siapapun.

Sesampainya singgih di perkemahan kerajaan jayangkara, singgih menghadap destra arya sekalian menyampaikan bahwa perang akan tetap dilaksanakan. Yang aneh bagi singgih adalah di desa ampu randu yang dikatakan oleh kencono duksa bahwa akan ada pasukan yang akan menghadang, ternyata tidak ditemukan. Hal ini juga sudah disampaikan kepada destra arya. Hal ini membuat mereka yakin bahwa kencono duksa mencoba main dua kaki untuk menyelamatkan diri nya sendiri.

Persiapan perang sudah di selesaikan oleh prajurit jayangkara, dengan dua ratus ribu prajurit kerajaan yang dipimpin oleh masing – masing senopati sebanyak lima puluh ribu prajurit. Sedangkan anggota perguruan aliran hitam yang berjumlah lima puluh ribu orang di pimpin langsung oleh dirga mahendra.

Episodes
1 Kerajaan jayang kara
2 Prabu Arya pamungkas
3 Rencana Arya Pamungkas
4 Kedatangan jayang kara
5 Penghianatan Kencono duksa
6 Persiapan Perang
7 Tipuan untuk Jayangkara
8 Awal perang
9 Perang 1
10 Misteri Jaya dipa
11 Kegusaran Buru Reksa
12 Ketakutan Destra Arya
13 Jayang Kara dalam bahaya
14 Kematian Destra arya
15 Pedang Malaikat
16 Pedang Naga Langit
17 Menguasai mata naga
18 Menguasai Mata Naga 2
19 Menguasai Mata Naga 3
20 Mengunjungi orang tua
21 Memulai Petualangan
22 Pertemuan Aliran putih 1
23 Pertemuan Aliran putih 2
24 Pertemuan Aliran putih 3
25 Ki Surya lengkara vs windu
26 Pertarungan melawan si jubah hitam
27 Gejolak dunia persilatan
28 Kitab serat pedang naga
29 Ki jengger manuk
30 Maling hitam tombak sakti
31 Maling hitam tombak sakti 2
32 Tewas nya Ki walatikta
33 Klabang Geni
34 sergapan di wanua kali gawe
35 Hantu kematian
36 ayu Diah kameshwari
37 wisanggeni
38 wisanggeni 2
39 Saraswati
40 Hilang nya mustika kerajaan
41 Hilangnya mustika kerajaan 2
42 Kota raja
43 Rasa tidak percaya
44 Akhir perburuan mustika kerajaan
45 Manusia berwajah singa
46 Satria Pemali
47 Pedepokan Kencana Ungu
48 Putra Gatama
49 Partai Tengkorak Darah
50 Padepokan Belibis Putih
51 Misteri Satria Pamali
52 Penyerangan ke gunung panjar
53 Menghadang Ki faksi jaladar
54 kematian Ki faksi jaladara
55 Kegusaran sarkapaneka
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Kerajaan jayang kara
2
Prabu Arya pamungkas
3
Rencana Arya Pamungkas
4
Kedatangan jayang kara
5
Penghianatan Kencono duksa
6
Persiapan Perang
7
Tipuan untuk Jayangkara
8
Awal perang
9
Perang 1
10
Misteri Jaya dipa
11
Kegusaran Buru Reksa
12
Ketakutan Destra Arya
13
Jayang Kara dalam bahaya
14
Kematian Destra arya
15
Pedang Malaikat
16
Pedang Naga Langit
17
Menguasai mata naga
18
Menguasai Mata Naga 2
19
Menguasai Mata Naga 3
20
Mengunjungi orang tua
21
Memulai Petualangan
22
Pertemuan Aliran putih 1
23
Pertemuan Aliran putih 2
24
Pertemuan Aliran putih 3
25
Ki Surya lengkara vs windu
26
Pertarungan melawan si jubah hitam
27
Gejolak dunia persilatan
28
Kitab serat pedang naga
29
Ki jengger manuk
30
Maling hitam tombak sakti
31
Maling hitam tombak sakti 2
32
Tewas nya Ki walatikta
33
Klabang Geni
34
sergapan di wanua kali gawe
35
Hantu kematian
36
ayu Diah kameshwari
37
wisanggeni
38
wisanggeni 2
39
Saraswati
40
Hilang nya mustika kerajaan
41
Hilangnya mustika kerajaan 2
42
Kota raja
43
Rasa tidak percaya
44
Akhir perburuan mustika kerajaan
45
Manusia berwajah singa
46
Satria Pemali
47
Pedepokan Kencana Ungu
48
Putra Gatama
49
Partai Tengkorak Darah
50
Padepokan Belibis Putih
51
Misteri Satria Pamali
52
Penyerangan ke gunung panjar
53
Menghadang Ki faksi jaladar
54
kematian Ki faksi jaladara
55
Kegusaran sarkapaneka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!